Mahasiswa magang dari universitas A, dan mereka semua kembar berjumlah 6 orang. Tentunya hal itu sering membuat siswa dan guru salah mengenali mereka. saksikan kisah mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiya Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Piket
" Oh iya, tadi wakil kepala sekolah meminta kami untuk menyusun jadwal piket. Jadi untuk esok hari siapakah diantara kalian yang piket?" tanya Intan.
" Untuk besok yang piket itu ada di Kurniawan dan Jenny." jelas Khalid.
Jadwal piket
Senin : Khalid dan Kenan
Selasa : Kurniawan dan Jenny
Rabu : Jessica dan Jovita
Kamis : Kenan dan Kurniawan
Jum'at : Jenny dan Jessica
Sabtu : Jovita dan Khalid
" Terimakasih atas info piketnya ya." ucap Ira.
" Iya sama-sama."
Setelah berbincang mereka memutuskan untuk pulang, karena semua telah pulang. Mereka kembali ke kos mereka masing-masing.
Grace saat ini sedang menyusun jadwal piket dan kemudian ia pun mengirimkannya ke grup.
Jadwal piket
Senin : Grace dan Ghina
Selasa : Indah dan intan
Rabu : Ira dan Irma
Kamis : Intan dan Ira
Jum'at : Irma dan Grace
Sabtu : Ghina dan Indah
" Jadwal piket sudah ku kirim ya teman-teman, jika ada yang mau di ubah silakan ya." ucap Grace.
" Tidak perlu, itu saja jadwalnya." ucap Intan.
Mereka pun sedang berdiskusi di grup, tentunya selain jadwal piket mereka juga mendiskusikan hal lainnya yang berkaitan dengan magang. Ini adalah momen pertama kalinya mereka magang, dan karena itu mereka tidak ingin melakukan kesalahan. Sebab mereka juga merasa tidak enak dengan pihak sekolah, dan tentunya mereka juga akan malu di depan mahasiswa kampus sebelah.
Sebenarnya mereka tinggal tidak berjauhan, tetapi mereka memang sengaja berkomunikasi hanya melalui pesan saja. Karena hari ini mereka merasa capek, dan besok hari mereka harus menghadapi begitu banyak rintangan di sekolah. Mereka masih belum berkenalan dengan para siswa di sekolah tersebut, yang di mana pastinya mereka akan memiliki kesempatan untuk berkenalan dan mengetahui karakter satu demi satu para siswa di sana.
Hal pertama yang mereka takutkan pada saat terbawa di sekolah adalah merasa tidak nyaman, dan mereka juga khawatir kalau para siswa di sana akan tidak menyukai mereka. Tentunya sikap dan karakter mereka sangat berbeda-beda, karena itu pastinya mereka akan banyak mendapatkan penilaian positif dan juga penilaian negatif dari para siswa di sana. Mereka hanya takut tidak bisa mengimbangi pembelajaran dengan baik, sehingga para siswa di sana pada akhirnya tidak menyukai mereka.
Obrolan mereka terus saja berlanjut tentunya dan mengenai rencana-rencana magang yang akan mereka laksanakan di sekolah tersebut, dan rencananya mereka juga akan berdiskusi dengan mahasiswa kampus sebelah yang sudah magang di sana. Karena bisa dikatakan mereka sudah lebih senior berada di tempat magang, Jadi mereka juga harus menghargai mahasiswa kampus sebelah tersebut. Walaupun waktu magang mereka hanya beda beberapa bulan saja, tetapi tetap saja mereka sudah dikatakan senior.
Setelah merasa lelah akhirnya mereka semua memutuskan untuk beristirahat, karena esok hari tentunya mereka akan menghadapi begitu banyak rintangan yang cukup sulit. Mereka juga tidak akan mengetahui bagaimana alur cerita yang akan mereka hadapi nantinya, yang tentunya akan dipenuhi dengan banyak suara yang membingungkan. Karena ini adalah momen pertama bagi mereka semua, dan wajar saja jika mereka merasa sangat asing.
...----------------...
Sang surya kini telah menyapa, satu demi satu diantara mereka mulai sampai di sekolah. Tentunya bagi yang piket orang langsung berjaga di gerbang sekolah, karena mereka juga tidak ingin mendapatkan pandangan tidak menyenangkan dari para guru dan juga siswa-siswa di sana. Satpam itu pun menghampiri dua orang yang sedang piket hari ini, ia pun sangat senang dengan kedatangan dua mahasiswa itu yang datang tepat waktu.
" Tidak saya sangka kalian akan datang tepat waktu."
" Kami sudah mengetahui jam masuk sekolah pak, dan karena itu kami juga memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan piket."
" Kalau begitu mulai sekarang saya tidak perlu terlalu repot di depan gerbang, makasih atas bantuannya. Kebetulan saya belum sarapan pagi, jadi saya titip anak-anak kepada kalian ya." ucap satpam itu yang kemudian langsung pergi meninggalkan tempat tersebut dan kini hanya tinggal 4 orang mahasiswa yang ada di situ.
" Sepertinya kedatangan kita di sekolah ini justru menambah ketenangan bagi satpam itu ya." ucap Jenny dan Intan pun mengangguk.
" Sepertinya memang begitu, ya namanya kita juga adalah mahasiswa magang jadinya kita juga harus mengerti."
" Kita dituntut untuk mengerti para guru dan juga pekerja di sekolah ini, tetapi mudah-mudahan saja kita tidak dituntut untuk yang lebih parah lagi nantinya."
" Maksudmu bagaimana Jenny?"
" Kita di sini adalah mahasiswa magang, jadi tentunya kita juga memiliki hak dan kewajiban di sekolah ini. Asalkan saja kita tidak selalu dituntut kewajiban kita sebagai mahasiswa magang di sekolah ini, tetapi hak kita tidak pernah dijalankan dan kita justru menjadi orang yang paling terbebani."
" Apa maksudmu Dengan mengatakan kalau kita akan menjadi orang yang paling terbebani? Sepertinya kau memiliki sebuah cerita yang sangat melelahkan di sekolah ini."
" Yang namanya kita mahasiswa magang pastinya kita akan disuruh-suruh, tetapi bukan berarti kita harus selalu menurun dengan apa yang dikatakan. Kita juga memiliki hak untuk menolak, karena kita di sini bukan untuk menjadi seorang pesuruh."
" Yang kau katakan itu memang masuk akal sih Jenny, tapi Sepertinya kau telah mengeluhkan semua itu kepadaku bukan hanya sekedar bercerita saja."
" Sebenarnya ada beberapa hal yang harus kalian ketahui di sini, di sini ada beberapa orang guru yang jarang hadir dan selalu membebankan nya kepada kita mahasiswa magang untuk menjaga para siswanya di kelas."
" Bisakah ada guru yang tidak hadir di saat ada jam mata pelajarannya?"
" Ada beberapa orang guru yang seperti itu, tetapi ada juga yang memang tidak bisa hadir karena berhalangan. Kalau tadi dia tidak bisa hadir karena berhalangan ada sesuatu di rumahnya atau ada seorang guru di sekolah ini yang sedang umroh, kebetulan dia baru berangkat umroh dua minggu yang lalu jadi jamnya kosong."
" Ih jadi maksudmu ingin memberitahukan kalau di sekolah ini ada guru yang sedang umroh, jadi pastinya kita akan mengimpal jam guru tersebut di kelasnya."
" Tentunya guru yang umroh itu jamnya akan menjadi tanggungan kita, dan aku juga tidak merasa keberatan dengan guru yang umroh itu. Tetapi ada satu guru yang sering tidak masuk, dan bahkan guru-guru di sini juga tidak mengetahui alasan mengapa dia tidak masuk."
" Dan kau adalah korban yang selalu menjaga kelasnya?"
" Mending tadi kalau hanya menjaganya saja, ini aku pusing dibuat sama guru tersebut. Tiba-tiba saja dia sering menelponku untuk menggantikan jamnya, padahal di sini kan aku memiliki guru pamong yang semua tugas dan tanggung jawab guru pamongku itu yang lebih penting ku kerjakan daripada guru tersebut." jelasnya yang memang merasa lelah dengan tingkah guru itu yang suka sekali membebankannya.
etto... sampulnya kurang menarik perhatian (sorry kalau menyinggung☹️)