Menceritakan Kayla Eleody Seorang gadis kaya raya dengan kehidupan glamour sempurna, gadis pemberani ini tiba tiba saja bertukar jiwa dengan Zara seorang gadis miskin yang menjadi korban bully di sekolah, mampukan Kayla hidup dalam raga Zara dengan segala kesulitannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15 : Bertengkar
"Lo mending berhenti berharap lo bakalan bisa memperlakukan gue kaya dulu lagi, atau reputasi lo bokap dan nyokap lo bakalan gue ancurin" Ancam Zara.
Michele terkekeh meremehkan, walau dalam hatinya ia merasa takut namun sebisa mungkin ia tak menunjukkannya.
"Lo siapa berani ngancem gue?! lo pikir gue takut?!" bentaknya.
"Ya kalau hari ini sih mungkin masih enggak takut, gatau kalau nanti" Zara bergerak maju hingga wajahnya dan Michele saling berdekatan.
"Gue gak tau sesakit apa Zara nahan sakit di badannya selama ini, dan gue gak bisa bayangin sejahat apa pikiran lo waktu itu, gue gak pernah semuak ini ngeliat orang kaya lo, lo iblis tau gak? lo gak pantes jadi orang kaya, harusnya Tuhan naruh orang yang punya sikap kaya lo itu di roda kehidupan paling bawah, biar lo gak bisa bertingkah!" Cibir Zara.
"Anjing lo!" Michele yang tak kuasa menahan marah mendorong Zara hingga gadis itu terhuyung jatuh kelantai.
Tak sampai di situ Michele mencoba meraih rambut Zara dan menjambaknya kuat.
Zara yang tak mau kalah kini membalas serangan dan menendang perut Michele kuat hingga gadis itu terpental jatuh pada teman temannya, Zara berdiri, ia mengambil tutup tong sampah dengan ukuran besar dan memukul michele juga kedua temannya membabi buta.
Bugh bugh bugh...
Pukulan demi pukulan ia layangkan hingga ketiganya hanya mampu menangkis serangan demi serangan yang di lakukan Zara.
Keributan terjadi di Koridor lantai 2 hingga mengundang atensi semua siswa dan siswi termasuk para guru yang berada di lantai satu.
Suara riuh ricuh bersahutan melihat aksi yang di lakukan Zara pada ketiga kakak kelasnya.
"Awhh!" Windi berteriak kesakitan.
"awhh stop stop!"
"Aaargh!" Teriak ketiganya
Zara mengambil napasnya banyak banyak saat ketiga lawannya sudah dalam keadaan berantakan, bahkan Michele dan juga nindi terlihat terluka di bagian dahinya.
Tak berhenti sampai sana Zara mengambil tong sampah yang sudah terbuka lebar dan menuangkannya pada ketiga gadis yang masih berada di lantai tersebut.
"Aaaaaargggh!" Teriak nya.
Zara meninggalkan ketiga orang tersebut diiringi sorak dari banyak kakak kelasnya disana.
...****************...
"Jadi siapa yang mulai ini semua?" Tanya seorang guru bimbingan konseling pada Zara, michele, ruri dan windi yang duduk menunduk di depannya.
"Ibu Tanya aja sama orang orang yang ada di sana, jelas jelas dia yang dorong saya duluan" bela Zara.
"Gausah fitnah ya lo! lo yang mukulin kita bertiga!"
"Zara? saya liat kamu mukulin mereka pakai tutup tong sampah, kamu juga tumpahin sampah sampah itu ke mereka, ibu liat" Kata wanita setengah baya itu.
"Ya saya gak mungkin ngelakuin itu semua tanpa alasan dong buk, kalo ibu gak percaya ibu bisa panggil salah satu siswa yang ngeliat kita secara langsung" Tantangnya.
Guru tersebut melirik ke michele dan kedua teman nya sesaat.
"Kenapa diem aja buk? takut kalo orang kaya kaya ini terbukti bersalah? ibu takut buat surat peringatan buat mereka bertiga?" Sarkas Zara.
"Zara? kamu tidak sopan berbicara dengan saya seperti itu" Balasnya.
"Ya bukan nya saya gak sopan ya, saya gak mau aja terlihat seolah saya ini orang yang bersalah di sini, kalaupun saya salah mereka juga harus di salah kan, mereka yang mulai duluan" Kata Zara lagi.
"Bu?" Sela michele.
"Ada apa cell?"
"Udah gak apa apa buk, saya udah maafin dia gausah di perpanjang" Katanya.
"Ya bagus deh, lebih baik kalian saling minta maaf satu sama lain ya? biar urusan ini gak sampai ke orang tua kalian, minggu ini kalian juga sudah bermasalah, kasian orang tua kalian" Kata guru tersebut
"Tapi saya mau Zara minta maaf duluan" Kata ruri.
"Mimpi aja lo sana, gue gak akan pernah nyesel sama apa yang gue lakuin hari ini!" Tolak Zara.
"Zara? apa salahnya memulai perdamaian ini? minta maaf duluan bukan berarti menunjukkan kalau kamu bersalah, ini biar masalahnya cepet kelar aja"
"Yang mulai masalahnya dulu yang harus minta maaf!" Kata Zara.
Michele berdecak pelan, jadi ia akan menjatuhkan harga dirinya agar orang tuanya tidak terpanggil ke sekolah?
"Udah udah! gue minta maaf Zara" Ucap Michele terpaksa.
"Nah gitu dong" Zara berdiri dari kursinya.
"Saya sudah maafin buk, ngomong ngomong suruh mereka bertiga mandi sebelum masuk kelas, bau sampah!" Ejeknya
Guru tersebut menggeleng pelan dan mengangguk samar, sementara ketiga gadis yang berada di depan mereka sama sama menggeram menahan kesal.
Zara meninggalkan ruangan konseling setelah masalahnya terselesaikan sesuai dengan harapan nya.
"Kalian bertiga mending mandi dulu ya? kalau ada baju ganti kalian ganti" Kata guru tersebut sembari menutup hidungnya.
"Anjing emang! awas aja lo!" Batin michele.
...****************...
"Cell? kok lo tadi minta maaf sih ke dia?" Ruri bertanya.
"Gue gak mau bokap sama nyokap gue dateng lagi ke sekolah gara gara masalah gue sama dia, bisa di amuk gue!" Balas michele.
"Nyokap gue pasti marah banget kalo liat anaknya di guyur sampah gini, pokoknya gue mau ngadu biar tuh anak di labrak langsung sama nyokap gue!" Kata windi.
"Awas aja kalo nyokap lo ngadu sama nyokap gue! gue gak mau dia marah marahin gue lagi gara gara tuh bocah!" Ancam michele.
"Issh gue gak terima!" Ruri merengek.
"Gak tau kenapa gue jadi gak yakin bisa bikin Zara jadi kaya dulu, lo liat gimana dia ke kita tadi, dia tuh makin aneh!" Omel michele.
"Iya, kok dia jadi makin berani gitu sih, jujur gue agak takut" cicit ruri.
"Tapi lo denger kan dia tuh kaya orang lupa ingatan, masa dia tau dari Mimi kalo luka luka di tubuhnya itu bekas kita bully" Kata windi.
"Lo bener, dia bahkan gak inget sama lukanya sendiri" Michele merenungkan ucapan windi.
"Jangan jangan dia tuh rekarnasi kaya di novel novel lagi, gue sering tuh baca novel yang kaya gitu" Kata ruri
"Ya mana mungkin ada yang begitu sih bego! ngarang lo!" Sahut michele.
"Yang jelas kita harus lebih hati hati sama dia, jangan sampek masalah lama kita sama dia kebongkar dia dia berhasil buktiin kalo kita salah, bisa mampus gue!" Tambah michele.
"Iya gue setuju, pokoknya gue gak Terima di siram sampah, kita cari cara lain buat bales dendam sama tuh anak" Kata windi.
"Sialan juga si Mimi itu, Zara kan tau juga gara gara dia"
"Iya juga" Balas michele pelan.
"Kita juga harus kasih pelajaran sama si culun, biar dia gak sok sok an!"
"Setuju!"