NovelToon NovelToon
Wanita Yang Tersakiti

Wanita Yang Tersakiti

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:3.5M
Nilai: 5
Nama Author: Asyiah Muzakir

Menjadi janda di usia belia bukanlah sebuah pilihan, melainkan suatu takdir yang harus di jalani oleh Aisyah Naira. Wanita berusia 18 tahun yang harus berpisah dengan suami yang di cintainya karena di fitnah selingkuh dan di tuduh hamil anak dari laki-laki lain.

Ingin tahu bagaimana kehidupan Aisyah setelah empat tahun kemudian?

Apakah Aisyah sanggup menerima kenyataan ketika putri kesayangannya harus meninggal dunia di umurnya yang belum genap 4 tahun?

Dan bagaimana ketika takdir kembali mempertemukan Aisyah dengan sang mantan suami yang menyesali perbuatannya di masa lalu dan memohon kepadanya untuk rujuk?


follow IG author : asyiahmuzakir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asyiah Muzakir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 04 | Caramu meminta maaf

Kata dokter, sore ini aku sudah di perbolehkan pulang dari Rumah sakit. Dan aku senang mendengar hal itu karena aku sudah tidak sabar untuk bekerja lagi.

Aku melihat Avila masuk ke kamar rawat ku sambil menenteng satu keranjang buah buahan di tangannya.

Aku tersenyum ceria kepadanya dan Avila balas tersenyum manis untukku.

"Sudah bisa tersenyum, heum?" tanya Avila yang membuat aku tertawa.

"Harusnya kamu gak perlu beli buah buahan lagi," kataku saat Avila mulai mengupas buah jeruk untukku.

Avila mengernyitkan dahi lalu mendudukkan dirinya di tepi blankar tempatku berbaring.

"Memangnya Kenapa? Buah itu baik buat mempercepat proses penyembuhan kamu, lho," protes Avila sambil mengusap pipiku.

Aku menatap wajahnya dan tersenyum lebar.

"Karena sore ini aku udah di bolehin pulang, Avi," terangku yang membuat dia menjerit senang.

"Alhamdulillah, akhirnya kamu udah di nyatakan sembuh," kata Avila yang entah kenapa membuat aku senang dan sedih secara bersamaan.

Senang karena akhirnya aku bisa keluar dari Rumah sakit setelah di rawat selama kurang lebih satu minggu. Namun sedih ketika mengingat penjelasan dokter yang menyatakan kalau sebelah kakiku akan mengalami kelumpuhan sementara.

Wajahku berubah murung dan Avila yang melihat hal itu langsung menatapku dengan khawatir.

"Ada apa, Aisyah? Apa lukamu masih terasa sakit?" tanya Avila dengan nada khawatirnya.

Aku tersenyum muram lalu mengambil sebelah tangan Avila untuk aku genggam. Aku akan memberitahunya tentang keadaan kakiku sekarang.

"Avi, kata dokter sebelah kakiku yang tertembak peluru itu akan lumpuh untuk sementara waktu," ungkap ku yang membuat Avila menutup mulutnya dengan kedua tangan.

"Ya Allah, kamu harus sabar ya, Aisyah. Aku janji akan selalu ada buat kamu," ucap Avila yang membuat hatiku menghangat.

"Terimakasih, Avi."

"Apa kamu udah kasih tahu kabar ini ke bibi kamu?" tanya Avila yang membuatku menggeleng sedih.

"Aku gak mau beliau khawatir, Avi. Maka dari itu aku rahasiakan keadaan aku sekarang," ungkap ku sambil berusaha untuk tak menangis.

Avila menenangkan aku dengan merangkul kedua pundak ku.

Tak lama kemudian suara Adzan ashar terdengar dari mushola Rumah sakit. Aku lantas melepas rengkuhan Avila dan meminta sahabatku itu untuk mengantarkan aku ke kamar mandi guna membersihkan diri dan mengambil wudhu sebelum melaksanakan sholat ashar.

Setelah selesai sholat ashar di kamar rawat ku, aku dan Avila memutuskan untuk mengemas barang untuk persiapan pulang.

"Aku bingung nih, Aisyah."

"Bingung soal apa, Avi?" tanyaku.

"Soal kendaraan pulang, Syah...aku gak tahu kita mau naik apa untuk kembali ke Villa."

"Memangnya di sini tidak ada ojek atau angkutan umum?"

"Gak ada...waktu itu aja, aku ke Rumah sakit ini di anterin salah satu warga."

"Jadi gimana, dong?"

"Kayaknya kita...." Avila belum menyelesaikan kalimatnya saat tiba-tiba ada suster masuk yang mengatakan kepadaku bahwa ada seseorang yang ingin menjemput aku dan Avila.

"Permisi mbak Aisyah, Anda sudah di jemput, silahkan," ujar suster itu.

'Pasti itu Robbie sama Lee,' pikirku.

"Baik sus, terimakasih ya," balasku

"Sama-sama, Mbak Aisyah," kata suster tersebut sebelum akhirnya keluar dari kamar rawatku.

"Aviii...kita udah di jemput!" teriakku dengan ceria.

Avila malah terdiam sambil menatap mataku dalam dalam.

"Kamu harus janji sama aku," kata Avila yang membuat aku bingung.

"Janji apa sih?" tanyaku heran.

"Siapapun yang jemput kita, kamu gak boleh nolak dan marah, oke?"

"Hahaha..kamu apa-apaan, sih."

"Aku serius, Aisyah."

"Iya..iya deh. Aku janji!"

***

Setibanya di depan Rumah sakit, aku di kejutkan dengan keberadaan Devano yang sedang bersandar di mobil SUV berwarna putih di belakangnya.

"Avi, kenapa ada dia di sini?!" tanyaku dengan suara gemetar menahan emosi.

"Aisyah, kamu udah janji bahwa kamu gak akan marah dan nolak, jadi sekarang kendalikan emosi kamu. Oke?!" peringat Avila yang membuatku sebisa mungkin mengendalikan amarah dalam diriku.

"Astagfirullahaladziim...," sebutku berulang ulang di dalam hati.

"Apa kabar, Asiyah?" tanya Devano yang sudah berdiri di hadapan aku dan juga Avila.

"Aisyah sudah lebih baik dari sebelumnya," jawab Avila mewakili ku.

"Alhamdulillah, syukurlah kalau begitu..aku senang mendengarnya," ucap Devano.

"Heum, Aisyah, Avila..aku harap kalian berkenan untuk masuk ke mobilku. Aku akan mengantar kalian kembali ke Villa," pinta Devano yang membuat aku heran.

'Dari mana dia tahu kalau aku dan Avila tinggal sementara di Villa?' Aku bertanya tanya dalam hati.

"Gimana, apa Aisyah setuju?" tanya Devano kepadaku yang sejak tadi memilih untuk terus memandang ke tanah.

"Aisyah tak punya pilihan untuk menolak bantuan dari kamu, Devano." Avila menjawab sambil menuntun aku untuk masuk ke dalam mobil SUV putih milik Devano.

***

Dan tanpa terasa kami bertiga sudah sampai di depan bangunan Villa tempat semua teman fotografer menginap. Setelah mobil berhenti Avila dengan cekatan membantuku keluar dari mobil Devano.

Semua rekan fotografer-ku tersenyum menyambut kepulangan ku, dan itu membuat aku tersentuh dan tersenyum untuk berterima kasih kepada mereka yang sudah menyambut diriku yang baru saja terkena musibah.

Kemudian aku berbalik dan menatap Devano yang masih berdiri di depan mobilnya sambil memandangiku dengan raut khawatir.

Aku ingin sekali mengucapkan terimakasih kepada pria itu. Tapi entah kenapa rasanya sangat sulit dan canggung, mungkin aku harus mencoba melatih hatiku untuk berkomunikasi dengannya lagi. Meskipun itu sangat sakit, tapi aku yakin inilah jalanku menghilangkan dendam di hati ini.

Akhirnya aku putuskan untuk berbalik ke arahnya. "Terimakasih banyak atas bantuannya," ucapku dengan susah payah.

Devano menatapku dengan wajah terkejutnya. Namun kemudian pria itu kembali menormalkan wajahnya dan mencoba tersenyum manis kepadaku.

"Tidak perlu berterimakasih, Aisyah..karena dengan inilah caraku meminta maaf kepadamu," ungkap Devano yang kedengarannya tulus. Tapi untuk saat ini aku tak ingin peduli terhadap hal itu, bagiku sekali brengsek tetaplah brengsek.

"Aku harus masuk ke Villa dan sebaiknya kamu pergi dari sini. Assalamualaikum," ujarku dengan sorot mata rapuh.

"Waalaikum salam, Aisyah...aku janji akan berjuang untuk mendapatkan kepercayaan dari kamu lagi," balas Devano.

"Simpan kata katamu itu untuk wanita yang benar benar kamu cintai."

"Dan bagaimana jika wanita yang benar-benar aku cintai itu adalah kamu?" ungkap Devano yang membuat hatiku berdebar dan nyeri di saat yang bersamaan.

"Kamu pembohong! Pergi!" usirku dengan suara setengah menjerit.

"Aisyah kamu kenapa?!" tanya teman temanku yang berkumpul ke arah dimana aku sedang berdiri sekarang.

To be continued ❤️

HAI!!! Jangan lupa di love ya...dan berikan partisipasinya lewat VOTE dan komentar,

Makasih..

🥰🥰🥰🥰🥰

Asyiah Muzakir

16 November 2020

1
Asyiah Muzakir
Tapi dalam novel ini, Dasha bukan anak diluar pernikahan.
Dewi Sari
maaf nih yaa setau saya anak yg hamil diluar nikah dan anak yg tidak diakui itu nasab nya ke ibu nya dan haram tuk disentuh oleh ayah nya...maaf yaa kalau salah
Wahyu Kasep: nasab agama itu tidak lah penting
yang paling penting adalah duit 😎 bagaimana caranya dapat duit
agama hanya jadi penghambat kerir
total 1 replies
Aan Aan
Lanjutkan, kakak! Dirimu hebat!
Aan Aan
mau dong, pop mie goreng... wkwkwk
M
great
Andini Muulanaa
wow visualnya mntp
Diah 💜kimtaehyung
syuukka ada kim taehyung nya
Asa Benita
Males bgt sama Aisyah..
Asa Benita
Aisyah ga ingin disakiti tp dia sendiri ke Lee gmn.. Tipikal2 wanita egois, yg lbh melihat kesakitannya tp tdk peduli klo tindakannya melukai org lain..
Asa Benita
Alasannya ga bisa move on dgn org baru, tp nanti ujung2nya balikan sama org yg sdh bikin trauma...
Asa Benita
Aisyah aneh yah, terbiasa kok terbiasa merasa sakit gara2 org yg sama lagi
Asa Benita
Terlalu repot memikirkan masa lalu
Asa Benita
Ini kalau balik lagi stlh semua yg dilakukan, aku cm bisa bengong aja
amalia gati subagio
ratu drama cupu pencitraan
amalia gati subagio
syah petualang cupu???
amalia gati subagio
pelurunya dr senjata siapa he, pak tentara??? hm mm gak prof he??, duo ciwi emang pantai terpencil gt yach???
manda_
👍👍👍
manda_
bagus
manda_
mampir
FUZEIN
Okay.....novel indonesia memang buat saya ketagih nak baca.....kerana selalu baca...faham banyak dah ni bahasanya❤️
AwanMendung26: Assalamu'alaikum. 🌻
Halo, kak. Jika berkenan mampir di cerita aku juga, yuk! Judulnya Jodoh Untuk Syakayla. 🌻

Terima kasih. 🌻
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!