NovelToon NovelToon
Kelas Penyihir IX B

Kelas Penyihir IX B

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyelamat / Akademi Sihir
Popularitas:130
Nilai: 5
Nama Author: Rifky Hemuto

Sinopsis Novel – Kelas Penyihir IX B

Rifky adalah seorang anak manusia biasa yang tiba-tiba terjebak di dunia sihir dan masuk ke sebuah sekolah misterius bernama Sekolah Sihir IX B. Di sana ia bertemu dengan Wida, seorang penyihir baik hati yang kemudian menjadi sahabatnya. Bersama Zahira, Oliv, Deni, Rais, Gofirr, dan teman-teman lainnya, Rifky mulai menjalani kehidupan baru penuh keajaiban, latihan sihir, dan petualangan yang tak terduga.

Namun kehidupan di sekolah itu tidak selalu aman. Tiga murid berbahaya, Mila, Diva, dan Eva, diam-diam merencanakan sesuatu yang gelap. Ketika Rifky tanpa sengaja menyentuh sebuah kristal sihir kuno, kekuatan misterius bangkit di dalam dirinya. Kekuatan itu membuat banyak orang terkejut, bahkan kepala sekolah sihir, Nenek Misel.

Kini Rifky harus belajar mengendalikan kekuatan yang tidak ia mengerti, sambil menghadapi ujian sihir, rahasia masa lalu, dan ancaman dari musuh yang ingin merebut kekuatannya. Petualangan, persahabatan, dan misteri besar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifky Hemuto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 - Bayangan di Lorong Rahasia

Lorong rahasia di belakang rak buku itu gelap dan dingin. Udara di dalamnya terasa lembap, seperti tempat yang sudah lama tidak dimasuki siapa pun.

Rifky berdiri paling belakang bersama Velop yang masih gemetar.

“Aku punya firasat buruk,” bisik Rifky.

Velop langsung menangis pelan.

“Aku juga…”

Di depan mereka, Wida mengangkat tongkat sihirnya.

“Lumos!”

Cahaya putih kecil muncul di ujung tongkatnya dan menerangi lorong.

Zahira dan Oliv juga melakukan hal yang sama.

Sekarang lorong itu sedikit lebih terang.

Namun tetap terasa menyeramkan.

Di dinding lorong terdapat batu-batu tua dengan ukiran simbol sihir kuno.

Gofirr memperhatikan ukiran itu dengan serius.

“Simbol ini sangat tua…”

“Apa artinya?” tanya Rifky.

“Ini simbol perlindungan.”

Gofirr mengerutkan kening.

“Artinya lorong ini bukan lorong biasa.”

Sementara itu, Rais berjalan paling depan dengan tubuh besar siap menghadapi apa pun.

Candra berjalan di sampingnya dengan wajah penuh semangat.

“Petualangan malam pertama Rifky!” katanya.

Rifky hanya bisa menghela napas.

“Kenapa aku ikut kalian…”

Mereka berjalan semakin dalam ke lorong.

Langkah kaki mereka bergema pelan.

TOK… TOK… TOK…

Tiba-tiba suara langkah kaki lain terdengar lagi dari depan.

Semua langsung berhenti.

Wida memegang tongkatnya lebih erat.

“Siapa di sana?” teriaknya.

Tidak ada jawaban.

Hanya suara angin dingin yang melewati lorong.

Rifky merasa jantungnya berdetak lebih cepat.

Namun tiba-tiba—

BAYANGAN HITAM MELINTAS CEPAT!

“Ada sesuatu!” teriak Deni.

Rais langsung berlari ke depan.

“Tunggu!”

Mereka semua mengejar bayangan itu.

Lorong itu ternyata bercabang-cabang seperti labirin.

Beberapa pintu batu terlihat di sisi lorong.

“Tempat apa ini sebenarnya?” tanya Rifky.

Gofirr menjawab pelan.

“Ini mungkin bagian bawah tanah sekolah yang sudah lama ditutup.”

Tiba-tiba mereka tiba di sebuah ruangan besar.

Di tengah ruangan ada lingkaran sihir yang digambar di lantai.

Simbol-simbol aneh menyala merah.

Semua murid langsung berhenti.

“Ini bukan sihir biasa,” kata Gofirr dengan wajah serius.

Deni juga terlihat gugup.

“Ini seperti… sihir gelap.”

Rifky melihat sesuatu di tengah lingkaran.

“Apa itu?”

Di tengah lingkaran ada buku besar berwarna hitam.

Sampulnya tebal dan memiliki simbol tengkorak aneh.

Wida langsung kaget.

“Itu… Buku Arkanum!”

Semua terdiam.

Berarti pencuri buku itu pernah berada di sini.

Namun buku itu sekarang tergeletak di lantai.

“Kenapa ditinggalkan?” tanya Zahira.

Tiba-tiba terdengar suara tepuk tangan dari belakang.

CLAP… CLAP… CLAP…

Semua menoleh.

Di pintu ruangan berdiri Mila, Diva, dan Eva.

Mila tersenyum licik.

“Bagus sekali.”

“Kalian menemukan tempat ini lebih cepat dari yang kami kira.”

Wida langsung marah.

“MILA!”

Rifky menatap mereka dengan curiga.

“Jadi kalian yang mencuri buku itu?”

Diva tertawa kecil.

“Mencuri? Tidak.”

Eva menambahkan.

“Kami hanya meminjamnya.”

Rais mengepalkan tangannya.

“Kenapa kalian melakukan ini?”

Mila berjalan mendekati lingkaran sihir.

“Karena kami ingin mencoba sesuatu yang hebat.”

Ia membuka buku Arkanum.

Halaman buku itu bersinar merah.

Angin dingin tiba-tiba berputar di ruangan.

Velop langsung menangis keras.

“HUAAAA! INI BURUK!”

Gofirr berteriak.

“JANGAN BACA MANTRA ITU!”

Namun Mila sudah mulai membaca tulisan di buku.

Bahasanya aneh dan menyeramkan.

“ARAKNUS… VELTOR… SHADRA…”

Lingkaran sihir di lantai mulai bersinar lebih terang.

Tanah bergetar.

Rifky merasa udara di ruangan menjadi sangat dingin.

Tiba-tiba dari tengah lingkaran muncul asap hitam.

Asap itu berputar seperti pusaran.

Deni panik.

“Apa yang kalian panggil?!”

Mila tersenyum.

“Kita akan lihat.”

Tiba-tiba sesuatu muncul dari asap.

Sebuah makhluk besar dengan mata merah menyala.

Tubuhnya seperti bayangan hitam dengan cakar panjang.

Semua murid langsung mundur ketakutan.

“MONSTER!” teriak Candra.

Makhluk itu menggeram keras.

GRAAAAAAAH!

Rais langsung maju.

“Aku yang hadapi!”

Tubuhnya mulai berubah lagi.

Ototnya membesar.

Kulitnya kehijauan.

Sekarang ia terlihat seperti raksasa.

Ia menyerang monster itu.

BUUUK!

Namun monster itu hampir tidak bergerak.

Ia malah mencakar dinding batu hingga retak.

Wida dan Zahira mengangkat tongkat mereka.

“Stella Fire!”

Dua bola cahaya menghantam monster.

Namun monster itu hanya mundur sedikit.

Gofirr terlihat panik.

“Monster itu dilindungi sihir buku Arkanum!”

Rifky berdiri kaku.

Ia tidak punya tongkat sihir.

Ia tidak tahu harus melakukan apa.

Namun tiba-tiba ia merasakan sesuatu aneh di tubuhnya.

Tangannya terasa hangat.

Seperti ada energi yang bergerak di dalam dirinya.

“Kenapa tanganku…?”

Tiba-tiba cahaya biru kecil muncul di telapak tangannya.

Gofirr melihatnya dan langsung terkejut.

“Rifky!”

“APA YANG KAMU LAKUKAN?!”

Rifky sendiri tidak tahu.

Cahaya itu semakin terang.

Monster itu tiba-tiba menoleh ke arah Rifky.

Matanya menyala merah.

Seolah merasakan sesuatu yang berbahaya.

Mila juga terlihat kaget.

“Mustahil…”

“Manusia itu… punya sihir?”

Rifky merasakan energi itu semakin kuat.

Namun ia tidak tahu cara mengendalikannya.

Tiba-tiba cahaya itu meledak keluar dari tangannya.

WHOOOOOSH!

Gelombang cahaya biru menghantam monster itu.

Monster itu langsung terpental keras ke dinding.

Semua murid terkejut.

Rifky sendiri juga terkejut.

“Apa yang barusan terjadi?!”

Monster itu bangkit lagi dengan marah.

Matanya sekarang menatap Rifky.

Seolah ingin menghancurkannya terlebih dahulu.

Mila menutup buku Arkanum dengan cepat.

“Cukup untuk hari ini.”

Diva dan Eva langsung berlari menuju lorong.

Mila tersenyum sebelum pergi.

“Kita akan bertemu lagi, Rifky.”

“Dan saat itu…”

“…aku ingin melihat kekuatanmu lebih jauh.”

Mereka bertiga menghilang ke dalam lorong.

Namun masalah belum selesai.

Monster itu masih berdiri di ruangan.

Dan sekarang…

ia sedang berjalan perlahan menuju Rifky.

Rifky mundur perlahan.

“Kenapa monster itu melihatku begitu?”

Gofirr berkata dengan wajah tegang.

“Karena…”

“…dia merasakan kekuatan yang baru saja kamu keluarkan.”

Monster itu menggeram keras.

GRAAAAAH!

Dan dalam sekejap—

ia melompat ke arah Rifky.

1
gempi
n
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!