NovelToon NovelToon
The End Of Before

The End Of Before

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di usia 27 tahun, Vivian Wheeler mengira hidupnya sempurna—hingga ia mendapati dirinya menjadi "pelakor" tanpa sengaja dalam satu hari yang sama.

Setelah memergoki pengkhianatan George, Kekasihnya, yang ternyata telah beristri, Vivian kembali dihantam badai saat dituduh sebagai selingkuhan oleh seorang remaja histeris yang mengamuk hingga merusak mobil Porsche-nya.

Penyebabnya? Logan Enver-Valerio, pemuda 20 tahun yang angkuh, menggunakan foto Acak Vivian sebagai alasan palsu untuk memutuskan Moana.

Tak terima dihina "wanita tua" dan dijadikan tameng, Vivian mendatangi kampus Logan dengan penampilan yang menipu usia, siap memberi pelajaran pada bocah ingusan tersebut.

Pertarungan ego antara sang pewaris tegas dan brondong ini pun dimulai. Siapakah yang akan menyerah saat mulai mencampuradukkan dendam dan obsesi?

🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#9

Malam semakin larut di Los Angeles, namun bagi Vivian Wheeler, pekerjaan adalah satu-satunya pelarian yang masuk akal untuk menenangkan jantungnya yang masih berdebar setelah makan malam kontrak itu. Dia duduk di atas tempat tidur besarnya yang empuk, dikelilingi oleh sketsa-sketsa kain dan sampel marmer untuk proyek hotel terbaru di pusat kota.

Vivian hanya mengenakan kamisol sutra tipis berwarna nude dengan tali spageti yang hampir tidak menyangga apa pun. Udara malam yang gerah membuatnya enggan mengenakan jubah mandi. Dia merasa aman di dalam kamarnya yang terkunci rapat—setidaknya sampai ponselnya bergetar di atas seprai.

Logan: “Kau sibuk? Apa aku boleh menelpon?”

Vivian menatap layar itu selama beberapa detik. Ada dorongan untuk mengabaikannya, namun jemarinya justru bergerak seolah memiliki nyawanya sendiri.

Vivian: “Aku sedang sangat sibuk. Jangan mengganggu.”

Belum sempat dia meletakkan ponselnya, layar itu berubah menjadi panggilan video masuk. Logan Enver-Valerio.

"Sialan, anak ini benar-benar tidak punya sopan santun," gerutu Vivian, namun anehnya, dia menekan tombol hijau.

Layar ponselnya segera menampilkan wajah Logan yang sedang berbaring di tempat tidur, hanya mengenakan kaos dalam putih yang menonjolkan otot bahunya yang kokoh. Lampu kamarnya redup, memberikan nuansa intim yang seketika membuat Vivian tersentak.

"Katanya sibuk, tapi langsung diangkat. Kau merindukan wajahku, ya?" suara Logan terdengar berat dan serak, ciri khas suara pria yang sedang bersantai di tempat tidur.

Vivian mendengus, mencoba memfokuskan matanya pada sketsa di depannya. "Hanya ingin memastikan kau tidak melakukan hal bodoh yang bisa merusak kontrak kita, Logan."

Tiba-tiba, suara siulan nakal terdengar dari speaker ponselnya. Vivian mendongak dan melihat Logan sedang menatap layar dengan mata yang menyipit, fokus pada satu titik.

"Wow... Kak," gumam Logan, taring mesumnya seolah terlihat melalui seringai miringnya. "Kau sengaja melakukan ini?"

Vivian baru menyadari posisinya. Dia sedang bersandar pada tumpukan bantal dengan kaki terlipat, membuat kamisol sutranya merosot sedikit lebih rendah. Belahan dadanya terlihat jelas di kamera, putih dan menggoda di bawah cahaya lampu tidur yang hangat.

"Apa yang kau lihat?!" Vivian refleks menarik selimut untuk menutupi dadanya, wajahnya seketika merah padam.

"Kau menggodaku, Kak? Di panggilan video pertama kita?" goda Logan, suaranya berubah menjadi bariton yang lebih rendah.

Vivian berdehem, mencoba mendapatkan kembali otoritasnya. Dia melepaskan selimut itu sedikit, tidak ingin terlihat seperti gadis remaja yang ketakutan. "Kalau kau merasa tergoda, itu artinya aku memang berhasil menggodamu, Logan. Bukankah itu tujuan kekasih kontrak? Membuat pasangannya bertekuk lutut?"

Logan tertawa rendah, sebuah suara yang entah bagaimana terasa seperti usapan di kulit Vivian. "Kau bermain api, Vivian. Tapi aku suka."

Logan mengubah posisinya, kini menyamping sambil menopang kepalanya dengan tangan. Tatapannya berubah menjadi sedikit lebih serius, meski masih ada kilat nakal di sana.

"Omong-omong soal kesehatan," ucap Logan tiba-tiba. Dia menyentuh dadanya sendiri melalui kamera. "Kalau tidur, jangan pakai sesuatu di sana, Kak. Lepaskan saja semuanya. Biar peredaran darahmu lancar dan tidurmu lebih nyenyak. Aku tidak ingin kekasihku punya kantung mata karena kurang tidur."

Vivian tertegun. Saran itu terdengar dewasa sekaligus sangat... intim. "Kau bicara seolah kau sangat ahli dalam urusan tidur wanita."

"Aku hanya peduli padamu," sahut Logan enteng. "Sudah makan malam?"

"Sudah. Hanya salad," jawab Vivian singkat.

Obrolan itu mengalir begitu saja. Untuk sesaat, Vivian lupa bahwa mereka hanya terikat kontrak. Mereka mengobrol tentang banyak hal kecil, mulai dari kopi favorit hingga bagaimana menyebalkannya lalu lintas di L.A. Vivian mulai memperhatikan wajah Logan lebih detail melalui layar berkualitas tinggi itu.

"Bekas di alismu... aku baru melihatnya," ucap Vivian tiba-tiba. Dia mendekatkan wajahnya ke kamera, menunjuk ke arah alis kiri Logan di mana terdapat garis tipis yang memutus bulu alisnya. "Bekas apa itu?"

Logan menyentuh alisnya, tampak sedikit terkejut karena Vivian memperhatikannya.

"Tapi itu terlihat sempurna," lanjut Vivian tulus. "Kau tampak lebih... ganteng dengan bekas itu. Terlihat seperti pria yang punya cerita."

Logan terdiam sejenak, menatap Vivian melalui layar. "Bentar... kau sedang mengujiku, Sayang? Kau baru saja memujiku ganteng?"

"Aku hanya menyatakan fakta visual," bela Vivian, meski jantungnya berdegup sedikit lebih cepat.

Logan tersenyum, namun kali ini senyumnya terasa sedikit lesu. "Ini bekas kalau kekasihmu ini pernah jadi berandalan dulu di bangku high school."

"Kau ikut tawuran?" tanya Vivian penasaran.

"Hm, iya," jawab Logan pendek, matanya beralih sejenak dari kamera.

Vivian tidak tahu bahwa "tawuran" yang dimaksud Logan adalah adu jotos satu lawan satu di sebuah apartemen dua tahun lalu. Bekas luka itu adalah kenang-kenangan dari pria yang tidur dengan Elena, mantan kekasihnya. Logan menghajar pria itu habis-habisan sampai tangannya berdarah, dan pria itu sempat memukul wajahnya dengan botol bir hingga merobek alisnya. Luka itu sembuh, tapi rasa dikhianati di baliknya tetap ada.

"Kau tidak terlihat seperti tipikal tukang pukul," gumam Vivian.

"Jangan menilai buku dari sampulnya, Kak. Aku bisa menjadi sangat kasar jika milikku diganggu," ucap Logan, kembali menatap mata Vivian dengan intensitas yang membuat Vivian merinding.

Vivian merasa suasana menjadi terlalu intim, dia segera mengalihkan pembicaraan kembali ke pekerjaannya. "Aku harus menyelesaikan detail marmer ini. Klienku ingin nuansa yang lebih bold tapi tetap—"

"Vivian," potong Logan lembut.

"Ya?"

"Bisa kau fokus pada kekasihmu saja malam ini? Singkirkan sketsa itu."

Vivian menatap ponselnya, lalu menatap tumpukan kertas di sekelilingnya. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia memilih untuk mematikan lampu meja kerjanya.

"Hanya sepuluh menit lagi, Logan. Setelah itu aku benar-benar harus tidur," ucap Vivian sambil merebahkan tubuhnya sepenuhnya, membiarkan kamera ponselnya menangkap wajahnya yang kini terlihat sangat tenang dan lembut.

"Sepuluh menit... atau sepanjang malam," bisik Logan.

Malam itu, panggilan video itu berlanjut jauh lebih lama dari sepuluh menit. Di balik layar digital, dua jiwa yang sama-sama pernah terluka oleh pengkhianatan mulai saling mencari kehangatan, meski mereka berdua masih terlalu gengsi untuk mengakuinya sebagai sesuatu yang nyata.

Bagi Vivian, Logan bukan lagi sekadar bocah pembayar hutang. Dan bagi Logan, Vivian adalah satu-satunya alasan kenapa dia ingin kembali percaya pada sebuah kata bernama 'milikku'.

1
ren_iren
pokoknya dar der dorrr🤭😂
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Aduh, Daddy udh tau ini 🙈🙈🙈
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Efek msh darah muda juga itu ya, De 🤦🤦🤦
total 4 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Biar cinta segi4 mreka mnemukan jalan keluar terbaik wlau hrs mlewati neraka 🙈🙈🙈
Ros 🍂: ngakak ya tuhan 🤣🤣
total 5 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Dad, Mom, itu Kedua Putra Putri kalian udh mlakuan ksalahn & mnyebabkn Flo hancur 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Ok, Ade ❤️🤗😘
total 9 replies
Nasya Sifa Aura
sdh lu tebak apa elowen tau y klau itu bkn kk kandung ny
Ros 🍂: ayo main tebak-tebakan kak😭🤣🤣🙏
total 1 replies
Ros 🍂
Nah Benar.🥰🤣
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Tnyata oh tnyata, Elowen ...
Ros 🍂: Huhuhu terharu 🥹😭🤣
total 5 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Jd inget Kartun, Flo & Al sperti Tom & Jerry 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Bener, Ade 🤣🤣🤣
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Moveee, Felix, klo gk mau, cwe yg kau cintai direbut Ade mu 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Blummm... msh otw jd kekasih 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Hi hi 🤣🤣🤣
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Wkwkwkw siapa yg pernah ke neraka 🤭🤭🤭
ren_iren
nah loh bau bau huru hara akan terjadi.... 🤭
Ros 🍂: Wkwkw siapkan diri kak 🤣🙏🥰
total 1 replies
Dev..
Vivian keterlaluan banget, dia dominan di hubungkan pernikahan, padahal harusnya ada proses diskusi utk ambil keputusan..😌
Ros 🍂: Nah benar kak🥰
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Logan gk mau Putra ny mngalami hal yg sama sperti diri ny dulu 👍👍👍
Ros 🍂: Benar kak🥰
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Aduh, Logan, ini Putra mu, bikin 'mual' 🤣🤣🤣
Ros 🍂: besar dimulut kak😭🥰
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Auuu auuu suka hewan purba ternyata 🤭🤭🤭
Ros 🍂: cap Dino nggak tuh 🫶🤣
total 1 replies
Nasya Sifa Aura
thor aku blm, ngantuk msh di tggu up selanjut ny
Ros 🍂: kak🫶🥰
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Jd kacian liat nasib Flo 😔😔😔
Ros 🍂: huhu 🥹
total 1 replies
Nasya Sifa Aura
thor buat donk cerita ank2 ny logan and vivian
Ros 🍂: udah ya kak 🤭🫶
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
hi hi kadal, aduh hewan imut itu 🤣🤭🤦
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Asyiiiaaappp, Ade 🤣🤭👍
total 8 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!