NovelToon NovelToon
ASI Untuk CEO

ASI Untuk CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Nikahmuda / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Menjadi pengasuh CEO yang berpura pura menjadi anak berumur 7 tahun?
CEO bernama Halton Felix berumur 25 tahun, tubuh tinggi kekar dan juga berisi.

Menceritakan kehidupan yang sungguh pahit yang di jalani seorang perempuan polos yang bernama Qiandra Januar Putri. Dia berstatus pelajar kelas 2 di sekolah SMA Negeri yang ada di kota nya.
Dia seorang gadis yang cantik, baik dan juga ramah. Dia adalah anak yatim piatu, yang di tinggal orang tua nya sejak dia duduk di bangku kelas 6 SD.
Setiap hari dia berjualan donat di sekolah untuk menghidupi kehidupan dirinya dan juga adik kandungnya.
Di sekolah Qiandra adalah korban perundungan. Karena semua orang membenci dirinya akibat kemiskinan yang dia jalani.
Qiandra juga disukai Rio Dewandaru tuan muda yang terkenal akan kekayaan dan juga ketampanannya di sekolah.
Alih alih melindungi orang yang dia cintai, tuan muda yang terkenal akan kecerdasannya malah menjadi orang pertama yang ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17.

Qiandra pun menuruni tangga dengan langkah yang anggun, tubuh nya terlihat kurus dan juga kecil. Dengan wajah yang terlihat begitu imut.

"Cantik sekali," puji salah satu saudara dari ayah Felix.

Qiandra terlihat imut dan juga kecil, karena kini dia hanya menggunakan sepatu model flat shoes. Tanpa heels.

"Iya benar, dia terlihat begitu cantik dan juga manis. Tapi kenapa wajah nya itu, terlihat masih begitu muda." Ucap salah satu tamu lagi menimpali. Ucapan tamu yang lain.

'semoga Rio, tidak berbalik ke arah, dan melihat ke arah ku. Aku benar benar takut tuhan. Kalau sampai dia mengenali ku. Aku belum sanggup jika satu sekolah tahu, jika aku sudah menikah. ' batin Qiandra dari dalam hati nya.

Qiandra terus berjalan menuruni tangga. Dengan langkah pelan dan terlihat begitu anggun. Dia yang menjadi pusat perhatian pun malah menunduk kan wajah nya, karena menahan malu.

"Tegak kan tubuh dan wajah mu itu, jangan menunduk seperti orang susah. Kau juga nyonya di rumah ini. Jangan sama kan, diri mu itu seperti pembantu di sini." Ucap Julia yang berada di samping menantu nya dengan nada mencibir.

"Baik mommy, maaf kan aku!" Ucap Qiandra dengan sebuah anggukan patuh.

Qiandra hanya bisa menggigit bibir bawah nya, karena dia masih merasa begitu takut, jika Rio sampai mengenali diri nya.

Bahkan keringat kini banyak yang mengalir dari ke dua pelipis nya.

Dia masih memperhatikan ke arah Rio, yang sedang berbicara dengan para keluarga dari ayah Felix yang lain.

"Nanti cium tangan mereka yang terlihat lebih tua dari mu, dan sapa semua keluarga dari ayah Felix, dengan penuh hormat," ucap Julia dengan tatapan mata nyalang ke arah menantu nya.

"Baik mommy," ucap Qiandra yang baru saja turun dari anak tangga terakhir.

Sesekali dia melirik ke arah punggung Rio, dia terlihat masih asyik berbincang dengan para tamu tamu yang lain.

"Julia, apa kah ini istri nya Felix, sangat lah cantik sekali. Dia juga terlihat begitu sopan dan juga penuh hormat." Ucap seorang ibu ibu sembari terus memperhatikan Qiandra yang kini sedang mencium punggung tangan nya.

"Owh terima kasih atas pujian nya," ucap Julia kalau begitu kami permisi untuk menemui tamu yang lain.

Qiandra mendengar banyak orang yang membicarakan diri nya, kenapa mau dengan Felix yang koma.

"Sekarang salami mereka satu persatu, aku mau menemui tamu tamu lain." Ucap Julia pamit ke pada menantu nya.

Selain membicarakan diri nya, ternyata mereka semua juga banyak yang berbicara hal buruk tentang Julia.

Qiandra baru sadar, para tamu yang di kata kan oleh ibu mertua nya. Kata ibu mertua nya mereka adalah saudara dari ayah kandung Felix, ternyata mereka semua begitu membenci Julia di belakang nya. Qiandra mendengar banyak sekali orang yang mengejek dan juga mencibir perilaku Julia.

"Dasar kupu kupu malam tak tahu diri, tapi sok sekali pengen menjadi nyonya!" Ucap seorang wanita paruh baya sembari menatap Julia dengan wajah penuh kebencian.

Memang Qiandra akui, diri nya sebenar nya bingung. Tentang ayah kandung suami nya. Yang sampai sekarang belum pernah menampil kan batang hidungnya. Tapi diri nya memilih untuk abai saja. Toh pernikahan ini bukan lah yang sesungguh nya, melainkan sebuah pernikahan di atas kertas.

Kini Qiandra dengan patuh dan penuh hormat, bersalaman dengan semua keluarga Felix, dari yang tua sampai dengan yang muda.

Sesekali Qiandra menunduk kan wajah nya, untuk menahan malu.

"Siapa nama mu? nama ku adalah Miska."

Seorang anak kecil menghampiri Qiandra, langsung mencium punggung tangan nya. Usia nya sekitar 5 tahun. Anak kecil itu melihat Qiandra dengan pandangan mata yang terlihat berbinar

"Nama ku Qiandra," ucap Qiandra dengan seulas senyum yang begitu manis, bahkan Qiandra rela berjongkok demi anak kecil yang bernama Miska itu.

"Miska, ayo kita pulang!" Ucap seorang perempuan seusia Felix, dengan tatapan mata nyalang saat menatap ke arah Qiandra.

"Baik mah, kita nanti ketemu lagi ya Tante cantik," ucap Miska dengan seulas senyum.

Lalu memberi kan kode jempol nya pada Qiandra.

Qiandra pun berdiri, sembari menatap gadis kecil. Yang tadi menyapa nya. Masih dengan sebuah senyuman karena anak kecil yang di gandeng oleh ibu nya itu. Masih terus melihat ke arah nya.

Baru kali ini di sepanjang kehidupan Qiandra, dia merasa begitu di hargai.

Tubuh Qiandra tiba tiba bergetar, kala ada sebuah tangan, memegang bahu yang polos, karena dia mengenakan dress model Sabrina.

"Qiandra, apa kah ini cincin pernikahan mu, kau menjatuhkan nya tadi." Ucap seseorang yang memegang bahu nya.

Tubuh Qiandra bergetar, karena dia tahu. Suara laki laki yang kini memegang bahu nya.

'kenapa Rio? Memanggil nama ku. Apa kah dia memang mengenali ku, sungguh gawat. Ini sangat lah gawat,' batin Qiandra sembari menggigit bibir bawah nya.

Dia masih mematung. Qiandra sungguh bingung. Bahkan rasa nya tubuh nya sangat sulit untuk di gerak kan. Walau pun hanya membalik kan badan nya.

"Hey kenapa diam saja? Aku ber bicara ke pada mu. Ini cincin pernikahan mu jatuh tadi, dan aku menemukan nya di lantai." Ucap Rio, terlihat dia mengulur kan tangan nya. Dengan cincin nikah Qiandra yang berada di atas tangan Rio.

Qiandra sebenarnya merasa sedikit aneh, jika saat berada di sekolah, Rio akan berbicara dengan nya, dengan panggilan elo gue.

Qiandra pun dengan mengerahkan seluruh tenaga nya membalikkan badan nya.

'apa pun yang terjadi, aku harus siap menerima semua konsekuensi yang memang pantas, untuk aku terima? Nyata nya aku memang sudah menikah dengan Felix, dan kenyataan nya juga. Rio Dewandaru adalah sepupu dari suami ku itu, yang pasti nya, di setiap ada acara keluarga pasti Rio akan berada di sana.' batin Qiandra dalam hati nya.

Seperti nya keberuntungan kini masih ber pihak kepada Qiandra, saat dia mem balik kan badan nya. Ada seorang wanita paruh baya yang memanggil nama Rio. Dan Rio pun menoleh ke arah wanita paruh baya itu.

"Rio lebih baik kita segera pulang! Keadaan ibu mu sedang tidak baik baik saja. Mungkin emang umurnya tidak akan lama lagi!"

"Ini cincin mu aku harus segera pergi!" Ucap Rio dengan wajah panik tanpa menoleh ke arah Qiandra. Sembari menyerahkan cincin yang ada di tangan.nya ke tangan Qiandra.

Rio meninggal kan Qiandra begitu saja. Tapi Qiandra sungguh merasa bahagia. Karena sekarang Tuhan masih melindungi nya.

Tiba tiba Qiandra merasa nyeri di area dada nya. Sontak dia melihat ke bawah, di area dada nya yang terasa nyeri. Seperti ada sesuatu yang mengisi di bagian dada nya. Qiandra akhir nya tersadar kalau dada nya, sekarang memang terlihat lebih besar 3 kali lipat.

'memang sekarang aku bisa tenang. Karena Tuhan menyelamatkanku dari Rio, tapi bagaimana besok? Saat aku berangkat ke sekolah. Pasti nya semua teman teman ku akan menaruh curiga kepada ku.

Apalagi aku ke sekolah juga tidak membawa donat untuk di jual, dan satu lagi dada ku ... malah terlihat membesar. bukan kah teman teman ku malah akan berpikir negatif tentang ku.' Batin Qiandra dari dalam hati nya, sembari masih memandang ke arah punggung Rio yang sudah menjauh.

****

**

Di sebuah ruangan rawat inap kelas VIP.

"Nah gini dong! Jadi Kakak itu guna dikit napa? Masak adik nya opname di taruh di kelas 3." Ucap Diandra sembari mengunyah makanan yang di sediakan oleh rumah sakit, untuk pasien rawat inap kelas VIP.

"Iya maaf kan kakak, Kakak sudah berusaha Diandra? Tapi Kakak sangat senang melihat mu makan dengan lahap seperti ini," ucap Qiandra sembari mengelus alus pucuk kepala adik nya.

"Nggak usah pegang pegang napa! Nggak usah sok peduli dan sayang kepada ku! Aku sama sekali tidak suka di pegang pegang oleh mu," Ucap Diandra sembari menepis kasar tangan kakak nya.

Entah kenapa wajah Diandra  terlihat selalu jijik melihat ke arah kakak nya. Qiandra kadang Sampai heran dan juga bingung. Bukan hanya jijik tapi adik nya itu juga terlihat sangat membenci diri nya. Terlihat dari sorot mata Diandra saat menatap ke arah diri nya.

Diandra yang tadinya sedang makan dengan lahap, tiba tiba menghentikan aksi makan nya.

"Kau membuat ku tidak berselera makan," ucap Diandra sembari ber sedekap dada. Benar benar menunjuk kan sebuah rasa tidak suka nya.

"Kakak mohon makan lah lagi makanan mu itu! Kakak ber janji tidak akan pernah memegang bagian tubuh mu lagi, walau pun itu hanya satu inci." Qiandra terlihat memohon kepada adik nya dengan mata berkaca kaca.

Dia takut kalau tubuh adik nya tidak segera sembuh dan juga boleh, karena mogok makan. Beginilah pemikiran anak yang masih berumur 17 tahun seperti Qiandra.

"Gak mau, aku akan makan, jika kau memberi ku uang." Ucap Diandra dengan nada marah sembari melihat ke arah lain.

"Baik lah!" Qiandra mengambil pecahan seratus ribuan, dari dalam dompet usang nya, dia mengambil satu lembar untuk adik nya.

"Segitu doang!" Ucap Diandra remeh.

"Uang nya tadi kakak gunakan untuk DP pindah ruang inap, dari kelas 3 naik ke kelas VIP." Ucap Qiandra dengan wajah sedih.

"Makan lah kakak ingin tubuh mu cepat sembuh, karena jika keadaan mu sudah mu stabil. Operasi plastik bisa segera di lakukan di bagian wajah mu." Ucap Qiandra dengan wajah sendu.

"Owh, tapi dari mana kau mendapat kan uang sebanyak ini, jangan jangan kau menjual diri ya?" Ucap Diandra dengan senyuman miring.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!