Mungkin ada typo di dalamnya,mohon bantu dikoreksi ya Kakak-kaka.🙏😊
Menjalani sebuah pernikahan kontrak??
Jane Alexander sama sekali tidak cemas.Apa itu suami dingin? Keluarga dan Ipar iblis?
Dengan satu kali lambaian tangan,semua menyingkir.
Jane Alexander yang tengah memenangkan pertengkaran, : " Persetan dengan keluarga mu...beri aku uang."
Semua orang, : "...."
Cerita ini menggambarkan cinta dan benci antara Jane Alexander dan Carlos Benjamin.Bagaimana keseruannya...?
Ikuti terus ya.
Like,vote,dan comment.
😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma mossely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25.Ibu Mertua.
Berita tentang Jane menampar Carlos pada akhirnya diketahui oleh semua orang yang tinggal di kediaman utama keluarga Benjamin.Bahkan Natalia juga mengetahuinya berkat laporan dari kepala pelayan kepercayaan nya.
"Benarkah?" Tanya Natalia.
Dia baru saja kembali dari perjalanan bisnisnya.Jadi, dia sama sekali tidak mengetahui tentang apa yang sebenarnya telah terjadi diantara Jane dan Carlos,yang menyebabkan insiden tamparan itu terjadi.Sehingga,Natalia hanya bisa mengandalkan Pak Will, orang kepercayaan nya yang senantiasa menjadi mata dan telinga bagi Natalia,ketika dia sedang tidak berada dirumah.
"Benar,Nyonya.Tuan Muda meninggalkan Nona Muda begitu saja dijalan,ketika mendapat kabar bahwa Nona Camelia dilarikan ke rumah sakit." Lapor Pak Will.
Kening Natalia berkerut tidak senang ketika mendengar nama Camelia disebut.Wajahnya yang anggun tampak menyeramkan menandakan dia sama sekali tidak suka mendengar nama itu.
"Ada satu hal lagi,Nyonya." Kata Pak Will ragu-ragu.
"Katakan."
"Nyonya Muda diantar pulang oleh Tuan Bungsu." Bisik Pak Will.
"Apa??" Suara Natalia sedikit meninggi.
Pak Will mengangguk sebagai jawaban.
Raut wajah Natalia semakin tidak sedap dipandang.Ketika mendengar Carlos meninggalkan Jane dijalanan hanya karena Camelia saja,sudah membuat Natalia tidak senang.Sekarang, adik iparnya yang paling dia benci mengantar pulang menantu perempuannya? Bagaimana mungkin Natalia tidak kesal?
"Caritahu dimana anak itu tinggal saat ini." Tentu saja Anak yang dimaksud oleh Natalia adalah Calvin. "Dan panggilkan mereka bertiga untuk ku." tambahnya kemudian.
Yang dimaksud kali ini adalah Carlos,Jane,dan juga Camelia.
"Baik,Nyonya." Jawab Pak Will dengan hormat.
Pak Will segera menjalankan perintah Natalia.
Tidak lama kemudian,Camelia muncul,lalu disusul oleh Jane.Sementara Carlos...
"Tuan Muda sudah berangkat sejak pagi,Nyonya."Tutur Pak Will.
Natalia mengangguk tanda mengerti.Pandangannya segera beralih kepada dua wanita yang kini terjerat dengan putranya.
Pertama-tama,Natalia menatap Jane.Ketika dia melihat ada perban dilututnya,sedikit rasa sungkan muncul diwajahnya yang biasanya tenang.
"Duduklah,lutut mu sudah terluka seperti itu,pasti sangat tidak menyenangkan jika kamu terlalu lama berdiri."Kata Natalia dengan lembut.
Sikap dan tutur bahasanya ketika berbicara kepada Jane saat ini, sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan pertemuan mereka sebelumnya.Natalia saat ini sangat mirip dengan ibu mertua baik hati yang sangat menyayangi menantunya.
Tentu saja Jane tidak akan dengan mudah mempercayai perubahan yang diperlihatkan oleh Natalia kepadanya.Lupakan saja tentang yang lain,Jane sudah dengan lancang menampar wajah putra kesayangannya,oke.
Seharusnya Natalia memakinya atau menegurnya dengan keras,sekarang.
Walaupun Jane waspada didalam hatinya,tetapi Jane juga tidak menolak tawaran itu.Dia langsung duduk dikursi,tepat didepan Natalia.
Lututnya memang sakit,oke.
Tepat setelah Jane duduk,Natalia kembali berbicara dengan nada yang sama lembutnya,kepadanya.
"Kau pasti ketakutan tadi malam.Carlos benar-benar keterlaluan.Nanti Ibu akan memintanya untuk meminta maaf dengan benar,kepada mu."
Jane merasa merinding diseluruh tubuhnya.
Ada apa dengan wanita ini? Pikirnya didalam hati.
Mungkinkah kepala Natalia tidak sengaja terbentur sesuatu,baru-baru ini? Sehingga menyebabkan perubahan yang begitu besar padanya.
"Tidak masalah! Kami telah menyelesaikan masalah diantara kami...Ibu." Meskipun ada banyak praduga yang muncul didalam benak Jane.Akan tetapi dia tidak bisa memperlihatkannya begitu saja.Jane tetap menjawab Natalia dengan kesopanan yang seharusnya.
Natalia juga tidak memperpanjangnya.Dia malah meminta Pak Wil untuk menyiapkan hidangan yang lebih ringan untuk Jane,karena Jane tengah terluka.
"Benar, aku membelikan mu hadiah kecil.Aku harap kau menyukainya.Pak Will.."
Pak Will dengan sigap menyerahkan sebuah paper bag kepada Jane.
Bahkan tanpa membuka isi dari paper bag itu,Jane dapat mengetahui bahwa itu pasti barang mahal.
"Terimaksih,Ibu." Kata Jane dengan pelan.
Meskipun Jane tidak memahami tujuan dari 'kebaikan' Natalia ini,tetapi dia tetap senang menerima hadiah tersebut.
Didalam hati,Jane sudah menghitung berapa banyak keuntungan yang sudah dia peroleh semenjak berada di kota ini.
Jane yang riang gembira sama sekali tidak menyadari tatapan aneh dimata Natalia.
"Sudah seharusnya kau mendapatkan hadiah itu." Tambah Natalia lagi.
Dia sama sekali tidak peduli dengan Camelia yang sejak tadi masih berdiri ditempatnya.
Natalia memberikan seluruh perhatiannya terhadap Jane.Seolah-olah ingin menunjukan jika dia merasa sangat puas dengan menantu perempuannya saat ini.
Tentu saja sikap Natalia ini membuat suasana diantara mereka menjadi canggung.
Tidak lama kemudian Pak Will datang bersama pelayan yang baru saja menyiapkan makanan sesuai dengan yang dipesan oleh Natalia.
Mereka menghidangkan hidangan itu satu per satu dengan tertip.Setelah semua hidangan yang mereka bawa selesai dihidangkan.Mereka membungkuk sopan kearah Natalia,lalu mundur dengan teratur ke dapur.
Natalia menoleh kearah Jane,dan dengan lembut berkata, " Makanlah, aku memesan semua ini khusus untuk mu."
Jane tentu saja tidak keberatan dengan pelayanan ini.
"Kalau begitu aku tidak akan sungkan,Ibu." Katanya dengan riang.
Jane tidak akan mengizinkan dirinya tersiksa.Dia makan dengan lahap,tanpa peduli akan tatapan meremehkan dari kedua wanita berbeda usia itu.
Dia sangat kelaparan pagi ini.
Jane yang makan dengan riang,tidak tahu bahwa ini adalah awal mula kesialan yang menimpa dirinya.
Bagaimana tidak..?
Ketika malam telah turun,dan manusia akhirnya berhenti dari aktifitasnya,pintu kamar Jane yang tertutup rapat diketuk dengan keras.
Jane yang sudah tidur,terlonjak kaget akibat ketukan keras itu.
"Dasar bajingan! " Umpatnya dengan kesal.
"Sebaiknya kau membawa kabar yang penting,Flowy." Gumam Jane dengan kesal.
Dia mengira orang yang mengetuk pintunya dengan keras itu adalah Flowy.
Jane berjalan menuju pintu dengan perasaan kesal setengah mati.Rambutnya yang panjang dibiarkan terurai acak-acakan.Bahkan baju tidurnya yang tipis itu,dibiarkan terbuka begitu saja sehingga memperlihatkan belahan dadanya yang padat dan bulat.
Ceklek.
"Sebaiknya kau membawa kabar penting,Flowy....Kau!!!"
Ucapannya terhenti ketika melihat siapa yang muncul didepannya malam ini.
Carlos Benjamin.
Mood Jane seketika menjadi jelek ketika melihat pria ini.
"Ada apa?!" tanyanya dengan ketus.
Jane menyilangkan kedua tangannya didepan dada,yang membuat gaun tidurnya semakin terbuka dan memperlihatkan keindahan miliknya.
Jane sama sekali tidak berniat untuk bersikap ramah kepada pria yang tega meninggalkannya ditengah jalan ini.
Carlos sedikit terkejut ketika melihat penampilan Jane yang sangat menggoda jiwa kelelakiannya ini.
Pada awalnya,Carlos datang dengan niat untuk menegur Jane karena telah menindas Camelia.Sehingga membuat gadis lemah itu bersedih sejak pagi tadi.
Namun, begitu melihat penampilan Jane yang memukau.Semua kata-kata yang hendak dia ucapkan langsung lenyap seketika.Carlos malah berdiam diri dengan bodoh didepan Jane.
Sengaja atau tidak.Matanya yang tajam,diam-diam melirik kearah tulang selangka yang indah dan menggoda itu.