jeon jungkook gadis manis itu menyimpan sebuah rasa kepada sahabat masa kecilnya kim taehyung tapi sayang kim taehyung mencintai wanita lain.
hingga sebuah perjodohan membuat keduanya tinggal serumah.
akankah jungkook bisa mengungkapkan perasaannya?? atau justru dia akan memilih diam?
bagaimana nasib rumah tangga mereka dengan berbagai konflik yg hadir khususnya orang ketiga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjaga Jarak
Tubuh jungkook merosot ke lantai saat pintu kamarnya tertutup rapat, dadanya terasa sesak tapi dirinya tidak bisa berbuat apapun.
“Apakah aku harus mengubur perasaan ini tae" monolog jungkook dengan air mata yang mengalir.
Keesokan paginya terlihat jaehyun yang sudah berada di mansion jeon.
"Pagi tante” sapa jaehyun sopan
"Pagi juga, jemput kookie ya?” Tanya nyonya jeon dan diangguki oleh jaehyun.
"Tunggu ya tante panggilkan anaknya dulu” kata nyonya jeon lalu berlalu dari sana.
Nyonya jeon mengenal jaehyun setelah beberapa hari yang lalu dirinya mengantarkan jungkook pulang.
Tok…tok…
“Yaa..masuk" kata jungkook sambil merapikan pakaiannya.
"Sayang di bawah ada jaehyun” kata nyonya jeon sambil menatap intens putrinya.
“Ah oke deh ma, bilangin bentar lagi kookie turun" jawab gadis manis itu.
“Sayang kamu bertengkar dengan tae?" Tanya sang mama sambil menatap putri semata wayangnya itu intens.
“Engga kok ma, kita ga bertengkar" kata jungkook santai sambil memasukkan bukunya ke dalam tas.
“Tapi kok akhir-akhir ini dia jarang main sih" tanya sang mama
“Oh itu karena dia sekarang sibuk sama pacarnya" jawab jungkook santai meski sedikit getir saat mengucapkan hal itu.
“Hah punya pacar?sejak kapan? Kok mama ga tau?" Kaget nyonya jeon.
“Belum lama sih, ah udah ah ngapain sih bahas orang lain. Ya udah kookie berangkat dulu ma" pamit jungkook lalu mencium tangan dan pipi mamanya.
Disaat sudah sampai di pintu kamar suara sang mama menghentikan langkahnya.
“Kamu baik-baik saja sayang?" Tanya sang mama.
Jungkook menoleh dan menatap sang mama,
"Maksud mama?” Tanya jungkook.
"Soal taehyung punya pacar, apa kamu baik-baik saja?” Tanya sang mama.
"Kenapa harus tidak baik-baik saja? Selama taehyung bahagia kookie juga bahagia ma" kata jungkook sambil tersenyum lalu melangkah keluar kamar.
Nyonya jeon menatap punggung anaknya yang mulai menjauh.
“Kenapa kamu menyembunyikan semua sendiri sayang” monolog nyonya jeon sendu.
Bagaimanapun dirinya adalah seorang ibu dan tentu saja dirinya paham apa yg dirasakan putri semata wayangnya itu saat ini meski tanpa jungkook bercerita sekalipun.
Sementara itu di dalam mobil.
“Kamu baik-baik saja?" Tanya jaehyun dan diangguki oleh jungkook.
Setelahnya hanya ada keheningan yang melanda, jaehyun cukup tahu diri untuk tidak menanyakan sesuatu hal yang bukan urusannya.
"Jae” panggil jungkook sambil menyandarkan punggungnya di jok sambil memejamkan matanya.
Jaehyun melirik sekilas gadis manis itu menunggu apa lagi yang akan di katakan jungkook.
“Apa sebaiknya aku menjauh darinya ya?" Tanya jungkook sambil menatap jaehyun.
“Apakah kamu bisa?" Tanya jaehyun sambil fokus menyetir.
Jungkook terdiam pikirannya kembali berperang lagi.
Apakah dirinya bisa bersikap biasa saja dan apakah taehyung bisa menerima situasi saat ini?.
“Kookie" panggil jaehyun membuyarkan lamunan jungkook.
Jungkook pun tersadar dan menatap jaehyun.
“Jae, bisakah kamu membantuku?" Tanya jungkook
Mungkin ini terdengar jahat tapi jungkook tidak mau terjebak dengan perasaan yang akan terus membuatnya tersiksa seorang diri.
*****
Jaehyun dan jungkook memasuki kelas dengan mengobrol ringan mengabaikan seseorang yang diam-diam tidak suka melihat kedekatan mereka.
“Kookie" panggil lisa lalu menarik jungkook menjauh dari jaehyun.
“Sini tasmu biar aku letakkan di bangkumu” kata jaehyun sambil mengulurkan tangannya meminta tas jungkook.
Jungkook memberikan tasnya dan diterima baik oleh jaehyun.
"Makasih ya jae” kata jungkook sambil tersenyum manis.
"Kookie kamu pacaran ya sama jaehyun?” Kata jennie sambil menatap sahabat manisnya itu.
Jungkook menggelengkan kepalanya dan menatap keempat sahabatnya satu persatu.
"Aku akan menjaga jarak dari taehyung” kata jungkook lirih tapi dari nada bicaranya semua sahabatnya tahu jika jungkook menahan sakit seorang diri.
Jisoo mengelus kepala jungkook sayang
“Lakukanlah apa yang menurutmu benar dan kami akan selalu mendukungmu" kata jisoo sambil tersenyum.
Jam istirahat pun tiba.
“Kookie ayo ke kantin" ajak jaehyun.
"Kamu ke kantin duluan aja, aku mau ke toilet sebentar” kata jungkook dan jaehyun pun mengangguk.
Di toilet tidak sengaja dirinya bertemu irene.
Disaat dirinya akan melangkah tiba-tiba irene mencekal tangannya.
Jungkook menatap irene dan mengangkat satu alisnya seolah berkata, "ada apa?”
"Jauhi taehyung” kata irene to the point
"Kenapa aku harus menjauhi sahabatku?” Tanya jungkook.
" Kamu pikir aku tidak tahu jika kamu menyukai taehyung hah? Harusnya kamu sadar diri jika taehyung itu pacar aku" kata irene sedikit emosi.
“Baru pacar kan, belum tunangan apalagi menikah" kata jungkook santai.
Jungkook perlahan mendekat kearah irene dan menatap gadis itu.
“Kenapa kamu menyuruhku menjauhi taehyung hmm? Apa kamu takut taehyung akan berpaling darimu?".
“Kenapa juga aku mesti takut, lagian taehyung sudah ngejar aku sejak kelas 10" kata irene.
Jungkook tersenyum dan menjauhkan dirinya dari irene.
"Baguslah kalau kamu tidak takut" kata jungkook lalu keluar dari toilet meninggalkan irene.
“Kenapa lama sekali di toiletnya?" Tanya jaehyun saat melihat jungkook duduk di depannya.
"Tadi antri” kata jungkook tenang lalu memakan makanannya.
Tak jauh dari tempatnya ada taehyung yang menatap dirinya intens dan mengabaikan irene yang duduk disebelahnya.
"Tae, taehyung” panggil irene sedikit keras yg tentu saja mengalihkan perhatian murid di kantin tersebut kecuali dua orang yang lebih memilih sibuk dengan makanannya.
"Kamu kenapa sih tae nyuekin aku? Akhir-akhir ini kamu aneh tae” kesal irene.
"Maaf aku banyak pikiran” kata taehyung singkat.
Irene yang kesal pun meninggalkan taehyung, sedangkan taehyung hanya diam tanpa ada niatan mengejar kekasihnya.
*****
Seminggu sudah jungkook menjaga jarak dari taehyung dirinya sekarang lebih disibukkan dengan belajar untuk menghadapi ujian akhir beberapa bulan lagi.
Setelah lulus dirinya memilih untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri mungkin dengan begitu dirinya akan lebih mudah melupakan taehyung.
Bohong jika jungkook baik-baik saja selama dirinya menjauh dari taehyung, selama ini dirinya akan menangis diam-diam setiap malam.
Rasa cinta itu terlalu menyiksa dirinya hingga membuatnya sesak, niat hati ingin menjauh dan menghapus rasa itu tapi entah kenapa rasa itu justru semakin kuat.
“Kenapa susah sekali menghapus rasa ini" monolog jungkook.
"Sayang” panggil nyonya jeon saat memasuki kamar putrinya.
"Iya ma ada apa?” Tanya jungkook.
"Besok malam ikut papa sama mama ya” pinta nyonya jeon.
"Kemana?” Tanya jungkook.
"Makan malam dengan keluarga kim” kata sang mama.
Deg.
Jungkook terdiam sejenak lalu fokus pada laptopnya.
“Kokie ga ikut ya ma" pinta jungkook.
“Kok gitu? Mama kim kangen sama putrinyanya loo, mau ya ikut ga kangen apa sama mama kim hmm" bujuk sang mama.
Jungkook terlihat berpikir memang dirinya sangat dekat dengan mama taehyung karena persahabatan kedua orang tua mereka dan kedekatan dirinya dengan taehyung sejak kecil membuat nyonya kim menyayangi dia yg notabene anak perempuan satu-satunya dari sahabatnya ditambah dirinya yang tidak mempunyai anak perempuan membuat jungkook menjadi putri kesayangan dari kedua keluarga tersebut.
“Ikut ya sayang, mama kim kangen loo sama kamu lagian sudah lama juga kan kamu ga maen ke mansionnya" kata nyonya jeon.
“Baiklah kookie ikut" final jungkook akhirnya dan nyonya jeon pun tersenyum.
Sementara itu di kediaman kim terlihat taehyung yang sedang bersantai di balkon kamarnya.
“Tae" panggil sang mama dan taehyung menoleh.
“Ada apa ma?" Tanya taehyung.
“Besok malam jangan kemana mana, kita akan kedatangan tamu" kata sang mama?
“Makan malam bersama kah? Dengan siapa?" Tanya taehyung.
“Dengan keluarga jeon, sudah lama kita ga makan malam bersama kan?” Kata sang mama.
"Baiklah besok taehyung akan dirumah” kata taehyung singkat.
Mungkin dengan acara makan malam besok dirinya bisa kembali dekat dengan jungkook karena jujur dirinya merasakan sesuatu yang lain selama ini saat jungkook menjaga jarak darinya.
Taehyung merasakan ada yang kurang meskipun ada irene yang selalu disampingnya tapi rasanya berbeda saat dengan jungkook.
Keesokan malamnya terlihat tuan dan nyonya jeon sudah siap.
"Dimana kookie?” Tanya tuan jeon
"Dia lagi siap” kata sang istri.
Tak beberapa lama terlihat sang putri yang menuruni tangga
Malam ini gadis itu memakai gaun berwarna peach selutut dengan model 1 tali di bahu tetapi dikombinasikan dengan blazer crop top lengan pendek
Rambutnya yang panjang digerai dengan curly di ujung rambutnya ditambah bandana yang menghiasi kepalanya dan jangan lupakan dengan sepatu flat shoes yang menghiasi kaki jenjangnya terlihat sangat manis dan natural untuk anak seusianya.
“Anak papa kenapa sangat manis hmm" goda tuan jeon sambil tersenyum.
“Papa tidak percaya anak semanis ini tidak mempunyai kekasih,betul ga ma" kata tuan jeon.
“Apaan sih papa ayo buruan keburu malam ini" kata jungkook.
"Yang ga sabar ketemu taehyung” goda sang mama sedangkan jungkook hanya merolingkan matanya dan berjalan masuk ke mobil.
Setelah menempuh perjalanan beberapa saat akhirnya mereka sampai di mansion kim dan tentun saja mereka di sambut hangat oleh semua keluarga kim.
“Ya ampun sayang lama banget loo kamu ga main, mama sampai kangen tau ga" kata nyonya kim sambil memeluk erat jungkook.
“Kookie juga kangen ma, maaf ya akhir-akhir ini kookie sangat sibuk" kata jungkook sambil tersenyum.
“Meski sibuk jaga kesehatan mengerti, mama tidak ingin dengar kamu masuk rumah sakit lagi kayak kemarin" kata tuan kim sambil mengusap rambut jungkook sayang.
“Iya pa kookie akan selalu jaga kesehatan kok" kata jungkook sambil tersenyum.
“Kookie" panggil seseorang dan jungkook pun menoleh.
“Kak seokjin" panggil jungkook antusias dan berlari ke arah pria dewasa itu dan memeluknya erat.
“Kapan pulang?" Tanya jungkook
“Baru kemarin sampai, kenapa tidak bertambah tinggi hmm" goda seokjin sambil mengelus rambut jungkook.
“Ish kookie tambah tinggi yaa enak aja" protes jungkook sambil mempoutkan bibirnya.
“Sudah-sudah ayo sebaiknya kita langsung makan saja" ajak nyonya kim.
“Hai" panggil taehyung canggung dan jungkook pun mengangguk
Makan malam kali ini didominasi oleh percakapan para orang tua sedangkan jungkook dan taehyung hanya mendengarkan.
"Lihatlah mereka berdua diam saja” kata tuan kim sambil menunjuk jungkook dan taehyung.
"Kalau dilihat lihat mereka berdua sangat cocok benar bukan?” Kata nyonya kim.
"Bagaimana kalau kita jodohkan mereka? Lagipula mereka sahabat sejak kecil jadi ga masalah bukan?” Kata tuan jeon.
"Uhuuuk…..Uhuukkk…" tiba-tiba jungkook tersedak dan dengan cepat taehyung memberikan minum kepada jungkook.
“Pelan-pelan" ucap taehyung lembut sambil mengelus punggung jungkook.
“Lihatlah mereka sangat manis bukan" kata nyonya jeon
“Kapan pertunangan mereka kita lakukan?" Kata nyonya kim kemudian.
“Ma, jangan bercanda aku dan jungkook sahabat ga lebih" kata taehyung.
“Benar kamu ga punya perasaan apapun tae?" Selidik nyonya kim
“Tidak, begitu dengan jungkook" kata taehyung sambil menatap jungkook.
"Benar kan kookie kita hanya sebatas sahabat?” Kata taehyung.
Jungkook terdiam beberapa saat setelahnya dirinya tersenyum.
"Betul ma, kami hanya sebatas sahabat” kata jungkook.
Semua orang memandang jungkook dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Baiklah kalau begitu, dan kamu tae jaga jungkook karena dia sahabatmu mengerti” pesan nyonya kim dan taehyung pun mengangguk.