Seri Cinta Tak Perna Salah dengan menceritakan dilema dari kisah cinta seorang dokter Riana Yang terhalang oleh perbedaan. kisah ini mengisahkan tentang perjodohan, perselingkuhan dan cinta beda usia yang menjadi permasalahan orangtua. Dan juga rahasia lama yang tersimpan. yang menjadi pengahalang Riana untuk bahagia bersama pilihannya.
Apakah dokter Riana akan bisa bertahan dalam masalah yang dia hadapi untuk mempertahankan cinta sejatinya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan
Kandung Riana sudah masuk bulan kedua. Hari ini sesuai janji, Mama dan papa Davin juga Stella kakaknya akan menemani kami pergi ke dokter kandungan sekaligus memeriksa kesehatan Ria yang sedang demam juga.
Kandungan Ria sehat, dan calon bayinya juga sehat. Waktu mendengar jantung bayinya. Ria menangis karena awal tahu dia hamil, hampir saja dia menggugurkan janin ini. Davin memeluk Ria dan menciumnya di depan dokter orangtua dan juga kakaknya. Di tambah mamanya tidak mau menerimanya.
Ditengah konsultasi dengan dokter. Rian datang setelah mengetahui dimana tempat kakaknya memeriksa kandungan. Rian langsung permisi masuk.
"Adek ......???" Rian langsung memeluk dan mencium kening kakaknya.
"Bagaimana keadaan colon keponakan ku??"
"Sehat pak."
Rian tersenyum mendapat informasi dari dokter yang memeriksa kandungan Kakaknya Riana. Dokter Naira adalah teman sekolah dari Rian dan Davin.
Davin dan Riana hari ini akan melangsungkan pernikahannya di puncak, ada sebuah gereja disana yang akan menikahkan mereka. Yang menjadi gembala atau pendetanya adalah orangtua dari dokter Naira. Semua ini atas saran Rian.
Pernikahan Riana dan Davin tentu tidak di ketahui oleh mama Tiwi, mamanya Riana dan Rian. Sengaja di rahasiakan, karena takut mamanya akan menggagalkan pernikahan ini. Karena rencana ini diketahui oleh papa dan Rian adiknya Riana.
Mamanya Riana berkehendak ketika Ria selesai melahirkan akan mengambil Riana dan membiarkan cucunya di rawat oleh orangtuanya Davin. Rencana untuk memisahkan Ria dari Davin juga anak mereka. Bahkan dia sudah menyewa orang untuk memantau pergerakan mereka. Namun mereka mengalami kesulitan karena Riana tidak bekerja. Sedangkan Davin pintar mengelabui mereka. Begitu juga dengan Rian.
Sehari sebelum pemberkatan nikah, Riana dan Davin juga keluarga Andreas sudah berada di puncak pada satu villa yang disewa oleh Rian. Villa itu punya dokter Naira. Rian beralasan di rumah bahwa dia ada perjalanan dinas. Oleh supir di antar ke bandara. Namun dari sana Davin dan Riana kakaknya sudah menjemput dan mereka langsung ke puncak.
Di rest area bertemu dengan mobil, Stella bersama orangtuanya. Sedangkan dokter Naira sudah berada di puncak. Dalam perjalanan Riana menangis, air matanya mengalir terus menerus di usap olehnya, namun tetap mengalir keluar dari pelupuk matanya. Kesedihannya akan nasib hidup. Davin sedikit terganggu dengan keadaan Riana. Dia pun menepikan mobilnya.
Dia keluar dari kursi pengemudi ke jok belakang dan langsung memeluk Riana.
"Ada yang sakit??" Riana hanya mengelengkan kepalanya. Dia takut jika dia mengeluarkan suaranya maka air mata akan mengalir keluar.
"Maafkan aku, membuatmu seperti ini Ria. I love you." Davin mencium bibir Riana sangat mesra. Rian yang melihat kakanya menangis otomatis dia juga ikut menangis. Dia pun memeluk kakaknya dan mencium keningnya.
"Jangan bersedih, kasihan dedek disini. Papa tahu, kakak mau menikah. Makanya papa juga mempunyai andil dalam meloloskan aku dari ibu suri Tiwi mama kita berdua."
Riana tersenyum. Watak Riana sama dengan mamanya. Sedari dia remaja, mereka berdua di rumah itu musuh bebuyutan. Ada saja yang mereka ributkan. Yang menjadi penengah adalah papanya dan Rian adiknya. Sampai dirumah mereka dijuluki tom dan jerry.
Riana sangat cantik, dandanan natural, baju pengantin yang dijahit khusus oleh penjahit dengan pola gambar punyanya. Membuat dia sangat terlihat cantik. Ibu hamil ini, yang belum terlihat bentuk perutnya.
Riana ditemani Rian dan dokter Naira di kamar yang sudah dirancang khusus buat pengantin. Tidak terlalu glamor, namun diberi sprei putih yang di atur rapi menambah kesan romantis di tambah beberapa bunga segar menambah kesan indah.
"Kamu cantik sekali sayang."
"Maafkan aku Stel, aku membuat kamu kecewa."
"Aku menyayangi kamu dari kita sekolah dasar sampai sekarang. Kamu memang ditakdirkan untuk menjadi adik iparku."
Doktor Davin Andreas, M.T dan Dokter Riana Timothy Sp. BTKV ( Bedah Toraks, Kaviar dan Vaskuler) akan segera di mulai. Para undangan yang adalah teman dan kerabat dekat mereka hadir. Tidak semua teman dosen Davin hadir hanya teman dekatnya saja yang di undang.
Davin sudah berdiri gagah menggunakan stelan jas berwarna putih hitam, dengan tuxedo hitam dipadukan dengan jas berwarna putih dan celana hitam berdiri didepan meja altar disana sudah ada pendeta yang siap memberkati pernikahan mereka. Riana masuk dengan baju putih panjang dan sangat sederhana namun di badannya terlihat sangat modis ditambah makeup naturalnya, Riana bagaikan ratu sejagad.
Dengan digandeng adiknya Rian, Riana berjalan. Rian sudah sangat sedih, karena seharusnya papanya yang mengandeng anak perempuan kebanggaannya. Upacara pemberkatan nikah pun terjadi. Didepan Tuhan dan jemaat yang hadir Davin dan Riana berjanji untuk setia dalam suka maupun duka, dalam keadaan sehat maupun sakit. Berjanji untuk hidup selamanya, sampai maut memisahkan mereka. Setelah memasang cincin pernikahan. Davin memberikan ciuman di kening istrinya.
Jamuan kasih sudah disiapkan buat semua tamu undangan yang hadir, hanya lima puluh orang saja yang ada. Sebelum jamuan itu Davin dan Riana melakukan pernikahan secara negara lewat pencatatan sipil. Mereka berdua pun sah secara gereja dan negara.
Pesta dengan tema garden party ini yang penuh dengan kekeluargaan berlangsung sampai sore. Para tamu undangan menimati setiap hidangan yang disajikan. Sementara di Jakarta mamanya Riana sedang ngamuk, karena tadi di mall dia bertemu dengan orangtua dari teman Rian yang menanyakan kenapa beliau tidak mengikuti pemberkatan nikah dari Riana dan Davin.
"Papa sangat tega, kenapa menipu mama. Jangan - jangan Rian tidak melakukan perjalan dinas, dia menghadiri acara Ria."
Mama Tiwi langsung menghubungi Rian lewat vidio call. Namun Rian tidak melihat handphonenya. Ketika sedikit santai, dia mengangkat telepon dari papanya. Namun begitu kagetnya dia, yang terdengar suara dan gambar mamanya.
"Kamu berani berbohong sama mama ya."
"Maafkan adek ma, adek ngak bisa disaat moment penting kakak, dia sendiri."
"Itu pilihannya."
"Maafkan adek ma."
Dia langsung memutuskan pembicaraan itu dan mematikan handponenya. Riana yang melihat adeknya menghampiri. Langsung di peluk oleh adeknya.
"It's oke kakak. Adek baik - baik saja."
"Dari mama ya?"
Rian hanya mengangguk kepalanya. Kembali kedua adek dan kakak ini berpelukan. Saling memberi kekuatan.
"Maafkan kakak dek. Maafkan kakak."
"Kakak tidak salah, ini jodoh kakak. Dan kakak harus bahagia."
Mereka pun bergabung dengan tamu undangan yang tidak seberapa ini. Namun aksi kedua kakak beradik ini dilihat oleh Davin suaminya Riana dan Stella sahabatnya Riana. Jam tiga sore, para tamu undangan mulai meninggalkan tempat acara kembali ke Jakarta. WO sudah datang merapikan dekorasi mereka. Bagitu juga dengan catering.
"Rian malam ini balik ke Jakarta??"
"Iya om. Rian titip kakak Rian ke keluarga om ya, tolong disayangi."
"Ria sudah seperti anak om sendiri, om akan menyayangi sama seperti keluarga Timothy menjaga dan menyayanginya."
"Terima kasih om."
"Adek pulang sekarang."
"Iya kakak. Mobil yang ade pesan sudah didepan."
Riana langsung memeluk adeknya sangat erat. Dia tahu sampai dirumah, pasti dia akan dimarahi oleh mamanya.
"Hati - hati ya dek. Maafkan kakak."
"Kakak tidak usah kuatir, adek pasti baik - baik."
"Hati - hati ya Bro." Rian tersenyum ke arah Davin.
"Tolong jaga kakakku dengan baik. Jika tidak aku akan membawa dia dan keponakan ku jauh dari kamu."
"Iya aku berjanji."