NovelToon NovelToon
Pendekar Naga Pengembara

Pendekar Naga Pengembara

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Tian Shan, pendekar terkuat yang pernah ada, memilih mengorbankan dunia demi satu tujuan—memutar balik waktu.

Ia terlahir kembali di keluarga bangsawan. Namun karena sifatnya yang dianggap aneh dan tubuhnya yang tak mampu berkultivasi, ia dipandang sebagai sampah.

Saat waktunya tiba, ia memilih pergi—bertekad membuktikan dirinya dan membalas segalanya dengan kekuatan yang akan mengguncang dunia.

Mampukah sang legenda menggapai impiannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Pilihlah

Langit di atas Kota Giok berubah menjadi jingga pekat, bukan karena matahari terbenam, melainkan karena kobaran api yang melahap paviliun-paviliun mewah.

Suasana yang biasanya dipenuhi tawa para bangsawan kini digantikan oleh pekikan kematian dan dentingan pedang yang memekakkan telinga.

​Tian Shan berdiri tegak di atas atap menara lonceng yang menghadap langsung ke alun-alun utama.

Ia tidak bergerak, rambut putihnya berkibar pelan tertiup angin yang membawa bau anyir darah.

Di sampingnya, Lin Feng mencengkeram hulu pedangnya dengan buku jari yang memutih. Matanya bergetar melihat rumah masa kecilnya kini menjadi ladang pembantaian.

​"Lihatlah kebodohan mereka," suara Tian Shan terdengar tenang, nyaris seperti bisikan maut. "Hanya butuh satu kebohongan untuk meruntuhkan tatanan yang mereka bangun selama puluhan tahun."

​Di pusat alun-alun, dua sosok raksasa tengah bertarung dengan gila-gilaan. Bai Yunsheng, pemimpin Klan Bai, mengayunkan gada perunggu raksasanya yang memancarkan aura cokelat berat—ciri khas kekuatan Pendekar Bumi. Setiap hantamannya meretakkan tanah dan menghancurkan bangunan di sekitarnya.

​Lawan bicaranya, Ketua Sekte Pedang Awan, bergerak seperti kilat biru. Pedangnya membelah udara, melepaskan tebasan-tebasan angin yang mampu memotong zirah besi layaknya kertas.

​"Bai Yunsheng! Kau telah mengkhianati perjanjian kita! Sabotase itu adalah pernyataan perang!" teriak Ketua Sekte sembari menusukkan pedangnya ke arah jantung musuhnya.

​"Omong kosong! Kalianlah yang menjebak utusanku! Mati kau, munafik!" balas Bai Yunsheng dengan murka yang membutakan logika.

​Keduanya telah bertarung selama berjam-jam. Jubah mereka koyak, tubuh mereka dipenuhi luka sayatan dan memar biru pekat.

Energi Qi mereka mulai menipis, memicu napas yang tersenggal dan gerakan yang semakin lambat.

Di sekitar mereka, mayat para pengawal dan murid sekte bertumpukan, tak ada lagi yang peduli siapa kawan dan siapa lawan.

​Benturan terakhir terjadi. Bai Yunsheng meledakkan seluruh sisa Qi-nya ke dalam gadanya, sementara Ketua Sekte memusatkan seluruh energinya pada satu tebasan pamungkas.

​BOOM!

​Ledakan energi ranah ketiga menghancurkan air mancur marmer di tengah alun-alun. Debu pekat menyelimuti area tersebut.

Saat kabut perlahan menipis, terlihat kedua pemimpin itu terduduk di tanah yang bersimbah darah.

​Bai Yunsheng kehilangan lengan kirinya, sementara dada Ketua Sekte berlubang besar akibat hantaman gada.

Mereka masih bernapas, namun cahaya di mata mereka mulai meredup. Mereka adalah singa tua yang telah saling mencabik hingga tak berdaya.

​Tian Shan melompat turun dari menara dengan gerakan seringan kapas. Ia mendarat tanpa suara di tengah kekacauan itu.

Lin Feng mengikuti di belakang, langkahnya berat namun pasti menuju dua musuh besarnya.

​"Siapa ... siapa kau?" bisik Bai Yunsheng dengan suara serak, memuntahkan gumpalan darah hitam.

​Tian Shan tidak menjawab. Ia hanya melirik Lin Feng dan memberi isyarat kecil dengan kepalanya. "Waktumu sudah tiba. Pilihlah cara yang ingin kau ingat selamanya."

​Lin Feng maju, menghunus pedangnya yang berlumuran debu. Ia menatap Bai Yunsheng, pria yang memerintahkan pembantaian keluarganya.

Air mata kemarahan mengalir di pipinya, namun ia menahannya agar tidak pecah.

​"Untuk ayah ... untuk ibu ... dan untuk setiap nyawa yang kau injak demi takhta busukmu," ucap Lin Feng dengan nada rendah yang bergetar.

​SLASH! SLASH!

​Dua tebasan cepat mengakhiri hidup kedua pemimpin tersebut. Kepala mereka jatuh ke tanah, mengakhiri era Klan Bai dan Sekte Pedang Awan dalam satu tarikan napas.

Lin Feng jatuh berlutut, menangis dalam kesunyian yang mencekam di tengah ribuan mayat.

​Sementara Lin Feng tenggelam dalam emosinya, Tian Shan tidak membuang waktu. Baginya, pemandangan ini hanyalah siklus alam yang membosankan.

Ia berjalan menuju mayat Bai Yunsheng dan Ketua Sekte, mengambil cincin ruang dan kantong penyimpanan mereka yang berisi harta karun tingkat rendah.

​Ia kemudian melangkah menuju gudang bawah tanah Klan Bai yang kini tak terjaga. Dengan satu petikan dari Kecapi Perunggu Kuno di punggungnya, segel pintu gudang itu hancur berkeping-keping.

​Di dalamnya, tumpukan Tael Emas, Kristal Qi murni, dan puluhan botol Pil Pemurnian Jiwa tersusun rapi. Ada juga beberapa gulungan teknik bela diri yang dicuri Klan Bai dari berbagai tempat.

​Tian Shan mengibaskan tangannya, dan semua harta itu terserap masuk ke dalam kantong penyimpanannya yang baru.

Matanya tidak menunjukkan kegembiraan, hanya kepuasan dingin karena rencananya berjalan sempurna.

Ia telah mendapatkan sumber daya yang cukup untuk menembus ke tahap tengah Pendekar Inti tanpa harus bersusah payah mencari bahannya.

​Ia kembali ke alun-alun, berdiri di depan Lin Feng yang masih terisak.

​"Berdirilah," perintah Tian Shan. "Dendammu sudah tuntas, tapi dunia tidak akan berhenti berputar hanya karena kau sedih. Kota ini akan segera dipenuhi oleh burung bangkai dari sekte lain yang ingin berebut sisa-sisa harta. Jika kau ingin hidup, ikuti aku."

​Tian Shan tidak menunggu jawaban. Ia berbalik dan melangkah pergi melewati tumpukan mayat, meninggalkan Kota Giok yang kini hanya menjadi abu dari sejarah.

Ia telah memilih untuk menjadi tangan yang menarik benang takdir, dan malam ini, ia telah memenangkan seluruh papan catur.

1
Aisyah Suyuti
bagus
Nanik S
NEXT 💪💪💪
Nanik S
Shiiiiip
Nanik S
Lanjutkan Tor
Nanik S
Mengenang mas lalu Lewat Kua
✞👁️👁️✞
lanjit thor💪
Nanik S
Satu satunya orang yang tidak dibunuh oleh Tian Shan di Alam Abadi
✞👁️👁️✞
/Pray/
✞👁️👁️✞
pecahan jiwa
✞👁️👁️✞
lanjut💪
Nanik S
cuuuuuuust👍👍👍
Nanik S
Lanjutkan Tor🙏🙏
Nanik S
Bai Yaoju bukankah dulu kekasih Tian Shan dimasa lalu sebelum rekarnasi
Kenaya: Iya/Pray/
total 1 replies
✞👁️👁️✞
pendekar tersantuy tian shen🔥
Kenaya: /Ok//Pray//Pray//Pray/
total 1 replies
✞👁️👁️✞
apa trio Tian akan berkelana bersama?
✞👁️👁️✞
🔥🔥
✞👁️👁️✞
mantap
lanjut thor💪
✞👁️👁️✞
🐬🐬semangat
✞👁️👁️✞
tian shan!! kau pergi tanpa berpamitan😁
Kenaya: ketemu lagi kok nanti/Grievance//Pray/
total 1 replies
✞👁️👁️✞
kontrak darah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!