NovelToon NovelToon
10th Anniversary

10th Anniversary

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Poligami
Popularitas:25.6k
Nilai: 5
Nama Author: Laviolla

Di balik kelembutan sikap sang suami, ternyata ia menyimpan sejuta duri...

Rengganis tidak pernah menyangka jika di hari ulang tahun pernikahan yang ke sepuluh, ia akan mendapatkan sebuah kado yang sangat spesial. Kado yang menjadi awal petunjuk bahwa ada banyak dusta yang disembunyikan oleh sang suami.

Berawal dari sebuah foto USG yang ia temukan di dalam saku kemeja sang suami, Rengganis berhasil membuka sebuah rahasia yang selama ini disembunyikan. Satu rahasia bahwa ternyata sang suami diam-diam telah menikah sirri dengan wanita lain.

Lantas, jalan apakah yang akan diambil oleh Rengganis di saat pernikahannya sudah dipenuhi dusta oleh sang suami? Apakah ia akan tetap mempertahankan pernikahannya dengan menerima wanita lain untuk menjadi madunya? Atau apakah ia akan mengakhiri biduk rumah tangganya yang sudah berlayar sepuluh tahun dengan melepaskan sang suami?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laviolla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anniv 13. Sandiwara?

Empat orang itu duduk di sofa ruang tengah dengan kepala menunduk dan larut dalam pikiran masing-masing. Hening, tak ada sedikitpun suara yang terdengar memasuki indera pendengaran. Hanya suara cicak-cicak yang menempel di plafon yang sedikit menghidupkan suasana di ruangan ini.

"Sayang...."

Ganis dan Dinda sama-sama mendongak.

"Iya Mas?" ucap mereka bersamaan.

Krisna merasa kikuk sendiri. Saat ini ia punya dua istri tapi lupa untuk menyematkan panggilan spesial yang berbeda untuk keduanya.

"Maksudku, Ganis."

Bibir Dinda mencebik merasa kesal sendiri. "Isshhh... Aku kira manggil aku."

"Ada apa Mas?" tanya Ganis dengan raut wajah yang santai. Wanita itu seakan tidak memiliki rasa sakit sama sekali bertemu langsung dengan sang suami sepaket dengan istri simpanannya.

"A-aku minta maaf..."

"Untuk apa?" tanya Ganis dengan nada suara yang datar.

"Maaf karena aku sudah membohongimu. Maaf karena aku sudah mengingkari janji yang pernah kuucap. Maaf karena aku diam-diam telah menikah lagi. Aku mohon saat ini kamu...."

"Menerima keberadaan wanita ini hadir di dalam rumah tangga kita?" tembak Ganis langsung pada poinnya yang seketika membuat Krisna terhenyak.

"I-iya Sayang, aku mohon keikhlasanmu menerima kehadiran Dinda. Bagaimanapun juga aku sudah menikahinya meskipun secara sirri."

Ganis tersenyum miring. "Kamu memintaku untuk ikhlas menerima wanita lain yang bahkan ketika masuk ke dalam rumah tangga kita tanpa permisi dulu? Dan kamu juga minta aku menerima keberadaan Dinda menjadi istri kedua tanpa kamu minta izin terlebih dahulu kepadaku? Coba kamu cari, istri mana yang mau berada dalam situasi seperti itu?"

Krisna beranjak dari posisi duduknya. Ia menghampiri Ganis dan bersimpuh di atas pangkuannya.

"Aku benar-benar minta maaf Sayang. Aku minta maaf atas semua perbuatan yang sudah aku lakukan. Tapi aku mohon kali ini, tolong terima kehadiran Dinda. Karena saat ini Dinda tengah mengandung darah dagingku."

Jleb....

Ucapan Krisna, seketika membuat Ganis terpaku dan membeku. Ada satu tikaman tak kasat mata yang menancap tepat di jantung dan hatinya. Yang membuat raganya seperti tak memiliki tumpuan untuk tegak berdiri. Beruntung saat ini Ganis dalam posisi terduduk. Jika dalam posisi berdiri mungkin tubuhnya sudah lunglai di lantai.

Darah daging, sebuah kata yang terdengar biasa saja namun memiliki arti yang sangat besar untuk Krisna. Calon anak yang sudah dinantikan dan didambakan oleh Krisna yang sampai saat ini belum bisa diberikan oleh Ganis. Calon anak yang pastinya akan membuat hidup Krisna jauh lebih bahagia.

Air mata Ganis menetes perlahan. Jika sudah perkara anak, ia merasa kalah telak. Karena pada kenyataannya sampai saat ini ia masih belum bisa memberikan keturunan untuk sang suami. Ganis terdiam, tak bergeming sedikitpun. Ia masih bingung akan apa yang dilakukannya nanti.

"Aku mohon terima kehadiranku, Mbak. Aku tidak ingin jika anak ini lahir tanpa adanya sosok seorang ayah. Atau jika mbak Ganis tidak mau menerimaku, setidaknya izinkan mas Krisna untuk terus mendampingiku sampai anak ini lahir. Setelah itu aku akan pergi dari hidup mas Krisna."

Dinda mengikuti Krisna yang tengah bersimpuh di pangkuan Ganis. Wanita yang tengah hamil lima bulan itu memelas dengan air mata yang juga mengalir deras dari pelupuknya.

Rika terhenyak mendengar ucapan yang dilontarkan oleh sang anak. Ia sungguh tak menyangka sang anak akan mengatakan hal itu tanpa berdiskusi dengannya terlebih dahulu. Jika Ganis menyetujuinya pasti akan rugi bandar. Mimpinya jadi orang kaya bisa musnah seketika.

"Mana bisa seperti itu Din. Krisna harus tetap ada di sampingmu sampai kapanpun. Kalian disatukan karena kalian saling mencintai sehingga hadirlah anak yang sekarang ada di dalam rahimmu. Jadi mana bisa kamu mengatakan hal itu."

"Akan aku terima apapun resikonya Ma. Aku memang bersalah karena sudah masuk ke dalam rumah tangga mas Krisna. Maka dari itu tidak masalah jika aku hanya diperbolehkan memiliki mas Krisna sampai aku melahirkan nanti."

Dahi Ganis berkerut dalam mendengar kata-kata yang keluar dari bibir Dinda. Entah mengapa hatinya tidak sedikitpun merasa iba meski istri kedua suaminya ini sudah berurai air mata. Dia hanya tersenyum getir, melihat suami dan istri keduanya yang tengah bersimpuh ini layaknya sepasang kekasih yang meminta restu.

Sandiwara macam apa yang sedang dimainkan oleh wanita ini dan ibunya? Aku benar-benar merasa ada yang tidak beres dengan keduanya. Entah ada maksud apa mereka masuk di rumah tanggaku? Hmmmm... baiklah, akan aku ikuti permainan mereka terlebih dahulu.

"Baiklah... Akan aku izinkan kamu menjadi istri kedua mas Krisna. Sampai kapan itu, terserah kalian," ucap Ganis membuat sebuah keputusan.

Wajah Krisna mendongak. "Sayang, apa ini bukan mimpi?"

"Mimpi apa maksudmu Mas?"

"Kamu sungguh mau menerima Dinda menjadi madumu? Ini seperti mimpi," tanya Krisna dengan wajah yang berbinar terang. Sangat berbeda jauh dari sebelum Ganis memberikan jawaban. Wajah lelaki itu nampak begitu menyedihkan.

Ganis membuang napas kasar. "Ini mimpi buruk bagiku, tapi entah bagimu mimpi apa. Tidak ada satupun seorang istri di dunia ini yang menginginkan suaminya menikah lagi."

"Sayang, tapi aku janji akan berbuat adil. Aku pasti bisa membagi semuanya secara adil. Baik perhatian, cinta dan juga nafkah lahir maupun batin."

"Ckkckkckkk... Tidak perlu repot-repot. Untuk nafkah lahir, aku bisa mencarinya sendiri. Untuk nafkah batin...." Ganis menjeda ucapannya sejenak. "Lebih baik kamu fokus pada kehamilan istri keduamu. Tidak perlu kamu memikirkan nafkah batin untukku."

"Tapi Sayang, aku tidak mau berbuat dzolim. Aku akan tetap memberikan keduanya untukmu dan untuk Dinda secara adil."

Mata Ganis menyipit. "Dzolim? Kamu sadar dengan apa yang kamu katakan Mas?"

Krisna mengangguk. "Iya Sayang, aku sadar. Memang kenapa?"

"Cckcckkk kamu di sini berbicara tentang dzolim, padahal kamu sendiri sudah mendzolimi aku dengan menikahi wanita itu secara diam-diam. Bisa-bisanya kamu bicara tentang dzolim."

Krisna seperti kesusahan menelan salivanya. Kali ini ia benar-benar tidak bisa lagi mengcounter ucapan Ganis. Ia benar-benar dibuat mati kutu.

Rika menatap Ganis dengan tatapan tak terbaca. Mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Ganis membuat nyalinya sedikit menciut.

Aku kira istri pertama Krisna adalah wanita yang lemah. Tapi jika aku dengar dari cara ia bicara, dia bukan wanita sembarangan. Aku harus berhati-hati menghadapinya.

"Kalian tidak capek terus-terusan jongkok seperti itu?" tanya Ganis kepada Dinda dan Krisna. Ia merasa risih sendiri karena sejak tadi dua orang ini tidak segera beranjak dari posisinya. "Kamu juga, apa pinggangmu tidak encok, duduk jongkok seperti itu?" sambung Ganis.

Krisna dan Dinda saling melempar pandangan. Krisna beranjak terlebih dahulu dan kemudian membantu Dinda untuk berdiri. Ia pun menuntun Dinda untuk kembali duduk ke sofa.

Ganis tersenyum getir melihat Krisna yang memperlakukan Dinda dengan begitu manis seperti ini.

Seandainya aku bisa hamil, pasti mas Krisna juga akan begitu perhatian kepadaku dan calon anakku. Stop Ganis, tidak usah berandai-andai. Karena kenyatannya kamu memang tidak bisa memberikan keturunan untuk suamimu.

"Aku rasa untuk saat ini semua sudah jelas. Aku mau pulang dulu."

Ganis beranjak dari posisi duduknya. Ia ambil tas yang berada di atas meja dan mulai ia ayunkan tungkai kakinya. Rasanya ia sudah tidak ingin berlama-lama lagi di tempat ini.

"Ada apa ini? Mengapa ada banyak orang yang berkumpul di sini!"

Suara seorang wanita yang tiba-tiba muncul dari arah pintu, membuat perhatian orang-orang yang ada di ruang tengah teralihkan. Mereka menatap ke arah sumber suara dan. . . .

"Papa, Mama?!!!" ucap Ganis dan Krisna bersamaan.

.

.

.

1
Laviolla
selamat membaca semua.. jangan lupa untuk like, komen, subscribe, follow dan share ya.. mkasih
Astuti Puspitasari
Pindah kemana ya? ngomong2 proyek rahasia sama pak Dokter apakabar thor? apakah msh berlanjut? sudah lama kak author tidak melaporkan kepada para readers 🤭
Laviolla: nanti akan di spil kak.. kita fokus ke konflik-konflik kecil dulu.. 🤣🤣 kakak.. follback akun saya ya, biar bisa japri
total 1 replies
Laviolla
selamat membaca semua.. jangan lupa untuk like komen subscribe follow dan share ya.. mkasih
Ma Em
Bukan baru sadar Krisna emang kamu bodoh milih selingkuhan kok tdk lbh baik dan lbh cantik dari Ganis istri pertamamu Krisna , benar kata Bu Maryati sdh tdk cantik hrs nya cantik hatinya ini tdk sdh tdk cantik busuk pula hatinya dasar Krisna bodoh .
Laviolla: kakak... follback akun saya ya... biar saya bisa japri... mau kirim hadiah untuk kakak
total 1 replies
Astuti Puspitasari
Tapi anehnya ko ada ya yang suka sama Dinda..itu loh yang kenalan di Bali, emang se cantik apa sih Dinda? Apakah dia mau menipu dinda atau beneran suka sih?
Anonim: seiyuu Thor atau Voice actor
total 4 replies
Masha 235
baru nyadar skrng,,,,kmaren2 ngpain aj ..
Laviolla: kemarin masih belum sadar kak..😂
total 1 replies
Laviolla
selamat membaca semua.. jangan lupa untuk like, komen, subscribe, follow dan share ya.. mkasih
sunaryati jarum
Pastinya itu bukan anak Krisna,tapi anak kekasihnya .Krisna saja yang bodoh,nanti baru menyesal telah terbongkar,dan Ganis minta cerai
Anonim
Kebanyakan mikir anda Kris.. sudah lepaskan habis gampang.. konoyaro bakayaro aho
Laviolla: wkkwkkk paket lengkap🤣
total 3 replies
cinta semu
resiko di madu nis...moga aja ..ada bahagia untuk u ... meskipun tdk bersama Krisna ....
Laviolla
selamat membaca semua.. jangan lupa untuk like komen, share, subscribe, follow ya Makasih
Adel Lia
double up Thor makin seru ceritanya
Laviolla: asiiaaaapppp... wkkkwkk
total 3 replies
linda
salutt sama bu mar..bener2 pelindung untuk ganis
linda
wkkwkkkk.. ngadu ke mertua,, cemen banget sih kamuu din
linda
uluuhhh.. kagak tau malu ya Dinda
linda
istri udah spek bidadari malah di poligami.. bakal nyesel lu kris
linda
ya terserah mereka dong din, masa kamu yg ngatur boleh bermesraan ato enngak
linda
bulan madu dalam rangka anniv ke 10 tp rasanya seperti pengantin baru ya,,,
linda
jempol sepuluh untuk bu marrrr.. kamu keren bu.. bisa gerak cepat untuk melindungi ganis
linda
heleehhh.. baru ajja liat ganis dideketin cowok kamu lgsg cemburu Kris, lalu gimana ganis yg ngeliatmu nikah lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!