NovelToon NovelToon
Hilang Ingatan, Aku Ganti Calon Suami

Hilang Ingatan, Aku Ganti Calon Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia

Viola Denada Danuarta, itulah namanya, seorang gadis berparas cantik memiliki darah keturunan Belanda. Ia adalah anak kedua dari keluarga Danuarta yang cukup berpengaruh.

Namun, memiliki ekonomi yang serba berkecukupan tak bisa membuat seorang Viola bahagia. Karena ujian nya ada di kisah asmara nya.

Di kali kelima dia menunggu sang kekasih, tepatnya didepan kantor catatan sipil untuk mendaftarkan pernikahan, dia kembali di bohongi dan di hianati oleh sang tuanangngan.

Setelah dia memutuskan untuk melupakan segalanya tentang laki-laki itu dia malah mengalami kecelakaan hebat, pada akhirnya kecelakaan tersebut merenggut ingatan Viola selama tiga tahun terakhir, tak hanya itu dia juga di nyatakan lumpuh sementara.

****

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab #05

"Dia tidak akan ingat tentang rasa sakit nya Pandu? Dia adalah putri ku yang berusia sembilan belas tahun yang ceria? Benarkan dokter?" ucap papa Arman.

"Ya tuan, namun ingatan ini bisa kapan saja kembali seiring dengan perkembangan kesehatan nya," jelas dokter itu.

Pandu dan Arman tidak tau harus merasa bahagia atau sedih, di sisi lain mereka senang karena ingatan Viola tentang Liam sepenuhnya hilang dengan begitu dia bisa bebas dari rasa sakit hati nya, di sisi lainnya mereka tidak siap dengan kenyataan yang akan mereka hadapi, ya itu kembalinya ingatan tersebut.

Pikiran mereka penuh dengan bagaimana kalau ingatan Viola kembali dan dia akan kembali meninggalkan keluarga Danuarta.

"Dokter bisakah kau membantuku untuk hilangkan saja ingatan itu selamanya dan jangan kembalikan lagi?" tanya Pandu dengan polosnya.

"Permintaan macam apa ini tuan muda, ini di luar kendali ku, ingatan itu akan datang kapan saja," ucap sang dokter sambil mengerutkan keningnya.

"Pandu cukup nak, sudah lah, yang terpenting sekarang Viola ada di tangan kita kembali, dia melupakan segalanya tentang laki-laki brengsek itu sudah sangat baik untuk kita, soal ingatan itu, sebaiknya pelan-pelan kita jelaskan kepada Viola kalau Liam memang bukan yang terbaik untuk nya, kita juga harus segera memikirkan cara agar Viola menemukan orang yang lebih baik sebelum ingatannya pulih," ucap papa Arman bijaksana.

Namun di luar itu mereka sama sekali tidak tau kalau sebelum terjadinya kecelakaan, Viola sudah jauh lebih dulu menyadari kalau Liam adalah laki-laki yang tidak pantas untuk nya, namun semua itu telah hilang karena amnesia nya Viola.

"Baik pa, aku mengerti maksud mu," jawab Pandu.

Mereka pun melanjutkan obrolan dengan dokter tentang amnesia nya Viola.

Sementara itu di ruang rawat Viola.

"Suster, kau lihat gelang ku tidak?" ucap Viola sambil memegang pergelangan tangan nya, selang infus masih menempel di punggung tangan Viola, namun dia tidak mempedulikan nya karena ia mencari-cari sebuah gelang yang selama ini dia pakai.

"Maaf nona, aku tidak melihat nya sejak kau masuk ke rumah sakit," jawab sang suster.

Wajah Viola seketika pucat dan terlihat ketakutan.

"Ya ampun, suster bisakah kau membantuku mencarinya? Itu adalah satu-satunya peninggalan mama ku, kakak akan marah jika dia tau kalau aku menghilangkan gelang itu, dia tidak akan bicara kepada ku jika itu terjadi," ucap Viola seketika panik.

Ya, ini lah alasan kenapa Viola rela menempuh jalan raya untuk mengambil pengait gelang nya yang putus, gelang tersebut adalah rangkaian berlian murni, satu-satunya peninggalan sang mama yang paling berharga, Pandu selalu marah jika Viola memakai barang tersebut dan Viola tetap meminta papa nya untuk memberikan gelang itu kepada nya, dari sinilah Viola benar-benar merasa takut kalau kakak nya tau benda itu telah hilang.

"Nona tenang lah, aku akan pergi untuk mencari nya," kata sang suster yang kemudian meninggalkan ruang rawat Viola.

"Gawat apakah aku menghilangkan nya di saat aku kecelakaan? Tapi bagaimana bisa aku kecelakaan bukan kah aku selalu berada di mansion setelah lulus sekolah?" ucap Viola sambil memegang kepala nya.

Tak lama kemudian pintu ruang rawat nya kembali terbuka, terlihat Pandu masuk ke dalam ruang rawat tersebut tanpa papa nya.

"Matilah, kakak pasti akan memarahiku karena aku tidak menemukan gelang itu," ucap Viola dalam hatinya.

"Kenapa kau menyembunyikan tangan mu?" tanya Pandu sambil berdiri di hadapan Viola.

"Kak," lirihnya sambil menatap Pandu dengan tatapan takut.

"Dia selalu menatap ku dengan tatapan takut seperti ini, sebenarnya apa salah ku? Dasar gadis bodoh," batin Pandu.

Ya, Pandu selalu mengabaikan rumor yang beredar tentang dirinya, di mana orang-orang selalu berkata kalau dia sangat membenci Viola, menganggap Viola adalah penyebab kematian mama nya, itulah yang di bicarakan orang-orang sekitar mereka.

Hal ini telah menciptakan hubungan buruk antara Pandu dan Viola, itu semua karena Viola mempercayai rumor tersebut di tambah lagi sikap dingin dan galak sang kakak yang semakin membuat nya yakin.

Kurang nya komunikasi di antara mereka selalu membuat kesalahpahaman, padahal kenyataannya malah sebaliknya, Pandu adalah sosok yanag paling menyayangi Viola, dia selalu berusaha untuk memiliki kekayaan yang lebih dari sang papa agar kelak Viola tidak bersusah payah untuk bekerja di luar sana cukup mengandalkan dirinya dan papa nya saja.

Akibat kasih sayang tersembunyi ini, mereka malah di rumor kan sebagai kakak adik yang tidak akur dan keluarga yang berantakan, apalagi Viola sama sekali tidak tau seperti apa kasih sayang kakak nya itu.

Dia hanya menilai tatapan dingin dan sikap galak sang kakak.

"Cari ini?" ucap Pandu sambil mengeluarkan gelang yang ada di saku baju nya.

"Kak, itu ada padamu?" ucap Viola dengan mata berbinar dan hendak mengambil nya dari Pandu.

Namun dengan cepat Pandu menyimpan nya kembali.

"Setelah kau sembuh aku akan mengembalikan nya," ucap Pandu dingin.

Viola menatap Pandu dengan tatapan sedih."kak Pandu tidak pernah berubah meskipun aku sedang sakit bahkan aku kehilangan separuh ingatanku dia tetap saja seperti ini," batin Viola.

"Pasti dia mengutukku di dalam hatinya," batin Pandu.

"Aku mau papa," ucap Viola pelan.

"Kau tidak suka aku di sini? Baiklah tunggu saja," ucap Pandu yang kemudian berlalu pergi.

Tak lama setelah itu, papa nya pun masuk ke dalam untuk menjaga Viola dia masih sangat merindukan anak gadisnya itu setelah enam bulan berpisah.

"Nak," ucap papa Arman sambil duduk di kursi tepat di samping Viola.

"Pa, kenapa setelah aku seperti ini kakak masih saja membenciku?" tanya Viola sambil menitikkan air mata nya.

"Hah? Membencimu?" ucap Arman kaget dengan pertanyaan Viola.

"Ya, selama ini papa tidak tau kan? Kakak selalu benci padaku, dia tidak pernah menyayangi ku," oceh Viola untuk yang pertama kalinya dia mengeluhkan akan sikap sang kakak kepada papa nya.

"Anak bodoh, dari mana kau mendapatkan asumsi seperti itu, nah lihatlah dia adalah suster pertama yang merawat mu malam di mana terjadi kecelakaan itu, ayo suster ceritakan kepada putriku," kata papa Arman.

Sebenarnya orang tua itu tau bagaimana hubungan kakak beradik ini, namun dia sangat mengerti keduanya, Pandu bagaimana dan Viola juga seperti apa dia sangat tau.

"Nona, seperti nya tuan muda Pandu tak seburuk itu, malam pertama kau di larikan ke rumah sakit, dia mengendong mu dengan kemeja putih nya yang penuh dengan noda merah, dia berteriak sepanjang koridor untuk dokter agar segera menyelamatkan mu," kata suster tersebut.

Viola terdiam, hal ini sedikit menepis keraguan nya terhadap cinta seorang kakak kepada dirinya.

"Lalu?" ucap Viola penasaran.

"Dia mendonorkan banyak darah kepada mu bahkan saat kami mengatakan dia tidak bisa lagi dia tetap mencoba nya sampai dia jatuh pingsan,"

Viola tersentak dan menatap sang suster dengan air mata yang semakin deras mengalir.

"Ini tidak mungkin kan pa? Kakak tidak mungkin sesayang itu padaku," kata Viola tak percaya.

"Kakak mu tak seperti apa yang kau nilai nak,dia sangat sayang padamu namun tidak akan menunjukkan nya di hadapan mu, dia takut kau menjadi sosok manja yang akan selalu mengandalkan dirinya, dia takut kelak ketika dia tidak ada kau tidak bisa melakukan apapun," jelas Arman.

Seketika Viola memeluk papa nya dan menagis sesegukan, dia merasa kakak nya begitu bodoh karena tidak menunjukkan kasih sayang secara langsung di hadapannya hanya karena alasan sepele itu, namun dia masih belum yakin sepenuhnya selagi Pandu masih belum bersikap baik di hadapannya.

"Sudahlah, tenang kan dirimu, ayo istirahat kau baru saja sadar dan harus memulihkan tenaga," kata sang papa sambil mengelus punggung Viola.

Viola hanya bisa mengangguk pelan karena tak ingin papa nya khawatir.

Dua hari berikutnya ...

"Suster, sudah berapa lama aku dirawat di rumah sakit ini? Apakah teman-teman sekolah ku tidak melihat ku? Bahkan guru?" kata Viola yang masih belum menerima penjelasan dari kakak atau papa nya kalau dia sedang amnesia.

"Nona muda, kau sudah tidak sekolah lagi, kau di rawat sudah hampir sepuluh hari, dan hari ini kau sudah boleh pulang," kata suster itu sambil tersenyum.

"Pa, apa yang suster ini katakan? Aku tidak sekolah lagi? Bukan lah aku masih berusia sembilan belas tahun?" ucap Viola cukup kebingungan.

"Putriku, maafkan papa, papa hanya ingin menunggu kau sedikit lebih tenang untuk menjelaskan nya, kau tidak berusia sembilan belas tahun lagi, sekarang usia mu sudah dua puluh dua tahun," kata papa Arman secara perlahan.

"Apa?!" ucap Viola kaget dan segera melihat wajahnya melalui cermin dan itu benar-benar nyata, dirinya tidak terlihat masih sembilan belas tahun.

"Nak, kecelakaan itu membuat mu kehilangan ingatan mu selama tiga tahun, karena itu kau masih merasa dirimu berada di era usianya sembilan belas tahun ingatan tiga tahun setelahnya habis terhapus dari pikiran mu," jelas Arman lagi.

Viola masih tercengang seolah-olah tidak bisa menerima kenyataan tersebut, namun mau bagaimana lagi, jangankan ingatan selama tiga tahun terakhir, penyebab dia kecelakaan sepuluh hari lalu saja dia sama sekali tidak tau itu.

"Jangan khawatir, tidak ada begitu banyak hal yang terjadi di tiga tahun terakhir, jadi kau tidak perlu berusaha mengingat nya, papa hanya ingin setelah ini kau menjalani kehidupan yang baik kau paham?" kata Arman sambil memegang kedua pundak Viola.

Viola menatap wajah sang papa yang penuh harapan, dia mengigit bibir bawahnya dan kemudian hanya bisa mengangguk pelan.

Meskipun papa nya mengatakan tak ada hal istimewa yang terjadi dengan dirinya selama tiga tahun ini, dia tetap tidak percaya.

"Rasanya tidak mungkin sesederhana itu," batin nya.

"Ayo siap-siap, nona muda sudah akan pulang sore ini," kata sang suster menyela.

"Tidak apa, jangan di pikirkan," kata Arman berusaha untuk memberikan ketenangan kepada Viola.

Sementara itu di luar ruangan rawat tersebut ...

****

1
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
kesian Zehan sih udah suami istri malah udah cinta tapi gak bisa nyentuh Viola...
Felycia R. Fernandez
good Hans👍👍👍
👑公爵夫人🪷: hihihihihi
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Disini Viola gak bisa jadi istri yang punya firasat ke suami.malah ngerti Hani.walaupun bisa dikatan hani udah lama kenal Zehan,tapi kan sebagai istri seharusnya lebih peka
👑公爵夫人🪷: betul banget 🤭🤭
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Sundel bolong 😠
Felycia R. Fernandez
ini ngapain lagi sekretaris ikut campur urusan boss nya
Felycia R. Fernandez: siiip kk Thor...
aku pembaca setia mu 😆😆😆
total 4 replies
Felycia R. Fernandez
jangan ragu,kamu bisa kerja di perusahaan Pandu
Felycia R. Fernandez
udah tau adik sepupu butuh biaya untuk Tante nya malah di pecat,gak profesional lho ...😠
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
duuuh nona muda,mulut nya lho
😆😆😆😆
Felycia R. Fernandez
Langsung terlacak ke Zehan ya,bukan ke Pandu lagi
Felycia R. Fernandez
Berarti disini Liam tidak tau ya kalau viola anak orang kaya???🤔
Felycia R. Fernandez
makanya gak usah sok nolak suami deh Vio, akhirnya kamu butuh Zehan juga kan 😆
Felycia R. Fernandez
Semoga infonya gak setengah setengah ya,biar Liam tau kalau Viola sudah kembali ke keluarga dan sudah menikah.bukan hanya kecelakaan dan lumpuh
Felycia R. Fernandez
ho'oh...
semua perhatian mu selalu di terima lain ma Viola...
Sabar ya Zehan...tunjukan terus niat tulus mu ma Viola,lama lama ntar vio luluh juga
Felycia R. Fernandez
naaah itu...
sama pikiran kita Zehan 😆😆😆
Felycia R. Fernandez
Zehan
Felycia R. Fernandez
Perasaan Viola nethink Mulu ke Zehan...😞
Dulu dengan Liam kok cupu bener sampai bolak balik di kibulin
Felycia R. Fernandez
Lah,kenapa pisah kamar Ze??? 🤔
Felycia R. Fernandez
wow 6 lantai ...
Felycia R. Fernandez
kamu nya aja yang cerewet 😅😅😅
Felycia R. Fernandez
Dulu juga kamu ninggalin papa dan kk mu demi pacar,sekarang ninggalin papa dan kk demi suami malah keberatan... jalani hidupmu sebagai istri Vio,tau diri.Zehan juga gak kejam kejam amat,mulut nya aja yang pedes
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!