NovelToon NovelToon
The End Of Before

The End Of Before

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di usia 27 tahun, Vivian Wheeler mengira hidupnya sempurna—hingga ia mendapati dirinya menjadi "pelakor" tanpa sengaja dalam satu hari yang sama.

Setelah memergoki pengkhianatan George, Kekasihnya, yang ternyata telah beristri, Vivian kembali dihantam badai saat dituduh sebagai selingkuhan oleh seorang remaja histeris yang mengamuk hingga merusak mobil Porsche-nya.

Penyebabnya? Logan Enver-Valerio, pemuda 20 tahun yang angkuh, menggunakan foto Acak Vivian sebagai alasan palsu untuk memutuskan Moana.

Tak terima dihina "wanita tua" dan dijadikan tameng, Vivian mendatangi kampus Logan dengan penampilan yang menipu usia, siap memberi pelajaran pada bocah ingusan tersebut.

Pertarungan ego antara sang pewaris tegas dan brondong ini pun dimulai. Siapakah yang akan menyerah saat mulai mencampuradukkan dendam dan obsesi?

🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#28

Aroma bawang putih yang ditumis dengan mentega memenuhi udara di dapur minimalis apartemen Logan yang mewah. Suara desis dari penggorengan seharusnya menjadi melodi yang menenangkan untuk makan malam romantis mereka setelah berdamai sore tadi. Namun, suasana di sana jauh dari kata tenang.

Vivian berdiri di depan kompor, mencoba membalik potongan daging wagyu, tetapi gerakannya sangat terbatas. Logan berada tepat di belakangnya, melingkarkan kedua lengannya di pinggang Vivian dengan erat, menyandarkan dagunya di bahu wanita itu. Ia menempel seperti anak ayam yang tidak mau kehilangan induknya, terus menghirup aroma leher Vivian yang memabukkan.

"Lepaskan dulu, Logan. Aku sedang memasak. Kalau daging ini gosong, kita tidak jadi makan malam," tegur Vivian, meski nada suaranya lembut.

Logan justru semakin mempererat pelukannya, menyesap aroma parfum lili dari tengkuk Vivian. "Biarkan saja gosong. Aku bisa memesan seluruh restoran kalau kau mau. Panggilanmu bisa diubah, Baby? Aku menolak dipanggil nama saja sejak detik ini."

Vivian terkekeh, mencoba menggeser tubuhnya sedikit agar bisa meraih spatula. "Lalu mau dipanggil apa? Bocah? Sesuai dengan kelakuanmu yang menempel terus seperti ini?"

Mendengar kata 'bocah', Logan seketika menghentikan aksinya mencium leher Vivian. Ia memutar tubuh Vivian agar menghadapnya, memenjarakan wanita itu di antara tubuhnya dan pinggiran meja dapur yang dingin. Tatapan matanya berubah, tidak lagi manja, melainkan dalam dan penuh dominasi.

"Bocah?" Logan mengulang kata itu dengan suara bariton yang rendah. "Aku sudah bisa membuatmu kesulitan berjalan kalau aku mau, Vivian. Jangan panggil aku bocah jika kau tidak ingin melihat seberapa 'dewasa' aku bisa bersikap di atas ranjang."

Vivian, yang sudah mulai terbiasa dengan kemesuman dan kepercayaan diri Logan yang meluap-luap, hanya mengangkat sebelah alisnya. Ia mencoba menantang pria di depannya. "Oh ya? Aku begitu penasaran melihatnya!"

Logan menyeringai nakal. Kilatan gila muncul di matanya. "Mau coba sekarang? Sepertinya di atas meja dapur ini akan sangat menyenangkan, Sayang. Ruangannya luas, pencahayaannya pas, dan aku sedang sangat menginginkanmu. Mau?"

Tangan Logan mulai merayap nakal ke pinggul Vivian, menarik tubuh wanita itu agar semakin menempel pada tubuhnya yang hanya terbalut kaus tipis. Vivian merasakan jantungnya berdegup kencang, namun akal sehatnya segera menarik rem darurat.

"Makan dulu, Logan," ucap Vivian sambil menggeleng pelan. Ia mencoba melepaskan diri dari kungkungan pria itu.

Namun, Logan yang sudah terpancing gairah tidak semudah itu dilepaskan. Ia menahan pinggang Vivian lebih kuat. "Mau bercinta di sini, Sayang? Sekarang juga?"

Vivian berjinjit sedikit, memberikan ciuman singkat dan lembut di pelipis Logan untuk menenangkannya. "Ayo makan dulu. Aku lapar, dan kau juga butuh energi setelah seharian merajuk di tempat tidur."

Senyum Logan perlahan memudar. Ia melepaskan pegangannya dan mundur satu langkah. Ekspresi wajahnya yang tadi penuh gairah kini berubah menjadi datar, hampir terasa dingin. Ia menatap Vivian dengan tatapan yang sulit diartikan—campuran antara frustrasi dan keraguan yang mendalam.

"Kau selalu menolak ku, Vivian," ucap Logan tiba-tiba. Suaranya tidak lagi menggoda. "Setiap kali suasananya memanas, kau selalu menemukan alasan. Makan, lelah, besok, atau alasan menstruasi konyol mu."

Vivian tertegun. Ia mematikan kompor, menyadari bahwa makan malam ini baru saja berubah menjadi medan perang emosi. "Logan, bukan begitu maksudku..."

"Lalu apa?" potong Logan. "Apa kau sebenarnya tidak menginginkanku? Apa kau merasa aku tidak akan bisa memuaskan mu? Kau tidak percaya padaku karena aku lebih muda?"

Vivian terpaku di tempatnya. Ia ingin jujur. Ia ingin berteriak bahwa alasannya menolak bukan karena ia tidak menginginkan Logan, melainkan karena ia ketakutan setengah mati.

Vivian Wheeler, wanita karier yang tampak sempurna dan berpengalaman, sebenarnya adalah seorang amatir dalam hal ini. Ia belum pernah melakukannya dengan siapa pun, termasuk George. Ia takut jika ia melakukannya sekarang, Logan akan tahu, dan ia akan tampak memalukan di depan pria yang sudah "berpengalaman" seperti Logan.

"Tidak, Logan. Bukan itu," Vivian mencoba mencari kata-kata yang aman. "Aku hanya merasa kita terlalu cepat melakukan hal sejauh itu. Kita baru saja mulai jujur dengan perasaan masing-masing."

Logan tertawa pahit, sebuah tawa yang menusuk hati Vivian. "Terlalu cepat? Kita sudah tidur di ranjang yang sama, Vivian. Kita sudah berciuman seperti orang gila. Tapi kau berkali-kali menolakku seolah-olah aku ini wabah. Apa kau masih menganggapku seorang bocah yang hanya tahu cara bermain basket tanpa tahu cara memperlakukan wanitanya?"

Atmosfer di dapur itu menegang. Keheningan yang tercipta terasa sangat mencekik.

"Atau kau sedang membandingkanku dengan George?" tanya Logan lagi, suaranya naik satu oktaf. "Apa pria dewasa itu lebih hebat dariku? Apa kau merindukan sentuhannya yang mungkin lebih 'matang' menurutmu?"

"Jangan bawa-bawa nama George dalam hal ini, Logan! Dia tidak ada hubungannya!" balas Vivian, mulai terpancing emosi.

"Tentu saja dia punya hubungan! Kau dulu kekasihnya! Dan sekarang kau memperlakukanku seolah aku ini hanya mainan sementara!" Logan memukul meja dapur dengan telapak tangannya, menciptakan suara dentum yang keras.

"Kau tahu apa yang paling menyakitkan? Pengkhianatan Elena terjadi karena dia bilang aku tidak pernah bisa memuaskannya. Dia bilang dia butuh pria lain karena aku terlalu membosankan. Dan sekarang, sikapmu yang terus menghindar membuatku merasa hal yang sama."

Vivian menatap Logan dengan mata berkaca-kaca. Ia tidak menyangka luka lama Logan tentang Elena begitu dalam hingga ia memproyeksikannya pada hubungan mereka sekarang.

"Logan, aku bukan Elena. Dan aku tidak pernah membandingkan mu dengan George!"

"Lalu buktikan, Vivian! Jika kau memang menginginkanku, kenapa kau selalu membangun tembok setiap kali aku mencoba mendekat lebih dalam?" Logan menatap Vivian dengan tatapan menuntut. "Kecuali jika benar... kau hanya menganggap ini kontrak. Kau hanya mengasihani 'bocah' malang yang pernah dikhianati mantannya."

Vivian terdiam. Rahasia tentang jati dirinya yang masih suci terasa seperti batu besar yang menyumbat tenggorokannya. Ia ingin mengatakannya, tapi egonya sebagai wanita dewasa yang kuat melarangnya. Ia takut dianggap lemah. Ia takut Logan akan menertawakannya atau merasa terbebani.

"Aku butuh waktu, Logan," hanya itu yang mampu Vivian ucapkan.

"Waktu atau alasan baru?" sahut Logan dingin. Ia berbalik, mengambil kunci motornya dari meja makan tanpa menyentuh masakan yang sudah disiapkan Vivian. "Makanlah sendiri. Aku tiba-tiba kehilangan selera makan."

Logan melangkah pergi meninggalkan dapur, meninggalkan Vivian yang berdiri lemas di samping kompor yang masih hangat.

Makan malam yang seharusnya menjadi perayaan perdamaian justru membuka luka lama yang belum sembuh dan menciptakan jurang baru di antara mereka.

Vivian menyadari, kebohongannya tentang pengalaman hidupnya mungkin akan menjadi bom waktu yang bisa menghancurkan hubungannya dengan Logan, lebih cepat dari apa yang bisa ia bayangkan.

1
ren_iren
pokoknya dar der dorrr🤭😂
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Aduh, Daddy udh tau ini 🙈🙈🙈
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Efek msh darah muda juga itu ya, De 🤦🤦🤦
total 4 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Biar cinta segi4 mreka mnemukan jalan keluar terbaik wlau hrs mlewati neraka 🙈🙈🙈
Ros 🍂: ngakak ya tuhan 🤣🤣
total 5 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Dad, Mom, itu Kedua Putra Putri kalian udh mlakuan ksalahn & mnyebabkn Flo hancur 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Ok, Ade ❤️🤗😘
total 9 replies
Nasya Sifa Aura
sdh lu tebak apa elowen tau y klau itu bkn kk kandung ny
Ros 🍂: ayo main tebak-tebakan kak😭🤣🤣🙏
total 1 replies
Ros 🍂
Nah Benar.🥰🤣
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Tnyata oh tnyata, Elowen ...
Ros 🍂: Huhuhu terharu 🥹😭🤣
total 5 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Jd inget Kartun, Flo & Al sperti Tom & Jerry 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Bener, Ade 🤣🤣🤣
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Moveee, Felix, klo gk mau, cwe yg kau cintai direbut Ade mu 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Blummm... msh otw jd kekasih 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Hi hi 🤣🤣🤣
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Wkwkwkw siapa yg pernah ke neraka 🤭🤭🤭
ren_iren
nah loh bau bau huru hara akan terjadi.... 🤭
Ros 🍂: Wkwkw siapkan diri kak 🤣🙏🥰
total 1 replies
Dev..
Vivian keterlaluan banget, dia dominan di hubungkan pernikahan, padahal harusnya ada proses diskusi utk ambil keputusan..😌
Ros 🍂: Nah benar kak🥰
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Logan gk mau Putra ny mngalami hal yg sama sperti diri ny dulu 👍👍👍
Ros 🍂: Benar kak🥰
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Aduh, Logan, ini Putra mu, bikin 'mual' 🤣🤣🤣
Ros 🍂: besar dimulut kak😭🥰
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Auuu auuu suka hewan purba ternyata 🤭🤭🤭
Ros 🍂: cap Dino nggak tuh 🫶🤣
total 1 replies
Nasya Sifa Aura
thor aku blm, ngantuk msh di tggu up selanjut ny
Ros 🍂: kak🫶🥰
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Jd kacian liat nasib Flo 😔😔😔
Ros 🍂: huhu 🥹
total 1 replies
Nasya Sifa Aura
thor buat donk cerita ank2 ny logan and vivian
Ros 🍂: udah ya kak 🤭🫶
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
hi hi kadal, aduh hewan imut itu 🤣🤭🤦
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Asyiiiaaappp, Ade 🤣🤭👍
total 8 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!