NovelToon NovelToon
Mahar Rasa Bersalah

Mahar Rasa Bersalah

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:874.9k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Sekar, seorang buruh penimbang paku di sebuah toko grosir bahan bangunan. Hidupnya hanya tentang bertahan hidup dari hari ke hari, hingga sebuah malam kelam dia harus terjebak malam kelam bersama atasannya sendiri, Mas Danu.

​Danu bukan CEO dengan jet pribadi. Ia hanyalah pria berusia 32 tahun yang ulet, pemilik toko bangunan warisan orang tuanya yang sukses. Ia tampan dan sangat berwibawa .

​Saat Sekar mengetahui dirinya hamil, ia memilih bungkam. Ia sadar posisi ia hanya orang kecil, sementara Danu sudah memiliki kekasih bernama Lidya, wanita kota yang cantik, berpendidikan tinggi, dan setara secara sosial.
Namun, rahasia tak bisa selamanya disimpan. Saat Danu tahu, ia memutuskan untuk bertanggung jawab dan menikahi Sekar, dan memutuskan hubungannya dengan Lidya.

Lalu apa Sekar bisa hidup bahagia dengan pernikahannya, sedangkan yang ia tau Danu terpaksa memutuskan hubungannya dengan Lidya, karena harus bertanggung jawab kepdanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Botakin rambutan

"Tapi Sekar mau makan rambutan sekarang Mas. Rambutan yang nggak ada rambutnya"Sekar merengek dengan manja.

"Iya iya sayang. Sini biar Mas buat rambutannya nggak ada rambutnya!"

"Hah? Gimana caranya Mas??!!" Kaget Riana.

"Kamu bantuin Mas!" Danu mengambil plastik di pangkuan Sekar yang berisi rambutan tadi.

Kemudian Danu meletakkannya di atas meja tanpa berkata-kata lagi. Pria itu juga langsung berjalan masuk ke dalam rumah meninggalkan Sekar dan juga Riana di teras rumah.

"Riana, apa Mas Danu marah sama Mbak ya?" Sekar menatap Riana. Dia jadi ketakutan sendiri karena Danu tiba-tiba saja masuk. meninggalkannya.

"Nggak mungkin lah Mbak!" Jawab Riana sambil mengunyah camilannya.

"Tenang dulu Mbak, biar aku cek!"

Saat Riana ingin masuk, Danu sudah lebih dulu keluar. Hampir saja Riana menabrak badan Danu yang tinggi dan gagah itu.

"Astaga, ngagetin aja!" Riana terhuyung ke belakang.

"Mas Danu ngapain sih? Marah karena Mbak Sekar nggak mau rambutan yang itu?" Tanya Riana.

"Siapa yang marah?" Danu bingung.

"Itu tadi, diam aja langsung masuk. Mbak Sekar mikirnya Mas Danu marah karena minta rambutan yang gundul, bukan rambutan yang itu. Lihat aja tuh sampai mau nangis"

Danu langsung menoleh pada Sekar yang menunduk tak berani menatapnya.

"Mas nggak marah, Mas masuk cuma ambil gunting" Danu menunjukkan dua buah gunting ditangannya.

"B-buat apa guntingnya Mas?" Sekar masih takut walaupun perasaannya lega karena ternyata Danu tidak marah sama sekali kepadanya.

"Katanya kamu mau rambutan gundul, ya udah sini Mas aja yang gundulin!"

"Hah?" Riana terkejut meski dia paham apa maksud Danu.

"Nih, kamu bantuin Mas!" Danu membagi satu gunting untuk Riana.

Kemudian, dia mulai mengambil satu buah rambutan dan menggunting semua rambut pada buah itu hingga tak tersisa. Apa yang dilakukan Danu itu tak lepas dari pandangan Sekar.

"Nah, sekarang sudah jadi botak kan? Kalau gini kamu mau nggak?" Danu menunjukkan hasil kerjanya pada Sekar.

"Ini juga Mbak!" Riana ikut memberikan satu buah rambutan hasil mengikuti cara Danu.

"Mau Mas!" Mata Sekar berbinar seketika.

Danu langsung bernapas dengan lega. Akhirnya dengan usahanya itu bisa membuat Sekar mau memakan rambutan yang diinginkan sejak tadi.

"Sebentar, Mas kupas dulu!" Danu mengupas satu buah rambutan kemudian mencucinya di kran yang ada di dekat mereka duduk.

Satu buah rambutan berkulit botak telah diberikan Danu pada istrinya itu.

"Manis Mas" Sekar memakan dengan wajah cerianya. Senyum di wajahnya membuat Danu merasa lega sekaligus senang.

"Sekarang Mas ke toko aja, biar nanti Sekar dan Riana yang gunting rambutannya!" Sekar merasa sungkan dan merasa tidak enak pada Danu karena sudah menyita waktu kerja Danu. Seharusnya Danu sudah tiba di toko pukul setengah delapan pagi, tapi sekarang sudah hampir jam sembilan Danu masih sibuk mengurus Sekar.

Sekar tidak mau Bu Subroto semakin marah karena melihat Danu masih di rumah karena dirinya.

"Sebentar, Mas kupas beberapa dulu. Baru Mas ke toko. Kamu tenang saja!"

Sekar tak berani memberi tah Danu lagi kalau Danu sudah memutuskan.

"Riana, kamu ke dalam. Ambilkan nota yang ada di meja makan. Lalu bawa ke depan, berikan pada Ibas!"

"Iya Mas"

Riana dengan patuh menuruti perintah Kakaknya. Dia membawa nota yang telah ka ambil ke toko. Dia mencari-cari sosok pria yang sudah cukup ia kenal. Hanya sebatas mengenal namanya Baskara, dan lebih sering dibaca Ibas.

Dia adalah salah satu orang kepercayaan Kakaknya di toko Sumber Rejeki. Ibas bukan kuli panggul semen di toko, bukan juga bagian depan yang langsung melayani pembeli. Tapi Ibas bertugas dibagian gudang. Menghitung barang masuk dan keluar, memastikan stok barang sesuai dengan jumlah masuk dan keluar. Ibas sudah cukup lama bekerja di sana.

Menurut Riana, Ibas bukan lelaki yang tampan rupawan, tapi terlihat memiliki daya tarik sendiri dengan wajahnya yang manis dan tenang. Yang Riana tau, dulu Ibas sempat menaruh hati pada Sekar. Namun sekarang, Sekar justru menjadi Kakak iparnya.

"Pagi Mbak" Sapa Ibas ketika Riana menghampirinya.

"Pagi Mas, ini nota dari Mas Danu" Riana tampak hanya bicara dengan singkat saja pada Ibas karena dari dulu mereka juga hanya sebatas saling menyapa.

"Iya Mbak, terima kasih sudah repot-repot mengantarnya ke sini" Ibas tersenyum dengan hormat pada adik dari majikannya itu.

"Enggak, kebetulan aku nganggur dan Mas Danu masih sibuk ngurusin istrinya yang lagi hamil!"

"Terima kasih banyak kalau gitu Mbak Riana" Ibas begitu sopan pada Riana.

Riana ingin berlalu tapi dia kembali berbalik menatap pria yang masih berdiri memegang nota semen tadi.

"Mas Ibas, gimana perasaan Mas Ibas setelah Mbak Sekar menikah sama Mas Danu? Apa Mas Ibas masih menyukai Mbak Sekar?" Riana menatap Ibas penuh selidik. Dia memperhatikan ekspresi wajah Ibas yang mungkin saja berubah karena pertanyaannya.

"Maksud Mbak Riana?"

"Ayolah Mas Ibas, aku tau kok kalau Mas Ibas suka sama Mbak Sekar"

Ibas malah terkekeh, dia seperti terkejut dan tak percaya dengan tuduhan yang diberikan Riana kepadanya. Kepalanya bahkan menggeleng kecil seolah mengatakan jika Riana berpikir terlalu mengada-ada.

"Kenapa malah ketawa?" Heran Riana.

Ibas hanya mengedikkan bahunya saja kemudian berlalu pergi meninggalkan Riana yang kebingungan.

1
Ari Sawitri
Yups betul sekali.. berjuang klu sendiri ya jatuhnya sakit sendiri. klu memang pasangan nya tdk mau diperjuangkan ya sdh ngapain jga berjuang.. betul kamu ibas ..
Ari Sawitri
klu aku pergi jauh dr ibunya dan bisnis keluarga itu
buktikan berjuang de nol dr Sekar ditempat yg jauh dan orang orang yg baru juga. lingkungan toxic kok masih bertahan disitu trs. kok ikut emosi ya aku .. 😅😅😅
Ari Sawitri
lama lama jengkel ama Sekar.. hanya kata cinta yg dipermasalahkan, tp dia sendiri tdk mau membuka diri dan hati. selalu berasumsi sendiri .. kasian Danu berjuang sendiri..ayoo jangan oon terus Sekar jangan menye menye .. lawan orang orang yg menghina kamu
Ari Sawitri
wow salut dg Danu .. gentle itu namanya laki laki sejati. dan harusnya pisah aja jangan hidup ama mertua klu mertua model Bu Subroto gt 🤨😕 ga nyadar klu anaknya jg salah. Sekar disini korban malah diperlakukan spt Sekar menjebak Danu 🤨😔
pipi gemoy
yg baca saja lelah liat kelakuan Sekar dikit dikit nangiss 👻😂
pipi gemoy
memang susah mengubah karakter seperti sekar
sabar Danu 💪🏼🌹
pipi gemoy
hadir Thor
ayu cantik
suka sekali
Lola Maulia
😍😍😍😍😍
juwita
pacar yg membawa ke jalan sesat
juwita
😍😍😍😍😍
juwita
alah sekarang blg gitu nanti mah pasti blg perutnya ky macan belang🤣🤣🤣
Naufal hanifah
bagus ceritanya
juwita
ulat bulu masih ngerayap aj. kirain udh metong🤣🤣
juwita
kasihan dd utun g pernah di tengok sm papa Danu🤣🤣
juwita
bu brot kapan sadarnya. sblm ajal menjemput cpt lah tobat bu brot🤣🤣
juwita
sebenernya boleh aj makan junkfood sekali" asal jgn tiap hari bikin kantong bocor🤣🤣🤣
juwita
nah gitu sekar lawan km istri sah kuasa jgn kalah sm palakor🤣🤣
juwita
emg ada rambut yg botak lbh manis dr pd yg ada rambutnya
juwita
harus bersyukur pny menantu ky sekar. tar klo udh jompo dia bisa mgerus km. coba klo sm Lydia pasti nyuruh perawat yg ngurus km
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!