NovelToon NovelToon
Cinta Yang Kembali Di Hari Vonis

Cinta Yang Kembali Di Hari Vonis

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Dark Romance / Angst / Tamat
Popularitas:128.8k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Rasa putus asa menyelimuti Jessica Zhou saat hakim menjatuhkan vonis hukuman mati atas dirinya karena dituduh membunuh kedua orang tuanya demi warisan.

Bandingnya ditolak. Harapan seakan habis.

Hingga kasus itu sampai ke tangan Hakim Li—Adrian Li—yang dijuluki “Hakim Gila” karena ketegasan dan caranya yang tak biasa dalam mencari kebenaran.

Adrian, yang selama ini hanya fokus pada pekerjaannya, dicintai oleh dua wanita: Jessica Zhou dan Holdie Fu. Holdie berambisi tinggi dan berusaha mendapatkan hati pria dingin itu, sementara Jessica memilih memendam perasaannya setelah cintanya ditolak sepuluh tahun lalu.

Kini, nasib Jessica berada di tangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Gedung Pengadilan Tinggi Provinsi Kota S tampak tenang pagi itu. Lorong-lorongnya lengang, hanya langkah sepatu yang sesekali terdengar memantul di dinding marmer.

Di dalam ruang kerja, Adrian Li duduk tegak di balik meja besarnya. Di hadapannya, Max dan Jaksa Wu duduk dengan wajah serius.

Adrian sedang membaca berkas seorang tersangka bernama Ferry Yu.

“Pria ini melawan mati-matian para pelaku yang melecehkan putrinya,” jelas Max. “Dia terluka parah dan tidak peduli dengan keselamatannya sendiri. Salah satu pelaku sekarang meninggal karena tikaman senjata tajam.”

Adrian tidak mengangkat kepala. “Senjata tajam milik siapa?”

“Pelaku. Ferry berhasil merebutnya saat berkelahi,” jawab Max. “Tapi atasan justru menahannya dan menjatuhkan hukuman selama dua puluh tahun. Dia dianggap melakukan percobaan pembunuhan.”

Halaman berkas itu berhenti dibalik.

“Aku akan mengambil kasus ini,” ucap Adrian datar. “Kumpulkan semua bukti.”

Max tertegun. “Hakim Li, ini bukan kasus besar. Tidak sampai hukuman mati. Kenapa kau harus turun tangan?”

Kini Adrian menutup berkas itu perlahan dan menatap Max lurus.

“Kalau aku tidak turun tangan,” suaranya tenang namun tajam, “apakah kalian bisa melindungi ayah dari korban? Apakah pelaku akan dihukum? Dua puluh tahun tidak berbeda seumur hidup. Hukuman yang tidak seharusnya."

Max terdiam.

“Sudah jelas siapa korban dan siapa pelaku. Tapi yang justru menjadi tersangka adalah orang yang melindungi anaknya sendiri. Negara ini punya hukum. Bukan tempat untuk memvonis seenaknya," kata Adrian.

“Jaksa Wu, Berkas perkara Ferry Yu ini… ada yang tidak benar.”

Wu terdiam.

Adrian membalik beberapa halaman.

“Tidak ada visum pelecehan pada anak korban. Tidak ada uji sidik jari yang jelas pada senjata. Saksi hanya dari pihak pelaku. Dan penyidik menyimpulkan ini sebagai pembunuhan biasa?”

Ia menutup berkas itu pelan, tapi tegas.

“Ini bukan kelalaian. Ini rekayasa.”

Wu menelan ludah. “Hakim Li… maksud Anda—”

“Aku tidak perlu menuduh. Fakta di berkas ini sudah cukup berbicara.”

Adrian berdiri.

“Mulai hari ini, berkas perkara Ferry Yu ditarik ke Pengadilan Tinggi Provinsi.”

Wu terkejut. “Hakim Li, ini bukan perkara besar. Tidak sampai hukuman mati. Pengadilan bawah sudah memutus—”

Adrian memotong, suaranya turun namun menggetarkan. “Justru karena bukan perkara besar, mereka berani bermain.”

Ruangan mendadak terasa sunyi.

“Perintahkan audit ulang proses penyidikan. Panggil kembali semua saksi. Periksa ulang barang bukti. Dan lakukan visum pada anak korban.”

Wu mengangguk cepat. “Baik, Hakim Li.”

Adrian menatap lurus.

“Dan satu lagi.”

Wu menunggu.

“Keluarkan perintah penangguhan penahanan Ferry Yu. Ia dipindahkan ke pengawasan Pengadilan Tinggi.”

Wu tercengang. “Hakim Li… itu berarti Anda yakin ada kesalahan besar.”

Adrian berjalan ke jendela.

“Aku tidak butuh keyakinan. Aku hanya butuh kebenaran.”

Ia menoleh sedikit.

“Negara ini punya hukum untuk melindungi rakyatnya. Bukan untuk menghukum mereka yang berusaha melindungi anaknya sendiri.”

Wu berdiri hormat.

“Saya akan menjalankan perintah Anda.”

Adrian kembali duduk.

“Dan Jaksa Wu…”

“Ya, Hakim Li?”

“Kalau ada yang mencoba menghalangi proses ini, catat namanya. Satu per satu.”

Sorot matanya dingin dan tegas.

“Aku ingin tahu siapa saja yang merasa hukum bisa dibeli.”

“Apakah para atasan saya akan kena masalah, karena memvonis tanpa menyelidiki lebih jauh?” tanya Max ragu.

Adrian menatapnya tanpa berkedip.

“Itu sudah pasti. Jika mereka hanya lalai, mereka akan diperiksa.”

Ia berhenti sejenak.

“Tapi kalau sampai aku menemukan permainan kotor di balik ini… aku sendiri yang akan menghancurkan karier mereka.”

Ketukan pintu memecah keheningan ruangan.

Seorang staf masuk dengan membawa map tebal bersegel merah, langkahnya rapi mendekati meja kerja Adrian Li.

“Hakim Li, ini berkas dari Hakim Chen. Perlu tanda tangan Anda,” ucapnya sopan.

Max yang duduk di seberang meja menoleh. “Kasus apa lagi kali ini?”

Staf itu menjawab, “Seorang gadis membunuh ayah dan ibunya demi harta warisan. Bukti dan saksi lengkap. Tinggal menunggu jadwal eksekusi.”

“Hakim Li, Anda sangat sibuk. Lihat meja Anda, setumpuk berkas yang harus ditinjau ulang. Sekarang giliran seorang gadis yang membunuh kedua orang tuanya,” kata Max.

“Ini sudah menjadi bagian tugasku,” jawab Adrian tenang. Ia mengambil map itu dan meletakkannya di atas tumpukan berkas lain, seolah memperlakukannya sama seperti perkara-perkara sebelumnya.

“Semua berkas yang dikirim ke sini memang harus ditinjau ulang oleh Hakim Li. Karena itu beliau sering turun tangan sendiri. Terkadang kita tidak bisa sepenuhnya percaya pada putusan pengadilan bawah," kata Jaksa Wu.

Ia melirik Max sejenak.

“Contohnya seperti kasus Julian Hu dan Ferry. Keduanya harus diperiksa ulang karena ada kejanggalan dalam proses sebelumnya.”

***

Penjara Wanita

Jeff Zhou kembali menemui Jessica di ruang kunjungan penjara.

“Jessica, maafkan paman. Berkas kasusmu sudah dikirim ke Pengadilan Tinggi Provinsi. Hakim Chen menolak pengajuan banding karena semua bukti dianggap sudah lengkap dan tidak bisa dibuka kembali,” ucap Jeff pelan.

Jessica terdiam. Ia memejamkan mata, menahan gejolak di dadanya.

“Jessica, Nico dan Catty sama sekali tidak mau menemui Hakim Chen ataupun meminta bantuan pengacara. Paman sudah mencoba menemui beberapa pengacara, tapi mereka semua menolak. Kita benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa,” lanjut Jeff dengan nada putus asa.

Jessica membuka mata perlahan.

“Kota S? Paman… siapa hakim di sana yang menerima berkas ini?” tanyanya lirih.

“Hakim Li. Beliau hakim Pengadilan Tinggi di Provinsi Kota S,” jawab Jeff.

Tangan Jessica langsung bergetar.

“Semua putusan hukuman mati harus melewati tangannya. Kalau dia menandatangani, berkasmu akan langsung dikirim ke Mahkamah Agung di Beijing.”

Jeff menunduk pelan.

“Dan kalau sudah sampai sana… Jessica… biasanya itu hanya tinggal menunggu waktu.”

"Aku tidak menyangka dia akan tahu kejadian ini, apa yang akan dia pikirkan tentangku? Apakah dia akan percaya kalau aku membunuh orang tua sendiri?" batin Jessica.

1
Mitaria Lubis
atau dia juga yg membunuh tentor Adrian Li
awesome moment
leon happy bgts. punya 4 ayah angkat dgn 4 profesi
awesome moment
bukan jess yg diculik tp adrian. troosh jess dipaksa demi adrian
awesome moment
shane bnr2 bisa diandalkan termasuk...menjatuhkan holdie. penjahat sejati adalah org yg sgt sabar
awesome moment
tu kn...mmg rada waras tu holdie
awesome moment
😄😄😄kt2 shane, smuanya palsu. jleb g c
awesome moment
adrian pasti milih mundur drpd baremg holdie
awesome moment
nha...jess, kamu yg adrian pilih
awesome moment
jessi n keberuntungannya gedhe lho👍👍
awesome moment
adrian, lawan ketakutanmu. org2 tersayangmu pergi bukan krn.mu. justru krn mrk sgt syg kamu. spt jess. yg tulus cinta kamu
awesome moment
shane ternyata di pihak adrian maka...holdie bikin lubang utk dirinya sndiri
awesome moment
adrian tau bhw holdie yg mengintimidasi jess sejak 11 tahun lalu. adrian msh berkutat dgn rasa takut kehilangan
awesome moment
😄😄😄takdir mmg hnya utk org yg sabar
awesome moment
😄😄😄😄😄jd ngabrut malahan
awesome moment
makin dekat ke holdie
awesome moment
masalah dtg lg
awesome moment
krn di mobil tu warisan sebenarnya disimpan
awesome moment
JJ hanya pion?
awesome moment
holdie merasa menang pdhl...dia sdh kalah sejak 10 tahun lalu
awesome moment
JJ ternyata. sadis xeee
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!