NovelToon NovelToon
Iman Yang Tak Terbeli

Iman Yang Tak Terbeli

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Cintapertama / Cinta Murni
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Malolo

seorang gadis muslimah Shafira Azzahra 25 tahun yang taat, tinggal dengan orang tuanya dan seorang adik laki yang masih SMA. Ayahnya seorang tukang bersih di rumah Dave dan ibunya adalah ibu rumah tangga. Dave 30 tahun adalah CEO kaya raya, arogan dan antipati dengan wanita yang berhijab. Pertemuan mereka di perusahaan Dave yaitu Mahesa grup. Shafira adalah karyawan di perusahaan itu di divisi keuangan. Dave diminta untuk mencari istri tapi blm ada yang cocok. Orang tuanya selalu mendesak. Dave tidak terlalu paham agama nya meskipun dia adalah muslim. Karena jarang di ajarkan orng tuanya yang sibuk berbisnis. Dave datang di perusahaan itu untuk menggantikan ayahnya yang sdh ingin istirahat. Sebelumnya Dave memimpin perusahaan di luar negeri. Dave tidak suka melihat karyawannya yg berhijab. Menurut dia semua wanita sama hanya menyukai uang. Dia ingin Shafira menanggalkan hijabnya jika msh ingin bekerja di perusahaannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Malolo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 1: Mahkota yang Terancam

Dunia Shafira Azzahra selalu berputar di atas sajadah tipis di sudut kamarnya. Baginya, setiap helai kain yang menutupi rambutnya bukan sekadar identitas, melainkan janji setia kepada Sang Pencipta. Namun pagi itu, di lantai 20 gedung Mahesa Group, janji itu diuji oleh sepasang mata elang yang tak mengenal belas kasih.

"Nama?" suara itu dingin, membelah keheningan ruang rapat yang biasanya hangat di bawah kepemimpinan Pak Devan.

"Shafira Azzahra, Pak. Divisi Keuangan," jawab Shafira tenang, meski jemarinya saling meremas di balik meja.

Pria di hadapannya adalah Dave Mahesa. CEO baru, putra mahkota yang baru saja mendarat dari gemerlapnya London untuk menggantikan ayahnya.

Dave tidak seperti Pak Devan yang ramah dan bijaksana. Dave adalah manifestasi dari efisiensi yang kejam dan gaya hidup Barat yang skeptis terhadap segala bentuk religiositas.

Dave menyandarkan punggungnya di kursi kulit mahal itu. Matanya menyapu penampilan Shafira dari jilbab pashmina berwarna nude hingga tunik longgar yang dipakainya. Sebuah seringai tipis, hampir seperti hinaan, muncul di sudut bibirnya.

"Saya tidak suka melihat 'tenda' di kantor saya, Shafira," ucap Dave datar.

"Ini perusahaan global, bukan lembaga dakwah. Kehadiranmu merusak estetika profesionalisme yang ingin saya bangun."

Deg. Jantung Shafira serasa berhenti berdetak. Selama tiga tahun bekerja di sini, tak pernah sekalipun masalah pakaian menjadi perdebatan. Pak Devan selalu berkata bahwa kejujuran adalah mata uang terbaik, bukan penampilan luar.

"Maaf, Pak Dave. Saya rasa kinerja saya di bagian audit selama ini tidak pernah terganggu oleh pakaian saya. Semua laporan keuangan selalu akurat dan—"

"Cukup," potong Dave, menggebrak meja dengan pelan namun penuh penekanan.

"Saya bosnya sekarang. Saya tidak butuh wanita yang menyembunyikan wajah di balik kain hanya untuk terlihat suci. Saya tahu tipe seperti kalian. Di balik kain ini, kalian hanya menunggu pria kaya untuk diporoti, bukan? Sama seperti wanita-wanita di luar sana, bedanya kalian hanya menggunakan kedok agama."

Air mata Shafira menggenang, namun ia menolaknya untuk jatuh. Hinaan itu terlalu personal.

Ia teringat ayahnya, Pak Rahman, yang setiap subuh sudah berangkat ke rumah megah keluarga Mahesa untuk menyapu daun-daun kering.

Ayahnya yang selalu mencium keningnya dan berpesan, "Jaga kehormatanmu, Nak, meski dunia ingin merenggutnya."

"Pak Dave," suara Shafira bergetar namun tegas.

"Saya bekerja dengan otak dan integritas saya. Jika Bapak keberatan dengan jilbab saya, itu adalah masalah persepsi Bapak, bukan masalah profesionalisme saya."

Dave berdiri, berjalan perlahan mengitari meja, lalu berhenti tepat di samping Shafira. Aroma parfum maskulin yang mahal menyeruak, kontras dengan bau sabun cuci tangan yang biasa Shafira gunakan.

"Saya beri kamu dua pilihan, Shafira. Besok, datanglah tanpa kain itu di kepalamu, tunjukkan pada saya bahwa kamu memang kompeten tanpa perlu bersembunyi. Atau, silakan ambil surat pengunduran dirimu di HRD. Saya tidak butuh karyawan yang lebih taat pada aturan kuno daripada aturan atasannya."

Shafira tertegun. Di luar jendela besar kantor, langit Jakarta tampak mendung, seolah turut merasakan beban yang menghimpit pundaknya. Ia memikirkan Arfan, adiknya yang sebentar lagi akan ujian masuk perguruan tinggi. Ia memikirkan ibunya yang butuh obat rutin untuk jantungnya. Jika ia kehilangan pekerjaan ini, separuh napas ekonomi keluarganya akan terhenti.

"Apakah ini keputusan final, Pak?" tanya Shafira lirih.

Dave tidak menjawab. Ia kembali duduk dan membuka laptopnya, mengabaikan keberadaan Shafira seolah gadis itu hanyalah debu yang mengganggu pemandangan.

"Pintu keluar ada di sebelah kiri. Jangan buat saya mengulangi instruksi saya besok pagi."

Shafira melangkah keluar dengan kaki yang terasa berat seperti diseret semen.

Di koridor, rekan-rekan kerjanya menatap dengan simpati, namun tak ada yang berani bersuara. Semua orang takut pada "Singa London" yang baru saja mengambil alih takhta Mahesa Group.

Sesampainya di kubikelnya, Shafira terduduk lemas. Ia meraba kain jilbabnya. Baginya, melepas jilbab sama saja dengan melepas harga dirinya. Namun, bayangan wajah lelah ayahnya saat pulang menyapu taman terus menghantui.

Di ujung ruangan, Dave memperhatikan dari balik kaca ruangannya. Baginya, Shafira hanyalah pion kecil. Ia percaya, uang akan selalu menang. Ia yakin, besok gadis itu akan datang dengan rambut tergerai, menyerah pada kekuasaan rupiah seperti semua wanita yang pernah ia temui di London.

Namun Dave tidak tahu, ia sedang berhadapan dengan wanita yang menggantungkan hidupnya pada Pemilik Langit, bukan pemilik perusahaan.

1
Novita Sari
saudara kembar bersatu....
Meghawati: lanjut
total 1 replies
Novita Sari
semangat thor, tambah seru..
.
Meghawati: menegangkan
total 1 replies
Novita Sari
Alhamdulillah thor update banyak terimakasih thor n semangat 💪💪💪
Meghawati: selalu semangat
total 1 replies
Novita Sari
dave ada saudara, lanjut thor....
Meghawati: lanjut
total 1 replies
Novita Sari
lanjut thor...
Meghawati: lanjuuut
total 1 replies
Novita Sari
astaghfirullah bu sarah udah mau mati gak sadar sadar..
Meghawati: hahaha belum dapat hidayah
total 1 replies
Novita Sari
jangan liat dari masa lalu safira 😭😭😭😭 Alhamdulillah update banyak terimakasih thor, semangat 💪💪💪💪
Meghawati: terimakasih supportnya
total 2 replies
Novita Sari
semangat dave safira
Meghawati: terimakasih
total 1 replies
Siti Naimah
keren Shafira 👍
Meghawati: matap
total 1 replies
Novita Sari
jangan jangan dave bukan anak kandung bu sarah
Meghawati: jahat banget
total 1 replies
Novita Sari
terus berjuang di jalan Allah Safira..
Meghawati: aamiin
total 1 replies
Novita Sari
tambah seru, ditunggu kebucinan dave sama safira thor
Meghawati: lanjut
total 1 replies
Novita Sari
terus berkarya thor, cerita nya bagus..
Novita Sari
cerita bagus,..
Meghawati: makasih
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!