Min Ara wanita yang di jodohkan dengan Jeon Jason, lelaki tampan yang mempunyai kharisma kuat yang merupakan seorang putra tunggal dari keluarga Jeon.
Sebagai syarat lelaki itu mendapatkan seluruh hak warisnya, Jason harus menikah dengan Ara.
Ara mengira kehidupannya akan bahagia dengan menjadi istri Jeon Jason, tetapi semua itu hanya ada dalam angannya saja. Jason yang berstatus suaminya itu, tidak lebih dari seorang iblis yang selalu menyakiti hatinya.
Ara tidak bisa mengelak perasaannya yang mulai terjebak di dalam lingkaran yang di buat Jason, tetapi itu semua adalah sebuah kesalahan besar baginya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20| Love
Ara membuka kedua matanya dan hal pertama yang dilihat adalah wajah tampan suaminya, ia juga merasakan tangan kekar suaminya memeluknya posesif.
Ara tidak bisa menyembunyikan senyum bahagianya ini, ia memejamkan matanya lagi dan membukanya setelah cukup lama.
Ternyata Jason benar-benar di depannya dan memeluknya begitu erat. Perlahan Ara menyingkirkan tangan Jason yang memeluknya itu, kemudian dengan hati-hati ia menuruni ranjang dan melangkah ke kamar mandi.
“Aku merasa sangat bahagia hari ini, maaf aku sudah jatuh cinta lagi. Tapi, aku yakin kau tidak akan marah kepadaku atau pun suamiku. Kau adalah masa laluku, aku akan mencoba untuk menghilangkan bayang-bayangmu dan mengisinya dengan lembaran baru yang akan aku buat bersama suamiku,” ujar Ara sambil menatap pantulan dirinya di cermin kamar mandi.
“Kau pasti mendukungku! Aku yakin itu!” seru Ara sambil melebarkan senyumnya, ia mulai membersihkan dirinya sebelum menyiapkan sarapan untuk suaminya yang masih terlelap itu.
Ara keluar dari kamar mandi dan ia sudah selesai mandi, Ara melirik ke arah Jason yang masih terlelap, ia tersenyum kecil dan melangkah keluar dari kamarnya dan juga Jason.
Ara menuruni tangga sambil bersenandung kecil, Michael yang lewat di depannya tersenyum melihat Ara yang terlihat bahagia.
“Kau terlihat sangat bahagia hari ini,” kata Michael yang membuat Ara mengerjapkan matanya.
“Hah, yang benar saja? Memang terlihat ya?” tanya Ara dengan kedua matanya yang membulat sempurna, wajahnya kini sangat menggemaskan.
“Sangat jelas, bahkan dari kejauhan saja sudah sangat terlihat,” jawab Michael yang membuat Ara tertawa kecil.
Tangan Ara memukul keras bahu Michael, tapi itu tidak akan terasa bagi Michael.
“Kau bisa saja! Sudahlah aku ingin membuat sarapan dulu,” Ara mengibaskan tangannya dan melanjutkan langkahnya ke arah dapur.
Michael menatap kepergian Ara dengan wajah bahagianya, ia sangat bersyukur melihat tuan dan nonanya mulai berbaikan, ia sangat berharap tuannya itu bisa membahagiakan wanita sebaik Ara.
“Pagi, Bi,” sapa Ara kepada salah satu asisten rumah tangganya yang sedang menyiapkan bahan-bahan untuk membuat sarapan.
“Pagi, nona. Nona Ara ingin sarapan apa pagi ini? Biar Bibi siapkan!"
Ara tersenyum kecil mendengarnya, kemudian menggelengkan pelan kepalanya.
“Tidak, Bi. Biarkan Ara yang membuatnya, Bibi bisa melanjutkan pekerjaan yang lain,” jawab Ara dengan lembut dan sopan.
“Tapi, nona baru saja keluar dari rumah sakit,” ucapnya.
“Tidak apa, hanya memasak tidak akan membuatku kelelahan,” jujur Ara dan asisten rumah tangganya itu izin pamit untuk menyelesaikan tugasnya yang lain.
Ara mulai fokus dengan masakannya, ia akan membuat menu sederhana untuk sarapan pagi ini, nasi goreng sangat cocok. Ia juga sudah lama tidak makan nasi goreng, Ara akan membuat nasi goreng seafood kesukaannya dan Jason.
Ternyata mereka memiliki beberapa menu makanan favorit, salah satunya adalah nasi goreng seafood. Cukup lama ia berkutat dengan kegiatannya sampai ia tidak menyadari sedari tadi Jason memperhatikannya dari jarak cukup dekat.
Jason sangat menikmati pemandangan tersebut, apalagi wajah cantik Ara yang sedang serius dengan masakannya.
“Cantik,” gumam Jason saat melihat senyum kecil terpantri di bibir Ara.
Jason terus memperhatikan istrinya dan ia tidak sadar kalau sebuah senyum lebar muncul di bibirnya. Melihat Ara yang tersenyum membuatnya ikut mengembangkan senyumannya juga.
“Kau sudah lama di sini?” tanya Ara yang menaruh nasi goreng di piring, ia baru sadar kedatangan Jason saat ia mengambil piring.
“Lumayan,” jawab Jason mengambil alih piring di tangan Ara dan membawanya ke meja makan, Ara tersenyum melihatnya.
“Wah, ini makanan kesukaanku!” kata Jason dengan mata berbinarnya, Ara tersenyum senang melihatnya.
Ini adalah kali pertama Jason mau memakan masakannya, Ara melihat sang suami yang begitu lahap memakan nasi goreng buatannya, membuat hatinya begitu senang.
“Ini enak sekali!” puji Jason membuat Ara tersenyum malu.
“Terima kasih,” kata Ara.
“Aku ingin kau memasakanku setiap hari seperti ini,” ujar Jason dengan mulut yang penuh dengan nasi goreng. Ara tertawa kecil melihat suaminya yang mirip anak kecil.
“Tentu, aku akan memasakkanmu setiap hari,” ujar Ara membuat Jason mengembangkan senyumannya.
“Maaf untuk waktu itu, aku sudah tidak menghargai usahamu yang sudah repot-repot membuatkanku sarapan,” sesal Jason dan menatap Ara dengan tatapan bersalahnya.
“Sudahlah, aku sudah melupakannya. Itu sudah berlalu, yang terpenting sekarang kau mau berubah,” jelas Ara dengan suara lembutnya.
“Kau memang sangat baik, aku sudah buta dengan egoku sendiri sehingga tidak menyadari semua ini. Terima kasih sudah mau memaafkanku dan menerimaku apa adanya. Aku tahu aku ini memang sangat brengsek, tapi aku benar-benar ingin berubah demi dirimu. Aku mohon, ingatkan aku kalau aku lupa dan jangan berhenti untuk bersabar menghadapi sifatku yang kadang berubah-ubah ini,” ujar Jason menatap lembut manik mata Ara.
“Aku akan selalu bersabar dan akan mengingatkanmu kalau kau lupa, aku janji,” balas Ara dan Jason menariknya ke dalam dekapannya.
Jason mengecup puncak kepala Ara sambil membisikan kata terima kasih kepada Ara.
...***...
“Kau berangkat denganku ya!” pinta Jason setelah mereka selesai sarapan.
Ara yang sedang membersihkan alat-alat makan dan membawanya ke tempat cuci piring menoleh sekilas ke arah Jason yang ternyata sudah berdiri di belakangnya.
“Tidak usah,” tolak Ara yang mulai mencuci piring-piring kotor.
“Kenapa?” tanya Jason dengan memeluk tubuh Ara dari belakang, jantung Ara langsung berdebar begitu cepat dengan perbuatan sang suami.
Ara memejamkan matanya sejenak agar suara detak jantungnya tidak terdengar oleh Jason.
“Aku ingin hubungan kita seperti ini saja, aku tidak ingin orang kantor mengetahuinya. Aku tidak mau mereka sungkan kepadaku, setelah tahu tentang diriku,” jelas Ara yang membuat Jason menumpukan kepalanya di bahu sang istri.
“Bukannya itu akan bagus? Mereka tidak akan semena-mena terhadapmu,” ucap Jason.
“Tidak, aku tidak ingin mereka melihatku sebagai orang yang berbeda,” balas Ara.
“Kau malu ya menjadi istriku?” tanya Jason dengan suara sedihnya.
“Tidak, aku tidak malu. Aku hanya tidak ingin mereka sungkan kepadaku itu saja. Maaf, jika ucapanku membuatmu terluka,” sesal Ara sambil menundukkan kepalanya.
“Tidak apa, sayang. Aku mengerti, kau memang sangat baik dan aku akan mengatakan sesuatu yang penting kepadamu!” kata Jason.
“Apa?” tanya Ara.
“Aku mulai jatuh cinta kepadamu. Maukah kau menerima cintaku? Kalau kau mau peluk aku kalau kau menolaknya kau bisa tampar aku,” ucap lembut Jason yang membuat jantung Ara semakin berdebar.
Ara tidak menyangka kalau Jason akan menyatakan cinta kepadanya. Tanpa berpikir panjang Ara langsung menabrakkan tubuhnya ke dalam pelukan sangsuami.
Bersambung...