Realitanya,kita tidak pernah tahu bagaimana jalan menuju takdir itu sendiri
yang membuat kita menerka-nerka dimana kaki ini akan menapak esok hari.
'Tuhan tidak pernah salah dan tidak pula terlambat dalam menetapkan suatu takdir kepada hamba-Nya'
'Kamu tahu sayang?aku bertaruh dengan diriku sendiri bahwa suatu saat hatimu yang sempit itu akan menjadikanku tempat pulang yang paling nyaman untuk kamu singgahi'.~ Elvita
'pernikahan ini hanya sementara,Sampai Kakak pertamaku melahirkan anak pertamanya mari mengurus surat perceraian'~Bian
Pernikahan yang awal nya berdasarkan kesepakatan itu akhirnya mengungkap tabir lama kedua keluarga yang hampir diambang kehancuran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Twdyaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
salah paham
......................
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
saat Bian Brawijaya baru saja menapakkan kaki nya di acara party nya khanzah,sorot mata nya tak lepas dari gadis dan laki laki yang berdiri tak jauh dari nya itu begitu dekat dan terlihat mesra
'cih bukankah penilaian bibi Fitri begitu buruk terhadap gadis itu' batin Bian
Dia melengos dan berlalu mendekati adik kesayangannya
"Kakak!!!"
"kamu datang paling terlambat kak"
"Dan tanpa hadiah di tanganmu?bukankah begitu kejam tuan Bian Brawijaya?"
rutuk Khanza dengan wajah masam nya meski begitu dia tetap memeluk Bian dan melepasnya dengan cepat.
"masih banyak urusan yang harus kakak selesaikan sayang"
"Dan bukankah kehadiranku cukup menjadi hadiah terindah mu malam ini" Goda Bian yang membuat Khanza memukul lengan kakaknya dengan gemas
'oh bukankah dia begitu percaya diri'batin Khanza
"nikmati acara nya kak,selesai acara nanti Daddy ingin kita berkumpul jadi jangan berpikir untuk menghilang sebelum semuanya selesai"
"Bawalah kak Elvita ketika menemui Daddy"begitu khanza selesai berbincang dengan Bian dia langsung melesatkan kaki nya menemui teman temannya.
...----------------...
"Nona Elvita...Tuan Bian menunggu anda di ruang utama untuk menemui Tuan Arga"
Dion mengehentikan obrolan panjang antara Elvita dan Leo
"ahh...baiklah" ucap Elvita sedikit terkejut dan langsung menoleh kearah Leo memberi kode'aku pergi dulu' begitu sorot mata Elvita menjelaskan
"Silahkan nona..."
Dion pun mempersilahkan dan menunjukkan jalan untuk Elvita menemui Bian yang sudah menunggunya.
"lama sekali!" hardik Bian kepada Elvita yang sudah berdiri dihadapannya saat ini
"Maaf tuan Bian,aku sedang ber.."
"Bermain cantiklah jika ingin menemui pria lain dibelakangku,jangan membuat skandal yang akan mempermalukan keluarga Brawijaya" potong Bian tanpa ingin mendengar penjelasan Elvita
"What!?" Elvita tekejut ketika mendengar ucapan Bian
'serendah itukah aku dimatanya?'batin Elvita
"ketika didepan Daddy ku bersikap mesra dan berperilaku baiklah agar dia menganggap perjodohan ini berhasil" sambung Bian
Elvita jelas saja mendengus tanpa ingin memperbaiki keadaan yang sebenarnya
"Baiklah Tuan Bian" ucapnya ketus
keduanya pun langsung memasuki Ruangan dimana semua keluarga Brawijaya sedang berkumpul
"oh sayang,kamu datang?"
Bibi Fitri langsung menyambut kedatangan kedua nya dan mendekati Elvita untuk bergabung dengan semua keluarga besar nya.
"Bukankah kak Elvita begitu cantik?" Khanza tiba tiba menyeruak mendekati Elvita
Dia menatap lekat ke arah Elvita dari atas hingga ke bawah dengan sorot pandangan kekaguman
"kurasa kami akan jadi ipar yang sangat menyenangkan" Khanza mencium pipi Elvita dan mempersilahkan Elvita untuk bergabung
"Kamu juga begitu cantik,adik ipar"puji Elvita lantas memberikan hadiah kepada Khanza sebuah perhiasan dari brand ternama
"Aku harap kamu menyukai nya sayang..." ketika Khanza menerima paperbag itu dengan sorot mata berbinar Elvita melingkar kan kedua tangan nya ke bahu khanza
"pasti akan indah jika dikenakan oleh gadis yang sangat cantik seperti kamu" puji Elvita kembali
"bukankah ini edisi terbatas kak...kamu membuatku terharu"
Bian yang melihat Khanza dengan mudah nya menerima Elvita mengerutkan kening nya.
ketika tahu Helena yang menjadi calon istrinya dulu,Khanza tidak terlalu menerima dan terlihat berusaha menentang nya dengan mengatakan beberapa kelakuan buruk Helena kepadanya.
'Bukan kah menarik'pikirnya
"Dua hari lagi pernikahan kalian akan dilaksanakan...kamu sudah siap nak?" Tuan Arga memecah lamunan Bian dan bertanya kepada Elvita
mendengar itu Elvita lantas mendekatkan diri ke arah Tuan Arga dan menyalami laki laki tua yang seumuran dengan Daddy nya itu.
"insyaallah sudah dad..Elvita sudah menyiapkan diri" jawab Elvita
Melihat sikap Elvita yang begitu menghargai orang tua membuat tuan Arga yakin akan pilihan Fitri untuk menjodohkannya dengan Bian tidak salah.
...----------------...