Jatuh cinta pada anak tiri seiring nya waktu karena istri selingkuh terus menerus?! padahal... Renzo Draja adalah pria mapan.. bagaimana konflik mereka dan cara Renzo Draja mengatasi nya?
Setelah bercerai dengan istri nya, entah bagaimana caranya Nias Wiliam yaitu mantan istri nya Renzo Draja mendapatkan uang, sedangkan Renzo Draja nyaris menguasai semua bisnis di kota.
Setelah bercerai, Renzo di perintahkan untuk kencan buta dengan para wanita pilihan Ayah Renzo Draja, yaitu Jhonson Draja.
Gaskeun mampir baca novel ku cuyy!
[Karya Official Wulan.Chanz]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wuna.Chanz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5 Cerai... ?
"Aku tau Ayah... tapi aku masih mau kasih kesempatan buat Nias, kumohon Ayah, maaf kalau kali ini Renzo harus membantah perintah Ayah", Jawab Renzo dengan gelisah, Jhonson menghela nafas, jelas kurang puas dengan jawaban Renzo yang tidak patuh pada perintah yang sudah di putuskan demi kebaikan nya Renzo, Jhonson berjalan ke sofa lalu duduk.
"Panggil dia ke sini", Jawab Jhonson dengan muak, Renzo membuka ponsel lalu menelpon nomor Pia, Pia yang sedang mendengarkan diam-diam bersama Alen, terkejut, lalu mengeluarkan ponsel nya dari kantung seragam pelayan, mengangkat telpon nya.
"H-Halo Tuan?", Tanya Pia dengan panik.
"Bawa Nias ke lantai bawah", Jawab Renzo, lalu menutup telpon nya, menoleh ke arah Jhonson, melihat Jhonson yang hanya diam menunggu kehadiran nya Nias, Renzo ikut diam juga, di tengah keheningan mencekam berlangsung dalam beberapa menit, Zelia menjadi sangat tegang dan bingung harus melakukan apa.
* Aku harus apa nih? ngobrolin sesuatu jangan ya?m biar suasana nya gak tegang? duh ada-ada aja ini suasana nya *
Debat Zelia dalam hati, Renzo terus memperhatikan Zelia yang gugup, hanya tersenyum gemas melihat wajah cemas nya, akhirnya muncul suara langkah kaki dari lantai atas, Renzo, Zelia, Jhonson, dan Vione menoleh ke arah tangga, melihat Nias yang turun bersama Pia, wajah Nias agak tegang tetapi juga kesal dengan keadaan yang tidak di inginkan nya.
* Kenapa harus di panggil sih sama Jhonson? tumben-tumbenan banget *
Ucap Nias dalam hati, Jhonson memalingkan wajah nya dengan malas untuk menatap wajah Nias itu.
* Aku udah tau Nias bakal selingkuh dari Renzo, karena waktu itu ... *
Kembali ke masa lalu, Jhonson sedang di restoran bersama Vione dan Jhonson melihat Nias sedang berciuman romantis dengan pria lain
* Nias? ngapain dia di sini? terus siapa si anak rambut hitam itu? *
Tanya Jhonson dalam hati, lalu Jhonson memberi tau Vione.
"Bunda, liat itu Nias ngapain sama cowok lain", Ucap Jhonson menunjuk ke arah Nias berada, Vione menoleh, mengerutkan kening nya.
"Mana Ayah?", Tanya Nias, Jhonson menatap ke arah Nias, ternyata sudah pergi dari sana.
"A-Aah? tadi di sana Bunda", Ucap Jhonson.
"Iih, Ayah halu aja kali", Jawab Vione, kembali ke masa sekarang, Nias turun dari tangga.
"Nias, duduk, Ayah mau bicara ke kamu", Perintah Jhonson, Nias mengangguk patuh, lalu duduk di sofa hadapan nya Jhonson, suasana menjadi lebih tegang dari sebelum nya, Vione berjalan menghampiri Jhonson, berbisik ke telinga nya dengan suara yang hanya untuk Jhonson.
"Udah langsung cerai aja", Bisik Vione, Jhonson mengangguk kecil tapi tatapan nya terus terkunci pada Nias yang duduk dengan gugup dan tegang jelas terintimidasi oleh tatapan Jhonson yang dingin dan marah itu.
"Maaf Ayah.. ada apa ini?", Tanya Nias dengan takut.
"Kamu cerai dengan Renzo, kamu udah ketahuan kalau kamu selingkuh dari Renzo", Jawab Jhonson tanpa basa-basi, Nias tercengang, sedangkan Renzo hanya diam pasrah karena tidak bisa membantah perintah Jhonson walau hingga memohon-mohon.
"Aduh Ayah, Nias mohon jangan", Mohon Nias, Jhonson memalingkan wajah nya dari Nias, tidak mau menatap wajah menyedihkan itu yang hanya membuat Jhonson lebih kesal, Nias menundukkan kepala nya, mengepalkan kedua tangan nya sendiri dengan keras.
* Duh sialan... ini salah Gavin sih, pake harus telpon aku segala *
Amuk Nias dalam hati.
"Besok harus udah di urus ya? gak mau telat, pokok nya besok harus udah selesai, terakhir jam sepuluh malam, paham? gak ada penolakan", Ucap Vione, tidak kalah keras kepala nya dari Jhonson, Zelia agak terkejut melihat Vione yang bisa galak seperti Jhonson, Renzo hanya berdiri dalam diam, terpaksa menuruti perintah dan keinginan Jhonson dan Vione.
* Bunda Vione bisa galak juga, padahal Bunda Vione lembut hati kayak barusan *
Ucap Zelia dalam hati, Nias mengangkat kepala nya untuk melihat ke Vione.
"Iya-iya, paham kok", Jawab Nias dengn pasrah, tetapi wajah nya seperti membangkang, Vione mengerutkan kening nya melihat wajah Nias yang membangkang sebelum menoleh ke Renzo, menatap ke Renzo dengan agak lembut tetapi juga heran.
"Nak, kamu nikah sama Nias karena apa nya sih? liat itu Nias, membangkang", Ucap Vione dengan tidak percaya, Renzo menatap ke Vione.
"Karena dulu nya, dulu nya ya Bunda, Nias kan baik ke Renzo, Bunda tau itu", Jawab Renzo dengan tersinggung oleh perkataan nya Vione yang membuat Renzo kesal, Vione tertawa sinis sembari menolehkan wajah nya ke Nias.
"Dasar anak ini, kamu menggatal ke putra ku hanya karena uang nya kan? heh... cewek matre itu wajar, tapi cewek sasimo alias sana sini mau kayak kamu itu berlebihan, liat cowok ganteng dikit, senggol, liat cowok ada duit nya di senggol juga, ada ada aja", Ucap Nias dengan tajam, sengaja menyakiti hati nya Nias, Nias menundukkan kepala dengan malu dan kesal, tetapi tidak bisa melawan karena itu fakta yang memalukan dan menyakitkan.
* Wah, Bunda nya Daddy Renzo keren juga... ihihi! kata-kata pedas nya bikin hati aku juga takut, tapi itu kenyataan nya sih *
Ucap Zelia dalam hati dengan kagum, Jhonson tertawa dengan nada yang terkendali dan berwibawa, menghela nafas untuk menghentikan tawa nya, lalu memberikan tatapan tajam ke Nias
"Aduhai... gak nyangka cewek manis yang peduli ternyata jadi kayak gini ya?", Ucap Jhonson, Nias semakin merona dengan malu mendengar hujatan nya Jhonson.
* Mnh... sudah lah, gue tau gue salah! tapi seriusan ini marahin sama hujat gue di depan para pelayan dan anak tiri itu? tch... *
Keluh Nias dalam hati dengan malu, Para pelayan seperti Pia, dan lain-lain nya berada di ruang tamu hanya mendengarkan dan menundukkan kepala mereka, Renzo menatap ke Zelia.
"Jangan bawa serius ini ya? jangan khawatir, selama Daddy di sini, Daddy janji kamu aman bersama ku", Bisik Renzo dengan lembut, Zelia tersenyum bahagia mendengar kata-kata manis itu yang sebenernya tidak Zelia percayai sepenuh nya, karena masa lalu memilukan bersama Nenek nya Zelia yang membuat Zelia tidak mempercayai kata-kata mau pun perlakuan manis.
"Iya Daddy, makasih... Baby tau kok", Jawab Zelia menghargai kata-kata manis nya, Renzo tersenyum kecil mendengar jawaban nya Zelia yang penuh pengertian itu.
* Padahal aku tau dia gak percaya sama kata-kata manis ku, aku mau bilang kalau aku serius, pasti dia gak percaya, aku bakal buktiin kalau kata-kata ku benar *
Ucap Renzo dalam hati, Vione melambaikan tangan nya dengan elegan.
"Bubar...", Ucap Vione dengan elegan nya, Nias berdiri lalu berjalan menuju tangga, Renzo segera menoleh pada Nias yang seperti nya ingin menuju kamar.
"Nias, kamu tidur di ruang tamu", Perintah Renzo dengan dingin, Nias terhenti mendengar itu, menoleh ke Renzo dengan rata tidak percaya, tapi Nias yang sudah kesal dan muak hanya mengangguk kecil, sebelum menatap kembali ke arah tangga dan melanjutkan perjalanan nya menuju kamar tamu, Renzo menatap ke Jhonson.
"Ayah, kenapa Ayah cerai kan aku sama Nias? aku kan mau kasih kesempatan lagi ke Nias", Ucap Renzo dengan lebih sopan, Jhonson menatap ke Nias, mengangguk kecil dengan paham, saat Jhonson mau menjawab.
"Nak, ini pilihan terbaik dari Bunda dan Ayah, percaya lah", Tetapi Vione yang menjawab lebih dulu, Jhonson tertawa kecil.
"Dan apa yang Bunda kamu bilang itu benar, baru aja Ayah mau bilang begitu", Ucap Jhonson.
...-Bersambung-...