Aleta merasa dunia tidak berpihak padanya. Banyak masalah terus menimpanya, dari kehilangan sang Ayah tercinta hingga kehilangan tunangannya , yang direbut oleh orang terdekatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wahyoeni"23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
05. Kedatangan Bos Baru
Pagi ini terasa berbeda , ruang makan yang biasa cuma ada tiga orang wanita kini bertambah satu orang laki - laki.
Kartika seakan bangga menunjukkan kemesraannya di depan Aleta . Ia terus merangkul tangan Bastian .
Bastian sendiri tersenyum canggung , matanya mencuri - curi pandang pada Aleta.
Mama Nurma ikut tersenyum senang melihat anak dan menantunya begitu mesra.
Aleta sendiri tidak perduli dengan keadaan sekitar , ia menganggap tiga orang itu tak kasat mata . Ia fokus memakan makanannya dengan tenang.
Drama di pagi hari....cih....
" Masss ". rengek Kartika.
" Apa ?". tanya Bastian tidak paham dengan kode dari Kartika untuk menarikan kursi untuk dirinya.
" Ituuuuu ". tunjuk Kartika dengan dagunya .
" Apa sih ". Bastian masih tak paham juga , ia malah menarik kursi untuk ia duduki sendiri. Sekilas ia kembali menatap ke arah Aleta , ingin sekali menyapa mantannya itu tapi ia tidak punya nyali.
Kartika menghentakkan kakinya, kesal.
" Sudah Tika , duduk ....layani suami kamu ".ujar Mama Nurma. Aleta tertawa terbahak dalam hatinya.
" Mau makan apa Mas , roti apa nasi goreng ?". tawar nya, nadanya agak tak ramah.
" Nasi goreng saja , sedikit Tik.....itu terlalu banyak ".
" Ini Mas ". Kartika menyodorkan piring ke hadapan Bastian.
" Bisa buatkan aku kopi dulu !". pinta Bastian.
" Bikkkkk ". bukannya bangun untuk membuatkan kopi suaminya, Kartika malah memanggil Bik Sari.
Bik Sari datang tergopoh- gopoh , " Ada apa Non ?"
" Buatkan kopi buat Mas Bastian "
Prak.....Aleta menaruh gelas ke meja dengan keras.
" Stop , jangan mau Bik , kamu punya tangan kan Kak , tidak usah menyuruh Bik Sari , masa buat kopi saja tidak bisa ". sindir Aleta.
" Bukannya tidak bisa , tapi apa gunanya Bik Sari kalau tidak aku suruh - suruh ". sungut Kartika
" Pekerjaan Bik Sari banyak, lagi pula Bik Sari aku bayar bukan untuk kamu suruh - suruh ". telak Aleta membuat Kartika langsung bungkam.
" Leta , jangan begitu apa ?". relai Mama Nurma. Bik Sari sampai bingung .
" Sudah Bik , kembali saja lanjutkan pekerjaan Bik Sari , aku sudah tidak ingin minum kopi lagi ". ucap Bastian merasa tidak enak.
Aleta bangun , " Aku sudah selesai, oh ya Mbak Tika , jangan lupa , kalian harus pindah hari juga , jangan sampai aku pulang kerja kalian masih ada di sini ".
" Ta.....". panggil Kartika, Aleta pun berhenti sejenak dari langkahnya dan membalikkan badannya.
" Aku....aku mau tinggal di sini saja , aku tidak mau jauh dari Mama , tolong mengertilah ".
" Boleh ". Aleta tersenyum miring.
" Benarkah ?". Mata Kartika berbinar mendengar Aleta setuju dengan permintaannya.
" Tapi tidak dengan suami kamu ".
" Tapi Ta.....".
Aleta mengangkat tangannya , " Tidak ada bantahan , ini rumahku , aku ingatkan kalau kamu lupa ". Aleta berlalu pergi keluar untuk berangkat kerja.
Bastian diam , semua ucapan Aleta sebenarnya sangat menyakitinya. Ia juga heran Aletanya yang dulu ramah dan manis kini bermulut pedas.
Dan Bastian tau , semua karena dirinya. Ia tau luka yang ia torehkan di hati Aleta sangat dalam , tapi ia masih bersyukur, Aleta tidak terpuruk , tapi.. ternyata lebih kuat dari perkiraannya .
" Ma....". Kartika berharap mendapat pembelaan dari Mama Nurma..
" Kamu kan tau posisi Mama, Tik ". Mama Nurma menjawab lirih , ia tau posisinya, ia juga bisa di usir dari rumah ini , karena ia tidak punya hak sama sekali atas rumah peninggalan ibu kandung dari Aleta ini.
" Kamu rapikan baju kamu , kita pindah , nanti aku akan ijin pulang agak siangan , itu kalau kamu mau ikut denganku kalau tidak ya tidak apa - apa ".
" Mas , kok gitu ?".
" Aku berangkat kerja sekarang ". Bastian tidak menghiraukan protes dari Kartika , ia memilih berangkat kerja dari pada mendengar keluhan dari istrinya.
Bastian sampai di kantor hampir bersamaan dengan Aleta. Matanya terus menatap mantannya yang berjalan menjauh.
Sebuah tepukan menyadarkan lamunan Bastian, " Menyesal ya Bas ?". ucap Tommy , sahabat Bastian.
" Sangat amat menyesal Tom ".
" Aku bilang apa , jangan main api , eh kamu bilang Kartikanya yang nyosor terus , sayang buat di anggurin , buat main - main saja katamu , tapi apa....kamu kebablasan kan ?".
" Aku terpaksa menikahinya Tom , kan kamu tau dia hamil anakku ".
" Mau rela atau terpaksa dia istri kamu sekarang Bas , kamu sebagai suami harus bertanggung jawab , apalagi mau punya anak juga ".
Bastian hanya mengangkat bahunya, seakan belum rela memperistri Kartika.
" Jangan bilang kamu masih berharap Aleta mau kembali padamu ? ". Bastian mengangguk.
" Gila kamu Bas , sampai ayam bertina berkokok pun Aleta tidak akan mau kembali padamu, ada - ada saja.....yuk masuk , kerja keras Bas , buat kasih nafkah lahir buat istri dan calon anak kamu , kalau nafkah batinnya kan sudah , kamu ambil buat DP ". Tommy terkekeh sambil menarik tangan Bastian.
" Sialan kamu Tom ". Tommy tergelak.
" Oh ya , hari ini katanya akan kedatangan Bos baru , buat gantiin Pak Gunawan yang mau pensiun dini ".
" Siapa ?". tanya Bastian.
" Anaknya Pak Gunawan lah , enggak mungkin aku apalagi kamu ".
" Ck ". Bastian hanya berdecak kesal , dan Tommy sampai membekap mulutnya , ia senang meledek Bastian yang ia tau pasti sedang sangat kesal.....bagaimana tidak....Mantannya terlihat makin bersinar.
Meski kedatangan putra Pak Gunawan sudah di dengar banyak karyawan , namun yang mengetahui wajahnya hanya Aleta dan Bayu saja.
Sekitar jam delapan pagi , seorang laki - laki gagah nan tampan berjalan memasuki lobby kantor , langkahnya begitu tegap hingga semua mata menatapnya kagum , apalagi mata para perempuan yang kebetulan ada di sana.
Bruk.....
" Maaf Pak ". ucap Laki - laki tampan itu.
Bastian masih merapikan bajunya karena tabrakan tadi, " Iya tidak apa - apa , lain kali hati - hati jalannya , gunakan mata kamu dengan benar ". ujar Bastian , menatap sebentar pada orang yang bertabrakan dengannya.
" Mau nyari kerja ya , kamu tanya dulu ke resepsionis , jangan main masuk saja ".
" Baik Pak , terima kasih atas infonya ".
" Dasar anak muda jaman sekarang , main nyelonong saja , dia pikir ini perusahaan bapaknya apa , seenaknya sendiri ". gerutu Bastian yang membuat Lali - laki tampan itu bibirnya berkedut dan tersenyum tipis.
Memang ini perusahaan bapak ku....ucapnya dalam hati.
Bersambung....
****