NovelToon NovelToon
ALVEGAR

ALVEGAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Cintapertama
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: yunie Afifa ayu anggareni

Di balik tembok gedhe SMA Dirgantara, ada lima cowok paling kece dan berkuasa yang jadi most wanted sekaligus badboy paling disegani: ALVEGAR. Geng ini dipimpin Arazka Alditya Bhaskara, si Ketua yang mukanya ganteng parah, dingin, dan punya rahang tegas. Pokoknya dia sempurna abis! Di sebelahnya, ada Rangga Ananta Bumi, si Wakil Ketua yang sama-sama dingin dan irit ngomong, tapi pesonanya gak main-main. Terus ada Danis Putra Algifary, si ganteng yang ramah, baik hati, dan senyumnya manis banget. Jangan lupa Asean Mahardika, si playboy jago berantem yang hobinya tebar pesona. Dan yang terakhir, Miko Ardiyanto, lumayan ganteng, paling humoris, super absurd, dan kelakuannya selalu bikin pusing kepala tapi tetep jago tebar pesona.

AlVEGAR adalah cerita tentang cinta yang datang dari benci, persahabatan yang solid, dan mencari jati diri di masa SMA yang penuh gaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunie Afifa ayu anggareni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Es Krim, Batagor, dan Kekacauan Miko

Sejak kerja sama antara ALVEGAR dan The Queens resmi dimulai, koordinasi lapangan menjadi kacau balau—bukan karena Arazka dan Maura (mereka terlalu sibuk saling melotot), melainkan karena Miko dan Fanila.

Miko, si paling humoris dan absurd dari ALVEGAR, ditugaskan di tim logistik. Sayangnya, Fanila, si bar-bar yang galak, juga ditugaskan di sana sebagai penanggung jawab inventaris.

Siang itu, di gudang sekolah yang panas dan berdebu, Miko dan Asean sedang memindahkan dus-dus sumbangan. Miko terus saja berceloteh ngaco, membuat Asean hanya bisa mendengus.

"Serius, Sean, gue tuh bingung. Kenapa cewek-cewek Dirgantara pada gak peka ya? Udah jelas-jelas pesona gue setinggi Monas, tapi cuma Fanila doang yang galaknya kayak preman pasar," keluh Miko sambil mengelap keringat.

"Mungkin dia galak karena loe emang absurd, Ko," balas Asean singkat. "Sana, tuh Fanila datang. Urusin inventory-nya. Jangan bikin masalah."

Fanila masuk ke gudang, membawa sebuah clipboard. Wajahnya terlihat lelah dan kesal, sepertinya dia baru selesai berdebat sengit dengan vendor.

"Miko! Mana daftar barang yang loe bilang udah loe sortir kemarin?!" tuntut Fanila tanpa basa-basi.

Miko langsung panik. Dia lupa. Saking sibuknya tebar pesona dan melawak, dia lupa mencatat barang-barang yang baru datang.

"Eh, udah... udah, Nila. Udah gue sortir... di sini," kata Miko, mencoba mencari alasan sambil menunjuk tumpukan kardus acak.

Fanila langsung mendekat, matanya menyipit tajam. "Jangan bohong! Gue hafal banget ya sama loe! Kalau loe bohong, gue lempar loe keluar jendela!"

"Ampun, Nila! Please! Gue lupa! Semalem gue begadang mikirin kenapa gue seganteng ini, jadi gak sempat nyatet," Miko beralasan dengan wajah memelas.

Fanila sudah siap meledak. Dia mengangkat clipboard-nya, siap menghantam kepala Miko, namun Asean segera menahan tangan Fanila.

"Sabar, Fanila. Loe mau dihukum skors karena ngegebuk anggota ALVEGAR?" tegur Asean.

Fanila menurunkan tangannya, napasnya naik turun. "Loe emang bikin pusing kepala gue! Gue sumpahin rambut loe keriting, Ko!"

"Jangan, Nila! Jangan sumpahin mahkota gue!" Miko panik sambil memegangi rambutnya.

Asean menghela napas. "Udah, Ko. Loe keluar aja. Belikan Fanila makanan. Dia pasti kelaparan makanya galak. Fanila, loe istirahat dulu, gue bantu sortir."

Fanila menatap Miko dengan tatapan mematikan. "Batagor double! Sama es krim matcha! Cepat! Kalau gak, besok loe gue iket di tiang bendera!"

Miko langsung berseru lega. "Siap, Boss! Miko berangkat cari batagor dan es krim matcha!" Ia berlari keluar gudang secepat kilat.

Asean hanya bisa menggeleng melihat Miko. "Loe berdua ini kenapa sih? Kayak musuh bubuyutan tapi tiap ketemu selalu ada chemistry aneh," tanya Asean sambil mulai menyortir barang.

"Dia itu cowok paling absurd, Sean. Tapi anehnya, dia lucu," gumam Fanila pelan, tanpa sadar.

Sementara Miko sedang terburu-buru mencari batagor, ia berpapasan dengan Keysha yang baru saja keluar dari ruang rapat OSIS. Keysha, si cantik yang pendiam, berjalan dengan tenang, buku di tangannya.

"Keysha! Hai! Mau ke mana loe? Mau gue temenin?" sapa Miko, langsung kembali ke mode tebar pesona meskipun bajunya masih agak kotor.

Keysha hanya menatap Miko sekilas, lalu menggeleng pelan tanpa bicara.

"Jangan irit bicara gitu dong, Cantik. Nanti suara loe hilang. Btw, gue lagi mau beli batagor buat Nila. Mau ikut?" Miko terus mencoba.

"Tidak," jawab Keysha singkat dan dingin, lalu beranjak pergi.

Miko mendengus. "Gila. Ada dua cewek yang imun sama pesona gue. Yang satu galak kayak harimau, yang satu dingin kayak di kutub utara!"

Miko akhirnya menemukan warung batagor favorit Fanila. Setelah membeli batagor double dan es krim matcha, ia kembali ke gudang.

Saat Miko masuk, ia melihat Fanila dan Asean sudah selesai menyortir dan sedang beristirahat.

"Nih, Boss! Batagor double dan es krim matcha spesial dari Miko Ardiyanto, si prince charming Dirgantara!" seru Miko sambil menyodorkan makanan itu.

Fanila mengambil batagor dengan kasar. "Lama banget! Loe mampir ngegombal dulu ya?!"

"Ya ampun, Nila! Gue gak sempet! Loe ini toxic banget sama gue!" Miko memasang wajah cemberut.

"Udah, Ko. Dia laper," sela Asean sambil tertawa kecil.

Fanila mulai memakan batagornya. Tiba-tiba, ia menyodorkan satu butir batagor dan sesendok es krim matcha ke arah Miko.

"Nih. Sebagai ganti rugi baju loe yang basah tadi. Tapi next time, kalau loe bikin ulah, gue beneran iket loe di tiang bendera," ancam Fanila, tapi nadanya jauh lebih lembut.

Miko terkejut. Cewek bar-bar ini ngasih gue makanan?

Miko langsung tersenyum lebar. "Wah! Thank you, Nila! Best Boss Ever!"

Ia segera memakan batagor dan es krim itu, menciptakan suasana aneh yang lucu antara mereka berdua, yang disaksikan Asean dengan senyum geli. Mereka berdua memang rusuh, tapi entah kenapa, mereka cocok dalam kekacauan itu.

Sementara kekacauan Miko dan Fanila mereda, di kantor OSIS, Arazka dan Maura sedang melakukan briefing dengan tim inti. Suasananya tegang, penuh dengan kode dan tatapan tajam.

"Oke, jadi di hari-H, Maura yang akan handle media dan press release. Gue yang handle sambutan pembuka dan networking," kata Arazka, menatap Maura.

"Gue akan pastikan press release-nya gak terlalu memuji ALVEGAR," balas Maura sinis.

"Dan gue akan pastikan sambutan loe gak terlalu kaku dan membosankan," balas Arazka, tak kalah tajam.

Meskipun saling sindir, mereka berdua adalah kombinasi sempurna. Kecerdasan Maura menambal kekurangan Arazka yang terlalu kaku di ranah publikasi, sementara kekuatan dan influence Arazka menutupi kelemahan Maura di bidang pendanaan dan kekuasaan.

"Pokoknya, gue gak mau ada kesalahan. Gue dan loe akan jadi headline utama. Loe harus pastikan loe terlihat setara sama gue, Maura. Jangan sampai loe mengecewakan gue," bisik Arazka di akhir rapat, sengaja merendahkan suaranya hanya untuk didengar Maura.

Maura membalas tatapan itu, api persaingan membakar di matanya. "Loe yang harusnya takut, Arazka. Gue akan pastikan gue terlihat lebih baik, dan loe cuma support system gue. Loe akan menyesal nantang gue."

TO BE CONTINUED

1
Anggi Anggara
semanagtt💪
Anggi Anggara
masih baru dan blum banyak yang baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!