.
" bunda aku najwa melihat ayah bawa tante seksi masuk kamar kemarin. " cerita najwa pada bunda nya naura.
naura terkejut dengan ucapan sang putri, anak yang berumur 4 tahun itu menceritakan apa yang dia lihat.
" terus apa yang mereka lakukan di sana sayang. " tanya naura.
" najwa melihat ayah naik di tubuh tante itu mereka tidak menggunakan baju bunda. " kata najwa.
" waktu tante itu datang siapa aja di rumah. " tanya Naura dengan lembut.
" semua orang ada kok bunda.. tapi nenek dan kakek tidak marah liat ayah bawa tante itu di bawa masuk kamar sama ayah. " cerita najwa kembali.
ternyata benar yang di ucap kan teman-teman nya kalau suaminya berhianat pada nya..
" astaghfirullah aku tidak menyangka mas Bram tega menghianati aku padahal selama ini aku sudah setia dengan nya. " batin Naura..
Di balik senyum cantik nya itu banyak hal yang naura simpan baik tentang jati dirinya maupun yang lain. akan kah banyak rahasia yang terungkap.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariyanteekk09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 5
"Bagus kalau pak Jordan tahu, jadi silahkan pergi dari rumah anak saya karena sebentar lagi anak kalian akan di ceraikan". Usir surti.
"Kalian yang harus pergi dari sini karena rumah ini bukan milik Bram tapi milik naura". Maureen berkata dengan emosi.
"Ini rumah anak saya, dia beli sebelum menikah dengan naura". Surti kekeh bilang ini rumah Bram.
"Sejak kapan rumah ini jadi milik mas Bram, kamu ada bukti mas kalau rumah ini milik mu.. Kamu lupa ini kan rumah pemberian kedua orang tuaku". Jelas naura.
"Bukan nya kalau kita sudah menikah rumah ini juga jadi milik aku ra".
"Bisa kalau rumah ini kita beli berdua tapi ini kan rumah orang tua aku yang beli dan kamu tidak punya hak".
"Sekarang sudah jelas kan, cepat pergi dari rumah putri saya". Kini giliran Maureen yang mengusir mereka.
"Enak aja main usir saja,, kami berhak tinggal di sini karena naura masih jadi mantu saya". Tolak surti.
"Sayang apa kamu mau bercerai dengan Bram? ". Tanya Jordan.
"Ya daddy aku memang mau bercerai dengan mas Bram.. Aku sudah tidak tahan berumah tangga dengan lelaki yang tidak mencintai ku". Ucap naura.
"Aku tidak mau kita cerai ra,, kalau kita cerai gimana dengan najwa". Tolak Bram.
"Najwa akan baik-baik saja kok.. Kan selama ini kamu dan keluarga mu tidak pernah baik dengan najwa. Kamu kira aku gak tahu apa yang yang kalian perbuatan sama anak aku".
Mereka terdiam dan tidak menjawab karena bener selama ini mereka tidak pernah baik sama najwa.
"Padahal najwa darah daging mas Bram tapi ibu dan bapak selalu berbuat kasar dengan nya.. Dan mendukung mas Bram selingkuh.. Selama ini aku terlalu baik dengan kalian semua tapi tidak kali ini aku akan bercerai dengan mas bram. Silahkan angkat kaki dari rumah ku". Naura sudah lelah dengan mereka semua.
"Kalian tunggu apa lagi, cepat bereskan barang-barang kalian". Ujar Maureen.
Surti pun masuk kamar untuk membereskan barang-barang nya, dia sangat berat meninggalkan rumah mewah ini.. Begitu pun dengan Bram dia ingin mempertahankan rumah tangga nya biar bisa hidup enak tapi naura tidak mau..
"Untuk sementara waktu aku mengalah dulu, aku aku cari cara untuk meluluhkan hati naura.. Aku tidak mau hidup susah". Oceh Bram.
Dia sudah menikmatinya kemewahan nya selama ini.. Naura lebih kaya di bandingkan dengan bella pacar nya.
Di ruang tamu bella menatap naura dengan sangat sinis. Dia gagal dapat uang banyak dari naura dan tidak bisa hidup enak di rumah mewah naura.
"Ah sial aku gak jadi nyonya di rumah ini dan lebih parah nya ini rumah nya naura bukan rumah mas Bram. " batin bella.
" pasti jalang ini mengomel di dalam hati nya karena gagal jadi nyonya besar di rumah aku ini". naura bisa tebak isi pikiran bella.
Bram dan keluarga nya pergi dari rumah naura tanpa membawa barang berharga,, orang tua naura mengambil mobil yang Bram pakai karena itu di belikan sama naura.
"Daddy aku mau jual rumah ini.. aku tidak sudi tinggal di rumah ini lagi, apalagi mas bram pernah menggunakan kamar aku untuk bermain kuda-kuda'an dengan pacar nya itu".
"Baik lah sayang, kamu bereskan barang-barang mu dan najwa,, ayok balik kerumah ajak alin dan mbok Darmi".
"Pasti itu dad, ayok bikin kita bereskan semua lalu pergi dari sini". ajak naura.
Maureen pun ikut membantu memasukkan baju-baju najwa dan naura kedalam koper.. dia sangat senang karena rumah nya akan kembali rame..
********
"Setelah ini kalian mau tinggal di mana". Tanya bella.
"Ya mau kemana lagi kalau bukan kerumah sempit kami lagi kalau gak gimana kalau kami tinggal di rumah kamu saja". Ucap surti.
"Gak bisa buk, aku kan masih tinggal dengan kedua orang tua ku.. Kalian pulang aja ke rumah kalian meskipun sempit".
"Bell kalau kamu sudah menikah dengan Bram, minta rumah dong sama orang tuamu sebagai hadiah supaya kami bisa tinggal dengan kalian". Suruh surti.
"Aku gak berani janji buk karena orang tuaku tidak sekaya naura". Bella berucap dengan sedikit sebaliknya.
Bella tidak mau tinggal dengan keluarga suaminya setelah menikah,, dia tidak mau bernasib sama seperti naura yang membiayai hidup keluarga Bram.
" kalau pun aku di kasih rumah, aku tidak akan ngajak kalian tinggal di sana.. Enak aja ". Batin Bella.
Tiba di depan rumah Bram, semua orang keluar. Bella tidak ikut masuk dan memilih pulang saja.
Bella mengantarkan mereka pulang dengan mobil nya.. Tadi dia menelpon supir nya untuk jemput.
"Nona yakin mau menikah dengan Bram,, seperti nya keluarga nya toxic deh". Kata pak supir.
"Yakin banget pak,, aku sangat menciptakan mas Bram.. Kalau aku sudah menikah aku akan mengajak mas Bram tinggal di apartemen tanpa keluarga nya". Ungkap Bella.
Dia cuma kau hidup dengan anak dan suaminya tanpa mertua nya di antara mereka berdua.. Bella mengelus perutnya yang
______
"Akhirnya aku kembali kerumah ini lagi, ayok mbok kita masuk". Ajak naura.
Mbok Darmi mengangguk, dia pun senang bisa kembali kerumah tempat kerja nya dari dulu.
"Pasti mbok Darmi kangen masak di dapur sini kan.. Tapi tidak hari ini. Mari aku tunjukkan kamar mbok dan alin". Ajak Maureen.
Mbok Darmi dan alin tinggal di satu kamar, mereka tidak tinggal di tempat tinggal pelayan melainkan di rumah utama.. Kamar yang di tempati sangat luas, di lengkapi dengan 2 tempat tidur dan kamar mandi dalam.
"Silahkan mbok bereskan barang-barang nya dan hari ini mbok tidak perlu masak, mbok istirahat saja". Maureen melarang Darmi langsung bekerja.
Naura pun masuk kamar nya, dia tidak mau tidur pisah dengan putri nya dan memutuskan untuk satu kamar.
Ceklek
"Kamar ini tidak berubah sama sekali,, aku jadi ingat masa lajang ku dulu".
Naura merebahkan badan nya di kasur empuk nya itu. Karena kelelahan naura ketiduran..
Naura tidak menangis sama sekali karena bercerai dengan Bram.. Naura sudah capek menangis saat tahu suaminya itu selingkuh..
Naura bersyukur karena Bram tidak pernah datang ke rumah nya ini.. Karena mereka selalu bertemu di luar. Bisa gawat kalau Bram tahu rumah nya. Pasti ibunya ingin tinggal di sana.
"*secepatnya kalian jual rumah putri saya dan jangan biarkan siapa pun masuk rumah itu". perintah Jordan pada anak buahnya.*
*"Baik tuan, kalau begitu kami permisi dulu. "*
"Jangan harap setelah ini hidup mu akan bahagia Bram.. kamu telah berani menyakiti hati putri kesayangan keluarga smit". batin Jordan.
..
apa lg kluarga mrstui....