NovelToon NovelToon
Suara Hati DARREN

Suara Hati DARREN

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Balas Dendam / Berbaikan / Anak Genius / Murid Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sandra Yandra

Menceritakan seorang pemuda bernama Darren yang kehidupannya tampak bahagia, namun terkadang menyedihkan dimana dia dibenci oleh ayah dan kakak-kakaknya karena sebuah pengakuan palsu dari seseorang.

Seseorang itu mengatakan bahwa dirinya sebagai pelaku atas kecelakaan yang menimpa ibunya dan neneknya

Namun bagi Darren hal itu tidak penting baginya. Dia tidak peduli akan kebencian ayah dan kakak-kakaknya. Bagi Darren, tanpa mereka dirinya masih bisa hidup bahagia. Dia memiliki apa yang telah menjadi tonggak kehidupannya.



Bagaimana kisah kehidupan Darren selanjutnya?
Yuk, baca saja kisahnya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandra Yandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jawaban Asal Darren

Wanita itu tampak syok mendengar jawaban dari asistennya yang mengatakan bahwa perusahaan seketika hancur dalam hitungan menit.

Darren mengumpulkan semua buku-bukunya dan laptopnya. Dia sudah selesai mengerjakan semua tugas-tugasnya. Dan dia akan kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap.

Ketika dia hendak meninggalkan ruang tengah, dia sempat melirik sekilas kearah wanita itu.

"Selamat atas bangkrutnya perusahaan anda, Nyonya!"

Darren menatap kearah ayahnya yang juga menatap dirinya dengan seringai di bibirnya.

[Kalau aku pemilik perusahaan ER'Ld Corp, maka aku akan membatalkan kerjasama dengan wanita itu]

Setelah mengatakan itu di dalam hatinya, Darren pergi meninggalkan ruang tengah untuk menuju kamarnya di lantai dua.

Mendengar ucapan dari pemuda yang berstatus anak sopir membuat wanita itu seketika ketakutan. Dia tidak ingin perusahaan miliknya bangkrut.

Sementara Erland dan keempat putra tertuanya melongo tak percaya atas apa yang mereka lihat dan mereka dengar barusan. Putranya/adiknya bisa membuat perusahaan Venus Corp bangkrut dalam hitungan detik. Bahkan mereka mendengar ucapan isi hati putranya/adiknya yang mengatakan akan langsung membatalkan kerjasama dengan wanita tersebut jika dia pemilik perusahaan ER'Ld Corp.

Sementara wanita tersebut masih terdiam. Dia berusaha mencerna apa yang terjadi padanya.

"Apa benar dia adalah presiden direktur perusahaan Accenture?" batin wanita itu.

Ketika wanita itu sedang berperang dengan pikirannya, tiba-tiba ponselnya kembali berbunyi.

Drtt..

Drtt..

Wanita tersebut langsung menjawab panggilan tersebut. Panggilan itu adalah panggilan dari asistennya sekaligus tangan kanannya.

"Hallo."

"...."

"Apa?! Tidak! Ini tidak mungkin!"

"...."

"Aku tidak mau perusahaanku sampai bangkrut. Aku sudah susah payah membangun perusahaan itu dari nol hingga sukses sampai sekarang."

"...."

Tutt..

Tutt..

Asistennya itu langsung mematikan panggilannya setelah memberikan informasi mengenai delapan perusahaan besar dan terkenal yang juga memutuskan hubungan kerjasama dengan perusahaan miliknya. Tersisa sekitar 8 perusahaan besar dan terkenal lainnya yang masih bertahan. Dan itu pun mereka belum mengetahui permasalahan serta sifat dari CEO perusahaan Venus Corp.

Wanita itu kemudian melihat kearah Erland. Dia berharap kerjasama ini tidak batal hanya karena masalah perusahaannya tidak tiba-tiba bangkrut.

"Tuan Erland, saya harap...."

"Maaf, Nyonya! Sepertinya kerjasama ini kita batalkan saja. Saya tidak ingin rugi apalagi mendapatkan masalah kemudian hari karena tetap menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan Nyonya."

Setelah mengatakan itu, Erland pergi meninggalkan ruang tengah untuk kembali ke kamarnya.

"Tuan Erland!" panggil wanita.

"Paman Jo!" Darren tiba-tiba berteriak dari lantai dua dengan melihat ke bawah.

Jonathan yang dipanggil langsung datang. Dan dia melihat kearah lantai dua. Dan dia dapat lihat tuan muda bungsunya berdiri disana.

"Iya, tuan muda!"

"Usir perempuan itu! Pastikan dia tidak datang ke rumah ini lagi!"

"Baik, tuan muda!"

Sementara wanita itu kembali terkejut ketika mendengar ucapan dari seorang pria yang mana pria itu memanggil tuan muda kepada pemuda yang berstatus anak sopir.

"Ayo, nyonya!"

Wanita itu akhirnya pergi meninggalkan kediaman milik Erland.

^^^

Ketika diluar, wanita itu bertanya kepada Jonathan tentang ucapannya itu.

"Tuan, kenapa tuan memanggil pemuda itu dengan sebutan tuan muda?"

"Karena memang dia adalah tuan muda di rumah ini. Dia adalah putra bungsu dari tuan Erland," jawab Jonathan.

"Tapi... Tapi dia mengatakan bahwa dia adalah anak sopir."

"Tuan muda memang seperti itu kalau sedang marah dengan tuan Erland dan dengan kakak-kakaknya. Jika tuan muda sedang marah, maka tuan muda akan menyebut dirinya anak pembantu, anak sopir dan lain sebagainya."

Jonathan sengaja mengatakan hal itu karena dia tidak akan mungkin dan tidak akan menceritakan permasalahan yang terjadi antara tuannya, para tuan mudanya dengan tuan muda bungsunya. Jonathan melakukan hal itu karena ingin menjaga nama baik para majikannya itu. Ditambah lagi, ini adalah masalah keluarga dan tidak seharusnya orang luar mengetahuinya.

Mendengar jawaban serta penjelasan dari Jonathan membuat wanita itu seketika terdiam.

^^^

Di dalam rumah, Darren saat ini sudah dalam keadaan rapi dengan kemeja biru lengan pendek dan celana jeans hitam panjang.

Kini Darren melangkah menuruni anak tangga. Dan pada saat dia sedang menuruni anak tangga, ayah dan kedua kakaknya yaitu Gilang dan Darka keluar dari dalam kamarnya secara kebetulan. Sedangkan keempat kakaknya yang lain masih di ruang tengah.

Darren saat ini sedang berbicara dengan seseorang di telepon. Dia bahkan tersenyum ketika berbicara dengan seseorang tersebut.

"Iya, Iya! Aku mengerti. Jangan ngambek gitu dong. Ntar cantiknya hilang."

"...."

"Ini aku sudah siap-siap, tapi aku ke perusahaan dulu ya?"

"...."

"Baiklah, Sayang!"

Pip..

Setelah selesai berbicara dengan kekasihnya, Darren pun mematikan panggilannya itu.

Darren kini sudah tiba di bawah. Dia dapat melihat ayah dan semua kakaknya berada di ruang tengah yang kini menatap dirinya.

[Kenapa pada melihatku seperti itu? Apa ada yang salah dengan penampilanku? Atau kalian ingin mengatakan sesuatu untukku yang belum kalian sampaikan ketika di rumah sakit seminggu yang lalu?]

Deg..

Erland dan putra-putranya terkejut ketika mendengar isi hati Darren. Mereka menatap kearah Darren dengan tatapan sulit diartikan.

Darren memejamkan matanya sejenak karena merasakan sesuatu. Kemudian terlihat adegan-adegan demi adegan di pikirannya.

Darren kemudian membuka matanya. Dia menatap kearah ayah dan semua kakak-kakaknya yang masih menatap dirinya. Darren seketika tersenyum.

[Eeeemmm... Apa kau pikir aku akan jatuh ke dalam lubang yang sama atas ulahmu, Riyo! Untuk kalian ini tidak akan terjadi]

[Apa kau ingin menjebakku di depan ayah dan kakak-kakakku dengan cara menyirami tanganmu dengan susu panas]

Deg..

Erland dan putra-putranya terkejut dengan ucapan isi hati Darren.

"Apa? Riyo ingin menjebak Darren dengan melukai dirinya sendiri," batin keenam kakaknya.

Detik kemudian..

"Darren, tunggu!" Riyo tiba-tiba datang dengan membawa segelas susu.

Deg..

Davin dan kelima adiknya seketika terkejut ketika melihat Riyo yang datang membawa segelas susu. Begitu juga dengan Erland.

Dengan kompak mereka semua menatap kearah Darren. Apa yang dikatakan oleh Darren di hatinya terbukti.

"Apa?" tanya Darren ketus disertai dengan sorot matanya yang tajam menatap Riyo. Dia berdiri dengan melipat kedua tangannya di depan dadanya.

Semuanya melihat kearah Darren dan Riyo, terutama kearah Riyo. Mereka ingin melihat apa yang akan terjadi.

"Ini aku membawakan susu untuk kamu. Anggap saja ini sebagai permintaan maaf dariku karena sudah membuat kamu dibenci sama Paman Erland dan kakak-kakak kamu," jawab Riyo.

Darren tersenyum di sudut bibirnya. Dia menatap segelas susu di tangan Riyo. Sedangkan Riyo, dia tersenyum kemenangan di dalam hatinya.

Darren kemudian mengambil susu itu dari tangan Riyo.

Baru hendak menyentuhnya, Riyo dengan sengaja menumpahkan susu itu sehingga mengenai tangannya.

"Aakkhhh!"

Prang..

"Panas... Panas!" teriak Riyo seketika.

Deg..

Erland dan keenam putra menatap syok kejadian tersebut.

"Apa? Ini... Ini benar-benar terjadi."

"Apa yang dikatakan oleh Darren di hatinya benar-benar terjadi!"

"Riyo... Riyo melakukannya. Dia melakukannya."

Davin dan keenam adiknya berucap di dalam hatinya masing-masing. Mereka benar-benar syok melihat kejadian itu.

Tak jauh beda dengan keenam putranya. Erland juga tampak syok atas apa yang dia lihat. Anak yang dia bawa pulang dan dia besarkan berusaha ingin menjebak putra bungsunya.

Darren seketika tertawa keras ketika melihat adegan yang dimainkan oleh Riyo di depan ayah dan keenam kakaknya.

"Wah... Wah! Acting yang luar biasa, Riyo! Kau melakukan hal itu hanya untuk mencari perhatian ayah dan keenam kakakku."

"Apa maksud kamu, Darren?" tanya Riyo yang memperlihatkan wajah kesakitannya.

"Kau tahu maksudku. Kau bahkan melihatnya kan bahwa tanganku belum menyentuh gelas susu itu, tapi kenapa gelas susu itu jatuh dan mengenai tanganmu?" ucap dan tanya Darren dengan santainya.

Riyo seketika terkejut ketika mendengar ucapan dari Darren. Namun dia berusaha untuk bersikap tenang.

"Riyo," panggil Davin.

"Maafkan aku, kak Davin! Jangan memarahi Darren. Disini aku yang salah. Tanganku terlalu gugup sehingga membuat gelasnya jatuh." Riyo langsung menjawab ucapan dari Davin.

Darren menatap tajam kearah Riyo. Detik kemudian, dia mendorong kuat tubuh Riyo hingga tersungkur di lantai.

"Gue nggak peduli apa yang akan lo lakukan di rumah ini. Jika lo ingin merebut mereka dari gue, silahkan! Karena gue nggak butuh mereka lagi. Satu hal yang gue minta dari lo! Menjauhlah dari gue. Jangan pernah mencari masalah dengan gue, apalagi mencoba memfitnah gue!"

Darren berucap dengan sangat kejamnya, dan disertai dengan tatapan matanya yang tajam kearah Riyo.

Detik kemudian..

"Tuan muda Darren!" panggil Jonathan yang datang ingin menyampaikan sesuatu padanya.

Darren langsung melihat keasal suara. "Iya, Paman?"

"Itu diluar ketujuh sahabat-sahabatnya tuan muda sudah datang!"

"Terima kasih, Paman!"

"Apa Paman suruh masuk saja?"

"Tidak perlu. Lagian aku juga mau pergi."

"Apa tuan muda tidak makan siang dulu?" tanya seorang pelayan wanita yang tiba-tiba datang ingin memberitahu bahwa makan siang sudah selesai.

"Tidak sempat, Bi! Aku harus buru-buru pergi."

"Emangnya tuan muda mau pergi kemana?" tanya pelayan wanita itu.

Darren tidak langsung menjawab pertanyaan dari pelayannya itu, namun dia menatap kearah ayah dan kakak-kakaknya.

"Aku ini kan anak pembunuh? Jadi hari ini aku dan ketujuh sahabat-sahabatku mau melakukan aksi pembunuhan di jalan raya. Setiap pengendara yang lewat, akan kami bunuh dengan cara tubuhnya kami potong-potong menjadi beberapa bagian. Setelah itu, potongan tubuh mereka itu kami berikan pada hewan peliharaan kami."

Seketika pelayan itu menelan ludahnya secara kasar ketika mendengar jawaban panjang dari majikannya. Begitu juga dengan ayahnya, keenam kakaknya dan Jonathan sendiri.

Mereka semua tidak menyangka jika Darren akan mengatakan hal mengerikan itu.

Darren melirik kearah ayah dan keenam kakaknya. Dapat dia lihat bahwa mereka tampak syok saat ini atas ucapannya, terutama keempat kakak tertuanya.

Darren seketika tersenyum di sudut bibirnya ketika melihat wajah syok ayah dan keenam kakaknya itu.

[Syukurin]

Erland dan keenam putranya terkejut mendengar isi hati Darren.

Darren melihat kearah pelayan wanita itu. Dia seketika tersenyum evil. "Bibi tidak akan mengkhianatiku kan? Bibi akan selalu setia padaku kan?"

"Selamanya Bibi akan selalu berada disini, mengabdi pada keluarga ini. Bibi bisa kerja disini, itu semua berkat mendiang Nyonya Belva. Bibi tidak akan mengkhianati Nyonya Belva."

Darren seketika tersenyum mendengar jawaban dari pelayan wanita itu. Dia percaya akan pelayan wanita itu.

"Aku percaya sama Bibi. Ya, sudah! Kalau begitu aku berangkat dulu Bi, Paman Jo!" pamit Darren.

"Silahkan, tuan muda!" jawab pelayan wanita itu dan Jonathan bersamaan.

Setelah berpamitan dengan pembantunya dan penjaga rumah keluarganya, Darren pun langsung pergi meninggalkan rumah keluarganya.

Sementara Erland dan keenam putranya seketika merasakan sesak di dadanya masing-masing karena Darren tidak berpamitan padanya.

1
Miftahur Rahmi23
cerita nya bagus thor. bahasanya ringan, mudah dimengerti
Glastor Roy
yg banyak tor up ya
sri wahyu
lagi kak
sri wahyu
up yg banyak
penasaran kelanjutannya
sri wahyu
makasih kak
semangat
Glastor Roy
yg banyak tor up ya
sri wahyu
semangat kak
up lagi ya
Glastor Roy
up
Glastor Roy
yg banyak tor up ya
sri wahyu
makasih kak semangat updatenya
sri wahyu
baru sadar setelah satu tahun benci
sri wahyu
semangat kak
sri wahyu
menyesal kan
sri wahyu
semngat kak
Glastor Roy
yg banyak tor up ya
sri wahyu
semngat kak
sri wahyu
jantungnya kambuh kah


kasian Darren
Glastor Roy
yg banyak tor up ya
sri wahyu
emang enak di cuekin
semangat trus kak
Glastor Roy
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!