NovelToon NovelToon
Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa

Status: tamat
Genre:Pihak Ketiga / Pelakor / Selingkuh / Cinta Terlarang / Romansa / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:50.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nadya Ayu

“Menikahlah denganku, lahirkan keturunanku, dan aku akan membantumu.”

Penawaran dari Sagara dengan imbalan yang cukup fantastis membuat Lisa seakan mendapatkan angin segar di tengah tuntutan hutang yang menggunung. Namun, gadis itu tak memiliki cukup keberanian untuk mengambil tawaran itu karena Lisa tahu bahwa Sagara telah memiliki istri dan Lisa tidak ingin melukai perasaan istri Sagara.

Hingga akhirnya Lisa kembali dihadapkan pada kabar yang mengguncang pertahanannya.

Ia harus memilih antara menjadi istri kedua dan melahirkan keturunan Sagara dengan imbalan yang besar, atau mempertahankan harga diri dan masa depannya, tetapi ia harus kehilangan orang yang ia sayangi.

Lalu, bagaimana dengan keputusan Lisa? Dan apa sebenarnya yang buat Sagara akhirnya berpaling dari istrinya?

Yuk, ikuti terus kisah selengkapnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadya Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 5

“Dari mana saja kamu, Mas?”

Sagara yang baru saja memasuki kediamannya segera menoleh ke sumber suara. Di sana, di ruang keluarga tampak seorang wanita muda tengah duduk bersedekap dada dengan raut wajah kesal sedikit cemas, menatap ke arah Sagara yang tengah berjalan dengan santai menuju tangga.

Pria itu mengurungkan niatnya dan berjalan ke arah Dewi yang masih menunjukkan raut masamnya.

“Tidakkah kamu melihat kalau aku baru saja pulang kerja?”

“Sekarang sudah jam satu dini hari, Mas. Kerja apa yang sampai larut malam seperti ini. Kamu itu pemiliknya, mana mungkin kamu lembur separah ini. Sudah satu bulan lebih kamu selalu pulang tengah malam begini, Mas. Memangnya kamu nggak capek apa?”

“Bukankah kamu lebih menyukaiku yang bergelimang harta daripada aku yang pengangguran? Kenapa sekarang kamu marah kalau aku lembur terus. Memangnya kamu mau aku libur kerja dan menghentikan jatah bulananmu itu?”

Dewi tampak gelagapan, tentu saja wanita itu tidak mau. Gaya hidup yang hedon dan suka flexing sudah menjadi kesibukan di sela libur syutingnya.

“Bu-bukan begitu, Mas. Aku hanya khawatir sama kamu karena sebulanan ini kamu seperti menghindar dari aku. Apa aku melakukan kesalahan sampai kamu seperti ini, Mas? Bahkan selama satu bulan ini kamu tidak meminta hakmu sama sekali,”

Sagara begitu jijik pada wanita di hadapannya yang seolah tengah berlindung pada topeng kepolosannya. Pria itu tentu tidak mau bercampur pada istrinya yang sudah berkhianat. Dulu, dirinya mencoba mencintai Dewi sepenuh hati dengan memberikan limpahan harta dan kasih sayang. Namun, yang didapatkan setelah berhasil mencintai wanita itu dengan tulus justru pengkhianatan.

Rupanya wanita yang dikenal masyarakat dan mamanya yang katanya baik dan polos justru seperti rubah ketika menunjukkan wajah aslinya. Dewi benar-benar berbeda jauh dari dunia keartisannya.

“Aku sibuk!”

“Tapi, Mas. Mama sudah sering meminta cucu, bagaimana kita bisa berikan mama cucu kalau kita tidak melakukannya?”

Sagara tersenyum miring. Merasa konyol dengan pertanyaan istrinya barusan. “Kenapa? Bukannya kamu sendiri yang tidak ingin hamil karena masih sibuk berkarir. Kamu takut badanmu jadi jelek karena hamil dan melahirkan, popularitasmu akan menurun karena kamu sudah memiliki anak, lalu kenapa sekarang kamu jadi kebakaran jenggot setelah aku tidak menyentuhmu. Sudahlah Dewi, aku sudah lelah ingin istirahat. Kalau kamu masih ingin berdebat, kita lanjutkan besok saja.”

Tanpa menunggu jawaban Dewi, Sagara berbalik dan mulai menapaki satu persatu anak tangga menuju kamarnya bersama Dewi.

Ya, meskipun tidak pernah bercampur dengan sang istri, tetapi Sagara masih berkenan tidur satu ranjang dengannya walaupun itu jarang karena dia lebih sering menghabiskan waktunya di ruang kerja. Hal itu ia lakukan agar sang mama tidak curiga bahwa hubungannya dengan menantu kesayangannya sedang tidak baik-baik saja.

Dewi menatap Sagara yang sudah memasuki kamar dengan tatapan marah. Tangannya terkepal dengan sebelah kaki yang menghentak keras di atas lantai. Sungguh, wanita itu merasa aneh dengan sikap Sagara akhir-akhir ini.

“Dia kenapa, sih? Padahal aku selalu meluangkan waktu untuk pulang di malam hari meski aku harus berangkat ke lokasi syuting pagi-pagi buta, tapi tetap saja, bahkan dia tidak punya keinginan untuk menyentuhku meski aku sudah berpakaian seksi.”

Wanita itu mendadak cemas, Sagara yang dikenalnya begitu mencintai dirinya dan akan melakukan apapun untuknya kini mendadak cuek dan dingin. Entah apa yang membuat pria itu berubah, tetapi Dewi yakin, ada yang disembunyikan oleh Sagara dari dirinya.

“Apa jangan-jangan, dia mengetahui kebohonganku? Tapi nggak mungkin, deh. Sagara, kan sibuk kerja, mana ada waktu dia mengurusi pekerjaan ku meski dia peduli. Tapi kenapa sikapnya jadi dingin begitu, bahkan pertemuan pertama kita dulu, dia nggak dingin kayak gini.”

Dewi tampak mondar-mandir cemas, tetapi sedetik kemudian wanita itu melotot setelah menyimpulkan sesuatu yang belum pasti. “Atau jangan-jangan, dia selingkuh?”

“Duh … gimana ini, padahal aku mau minta dia buat nyelesaiin masalahku tadi, bisa gawat urusannya kalau keluarga mereka menuntutku dan berakhir mengancam karirku.”

Dewi terus bermonolog sambil menggigiti ujung kukunya, ia benar-benar cemas sekarang.

***

Keesokan paginya.

Lisa mengajak ke dua adiknya untuk pulang karena tidak tega membiarkan mereka berdua tidur sambil duduk kedinginan di kursi rumah sakit. Awalnya mereka menolak, tetapi Lisa terus memaksa karena mereka juga harus sekolah nantinya.

“Kita di sini aja, ya, Kak. Kasihan ibu ditinggal sendirian. Kalau ibu bangun dan nggak lihat ada kita, ibu pasti sedih,” ucap Leo pada Lisa yang tengah mengemasi selimut pemberian Seli.

“Kamu sama kak Liam harus sekolah, Le. Urusan ibu biar kakak yang pikirin. Kalau kamu nggak sekolah, ibu nanti justru sedih. Kamu tahu, kan apa yang diharapkan ibu sama kamu dan kak Liam? Kamu sendiri sudah berjanji sama ibu kalau kamu akan rajin belajar dan kesekolah agar bisa menjadi dokter, masa sekarang sudah menyerah, hm?” ujar Lisa mengingatkan.

“Ayo, kita pulang, Le. Benar kata kak Lisa. Kalau kamu mau sukses dan menjadi dokter kamu harus rajin belajar,” sambung Liam.

Pria muda berusia enam belas tahun itu menyadari betapa lelahnya sang kakak, jadi ia tidak ingin menambah beban pikirannya dengan masalah remeh seperti ini. Setidaknya ia bisa membantu meringankan beban Lisa meskipun hanya sedikit.

Lisa tersenyum mendengar ucapan dari adik pertamanya. Adik yang dulu sering usil saat ini begitu perhatian padanya. Gadis itu tidak dapat menyembunyikan rasa harunya, dengan segera ia merangkul ke dua adiknya dan membawa ke dalam dekapannya.

Akhirnya Leo pun mengangguk, menuruti ucapan ke dua kakaknya. Mereka bertiga pulang bersama setelah Lisa menitipkan sang ibu pada perawat yang sedang berjaga. Selain membantu sang adik berkemas, Lisa juga harus mengurus beberapa hal sebelum nanti dirinya berangkat kerja.

***

“Apa aku harus menghubunginya?” gumam Lisa menatap nomor telepon di dalam ponselnya.

Ke dua adiknya telah berangkat ke sekolah setelah memakan sarapan yang ia buat. Sekarang Lisa tengah mengecek uang simpanannya yang tidak seberapa untuk dibayarkan ke rumah sakit. Ada sesak yang tak tergambarkan ketika melihat lembaran-lembaran uang di tangannya. Ia sudah bekerja keras, tetapi hasilnya tak memuaskan hatinya.

Semalaman penuh Lisa memikirkan tawaran Sagara dan ia memutuskan untuk menerima tawaran itu karena jalan pikirannya sudah buntu. Ia tidak ingin membebani orang lain dengan semua masalahnya. Dan untuk Zaki, mungkin memang pria itu bukanlah jodohnya sehingga jalan mereka terhenti sampai di sini.

Jari jemarinya kemudian mulai menggulir ponsel pintarnya, menelepon Sagara. Ia tidak ingin membuang waktu lagi, semuanya harus segera diselesaikan agar ke dua adiknya bisa bersekolah dengan tenang dan ibunya bisa dirawat dengan nyaman.

Sementara untuk dirinya sendiri, Lisa tidak begitu peduli. Harga diri yang kemarin masih terjaga dan ia pertahankan sekuat tenaga, hari ini mulai tergadai untuk keluarganya.

Tut!

Tut!

“Halo,”

Bersambung

1
Qaisaa Nazarudin
Bagus banget ALUR nya Thor,Sehat selalu dan sukses selalu ya.. Teruskan berkarya...⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹☕☕☕☕☕☕
Qaisaa Nazarudin
Waaahhj tanda2 nya Saga junior bakal Launching nih kayaknya..👏👏👏😄😄👍👍
Qaisaa Nazarudin
Waaahhh Malu gak tuh..Mana nih penggemar DB yang sudah MENUDUH Lisa...
Qaisaa Nazarudin
NAH KAN KU BILANG JUGA APA,KELVIN CUMAN MAU UANG DAN TUBUH KAMU DOANG,KAMU PIKIR DIA BENERAN CINTA SAMA KAMU..😏😏😏
Qaisaa Nazarudin
Ciihh apa kamu akan tetap berkata seperti itu saat tau Dewi sudah ditalak Sagara?? Pasti yg kamu mau dari Dewi cuman TUBUH dan UANGnya doang kan..
Qaisaa Nazarudin
Tapi Feelingku kalo Kelvin juga punya wanita lain selain Dewi,biasalah dewi Bekas orang.. Mending cari masih polos..
Qaisaa Nazarudin
Wanita paling bodoh dan egois,Udah punya suami tampan,mapan,masih aja selingkuh,setelah ketahuan nyalahin orang lain..
Qaisaa Nazarudin
MAMPOS GAK TUH TALAK 3 SEKALIAN...PASTI HUJUNG2 NYA DIA YG JADI PELAKOR..
DIA YANG SELINGKUH SEAKAN DIA YG TERSAKITI, SETELAH ITU MENUDUH LISA YG PELAKOR...Udah khatam aku dengan Alur yg kayak gini...
Qaisaa Nazarudin
🤮🤮🤮 CINTA SAMA UANG NYA SAGA DOANG,.
Qaisaa Nazarudin
Gila nih JALANG,benar2 menjijikkan.. Cinta katanya??,Gak selingkuh katanya?? Terus Semua itu apa namanya main masak-masak..😡😡🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
WATADOS=WAjah TAnpa DOSa nya 🙄🙄🙄..Udah gak punya urat malu,Bangkai gimana rapi dibungkus juga tetap aja kecium..
Qaisaa Nazarudin
Masih aja mau menyembunyikan, Isteri mu harus tau kenyataan nya,Gak perlu ditutup-tutupin lagi,sampai kapan coba..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwkwk maaf aku bahagia diatas sakit mu Rida..
Lebih percayakan anak orang dari anak sendiri, OGEB bin OON...😏😏😏
Qaisaa Nazarudin
Bagaimana Rida?? Jantung masih aman kan?? masih kekeuh membela Menantu KESAYANGAN mu?? Gak percaya banget dengan anak sendiri, BEGO...🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Kamu harus terbiasa dengan barang2 branded Lisa,Gak mungkinlah isteri seorang Saga cupu gitu,Harus bisa menyesuaikan diri dengan keadaan lho..
Qaisaa Nazarudin
Haiihh punya BUKTI tapi cuman di buat pajangan ngapain coba..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan akhirnya kamu Sadar,Kamu gak boleh Egois lho Ga..Harus pikirin Lisa juga,Disini Lisa lah yg menjadi korbannya dan yg Berkorban..
Qaisaa Nazarudin
Oh ternyata Zaki.masih berada di bawah ketek emaknya..kalo gitu bakalan susah lah ya jadinya,Pasti apa2 ibunya yg di nomor satukan walaupun Lisa sudah menjadi isterinya Zaki nantinya..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan ini baru tanggapan adiknya, Bagai mana dengan orang luar lainnya nanti saat tau Lisa menikah dengan Suami orang?? Pasti akan sama dengan apa yg Liam anggap dan katakan,Jadi Saga mending selesai kan dulu masalah mu dengan Dewi..
Qaisaa Nazarudin
Adik2 nya baik2 dan nurut semuanya..Semoga Saga bisa membahagiakan mereka semuanya ya,Kasihan banget Liam dan Leo..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!