" Billy " teriak Zea .
Billy tersentak mendengar teriakan Zea . Gadis yang berada di pelukan Billy tersenyum licik. Sudah lama dia bersabar dan menunggu saat ini tiba .
" Aku tidak menyangka kamu melakukan hal sehina ini " ucap Zea lalu pergi meninggalkan Billy .
Dukung othor ya . dukungan kalian penyemangat ku . love banyak dari kedua anak othor .❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bertemu
"Ada perjalanan luar kota ?" tanya Zea kepada Rere .
" Iya bu , besok Ibu dengan Pak Kevin . Klien kita , Pak Niko meminta bertemu di luar . Karena Pak Niko sedang ada urusan di sana " ucap Rere lagi .
" Makasih Rere " ucap Zea .
" Iya bu . Saya permisi " ucap Rere .
Zea mengangguk .
Setelah pulang dari kantor . Zea bertemu dengan sahabatnya . Sahabat yang baru saja pulang dari luar negeri .
" Zea "
" Kikan "
Ucap keduanya lalu saling berpelukan .
" Kamu semakin cantik Zea " ucap Kikan .
" Kamu bahkan sangat cantik " ucap Zea .
" Omong kosong " ucap Kikan .
" Kapan kamu pulang ?" tanya Zea .
" Aku baru sampai kemarin . Dan aku sangat merindukan mu " ucap Kikan .
" Aku juga " Jawab Zea .
" Dimana Billy . Biasanya kalian selalu bersama . Tapi aku tidak melihatnya " ucap Kikan seraya mencari Billy .
" Dia sedang bekerja " ucap Zea .
" Oh . Dia sedang lembur ya ?" tanya Kikan .
" Iya " jawab Zea .
Untuk saat ini Zea belum ingin bercerita dengan siapapun . Selama Billy memang benar-benar ingin berubah .
" Sepertinya aku kan melakukan pekerjaan luar kota " ucap Zea .
" Oh ya . Berapa hari kamu di sana . Padahal aku ingin sekali jalan-jalan bersamamu " ucap Kikan cemberut .
" Paling 3 harian . Tergantung Pak Kevin dan juga kelancaran meeting nanti . Karena nanti pemilik perusahaan ku akan ikut hadir . Kalau bisa ketemu pasti aku salah satu orang yang beruntung . Setahuku tidak ada yang pernah melihat pemilik perusahaan " ucap Zea bangga .
" Kamu memang terhebat " ucap Kikan .
" Kamu di sini akan lama atau hanya liburan ?" tanya Zea .
" Aku akan menetap di sini . Aku membuka sebuah salon . Aku sudah lelah di sana sendirian " ucap kikan .
" Dasar penipu . Mana mungkin kamu sendiri , bahakan kekasihmu sering bermain di rumah mu " ucap Zea .
" Hey ayolah . Itu hanya untuk bermain-main" ucap Kikan .
" Dasar kamu ini " ucap Zea .
" Kapan kamu pergi ?" tanya Kikan .
" Besok pagi-pagi sekali " ucap Zea .
" Baiklah setelah pulang dari sana kabari aku m Kita harus jalan-jalan bersama " ucap Kikan .
Kikan tahu persis bagaimana cerita Zea . Hubungan Zea dan Billy yang tidak di restui oleh kedua orang tua Zea . Kikan hanya bisa berdoa yang terbaik untuk Zea .
Zea pulang ke rumah . Namun di sana tidak ada mobil Billy . Ternyata Billy belum juga pulang . Padahal setahu Zea tadi Billy juga sudah pulang . Pikiran Zea berputar kembali dengan ucapan Rere .
Ting
Aku akan pulang terlambat . Ada urusan yang harus segera aku selesaikan . Isi pesan Billy
" Ah sudahlah " ucap Zea membanting tubuhnya di ranjangnya . Zea tidak ingin membalas pesan dari Billy . Pasti urusan yang Billy katakan itu adalah Sarah .
Pagi sekali Zea sudah bersiap . Koper berisi pakaian dan tas tentengnya . Pak Kevin meminta Zea untuk bersiap dengan pakaian kerja . Mereka sekalian akan meeting setiba di sana .
Setiba di bandara . Zea mengedarkan pandangannya mencari Kevin . Ternyata Kevin sedang bercengkrama dengan seseorang .
" Permisi pak " ucap Zea .
" Kalau sedang berdua begini panggil Kevin saja . Aku paling lebih tua dari mu beberapa tahun " ucap Kevin .
" He ,, iya pak eh Kevin " ucap Zea tersenyum kaku .
" Perkenalkan ini teman ku " ucap Kevin .
" Zea " ucap Zea .
" Gilang " ucap teman Kevin .
" Apa kamu belum punya kekasih ?" tanya Gilang tanpa basa-basi .
Zea terbengong dengan ucapan Gilang yang bisa di bilang terlalu to the point .
Kevin memukul lengan Gilang .
" Dia sudah berkeluarga . Jaga matamu itu atau aku congkel " ucap Kevin .
" Wanita cantik memang sudah sold out " ucap Gilang melipat kedua kakinya .
Ke tiganya lalu naik pesawat yang sama . Gilang memilih untuk memejamkan matanya . Sebenarnya Gilang juga baru saja sampai . Tapi Gilang bertemu Kevin . Sekalian Kevin mengajak Gilang bersamanya .
Sesampainya di sana . Mereka lalu menuju hotel. Hotel yang sudah lebih dulu di persiapkan oleh Niko . Karena hotel yang mereka tinggali hotel milik Niko .
" Kita berangkat sekarang Zea . Kita sudah di tunggu di bawah " ucap Kevin .
" Tapi Pak Niko ingin bertemu dengan ...
" Itu urusan nanti " ucap Kevin.
" Tapi Pak . Boleh saya meminta ijin untuk ke kamar mandi ?" tanya Zea hati-hati .
" Hahaha kamu ini . Sana pergi . Aku akan menunggu mu di bawah " ucap Kevin .
" Kalau bukan istri orang pasti sudah aku miliki sejak dulu " ucap Kevin .
Zea berjalan dengan cepat menuju kamar mandi . Zea tidak ingin mengecewakan Ceo nya dan juga klien mereka . Apalagi nanti Zea akan bertemu dengan Ceo perusahaan. Jangan samapi Zea baru pertama bertemu dapat teguran .
Bruk
" Apa kamu tidak memiliki mata " ucap Seorang pria dengan kasar .
" Ck . Kau yang jalan tidak menggunakan mata . Kau hanya fokus dengan ponsel mu " ucap Zea tak mau kalah .
Pria itu membuka kaca mata hitamnya . Lalu tersenyum melihat Zea .
" Fiks kita berjodoh " ucap Arron .
" Apa kau gila Tuan " ucap Zea lalu hendak pergi dari sana .
Tapi Arron lebih dulu mencekal tangan zea .
" Lepaskan tangan mu Tuan " tegas Zea .
" Beri aku nomor ponsel mu " ucap Arron .
" Apa kamu sudah tidak laku sehingga menggoda istri orang " ucap Zea lalu menginjak kaki Arron . Dengan begitu Arron melepas cekalan tangannya .
" Wanita mana yang tidak pernah melirikku " ucap Arron merasa aneh dengan sikap Zea .
" Istri orang memang menggoda " ucap Arron tertawa sendiri .
Zea lalu kembali ke tempat Kevin berada . Namun di sana sudah ada Niko juga . Mereka lalu memilih untuk duduk di sebuah restoran hotel sekalian sarapan .
" Silahkan pilih menu yang kalian mau " ucap Niko .
" Maaf Pak Niko sepertinya Ceo kita sedikit terlambat " ucap Kevin .
" Selamat pagi " ucap seorang pria yang baru saja menghampiri meja mereka .
Mereka lalu berdiri menyambut kedatangan Arron . Zea membola melihat pria yang tengah berdiri di depannya . Arron juga menatap Zea namun dengan tatapan dingin . Tidak seperti saat berdua .
" Tuan Arron . Terima kasih sudah bisa datang " ucap Niko dengan senang.
" Ya . Aku juga sedang berada disini " ucap Arron .
Zea tidak berani menatap Arron .
Mereka lalu sarapan bersama . Zea sama sekali tidak bersuara . Hanya menjadi pendengar . Biasanya Zea akan ikut memberi usulan .
" Kenapa kamu diam saja ? Apa kamu sakit " tanya Kevin setelah meeting selesai .
" Tidak Pak " ucap Zea menunduk .
" Mungkin dia tidak suka dengan makanannya . Terbiasa makan nasi bungkus " ucap Arron sengaja memancing amarah Zea . Apakah Zea akan masih seberani sebelumnya .
Zea tersenyum kaku . Jika bukan dia CEOnya mungkin Zea sudah mengumpat .Zea terpaksa menahan kekesalannya .
" Jangan bicara yang tidak-tidak " ucap Kevin takut jika Zea tersinggung .
" Zea kembalilah ke kamar untuk istirahat " ucap Kevin .
" Baik Pak saya permisi " ucap Zea segera pergi dari sana .
Ingin rasanya Zea menyumpal mulut Arron . Pria kasar itu dengan sengaja membuatnya marah .
" Aku harus bersabar " ucap Zea .
Tiba-tiba ponsel Zea bergetar . Ada pesan masuk dari Billy . Zea memang tidak mengatakan jika dirinya pergi le luar kota . Tapi Zea sudah berpesan kepada simbok . Zea tidak membalas pesan Billy .