Novel ke tiga ini hanya kisah fiktif khayalan penulis semata, jika ada kesamaan nama, tempat semua itu hanya kebetulan.
Gadis bernama Airin Nurani usia 21 tahun, yang nekat ke kota Metropolitan untuk merubah nasib dan menyekolahkan adik nya, setelah kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan.
Berbekal Ijazah SMA dan selembar kertas bertuliskan alamat seorang teman di desa yang sudah lebih dulu kerja di Jakarta, dan mendapatkan pekerjaan sebagai Pramusaji.
Airin yang akhirnya bertemu dengan kekasihnya ketika masih di desa begitu bahagia, hingga sang kekasih meminta sesuatu dari dirinya...
Apakah Airin akan memberikan permintaan sang kekasih? Bagaimana kelanjutan kisah nya,,,
Simak terus di hari Rabu dan Sabtu jam 20:00 mlm.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Venus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4 - Welcome Jakarta
Ikan mujaer ikan sepat
Ikan bandeng ikan lele
Bagi sedikit waktunya jika sempat
Buat baca karya saya yang ketige hehehehe
***************🌹🌹🌹🌹🌹***************
Setiba nya di Bank segera Airin mengambil nomor antrian, duduk menunggu dengan pandangan matanya melihat televisi layar datar yang di gantung di tembok menampilkan iklan berbagai produk Bank tersebut. Tak lama suara dering hape berbunyi.
"Mas, suara hape mu ya itu?"
"Eh, iya gak engeh." merogoh saku celana nya dan mengambil hape yang masih terus berbunyi.
"Assalamualaikum, iya benar pak. Oh begitu hari ini mau lihat ya pak, boleh pak boleh kamu tunggu ya. Baik terimakasih pak semoga cocok." kemudian memasukkan kembali hape kedalam saku celananya.
"Kenapa mas?"
"Bapak yang nelepon mau lihat rumah kamu Rin, semoga cocok ya. Nanti kamu kasih harga berapa sewa nya?"
"Dua juta aja mas setahun."
"Oh ya sudah kemaren mas pasang harga diangka tiga juga setahun sih tapi bisa nego. Pas lah kalau gitu gak terlalu ketinggian mas pasang harga nya."
Waktu terus berjalan cepat dan tak terasa hari sudah menjelang siang, kami memutuskan untuk makan siang di kedai bakso yang tak jauh dari Bank.
"Makasih ya mas, sudah di bantu." ucapku ketika tiba di rumah.
"Hai mas Faisaaalll baru keliatan, main mas ke rumah." sapa beberapa gadis yang kebetulan melintas di depan rumah Airin mengering manja nan centil.
"Insyaallah, terimakasih." jawab Faisal sembari tersenyum.
"cie cie,, susah yang punya fans banyak. Aku masuk ya mas." tak menunggu jawaban Faisal, Airin segera membuka pintu dan masuk lalu menutup pintu. Dari balik pintu kulihat Faisal berjalan menuju rumahnya.
*****🌹
Keesokan harinya...
"Assalamualaikum Bu Tuti"
"Waalaikumsalam, eh Airin sudah mau berangkat ke Jakarta toh?"
"Iya Bu, Airin mau pamitan doakan supaya Airin bisa jadi wanita mandiri dan sukses ya Bu. Alhamdulillah kemarin sore ada yang datang mau mengontrak rumah dan akan di tempati besok jadi hari ini aku harus segera ke Jakarta."
"Alhamdulillah, kamu tenang aja nanti ibu bantu jaga rumah mu ya. Kalau ada apa-apa ibu pasti akan mengabarimu. Jaga kesehatan, selalu ingat Gusti Allah. Ibu doakan semoga kamu selalu selamat."
"Amiin terimakasih Bu, mas Faisal ada Bu?"
"Walah dia sedang ke sawah sebentar katanya ada perlu sama bapak nya, jadi menyusul ke sana. Sudah gak pa pa nanti ibu sampaikan. Itu travel mu sudah sampai, cepat
naik dan jangan lupa berdoa."
"Oh gitu, ya sudah. Ini Airin titip kunci rumah ya Bu, kalau nanti yang ngontrak datang. Airin pamit assalamualaikum."
"Waalaikumsalam hati-hati ya."
*****🌹
Didalam bus yang besar nya nanggung itu Airin melihat ada sekitar 8 orang tidak termasuk dia yang juga duduk tenang ada yang mengantuk, ada yang makan snack, ada juga yang saling bicara. Mereka semua dengan tujuan sama yaitu Jakarta.
[Assalamualaikum Sih, aku sudah dalam perjalanan ke Jakarta ya pakai travel kayanya langsung menuju kos an mu deh, gak pa pa kan.] Ku kirim kan pesan kepada Asih.
[Oh, gitu ya Rin. Ya udah gak pa pa. Berdoa aja, pasti sampe nanti malam atau paling lama besok pagi. Ingat ya kos an ku di Jalan Sumur Wangi, nama kos-kosan nya Kos-kosan Wangi, tembok nya warna hijau terang, nanti kamu langsung masuk aja kamar ku di lantai 2 ya pintu no 7. Oiya hati-hati ya Rin. Sampai jumpa.] Sebuah pesan balasan seketika muncul.
Dalam bus, Airin pun memilih untuk memejamkan mata, mencoba menghiraukan yang terjadi didalam bus. Tak lama pikirannya pun melayang berkelana.
Aku harus kuat, aku harus jadi wanita mandiri, Aku bisa menghidupi diriku dan Alika. Mas Jaenudin, kenapa kamu pergi tanpa mengabari ku lebih dulu? Setelahnya kamu pun tak pernah mengabari ku lagi, apakah begini caramu memperlakukan aku yang sudah bersedia menjadi kekasih mu? Aku pun ke Jakarta, mas. Aku yakin pasti kita akan bertemu lagi, aku rindu kamu mas Jae.
Terlelap tidur, hingga tak mendengar suara dering hape nya berbunyi.
*****🌹
"Mbak...mbak... sudah sampai!!" seru pak supir dengan suara bapak supir membangunkan diriku.
Aku yang kaget pun tergelagap, melihat sekeliling yang seperti nya hanya tinggal tiga orang termasuk aku yang menjadi penumpang didalam, kulihat jendela luar nampak gelap, dilihat jam sudah pukul 11 malam.
"Ini dimana pak?" tanya ku segera.
"Sudah sampai Jakarta mbak, alamat yang mbak tuju itu ada di gang sana, mobil gak bisa masuk. Jadi diantar sampai jalan raya sini aja ya." jawab pak supir.
"Oh iya pak, gak pa pa. Terimakasih." Airin pun bergegas keluar dan menuju bagasi belakang menanti koper nya di keluarkan.
"Itu mbak Jalan Sumur Wangi," tunjuk pak supir ke arah gang yang muat 2 motor saja.
"Oiya pak, terimakasih." buru-buru ku terima koper ku dan berjalan kearah jalan menuju kos an Asih.
"Ya ampun batre hape ku habis lagi, gak bisa minta jemput Asih deh, ya sudah aku langsung kesana aja." berjalan segera dikeheningan malam yang sepi dengan sedikit berlari lalu berjalan cepat.
Bangunan besar terlihat setelah berjalan 150 meter dari jalan raya, bertuliskan 'KOS-KOSAN WANGI'
"Nah ini dia Alhamdulillah sampe juga. Lantai 2 kamar no 7, oke aku datang." membuka gerendel pintu pagar dan melangkah masuk, untung sebelum nya Asih sudah memberitahu alamat lengkapnya.
TOK...TOK...TOK...
"Assalamualaikum Sih, Asih assalamualaikum..." panggil ku sambil mengetuk pintu.
"Eh iyaaa,,, sebentar." terdengar suara lesu dan pelan dari dalam, terdengar seperti baru bangun tidur.
Tak lama aku mendengar suara kunci pintu di putar dan suara pintu terbuka pelan. Ku lihat teman ku dengan mata sedikit meram bergelayut di daun pintu.
"Woiii, Sih... hahaha maaf ya ganggu tidur mu!" ucap ku menahan tawa.
"Eh, Airin kamu udah nyampe ayo masuk, aku ngantuk banget."
"Iya makasih, ya udah kamu tidur lagi ja. Aku juga ngantuk hehehe, mau bersih-bersih dan ganti baju sebenarnya."
"Kalau laper, kamu cari aja sendiri ya di kulkas, kalau mau masak mie juga masak aja sendiri." ucap Asih lagi.
"Iya iya, gampang udah tidur lagi." Tak menunggu lama aku melihat Asih sudah mendengkur, segera aku menatap kamar kos Asih dengan takjub. Tak sempat berlama-lama aku membuka koper mengambil pakaian ganti dan segera ke kamar mandi.
Kamar kos nya lumayan bagus meski hanya sekamar dan kamar mandi, tapi isi kamar nya Asih lumayan komplit. Pasti gaji nya di tempat kerja besar, makanya bisa sewa kos disini. Alhamdulillah.
Keluar kamar mandi, aku ikut merebahkan tubuh di bawah ranjang Asih beralaskan sejadah yang ku bawa lalu memejamkan mata.
****************🌹🌹🌹🌹🌹****************
Tak bosan bosan,,, aku mengingatkan mu🤭 like, komen, vote, n gift.
Khusus Besok sampai seminggu akan update harian. Selanjutnya update setiap hari Rabu n Sabtu jam 8 malam ya.
apa reaksi bapak Faisal jumpa dengan mantan istrinya dan apa sebenarnya niat Bu Widya mau jumpa ya
tp kok zaman dah modern gini masih aja ada hal² yg berbau nganu..
hmm 🚶♀️🚶♀️🚶♀️
wlopun cara itu diluar nalar sekalipun 🤦♀️
aduh Del, km ini wanita masa kini kok percaya hal kek gitu sih 😶
inget lho, nyawamu sndiri yg jd taruhannya itu..
smua masih abu².. aku nunggu jd merah muda dan biru aja deh 🚶♀️🚶♀️🚶♀️
km baik² aja kn?!
klo smpe terjadi sesuatu sm km kelak, apa Airin bakal kembali sm Daffa??
hmm, bolak balik dekok w mren ieu mh
kek nya 11 12 sm Delia..
apa mungkin Rachel yaa??
jadinya gini kan..
km sndiri yg tersiksa krna jelas² km yg berjuang sndiri
km hrus berusaha lebih keras lagi utk mencari Airin dan mendapat maaf darinya..
ehh ini Faisal sakit apa sih..
jgn bilang dia mengidap penyakit berbahaya yg mengancam nyawanya.. halahhh klo kek gitu, bisa jd angin segar buat Daffa..