NovelToon NovelToon
My Sweet Revenge : Uncle

My Sweet Revenge : Uncle

Status: tamat
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:70.2k
Nilai: 5
Nama Author: tami chan

"Kumohon, menikahlah denganku," ucap Kiara Jasmin dengan putus asa.

"Bukannya kamu itu pacar Fero -keponakanku?" jawab Kaisar sambil menatap tajam.

"Tidak, kami sudah putus!" jawab Kiara- cepat.
Ya, kami putus setelah aku tau dia selingkuh dengan adik tiriku, dan kau adalah caraku membalas dendam padanya.

Kaisar Julian, tidak hanya tampan, tapi dia sangat dingin dan sangat kaya. Bahkan dia adalah sumber dana bagi Fero yang pemalas tapi suka berfoya-foya.
Dengan mengumpulkan semua keberaniannya, Kiara mendekati Kaisar yang merupakan CEO di tempatnya bekerja, menawarkan kontrak hubungan palsu.
Namun hubungan yang awalnya hanya sebuah kontrak, entah sejak kapan makin terasa nyata seperti bukan sekedar sandiwara. Dan Kaisar, paman sang mantan -yang dingin itu ternyata menyimpan api yang lebih berbahaya dari yang pernah Kiara bayangkan. Kini jarak antara kebohongan dan kenyataan semakin samar.
Apakah balas dendam terus berlanjut atau...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keponakan beban.

Hari Senin telah tiba. Hari di mana semua budak korporat memulai aktivitasnya, berjibaku dengan segunung pekerjaan demi mendapatkan kehidupan yang layak.

Dan seperti semua buruh pada umumnya, Kiara pun merasakan sindrom 'I Hate Monday'. Dia masih ingin beristirahat  dan bermalas-malasan di rumah, namun apalah daya, dia bukanlah orang kaya yang punya banyak uang untuk berrmalas-malasan.

Kiara tersenyum tipis, Pak Kaisar yang kaya saja tak malas!

Kiara mendengus kesal saat melihat dua pasang manusia yang sepagi ini sudah lengket seperti perangko. "Ck! bikin badmood aja!" kesalnya lirih. Kiara benar-benar kesal pada Fero. Kenapa selama weekend dia tak pulang ke rumahnya sih! malah menginap terus di rumah. Baru pacaran udah seperti suami istri aja, berangkat dan pulang ke rumah yang sama.

Atau mungkin Fero di usir dari rumahnya?

Apa perlu Kiara laporkan kelakuan Fero pada Kaisar supaya dia di omelin? Tiba-tiba senyum mengembang di bibir Kiara, "Senang sekali jika aku bisa mengekploitasi Pak Kaisar supaya terus memberikan hukuman pada Fero! hihihi..."

Tiba-tiba Kiara merasakan sesuatu. Dia mengenal suara langkah kaki ini, dan aroma wangi yang khas ini, tanpa sadar senyum mengembang di bibir Kiara. Dengan cepat Kiara menoleh mencari sosok yang sudah memberi secercah kebahagiaan di pagi ini.

Saat matanya menatap pintu masuk lobi, di situlah Kiara  melihat lelaki yang semalam hadir di mimpinya. Ya, Kaisar muncul dan  tampil dengan sangat sempurna -seperti biasanya. Dia memakai setelan jas berwarna charcoal grey dengan kemeja hitam di dalamnya.

"Mau pakai apapun kamu tetap tampan, Pak. Bahkan tanpa apa-apa juga sangat tampan," lirih Kiara sambil terkikik sendiri, teringat kejadian hari sabtu di hotel.

"Astaga! kenapa sekarang aku jadi mesum begini!" pekik Kiara lirih sambil memejamkan matanya. Dan Kiara hampir melonjak kaget karena saat dia membuka mata, ternyata Kaisar sudah berada di depannya.

"Kamu sedang apa senyum-senyum sendiri di sini?" tanya Kaisar dengan suara berat dan parau, seksi parah!

"Eh? ti-tidak, Saya tidak lagi apa-apa," ucap Kiara sambil tersipu.

Kaisar terus memandang Kiara lalu tersenyum, "masuklah," ucapnya singkat sambil berjalan mendahului Kiara.

"I-Iya Pak!" ucap Kiara, lalu berjalan di belakang Kaisar.

"Om!" panggilan Fero, sontak membuat Kaisar menghentikkan langkahnya. Untung saja Kiara dengan sigap ikut menghentikan langkah, jika tidak mungkin dia akan menubruk punggung lebar dan kekar itu. Walaupun Kiaraa tak akan keberatan jika itu sampai terjadi.

Fero berlari kecil mendekati Kaisar yang sudah berdiri di dekat lift.

Saat melihat Kiara yang berdiri di belakang Kaisar, Fero dengan sengaja mendorongnya dengan bahu, agar Kiara menjauh.

"Ada apa?" tanya Kaisar dengan jengah, terlihat jelas sekali, jika Kai tampak enggan bicara dengan keponakannya ini.

"Om, tolong belikan aku apartemen," ucap Fero dengan entengnya, seolah-olah harga apartemen itu seribu dapat tiga biji.

"Kamu sudah ku belikan apartemen, kan?" jawab Kaisar.

"Apartemen yang di belikan Om dulu itu kan di pakai Mama dan pacarnya! aku malas pulang karena selalu ketemu si Gito itu!" kesal Fero.

Kaisar hanya mendesah dan menatap pintu lift yang hampir terbuka. Setelah itu dia masuk dan tetap diam tak menjawab rengekan Fero, hingga Fero mengikutinya masuk ke dalam lift untuk mencecarnya dengan permintaannya.

Kiara memilih diam, tak mengikuti mereka masuk ke dalam lift, rasanya tak benar saja jika dia ikut masuk dan mendengarkan obrolan pribadi antara Om dan keponakannya. Berbeda dengan Mona yang tampak tak perduli, dan tetap ikut masuk ke dalam lift.

Yah, Mona memang tak punya otak.

Kaisar yang melihat Kiara masih terdiam di tempatnya dan tak ada keinginan untuk masuk, padahal pintu lift hampir tertutup, dengan cepat mengulurkan tangannya untuk menahan pintu lift, "Kenapa nggak masuk? ayo mauk!" titahnya.

Kiara tersenyum kaku sambil melirik Fero dan Mona yang tampak menatap dirinya dari dalam lift, lalu dia menatap Kaisar yang juga tengah menatapnya,

"Cepat!"

"B-baik!" Kiara segera masuk, dan setelah itu Kaisar melepaskan tangannya dan membiarkan pintu lift tertutup.

"Aku ingin apartemen di daerah XX, Om. Di sana fasilitasnya komplit banget! ada kolam renang, dan area gym. Aku ingin ngegym juga karena akhir-akhir ini aku merasa badanku mulai berat dan nggak nyaman-"

"Pft!" Kiara buru-buru menutup mulutnya yang ingin tertawa karena mendengar ucapan Fero.

"Kenapa ketawa!" kesal Fero sambil melotot ke arah Kiara.

Kiara tak menjawab, dia terus diam sambil menundukkan kepalanya, fokus pada layar ponselnya.

"Kiara!" panggil Fero - kesal karena Kiara tak juga menghiraukannya.

"Hem? kenapa?" tanya Kiara pura-pura kaget karena namanya di panggil Fero.

"Kamu ngetawain aku kan? barusan!"

Kiara hanya menaikkan kedua alisnya dan mengangkat kedua bahunya.

"Kenapa kamu ketawa? kamu pikir lucu! nggak sopan nguping pembicaraan orang, tau! dasar cewek go-"

"Fero!" Kaisar menyela ucapan Fero yang hampir saja memaki Kiara.

"Dia ini emang cewek reseh, Om! Om nggak kenal aja aslinya dia gimana!"

"Eh? kenapa jadi aku di bawa-bawa?" kaget Kiara.

"Om tau? perempuan ini itu perempuan munafik! waktu pacaran sama aku dia nggak mau di sentuh sama sekali! tapi kemarin dia kencan sama pacar barunya, langsung mau di ajak ke hotel! munafik, kan dia!" terang Fero seperti seorang anak kecil yang sedang mengadu pada kedua orang tuanya.

Kaisar mengangkat sebelah alisnya sambil melirik Kiara yang langsung merona.

"Tau dari mana kamu, kalau Kiaraa ke Hotel sama pacarnya?" tanya kaisar sambil melipat tangan di depan dadanya, dan tatapannya terus tertuju pada Kiara yang tertunduk malu.

"Kemarin dia pergi pagi-pagi sekali, lalu pulang ke rumah sore sambil membawa bungkusan makanan dengan logo hotel bintang lima!"

"Kamu di rumah Kiaraa dari pagi sampai sore?" kaget Kaisar.

"Aku menginap di rumah Mona! bukan rumah Kiara! kan tadi aku bilang, aku malas di rumah karena ada si Gito!"

Kaisar terlihat kaget lalu memijat pelipisnya sambil mendesah, "astaga Fero!" geramnya.

"Moho maaf! Perlu Saya perjelas! rumah itu adalah rumah orang tuakau! Rumah Ayah dan almarhum Ibu ku! dan suatu saat nanti akan menjadi milikku karena aku adalah satu-satunya ahli waris dari ayahku! Mona hanya pendatang yang menumpang! sampai sini paham ya!" ketus Kiara tak terima jika rumah orang tuanya diaku sebagai rumah Mona.

"Tapi kan Ayahmu sudah menikah dengan Mama ku!" balas Mona. "Otomatis rumah itu juga jadi rumahku, dong!"

Kiara terkekeh, "siapa bilang?"

"Fero! Kak Kiara kenapa sih selalu jahat ke aku..." rengek Mona sambil menarik lengan baju Fero.

"Tenang saja sayang, nanti kalau Om Kai sudah kasih aku apartemen, kamu boleh ikut aku," ucap Fero sambil melingkarkan tangannya di bahu Mona.

"ya kan Om?"

"Apanya?" tanya Kaisar tak mengerti.

"Om Kai akan membelikan aku apartemen kan?"

"Tidak, siapa bilang?" jawab Kai cepat dan tegas dan tentu saja membuat Kiara kembali menutup mulutnya untuk menahan tawa.

1
Ririn Nursisminingsih
gak vulgar gaknusah direvisi kita mak2 bacanya asik aja😄😄
Ririn Nursisminingsih
thor kok gak asik gagal. terus kasian kaisar nih solo terus/Facepalm//Facepalm/
Tamie: 🤣🤭....
total 1 replies
Ririn Nursisminingsih
langsung aja ke kua kaisar biasanya ceo kan gercap klamaan nunggu bulan depan😄😄
Ririn Nursisminingsih
kaisar yg tegess dong massk dijadikan atm terusae sama fero dan mamanya
Ririn Nursisminingsih
nah gitu dong kaira yg tegess usir aja mereka
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
🤭🤭🤭
Aisyah Ranni
🤣🤣🤣 miris banget para benalu itu hidupnya setelah ini.
hiro_yoshi74
cie go publik
juwita
nah gitu kia lawan jgn mau di injak" km istri bos masa kalah sm si icih🤣🤣
hiro_yoshi74
keren udah go publik nih 🤭🤣🤣🤣
Raisanero
kaisar jadi Reyhan, Kiara jadi salsa,Iki piye toh Thor 🤭
Raisanero: tetap semangat berkarya Thor 💪
total 2 replies
Raisanero
reyhan... Reyhan lagi begitu syulit ya Thor 😄
Tamie: hehe.. sudah aku revisi kak...
total 1 replies
hiro_yoshi74
antara lapar / hamidun ?
hiro_yoshi74: ak lagi kebut kerjaan kk wes muter koyo kereta api padat merayap kadang sempet bc tapimau komen ngk ada waktu 🤭🤣🤣🤣 ini mumpung lagi senggang kk ak sempetin komen" 🤭
total 2 replies
Pur Windasari
lanjut kk
Pur Windasari
lanjut kan kak AQ suka 😍😍
Dian Fitriana
update
Raisanero
begitu syulit lupakan Reyhan ya Thor 😄
Tamie: 😅😅😅 maafkan akoh kk... perasaan udah d bc berulang2 eh masih ada aja yg terlewatkan...😅😅
total 1 replies
Raisanero
Kiara Thor kok jadi salsa
juwita
akhirnya si vanes nyerah jg.
juwita
vanes malu sendiri dia terlalu percaya diri x.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!