Tamat!!
Sekuel dari novel 'Budakku Canduku'
Follow IG Othor @Oniya_99
(Devan&Lona)
Kesalahan yang pernah ia lakukan pada Istrinya, membuatnya mengambil langkah untuk melindungi sang istri dengan nyawanya. Perempuan yang dulunya ia siksa, kini menjadi istri tercinta yang Bibirnya, hidungnya, matanya, tubuhnya, serta kebaikkan hatinya benar-benar menjadi candu bagi seorang Devano Dizon.
(Aron&Anna)
Malam itu :
"Siapa yang mengambilnya lebih dulu dariku?" Tanya Aron langsung bangkit.
"Apa maksudmu, Aron?" Tanya balik Anna tak mengerti.
Kesal, Aron langsung meninggalkan Anna seorang diri di kamar itu.
"Apa maksudnya? Apa jangan-jangan ia tidak sadar saat melakukannya di hotel malam itu." batin Anna lalu bangkit untuk menyusul suaminya Aron. Namun ia terlambat, karena Aron telah pergi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 05
***
"Aawww ..." Teriak tuan Devan kala baby Varon mencakar wajahnya dengan kuku-kuku tajamnya.
Ciuman yang seharusnya terjadi. Harus gagal karena ulah baby Varon. Lona hanya tersenyum geli melihat wajah suaminya yang merah akibat terbakar hawa nafsu juga kesal.
"Shit! Tidak Mommy tidak Varon. Sama-sama mengesalkan." Umpat tuan Devan.
"Jangan memgumpat anakku, kak," kesal Lona.
"Tidak sayang, aku hanya bercanda. Ayo kita ciuman lagi," bujuk tuan Devan, jelas ditolak oleh Lona yang lagi kesal.
***
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi untuk pergi." Pamit sekretaris Aron.
"Ingatlah, katakan padanya untuk mengerti. Katakan istriku sedang sakit, dan aku tidak bisa ikut merayakan ulang tahunnya." Bohong tuan mengatakan bahwa Lona sakit, padahal Lona sudah sembuh dari kemarin.
"Baik tuan, saya akan mengatakan sesuai yang tuan perintahkan. Saya yakin dokter Kelvin akan mempercayainya," jawab Sekretaris Aron.
"Baguslah, aku serahkan semuanya kepadamu."
"Baik, tuan." Jawab Sekretaris Aron lalu segera berangkat menuju hotel tempat perayaan ulang tahun dokter Kelvin yang ke 29 tahun.
Cukup jauh perjalanan sekretaris Aron menuju hotel tempat perayaan pesta ulang tahun dokter kelvin. Hingga akhirnya sampailah ia disana, seperti biasa Sekretaris Aron mendatangi dokter Kelvin terlebih dahulu. Memberikan selamat dan selanjutnya tentu saja kado dari tuan Devan, berupa mobil keluaran terbaru yang selama ini diincar dokter Kelvin.
Dari kejauhan, samar-samar sekretaris Aron seperti melihat Anna. Ketika mengerjabkan matanya sosok itu sudah tidak lagi terlihat.
"Kenapa akhir-akhir ini aku terus berhalusinasi," ujar sekretaris Aron.
Setelah itu, semua tamu berkumpul dan tak lupa hanya minuman beralkohol tinggi yang mereka minum dihari itu. Dimalam hari sekretaris Aron selalu sedih. Karena merasa kecewa telah ditinggalkan Anna pas lagi sayang-sayangnya.
Dan sebagai pelampiasan ia meminum banyak sekali anggur. Hingga akhirnya ia mulai meracau tidak jelas. Yang pasti dari bibirnya terus menyebut nama Anna.
Merasa lelah, sekretaris Aron memutuskan untuk beristirahat lebih awal. Setelah mendapatkan kunci kamarnya, iapun langsung berjalan gontai dilorong hotel. Ada banyak kamar disana, walau berdampingan tentu saja kamar itu kedap suara.
Kunci kamar milik sekretaris Aron tak sengaja ia jatuhkan. Namun, ia tak mencarinya dan terus saja berjalan, mencoba memutar satu persatu ganggang pintu kamar. Namun, tidak ada yang bisa dibuka. Diujung sana kamar terakhir ia buka, dan beruntung pintu kamar tidak terkunci dan ia langsung masuk ke kamar itu dan kembali menutupnya saat sudah berada di dalam.
Sekretaris Aron, melepaskan jasnya, kemeja, menampakkan tubuh atletis bagian atasnya. Masih merasa pengap, iapun segera melepaskan celana serta sepatunya. Kini, ia hanya mengenakkan celana boxer yang sedikit menonjol dibagian tengahnya.
Penampilannya kini, adalah penampilan paporitnya jika akan tidur.
Kleeek ...
Pintu kamar mandi terbuka, menampakkan sosok Anna yang hanya menggunakan handuk yang begitu mini, hal itu tentu saja membuat halusinasi Sekretaris Aron semakin liar.
Anna kaget ketika melihat ada seorang lelaki yang telah ia tinggalkan sebelumnya. Anna segera membekap mulutnya dengan kedua telapak tangnnya agar jeritannya tak terlalu kencang. Kebingungan, Anna langsung akan kembali masuk kedalam kamar mandi, berniat akan sembunyi disana. Namun, ia terlambat. Karena Sekretaris Aron telah meraih tangannya.
"Aaaaaakh ..."
.
.
.
.
Bersambung ........
Jangan lupa dukung Totor dengan cara Like, komen, vote, hadiah, dan rate bintang 5 ya🙏
Cus, mampir sini yok. nggk kalah seru kok😘😘
kesambet meureuun
lanjut baca cerita lainnya deh..
sehat2 terus ya kak..
tetap semangat untuk berkarya.. 😘😍🥰🤩