Moren memiliki wajah yang cantik dan postur tubuh yang tinggi sempurna.
Moren bersahabat dengan Elsa dan juga Moza dan itu sebelum Moren mengetahui kebusukan Elsa, dan Elsa yang telah berhianat dengan Moren dengan iya menjalin hubungan dengan Papaku.
SAHABATKU ISTRIMUDA PAPAKU.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode:35
"Mungkin dia hanya menginginkan harta para Jutawan saja" Ujar Angga sambil menyedot minumannya.
Dengan mudah dan tak berpikir Angga menuduh Morena tanpa bukti kebenarannya hanya karena ucapan Elsa.
"Hoh..ya Ngomong-ngomong kamu tidak pulang?, apa tidak di cari oleh suami kamu" Tanya Angga.
"Dia tidak akan mencari ku karena dia sibuk" Jawab Elsa santai.
Waktu telah menunjukan pukul 7, Malam.
Elsa masih enggan meninggalkan Angga di sebuah kafe ternama di jakarta, tidak mungkin Juga Angga meninggalkan Elsa seorang diri Mengingat Elsa seorang wanita."
"Hemm.Elsa saya hantar kamu pulang ya, tapi hanya dari kejauhan saja tidak enak kan kalau Suami mu melihat, saya mengantar pulang nanti berpikir lain."
"Tidak usah bang, saya bawa kendaraan kok"
"Hoh.., ya sudah kalau begitu pulang lah sudah malam, tidak baik wanita yang sudah bersuami keluyuran malam-malam apa lagi, sendiri."
Dengan berat hati Elsa bangkit dari duduk nya lalu berpamitan pulang, setelah membayar Angga pun pulang di kawal dua pria bertubuh kekar di belakang nya.
**
Di lain tempat. kediaman Susi.
Tok...tok..tok.
"Moren, buka pintu nya Nak, ini Mama, sudah di tunggu papa, makan malam" Sahut Susi dari balik pintu.
Namun tak ada jawaban dari Morena. Susi mencoba memutar menutup pintu. alhasil pintu pun tak terkunci oleh Morena.
"Pantas saja tidur, Susi menyisihkan rambut yang menutupi wajah Morena.
kenapa wajah putriku merah sekali" Gumam Susi dalam hatinya.
"Nak bangun sudah lewat Magrib, kamu kan belum makan."
"Hemmm..., Morena mengerahkan tubuh nya.
Mama..,"
"Wajah kamu kenapa Nak?" tanya Susi penasaran.
"Ah.., ini tidak apa-apa Mah hanya terkena" Mikir Morena.
"Terkena apa?, biar Mama kompres ya.
Makan malam keluarga Sandi, tak ada suara hanya suara ke klenteng Sendok dan garpu.
"Hemmm" hanya hemmm yang keluar dari Sandi.
"Papa dengar kamu berkelahi dengan Elsa.
Sandi tau perkelahian Morena dan Elsa, sejak perdebatan Morena dan Hendrik, Sandi memutuskan untuk memberi pengawal namun tak di lihat Morena, karena jika Morena tau Sandi Yakin Morena pasti menolak nya, Sandi takut Membiarkan Morena keluar tanpa pengawal Hendrik orang yang licik dan sadis, tak perduli ia anak kandung nya.
"Tidak ada, pap hanya selisih paham saja" jawab Morena sambil menyuap nasi dan menunduk menutup kebohongannya.
"Wajah kamu kenapa?" tanya Sandi.
Morena tersendat, Huk..huk."
Susi memberikan air di tangan.
"Kalau makan Hati-hati" Ucap Susi.
"Ya sudah pap. mah, Morena sudah kenyang Moren ke kamar dulu ya."
Susi dan Sandi menganggukkan kepalanya.
Moren beranjak pergi meninggalkannya.
**
"Sial...!, kenapa wajah gadis itu selalu terlintas di pikiran ku, dia emang cantik, Angga memandang foto Morena sedang tersenyum memilah-milih pakaian, no...!, no...,! Come on she's not a good girl either.(ayo lah dia bukan gadis baik-baik). membolak balikan tubuh nya di atas tempat tidur. terhentak saat ponsel nya Berdering. panggilan dari Moza. Hah.., ganggu saja ni anak" gerutu Angga.
"Halo, kakak sedang apa di sana?, boleh kah minta bantuan mu kak?"
"Cepat katakan, ada apa?,"
"Kak, tolong hantarkan paket ke rumah Morena ya, please." Ucap Moza memohon.
"Eh.., ini anak kamu pikir kakak mu ini tempat Antar paket kaka mu ini jabatannya apa jangan menurun kan harga diri kakak lah, kakak nggak mau!." jawab Angga ketus.
"Kak, ini isinya penting..!, ayo lah sekali ini saja."
Setelah Moza belum lama dapat pesan dari Angga dia membohonginya Moza ingin membuktikan kalau ucapan Moza semua benar.
Angga memutuskan panggilannya dari Moza.
Moza pun menghubunginya lagi.
"Ok..ok., kirim pesan alamat nya."
"Tapi ingat!, jangan kakak suruh orang lagi!."
"Enak saja menyuruh ku, lebih baik saya suruh Jhoni aja mengantar, haha bocah saya bohongi mau saja"Gumam Angga dalam hatinya.
Ting pesan masuk. tercantum alamat Morena.
"Jhoni...," Teriak Angga memanggil ke dua pengawal nya.
"Saya tuan, tuan panggil saya?"
"Tolong kamu antar paket adik saya ini lamat nya, harus sampai pada tangan pemilik nya.
"Baik tuan"
"Jhoni.. tunggu, biar saja saya yang mengantar kalian ikut saya." Perintah Angga.
Setelah berubah pikiran Angga pun memutuskan pergi mengantar nya sendiri.
Setelah sampai alamat rumah Morena Angga memencet lelakon di depan gerbang hitam menjulang tinggi.
Pak kadir berlari-lari membuka gerbang.
Angga menurunkan kaca mobilnya." Selamat Malam pak" pak kadir.
"Malam pak benar ini alamat rumah ini?"
Setelah di lihat pak kadir benar, pak kadir membuka lebar gerbang nya.
"Bapak tunggu disini saya panggilkan Non Morena nya"
Angga menganggukkan kepalanya.
Teng..tong...teng..tong.
"Ada apa pak kadir?, ini sudah malam." kata mbok.
"Ada yang cari Non Morena." jawab pak kadir.
"Mbok.., ada siapa?" tanya Susi.
"Ini nyonya, kata pak kadir ada yang mencari Non Morena"
"Siapa mbok? sampaikan saja Morena sudah tidur."
"Ada apa Mas.., Non Morena sudah tidur Mas bisa titipkan pesan pada mbok, di jamin Aman Mas.
Apa mungkin saya harus menitipkannya jika tidak, masa saya harus bawa pulang lagi sudah seperti pengantar paket saja saya ini"
"Mas.., ko bengong toh?,"
"Bisa di bangunkan sebentar saja ini penting."
"Mbok tidak berani Mas, nanti nyonya Marah"
Susi pun penasaran siapa yang mencari Morena." Kamu siapa?, ada apa mencari anak saya." tanya Susi jutek.
"Hanya hanya mengantar pesanan dari adik saya tante. nama nya Moza.
"Hoh.., Moza?, silahkan masuk dulu tante tengok dulu ya Moren sudah tidur apa belum."
Susi kembali dari kamar Moren bersama menuruni tangga.
Plak..plak..plak. Bunyi alas kaki Morena dan Susi.
"Kamu..!, ada apa? kesini malam-malam?" tanya Morena.
"Saya kesini atas perintah adik saya, Nih" Angga Menyerahkan bungkusan.
"Terima kasih, sekarang silahkan pergi." Moren mengusir Angga dari Rumah nya.
Angga pun merasa kesal atas sikap Morena yang menganggap nya tidak sopan.
Moren pun merasa kesal jika mengingat perkataan angga sewaktu di Belanda.
"Nak kenapa mengusir nya?" tanya Susi.
"Tidak penting lagi mah, lagi pula paket sudah ku terima, jadi sudah tidak ada lagi yang perlu di bicarakan.
Morena pun melangkah pergi kembali ke kamar nya.Ini kado apa seingat ku aku tak memesan apa pun dengan Moza.
Morena coba membuka bingkisan yang baru saja di terimanya. "Astaga!" Morena menganga Melihat jam tangan cantik yang ada di dalam bingkisan.
"Heppy birthday Beby sahabat terbaikmu jika kiriman ku telah tiba segera menghubungiku."
Tertulis dalam kartu ucapan.
Sebelum Morena menghubungi Moza Angga lebih dulu menghubungi.
"Ya Morena itu anak dari tuan Hendrik suami dari Elsa." Ujar Morena.
"Tunggu dulu, kenapa di perusahaan tuan Hendrik dan keluarga Hendrik prakoso tidak ada silsilah Morena prakoso?" tanya Angga.
Hendrik memang tak pernah mencantumkan Nama belakang Morena prakoso semua jajaran para pengusaha ternama di Asia sampai manca negara tidak ada yang tau jika Hendrik memiliki putri yang amat cantik semua Tentang putri tunggal Hendrik ia sembunyikan semua.
Setelah Moza menerangkan semua dengan. Angga, ia pun merasa bersalah.
"Dan Elsa itu siapa?" tanya lagi Angga.
"Elsa adalah sahabat dari Morena juga saya dulu sewaktu Elsa masih baik kita selalu bertiga kemana pun, mungkin benar apa yang di bilang orang kata pepatah di larang foto bertiga nanti akan ada perpecahan di antaranya. Elsa istri muda papa nya Morena.
"What!?" (apa!)
Moza mengirim pesan berisi gambar foto.
Morena, Moza dan Elsa.
"Astaga.!, Elsa ini aku mengenalnya dan kakak sangat dekat dengan nya, tapi hanya sebatas teman ngobrol, jadi suami Elsa itu papa Morena. dan Tuan Sandi Macan perusahaan Asia itu papa sambung Morena?"
"Ya biar pun papa sambung Morena tuan Sandi Sangat menyayangi Morena, bahkan lebih dari itu, tante Susi adalah cinta pertama tuan Sandi.
"Halo..,halo kakak, astaga kakak kira aku sedang dongeng, di tinggal tidur." Ucap kesel.
"Ya Ampun.., saya kesiangan" Angga segera masuk ke dalam kamar mandi membersihkan tubuh nya." Selesai mandi Angga berpakaian sambil berjalan memasang dasi.
"Jhon cepat saya sudah kesiangan hari ini ada rapat para dewan." kata Angga sambil mengunyah sehelai Roti.
Tiba di kantor Angga langsung menuju ruang Rapat.
"Selamat pagi semua maaf saya terlambat"
"Anda seorang Chief Execution Officer, penting dalam dalam mengatur mengelola perusahaan Untuk mencapai target bisa terlambat datang dalam rapat segitu penting nya, CEO tidak disiplin!" Ucap Morena ketus.
"Sial sudah terlambat, berani dia marah-marah depan para dewan"
Wajah Angga memerah seperti kepiting rebus Menahan Malu dari kata-kata Morena.
Selesai rapat Morena segera keluar dari Ruang Rapat, Morena seperti tidak ingin berlama-lama bersama Angga.
"Morena.."Angga memanggil Morena.
"Bapak memanggil saya?" Kata Morena ketus.
"Kita cari makan siang di tempat biasa saya makan" Ajak Angga.
"Terima kasih pak, saya masih belum ingin makan siang" Sebenar nya Morena sudah sangat lapar.
Kriuk...kriuk...keruk." haha tertawa Angga.
"Kenapa perut tidak bisa di kompromi sih" Wajah Morena memerah menahan malu.
"Ayo lah, sekali ini saja terima tawaran ku."
"Kenya kamu ikut saya" Perintah Morena.
"Maaf Non, sebaiknya saya kembali ke kantor nanti tuan Sandi mencari ku, masih banyak yang pekerjaan yang harus saya kerjakan." Ucap Kenya alasan biar saya pulang naik taksi saja.
Kenya tak ingin mengganggu acara makan siang Morena dan Angga, Kenya sudah di peringatkan agar dia pulang lebih awal.
"Mari pak Angga, tunjukan arah nya saya mengikuti dari belakang.
"Kenya kamu pulang bawa Mobil saya." pinta Angga.
"Lalu pak Angga?"
Angga merampas kunci mobil Elsa..,Angga menarik paksa tangan Morena.
"Lepas tangan saya jangan tarik-tarik di lihat yang lain nanti dikira ada apa-apa"
Angga memasang Belt wajah Angga dan Morena hanya berapa senti saja.
"*Kenapa jantung ku berdetak kencang saat saya dekat dengan nya." Batin Angga.
"Ayo lah tidak mungkin saya menyukai pria yang memiliki kesan yang menyakitkan buat ku*.
Angga dan Morena saling tatap mata.
Dengan cepat Morena memalingkan wajah nya.
Angga pun segera mengatur nafas nya.
...----------------...
Maaf ya Readers up kali ini sepertinya kurang tepat, mungkin karena pikiran juga lagi ngga tenang. sekali lagi Maaf lahir dan batin.🙏🙏🙏
Khusus episode paska penculikan.
Apakah tidak ada polisi dilibatkan?
Apakah tidak ada telpon? Kalau tidak ada, bisa kan Moren kirim surat untuk ibunya. Mengabarkan keadaannya dan dimana dan dengan siapa dia tinggal. Kasus penculikan harus diusut. Jangan pasrah
apik ceritane..
lanjuut thoor
pelakor mulai muncul
bakal ad yg jadian nih