NovelToon NovelToon
Ugh ... My Aggressive Bos!

Ugh ... My Aggressive Bos!

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sheninna Shen

"Hangatkan tubuhku. Only one night."

Sebuah kalimat yang mengubah seluruh kehidupan Leon dan Bianca yang bertemu di Paris secara kebetulan.

Pertemuan singkat yang awalnya sebatas di Paris saja, siapa sangka berlanjut hingga saat keduanya kembali ke Indonesia.

Keduanya dipersatukan dengan status yang berbeda. Atasan dan bawahan. Hal tersebut membuat Leon memanfaatkan wewenangnya untuk bertindak dan bertingkah agresif kepada Bianca yang diam-diam telah mencuri ciuman pertamanya di Paris.

🫧🫧🫧

Halo semua! Ini novel terbaru Kak Shen. Yuk kepoin! 💜

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sheninna Shen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Itu Privasiku

...“Aku tinggal di lantai berapa, itu privasiku. Lalu, sarapan bareng? Pacarku sedang menunggu di apartemen, jadi … aku nggak punya waktu untuk sarapan atau makan dengan orang lain." – Leonidas Salvatore...

Akibat alasan yang Bianca buat saat pulang kerja semalam, ia terpaksa benar-benar melakukannya. Yaitu mendatangi kuburan kedua orangtuanya yang sudah lama meninggal.

Bianca mengatakan kepada Leon bahwa ia akan pergi ke kuburan pada sore hari, karena pagi ia masih membutuhkan istirahat sembari membenahi rumahnya yang berantakan. Leon mengiyakan permintaan Bianca.

Leon yang sudah terbiasa bangun pagi, ia merasa sulit jika harus terbangun saat matahari sudah berdiri sejajar di atas kepalanya. Pria bertubuh atletis itu pun melakukan rutinitas pagi yang biasa ia lakukan saat di Amerika. Yaitu olahraga pagi. Ia turun ke lantai dasar untuk menuju ke tempat gym yang memang sudah menjadi fasilitas apartemen.

Pria yang mengenakan kaos olahraga itu melakukan pemanasan tubuh sebelum melakukan olahraga pagi. Setelah itu, ia melihat ke arah peralatan fitness yang sedang menganggur. Ada treadmil. Ia pun berjalan menuju treadmil.

“Kak Leon?!”

Suara centil seorang gadis terdengar tak asing di telinga Leon. Ia yang baru saja ingin menyalakan treadmil, mendadak melihat ke arah suara yang menyebut namanya. Dan dugaannya ternyata benar. Suara yang memanggilnya tadi berasal dari suara gadis yang cukup enggan ia temui.

“Wah, ternyata Kak Leon tinggal di apartemen ini juga?” tanya Cindy dengan girang.

Leon hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Cindy. Kemudian ia kembali menghadap ke depan dan menghidupkan treadmil. Lalu ia berjalan perlahan sembari mengikuti gerakan treadmil.

“Ngapain sih dia di sini?” gerutu Leon tak senang.

“Kak … Kakak tinggal di lantai berapa? Unit berapa?”

“Oh iya, ntar kita sarapan bareng ya?”

“Kakak mau sarapan di mana? Atau mau aku masakin nggak?”

Dengan penuh kekesalan, Leon menekan tombol ‘pause’ di treadmil dan membuat alat tersebut terjeda. Ia menatap tajam ke arah Cindy dengan mata elangnya yang benar-benar menunjukkan ketidaknyamanan.

“Aku tinggal di lantai berapa, itu privasiku. Lalu, sarapan bareng? Pacarku sedang menunggu di apartemen, jadi … aku nggak punya waktu untuk sarapan atau makan dengan orang lain,” terang Leon dengan suara yang ketus.

Bukannya malah menciut, Cindy semakin tak tahu malu. “Aku ikut, boleh? Sekalian kenalan dengan pacar Kak Leon? Kita ‘kan keluarga?”

“Keluarga? Keluarga macam apa yang mengharapkan pernikahan? Seharusnya keluarga ‘kan nggak boleh menikah?”

Mendengar jawaban yang begitu ketus dan dingin dari Leon, Cindy mendadak bungkam dan tak bisa berkata-kata. Wajahnya yang semula girang mendadak muram dan sedih. Mungkin ia berfikir dengan ia menunjukkan wajah yang sedih, Leon akan merasa bersalah kemudian meminta maaf padanya. Tapi ia salah, karena Leon, pria dingin itu sama sekali tak peduli dengan drama yang sedang gadis itu perankan.

“Enyahlah dari pandanganku,” gerutu Leon pelan namun dapat didengar oleh Cindy.

“Kak ….”

“Apalagi sih?!” gerutu Leon dalam hati.

“Kalau Kakak mau, main aja ke apartemenku. Aku ada di lantai 39 unit 3911.”

“Oh God! Kenapa sih nih cewe bego banget? Kalau mau ke beda lantai ‘kan harus ada acsess card?!” batin Leon menahan kesal. Karena tak ingin ikut bodoh dengan kebodohan gadis itu, Leon hanya tersenyum tipis bahkan senyuman yang sudah susah payah ia paksakan.

Pria itu tak melanjutkan olahraganya. Ia menjadi kesal dan bergegas pergi dari tempat itu meninggalkan Cindy yang masih berada di sana.

“Ck! Sok jual mahal, ntar juga dikasih daging mentah langsung pasrah dan berserah diri. Dasar cowok!” cibir Cindy dalam hati.

...🫧🫧🫧...

Drrtttt… Drrttt…

Ponsel Bianca bergetar. Dengan mata yang masih tertutup, ia meraba-raba kasurnya mencari ponselnya. Saat benda pipih itu berada di genggamannya, ia membuka matanya dalam keadaan tak sadar dan sekilas melihat layar ponsel. Ada sebuah panggilan video dari Leon. Karena kesadarannya belum terkumpul sepenuhnya, Bianca mengangkat panggilan tersebut.

^^^“Good morning, Sayang.”^^^

“Hmm. Morning too, Sayang,” sahut Bianca dengan suaranya yang masih mengantuk.

^^^“W-what? Coba katakan lagi?! Hmm?”^^^

Leon terkejut setengah mati saat panggilan sayangnya dibalas oleh Bianca. Moodnya yang semula hancur berantakan di pagi hari gara-gara pelacur itu, mendadak kegirangan. Wajahnya menjadi cerah.

^^^“Baby … katakan sekali lagi, please?”^^^

“Morning too, Sayang.”

Leon ternganga seketika. Ia menggigit bibirnya menahan gemas dengan tingkah laku Bianca. Andai gadis itu ada di sisinya saat ini, pasti wajah gadis itu sudah ia hujani ciuman tanpa henti. Entah gadis itu kesulitan bernafas atau tidak, ia tak peduli.

^^^“Love you, Bianca.”^^^

Leon mengatakannya dengan sepenuh hati. Entah kenapa baru sekarang ia bisa merasakan bahwa seindah ini rasanya jatuh cinta. Seperti ada kupu-kupu yang sedang memenuhi hatinya. Kenapa ia baru merasakannya sekarang? Apa ia boleh bertingkah seperti anak SMP yang sedang puber?

“Love you too, Le—”

Bianca tersentak dan tak melanjutkan ucapannya. Matanya yang semula tertutup karena masih mengantuk, mendadak terbuka dengan lebar. Ia langsung duduk dengan rambut yang berantakan. “M-maaf. Tadi itu—”

^^^“No. Itu murni bukan kesalahan.”^^^

^^^“Aku juga udah merekam videonya sejak tadi.”^^^

“What?!” Bianca terkejut bukan kepalang. Ia melihat ke arah dadanya yang mengenakan baju tidur satin tanpa lengan. Dengan sigap ia menutup dadanya yang bahkan menampakkan sebuah garisan yang begitu indah. Ia menutupi belahan dadanya menggunakan selimut dengan wajah yang memerah.

“A-aku akan menelefonmu lagi.”

^^^“No. Jangan akhiri panggilannya.”^^^

“Leon. Aku baru bangun tidur,” rajuk Bianca sambil memasang wajah yang cemberut. Ia merapikan rambutnya menggunakan jarinya.

^^^“Aku tau.”^^^

“Jadi, biarkan aku mengakhiri panggilan ini.”

^^^“No. Aku masih merindukanmu. Jadi, jangan akhiri panggilannya.”^^^

“Tapi—”

^^^“Kalau kamu matiin, aku bakalan ke sana sekarang juga.”^^^

Leon mengancam Bianca sembari menahan tawa. Bianca yang berfikir bahwa pria itu bisa saja serius dengan ucapannya, ia langsung mengiyakan dengan mengangguk pelan.

^^^“Nah, sekarang kamu tiduran lagi. Aku akan menemanimu istirahat.”^^^

Bianca mengerutkan keningnya sesaat. Namun, ia hanya mendengarkan perintah Leon. Ia berbaring menyamping sambil memegang ponsel di tangannya.

^^^“Tidurlah. Lanjutkan istirahatmu.”^^^

“Terus, kamu ngapain?”

^^^“Memperhatikanmu.”^^^

“Argh! Ntar juga ketemu. Daripada video call aku, mending kamu video call pacar kamu deh.”

^^^“Pacar? Sudah ku bilang, 'kan? Aku nggak—”^^^

“Ya ya ya. Mulut buaya mau dipercaya,” rajuk Bianca sambil memejamkan matanya.

^^^“Hey, aku bukan buaya!”^^^

“Mana ada maling yang mau ngaku.”

Leon hanya menggelengkan kepalanya sambil terkekeh melihat kelakuan menggemaskan Bianca. Pikirnya gadis itu belum sepenuhnya sadar dari tidurnya. Jadi ia tak begitu mengindahkan ucapan Bianca yang menuduhnya mempunyai kekasih selain dirinya. Ia menatapi wajah Bianca sambil tersenyum sendiri.

...🫧🫧🫧...

...BERSAMBUNG......

1
Macrina Catharina
Bi. kenapa ga sekalian mok kopinya hajar kepalanya Si centil.
Macrina Catharina
Lahh iya lah gara² makan belut, tegang terus, kepala belut kan tegang kl di pegang.
Macrina Catharina
wahh itu tongkat berurat.. we ke ke..
Tri Haryanto
kurang panjaaang
Mulyati Wahyuni
keren 💪
Mebang Huyang M
suka bangat dgn karyamu thor. da bertele2 ceritanya.
Niaja
di skipp anjirr noo /Scream//Scream/
kagome
wiiiiiiiiiiii keren lo bel
ya ampun gini dong dari dulu bel🤭
kagome
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
kagome
gini ni org bikin kesel aja. napa si suka mendem perasaan. mending di ungakapin ditrima ato ditolak paling enggak ada kejelasan . malu urusan belakangan klo ditolak. gengsi digedein😮‍💨gemeeeeees🤭
kagome
salah pilih sasaran ciiiiiiiiiin🤣🤣🤣🤣🤣
Sunarmi Narmi
Bi..minta vidio Cindy yg lgi indehoy dgn para pria..sebarin ke group kantor atau temen" yg rempong termasuk Vian /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Sheninna Shen: Kayaknya vian lebih tertarik sama cowonya ketimbang si cindy nya 🤣
total 1 replies
Sunarmi Narmi
Yess setuju banget..asam lmbung klo lgi kumat bikin sesak di dada sampai ulu hati...😭😭😭😭
Sheninna Shen: Iya. Sakit bangettttt 😭
total 1 replies
Sunarmi Narmi
Bianca..guyur saja Cindi dgn kopi yg dia kasih ke kamu...😄😄
Sheninna Shen: Greget kannnn 🤣
total 1 replies
Sunarmi Narmi
Semoga Rein dan Bella bersatu dlm ikatan cinta tnpa ada kesalahpahaman dan drama
Sunarmi Narmi
LEON NAMANYA GARANG..TAPI KEBANGETAN..BILANG CINTA BIAR BIANCA TAHU..JGAN MEMBUAT BIAN JADI CENAYAN...KAMU CEO KEBANGETAN KOK.../Hammer//Hammer//Hammer//Hammer//Hammer//Hammer//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
kagome
teman gk da akhlak emang🤣🤣🤣🤣🤣
Eka Nur Aisah
bagus banget
irma hidayat
cerita yg bagus
Sheninna Shen: Makasi kakak 😍
total 1 replies
Vio Lambi
keren suka alur ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!