NovelToon NovelToon
Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan

Status: tamat
Genre:Petualangan / Contest / Kelahiran kembali menjadi kuat / Spiritual / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Anggita

Kisah perjalanan seorang pendekar yang di benci banyak orang dikarenakan dia menjadi pewaris ilmu para tokoh persilatan aliran hitam.
Di tengah banyak pihak yang ingin membunuhnya, akankah dia dapat bertahan sekaligus menghilangkan prasangka buruk orang terhadapnya. ataukah dia malah berubah menjadi manusia ganas.?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pukulan dingin yang membingungkan.

Lamunan Pranacitra buyar seketika saat Ludiro si Jari Cepat mendorong tubuhnya ke samping, sedetik kemudian dia merasakan kelebatan senjata cambuk dari anggota perkumpulan pengemis 'Kelabang Ireng' yang menyambat lewat di sampingnya. terdengar jeritan tertahan si Jari Cepat. orang ini mencelat mundur sambil pegangi tangan kirinya yang terluka dan bengkak memerah. si pincang segera sadar dengan apa yang baru saja terjadi.

''Ki Ludiro kenapa kau menolongku., lihat tanganmu sampai terluka, bagaimana keadaanmu.?'' tanya pemuda itu cemas dan merasa bersalah.

''Hak., ha., kau tenang saja sobat pincang, ini cuma luka kecil saja, tidak jadi masalah..'' ujar Ludiro sambil menghindari serangan cambuk dua orang lawan yang datang menyambar lalu balas mencabik perut dan pundak lawannya. gerakan cakarnya terlihat semakin kaku karena luka yang dia derita akibat racun cambuk 'Pecut Kelabang Ulet' yang ada di tangan para anggota pengemis Kelabang Ireng. aliran jalan darahnya yang tersendat membuatnya tidak bisa dengan lancar mengerahkan ilmu 'Cengkeraman Jari Cakar Pencoleng' yang menjadi andalannya selama ini.

Pranacitra segera maklum dengan keadaan itu. kembali dia berbuat teledor dan lengah hingga membuat orang lain menjadi korban karena berusaha menolongnya.

Kalau sebelumnya Pranacitra membenci kesepian, hujan dan kebodohan, kini jadi bertambah satu lagi., dia benci jika ada orang lain yang berkorban untuknya. dia benci karena berhutang nyawa dan harus membalas budi baik mereka.

Perasaan benci, malu dan rasa bersalah yang membuncah di dalam hatinya membuat si pincang dilanda kemarahan hebat. kalau sebelumnya dia ingin secepatnya pergi dari sini, sekarang justru sebaliknya. ibarat kata biarpun harus berhadapan dengan ancaman seribu golok dan pedang, dia akan tetap memilih untuk berdiri di sini. sudah terlalu banyak orang yang berkorban untuknya. pemuda ini tidak ingin berhutang apapun lagi pada orang lain. berdiri dan melawan., hidup matinya dia sendiri yang menentukan.!

Kedua lututnya menekuk, tubuh sedikit terbungkuk dengan kepala agak menunduk. sepintas terlihat seperti patung kayu yang kaku dan menggelikan. tapi di saat terdengar suara raungan melengking bagaikan jeritan hantu penasaran disertai hembusan angin tajam yang mengiringi gerakan langkahnya, hati semua orang langsung bergidik ngeri, karena itulah pertanda gebrakan awal dari ilmu 'Langkah Aneh Mayat Hidup.!'

Dengan kembali menggunakan ilmu silat itu, Pranacitra bisa dengan mudah menghindari hujan serangan cambuk semua lawannya, bahkan sekali waktu balas menghantam.

Ilmu silat Langkah Aneh Mayat Hidup adalah gerakan jurus yang sangat bertolak belakang dengan ilmu silat pada umumnya. sepintas banyak terlihat lubang kelemahannya dan tidak beraturan, tapi sebenarnya sangat rapat dan teramat sulit untuk di tembus. bahkan cuma untuk menyentuh ujung baju si pincang saja lawan tidak sanggup. namun sebaliknya saat dia balik menyerang tidak satupun yang sanggup menghindarinya.!

Kebanyakan gerakan ilmu silat kanuragan terutama dari aliran perguruan- perguruan ternama, sedikit mementingkan keindahan gerakan jurus silatnya baik dalam bertahan dan menyerang. karena bagaimanapun juga sisi keindahan suatu ilmu silat turut pula memberikan nilai dan daya tarik bagi orang lain.

Sangat berbeda dengan silat kanuragan yang sedang mainkan Pranacitra, tidak satupun jurus yang terlihat indah dipandang. karena bagi Setan Kuburan sang pencipta jurus Langkah Aneh Mayat Hidup, semua itu tidak penting. ibarat kata kalau kau cuma mau menghabisi seseorang kenapa mesti harus memakai keris, pedang atau tombak pusaka buatan Empu yang terkenal, jika hanya dengan sebongkah batu di pinggir jalan saja sudah bisa menghantam remuk batok kepala lawanmu.!

Tapi tidak ada yang sempurna di dunia ini. demikian pula dengan ilmu silat. sehebat- hebatnya sebuah jurus kanuragan, tetap saja punya kelemahan. demikian juga dengan ilmu silat Langkah Aneh Mayat Hidup. jurus ini memang sangat luar biasa bila di pakai untuk bertahan dan menghindar, tapi hanya sedikit gerakan yang bisa di gunakan untuk menyerang.

''Hak., ha., modar kau Ludiro.!'' Pengemis Gigi Gompal tergelak menghina saat dua ujung tajam senjata cambuk 'Pecut Kelabang Ulet' di tangannya merajam lengan kiri si Jari Cepat hingga robek berdarah kehitaman. ketua cabang perkumpulan 'Maling Kilat' ini cepat berjumpalitan mundur dan langsung menotok beberapa urat besar di lengannya untuk menahan sebaran racun melalui aliran darahnya.

Nafas orang ini terlihat kembang kempis, mukanya pucat dengan tubuh basah mandi keringat. pandangan matanya mulai kabur. dia sadar 'Racun Kelabang Pitu' sudah terlanjur menyebar ke dalam tubuhnya.

''Mampus kau maling keparat.!''

''Cepat berikan barang yang kami inginkan.!'' gertak para anggota perkumpulan pengemis 'Kelabang Ireng' sambil sabetkan cambuk di tangan mereka. satu serangan cambuk dapat di elakkan Ki Ludiro meskipun dengan sangat bersusah payah. tapi dua sambaran cambuk lagi sudah tidak mampu dia hindari.

Ludiro si Jari Cepat terpaksa cuma bisa gunakan cengkeraman tangan kanannya untuk menangkis sabetan dua cambuk lawan yang datang mengancam kepalanya.!

'Whuuuk., whuuk.!'

'Wheet., craask., dhees.!'

Dengan gunakan ilmu Cengkeraman Jari Cakar Pencoleng, Ki Ludiro berusaha untuk menggebrak mental sabetan dua cambuk lawan, walaupun akibatnya telapak tangan kanannya mungkin akan cacat terhantam cambuk beracun. tapi apalagi yang bisa orang ini lakukan, sementara untuk sekedar menggeser kakinya saja dia sudah kesulitan.

Pencuri kawakan ini menggerung kesakitan, meskipun mampu membuat mental senjata lawan tapi telapak tangannya juga hancur. tubuh Ludiro terhuyung dan jatuh terduduk.

Saat di ujung kesadaran dia masih sempat mendengar raungan menggeledek yang menggetarkan hati. sudut matanya samar melihat tiga orang anggota pengemis Kelabang Ireng terjungkal dihantam gulungan sinar kuning berhawa dingin yang menebar bau sebusuk bangkai.

Pranacitra berdiri gemetaran, nafasnya terenggah dengan sorot mata beringas. di kedua tangannya masih tersisa selapis kabut tipis berwarna kekuningan yang perlahan menghilang.

Sejak menggunakan jurus Langkah Aneh Mayat Hidup untuk kedua kalinya guna menghadapi serangan cambuk para pengemis Kelabang Ireng, sebenarnya pemuda ini sudah berkali- kali berusaha menghantam semua lawannya dengan ilmu pukulan aneh yang tidak dia ketahui kapan dan bagaimana bisa keluar dari tubuhnya.

Tapi biarpun sudah berusaha mengerahkan tenaga dalamnya, tetap saja ilmu pukulan berhawa sedingin es yang menebar cahaya dan asap kuning busuk itu tidak dapat dia keluarkan. bukan masalah untuk sekedar menghindari serangan lawan yang datang padanya . tapi dia menjadi sangat panik dan teramat marah kala melihat Ki Ludiro, orang yang telah menyelamatkan jiwanya terkapar di hajar cambuk lawan.

Pada saat perasaan cemas, marah dan putus asa melanda hatinya tanpa sadar pemuda ini meraung dan hantamkan kedua tangannya secara ngawur. mendadak terasa olehnya di titik bagian tubuhnya yang terpendam Racun Pembeku Darah Dan Jantung bergejolak, rasa sangat dingin yang begitu menyakitkan bergulung di bawah pusat tenaga dalamnya yang dia dapat dari Gembel Sakti Mata Putih.

Dua aliran tenaga dan racun yang berbeda namun sama bersifat dingin bertemu di bawah pusar, hingga menimbulkan perasaan kedinginan yang menyakitkan dan terus memaksa menerobos keluar dari tubuhnya.

''Apa., apakah., ini karena penggabungan ilmu tenaga dalam yang berasal dari Iblis Picak Buntelan Kuning serta racun pembeku darah dan jantung yang kebetulan sama bersifat dingin, hingga membuat tubuhku tidak mampu lagi menahan luapan gabungan tenaga sakti itu, lalu terlontar keluar.?'' batin Pranacitra pandangi kedua tangannya.

Kalau yang dia perkirakan memang benar adanya, si pincang ini malah jadi semakin bingung. sebenarnya racun dingin yang mendekam didalam tubuhnya ini merupakan sebuah anugerah ataukah bencana.?

1
bagus
sungguh sandiwara yang dramatis 🤣
bagus
luar biasa 👍
bagus
lanjutkan 💪
bagus
semangat terus 💪
bagus
mantap 👍
bagus
sungguh mengharukan
bagus
penuh keharuan 😓
bagus
semakin menarik
@bangkai_dunia☕🚬
uhhhggg ahhh ooohhh gede amaaat ayaaang uhhh😅😅😅🤭
bagus
sehat sehat selalu
dilancarkan segala urusannya 🤲
anggita: Amin, doa yg sama buat sampean.
total 1 replies
bagus
gasken 👍
bagus
astaghfirullah 🤭
bagus
🤣🤣🤣🤣🤣
bagus
mantap 👍
bagus
batok berbutir
bagus
lanjut terus 💪
bagus
wah bisa juga gitu ya 🤣
bagus
wah blom modar
bagus
mantap 👍
lanjut terus 💪
bagus
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!