Gak ada kata-kata, kecuali, sehat selalu buat semua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shanty fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MERINDUKAN PURNAMA
🕊Selamat Membaca🕊
☘
Hidup itu bukan tentang apa yang sudah kita miliki
Tapi apa yang sudah kita beri dengan apa yang sudah kita miliki. Dan hidup itu bukan tentang, kita yang sudah baik saat ini, tapi bagaimana kita yang sudah baik, menjadi lebih baik lagi.
"Heeeeeeems__!" Shafa bergumam panjang, saat membaca pesan yang cukup berkesan yang Abie kirimkan.
Shafa hanya mampu tersenyum kelu, mana kala saat membaca pesan itu.
"Hay, Bie! Are you oke?"
"Baik, Insya Allah." Jawabnya singkat.
"Bie serius, apa kabarmu hari ini?"
"Tumben, sopan. Gue baik."
"Ya Allah, kesel amat gue ma elu! Di kasarin salah, di lembutin apa lagi." Omel Shafa.
Hari itu terjadi pecakapan yang cukup mengejutkan. Bagaimana tidak, Abie memberitahu bahwa saat ini semua kulit di tubuhnya terasa kaku, bahkan sakit jika tersentuh.
Bukan hanya Shafa, yang mendengar kabar itu, tapi Asa dan juga Desy. Dan pastinya membuat mereka sedih luar biasa.
"Bie, sekarang lagi apa?" Kini Desy yang menyapa.
"Main hp, tidur lagi, main hp tidur lagi, aku kan pengangguran, Ci." Jawab si Abie yang membuat Desy tersentak.
"Astafirullah, kamu kenapa sih. Sabar ya, nanti pasti akan kembali normal lagi."
"Hehe. Maaf, maaf! Aku cuma bencanda sayang." Jawabnya alay.
Sebenaranya, semenjak Abie di vonis sakit yang cukup serius, anak muda itu sering berbicara tanpa di fikir dulu, hingga tanpa sadar Abie membuat batin Desy sedih.
"Ci___!" Abie memanggil Desy.
"Eeem."
"Aku, mau di bawa mama pergi." Ucapnya lagi.
"Pergi kemana, Bie?"
"SINGAPURA__😊! Mama, ajak aku berobat di sana."
Desy terdiam, dia sebenaranya terkejut luar biasa, maklum, Desy faham betul, orang-orang kaya yang sakit parah sering berobat di sana. Namun Desy tak menunjukan rasa sedihnya, gadis itu justru memberi semangat yang luar biasa, untuk anak muda yang kini tengah berjuang melawan rasa sakitnya.
"Aku percaya, kamu pasti mampu lewati ini." Suport Desy.
"Aamiin. Terima Kasih Desy Puspita😊❤__!"
Bahkan hari itu Abie, minta izin kepada si kekasih hati, akan rusuh di GRUP CHAT si Desy Puspita, entah apa yang akan di lakun Abie, yang pasti, apa pun yang akan Abie lakukan, sudah mendapatkan persetujuan dari gadis cantik itu.
"Nanti malam tapi ya, Ci. Sekarang aku mau tidur dulu." Ucap Abie.
"Oke. Istirahat yang cukup ya, Bie, semoga nanti semua akan kembali menjadi lebih baik lagi.
"❤😊___!" Senyum si Abie penuh cinta.
______
Kabar, akan berobatnya Abie, membuat Shafa Desy dan Asa cukup terkejut. Maklumlah, karena menurut mereka orang-orang yang sakit parah pasti akan kesana.
"Kak, kenapa gue seketika inget Olga Syhaputa." Ucap Desy.
"Mudah-mudah, gak ya. Walau gue juga berfikir kesana." 😭 Jawab Shafa.
"Kak, apa si Abie sudah separah itu?" Tanya Asa pula.
"Etahlah, yang jelas dia bilang, kalau semuanya sudah terasa kaku." Jelas Desy.
"Ruamnya, sudah parah banget kayaknya ya?" Shafa.
"He'em. Kita berdo'a aja lah, yang terbaik buat dia yang pasti, apa pun yang akan di lakukan pasti sudah dalam pertimbangan. Kan, maklum mama dia dokter, sudah pasti dia tau apa yang terbaik buat Abie." Ucap Desy dengan semua sikap dewasa dan pendewasaanya.
Sebenarnya Desy memang di paksa dewasa oleh keadaan, sebab tak ada yang bisa dia lakukan, kecuali bersikap lebih tegar, walau sebenarnya dia tak setegar itu.
____
Abie, menatap matahari sore itu dengan senyum sendu, sebab matahari yang dia tatap dari langit Malaysia, esok akan dia tatap di Negara Singapura.
Anak muda itu, hanya mampu iklas dan mengikuti arahan dari si mama, sebab dia tahu betul, usaha Carla untuk menyembuhkanya.
"Mama, pasti lelah, siang dan malam urusi Abie tiada henti." Ucapnya lirih saat si mama mendekatinya.
"Bie, mama tak pernah lelah, apa pun akan mama lakukan, agar Abie sehat kembali." Jawab si mama seraya menatap sendu wajah anaknya itu. "Maafkan, mama ya! Karena selama ini tak memperhatikanmu." Pinta si mama lagi.
Abie mencium punggung wanita yang telah melahirjanya itu. "Maafkan, aku juga ma, karena salama ini Abie kurang sopan, bahkan tak hormat ke mama!" Pinta Abie pula.
Sementara dari kusri sofa yang tak jauh dari keberadaan Abie, ada adik dan papa sambung Abie, yang melihat itu dengan perasaan sedih.
"Sehat-sehat ya bujang, kamu pasti sembuh." Ucap Irfan yang juga mendekati keberadaan Abie. Lelaki paruh baya itu menepuk pelan pundak anak sambungnya.
"Iya, terima kasih, Om." Jawabnya pelan. "Maaf, ya kerena aku belum bisa memanggilmu dengan sebutan, Papa." Pintanya kemudian.
Irfan tersenyum bahagia, sebab anak muda itu kini mulai menerima keberadaanya, bahkan Irfan juga bangga, sebab anak sambungnya itu, semakin hari semakin terlihat dewasa.
___
Sore masih menyapa Abie kembali keranjang pembaringanya. Anak muda itu meminta si adik sambung mengambilkan gitar kesayangan miliknya dan tanpa fikir panjang, dia merekam suaranya sendiri saat bernyanyi. Bahkan semua mata memandang Abie, karena benar-benar kagum saat mendengar suara merdu dari si anak muda itu.
MERINDUKAN PURNAMA SONG BY JUDIKA. Sore itu Abie beryanyi dengan suara indahnya, bahkan Abie mengirim hasil rekaman suaranya ke Grup Chat si Shafa, dan dalam waktu singkat suara merdunya membuat kagum siapa saja, namun berbeda dengan Asa Shafa dan Desy Puspita, lagu yang Abie nyanyikan cukup menyayat hati dan perasaan.
.
.
Merindukan purnama, bertahan walau di dalam DUKA.
Bersyukurnyalah kita, masih bayak yang sayangi kita.
Begitulah kira-kira bait lagunya😊.
💪💪Semangat Abang.
.
.
🍍TERIMA KASIH🍍
.
.
.☘☘☘☘☘☘☘☘☘
bank abie maaf ya waktu itu gak sengaja kepencet unfollow jadi ilang pertemanan kita pdhal banyak yg pingin diobrolin.
Tetap semangat dan selalu positif thingking meski semua bergantung takdir yang kuasa
Semoga dipermudahkan, dikuatkan dan selalu ikhlaskan hati
Apapun serba mungkin jika Yang Kuàsa berkehendak
sepertinya ortunya jg mengingkari kenyataan🤔
kangeeeeeeeennnnn 🥰
mdh2n Abang selalu d beri kesehatan yahhh
aku gabung d GC tp baru tau segala nya hari ini 😭😭😭😭
yg sabar ka Desi buat ngasih semangat k bang BIE 💪💪💪💪