Memberikan keturunan untuk suami adalah impian seorang istri tapi bagaimana bila ternyata impian itu tidak sesuai dengan kenyataan?
Tidak ada istri yang mau "Mandul", 6 tahun menikah Tata belum juga hamil dan punya anak.
Desakan kedua orang tua Dedi yang mengharuskan mereka segera punya anak membuat hati Tata sakit, ditambah lagi dengan ancaman jika Tata tidak kunjung memberikan cucu untuk mereka Dedi akan di nikahkan dengan wanita pilihan kedua orang tuanya.
Di usianya yang ke 41 tahun Tata akhirnya berhasil hamil, kehamilannya yang sudah lama di nati-nantikan akhirnya terkabul juga. Akan tetapi Becky ibu mertuanya tetap ingin Mawar menjadi menantunya.
Apakah Tata akan tetap menjadi istri satu-satunya Dedi?
Apakah kehamilannya berhasil menggubah sikap mertua nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ezrahi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari ke 1 Post Operasi
Tata terbangun dari tidurnya, "bu Ayu tau WC di mana? "
"Tau, mau ke WC? "
"Iya bu Tata mau muntah bu, ayo bu temani Tata. "
Bu Ayu beranjak dari posisi berbaring menemani Tata ke WC sesampai di WC Tata langsung memuntahkan makan yang masih tersisa di perutnya.
"Nak Tata kenapa?"
"Gak tau ni bu Tata tiba-tiba aja mual mau muntah, mungkin karena terlambat sarapan bu biasanya Tata jam 7 udah makan tapi ini sudah jam 8 belum makan juga bu."
"Jangan-jangan nak Tata sakit maag, ibu belikan makanan aja ya? "
"Iya bu, ambil uang Tata di dalam tas ya. "
Setelah puas muntah Tata kembali ke ruang tunggu ICU, Tata duduk bersandar di dinding ruang itu sementara bu Ayu pergi mencari makanan untuk majikannya.
"Kenapa aku mual sekali ya? udah muntah pun rasanya masih mual. " Tata nemegangi perutnya yang terasa tidak nyaman itu.
"Cium aroma minyak kayu putih mungkin bisa menghilangkan rasa mual ku. " Tata mencari minyak kayu putih di dalam tasnya.
"Syukur lah ada. " di dekatkan nya minyak kayu putih itu dengan hidungnya untuk mencium bukan hilang rasa mual nya tapi semakin jadi.
Lagi-lagi Tata berlari ke arah WC untuk muntah, " aduh ko malah mual makin jadi shi. " kali ini Tata muntah air yang baru saja iya minum.
"Aduh jangan muntah lagi lah, benar-benar gak bisa di ajak kompromi ni tubuh aku kan mau jagain suami ku bukan mau sakit juga. " Tata kembali ke ruang tunggu setelah rasa mualnya berkurang.
Jam berkunjung pun tiba Tata tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, Tata masuk ke ruang ICU dengan baju luar yang sudah di sediakan oleh ruang ICU dan sendal khusus untuk masuk ke ruang ICU.
Terlihat Dedi masih terpasang ventilator (alat bantu nafas) karena setelah operasi Dedi belum mampu di lepas ventilator.
"Bagaimana kondisi suami saya dokter? "
"Suami ibu masih dalam keadaan kritis bu tapi bersyukur bengkak di otaknya sudah berkurang, perdarahan aktif nya juga sudah berhenti, saat ini kita hanya perlu menunggu pak Dedi sadar dan mampu untuk di lepas alat bantu nafas bu kemarin sudah di coba lepas pak Dedi belum mampu di lepas. "
"Biasanya setelah operasi buka kepala berapa lama bisa sadar dokter? "
"Tergantung kondisi bu, ada yang 8 jam setelah operasi sudah sadar, ada yang satu hari setelah operasi baru sadar dan ada yang memakan waktu dari minggu ke bulan baru sadar. Semuanya kembali lagi ke pasiennya dan tingkat keparahan kecelakaan nya bu. Saya sebagai dokter tidak bisa menjamin bapak akan sadar karena ini bukan operasi kepala yang di akibatkan oleh tumor bu tapi ini karena benturan dari kecelakaan. Saya harap ibu bisa bersabar dan lebih banyak lagi berdoa karena manusia biasa berusaha tapi balik lagi keputusan akhirnya ada di tangan Tuhan bu. "
"Iya dokter terima kasih atas penjelasan nya. "
"Sama-sama Bu. "
Tata berdoa di samping suaminya setelah berdoa Tata mengajak suaminya berbicara, "mas yang kuat ya, Tata yakin mas kuat melaluinya. Cepat sadar mas jangan lama-lama tidurnya. "
"Maaf Bu waktu berkunjung Sudah habis. "
"Oh iya suster. " Tata keluar dari ruang ICU, hanya di beri waktu 15 menit menemui pasien yang di rawat dan yang berkunjung dalam satu kali jam kunjung hanya boleh 1 orang yang boleh masuk tidak boleh lebih dari satu.
"Bapak kita hari ini mengunjungi anak kita sama-sama yuk. "
"Ibu pergi aja duluan bapak mau ke kantor dulu ada urusan penting bu nanti kalau udah selesai bapak nyusul ya. "
"Oh ya udah ibu ajak Mawar ajalah. "Becky mengambil hpnya menelpon nomor Mawar.
" Halo nak Mawar kita sama-sama ke rumah sakit kunjungi suami mu yuk. "
"Maaf Bu Mawar gak bisa hari ini karena hari ini Mawar ada cek kehamilan bu. "
"Ya udah ibu temani kamu cek kehamilan baru kita berangkat temui suamimu ya. "
"Jangan bu, dokter nya belum tau jam berapa ada soalnya belum pasti jam berapa dokternya masuk katanya hari ini dokter kandungan Mawar lagi ada rapat jadi susah kalau ibu ikut nanti kelamaan nunggu malah gak jadi kunjungi mas Dedi bu. "
"Oh gitu ya udah lah ibu pergi sendiri aja. "
"Iya bu. " Becky mematikan sambungan telepon nya.
"Yah ternyata Mawar mau cek kandungan pak jadi gak bisa pergi sama-sama hari ini. "
"Oh iya bu. "Becky akhirnya pergi sendiri ke rumah sakit.
Bu Ayu mempercepat langkahnya sambil membawa bungkusan makanan untuk Tata, " semoga nak Tata suka makanannya dan gak buat tambah mual. "
" Nak Tata makan dulu yuk ibu sudah beli makanan kesukaan nak Tata. "
"Iya bu. "
Bu Ayu dan Tata makan sama-sama tapi baru saja selesai makan Tata kembali mual, Tata kembali berlari ke WC untuk muntah.
"Aduh ada apa ini kenapa aku muntah terus apa hanya karena terlambat makan aku jadi maag kronis, sebaiknya aku cek ajalah ke dokter mumpung di rumah sakit. "
"Kemana Tata kenapa hanya bu Ayu aja yang ada di sini? enak aja dia main pulang segala padahal janjinya mau jagain anakku. " Becky menghampiri bu Ayu yang sedang makan itu.
"Bu Ayu kemana Tata? kenapa hanya ibu aja yang ada di sini!! " ucap Becky dengan nada tinggi.
"Ibu Becky..
Belum sempat bu Ayu menjawab Becky langsung memotong kata-kata bu Ayu" Apa kamu kaget aku ke rumah sakit apa perempuan itu benar-benar pulang? awas dia kalau benar-benar pulang. "
"Ibu ada apa? " ucap Tata dari belakang Becky.
Becky terkejut mendengar suara Tata dan langsung menoleh ke arah Tata, " ternyata dia masih di sini. " pikir Becky.
"Dari mana kamu!! " bentak Becky.
"Tata ke WC bu. "
"Oh." ucap Becky singkat.
"Ibu-ibu anak sedang sakit parah pun masih saja bersikap kasar seperti ini, kapan dia akan berubah jadi orang yang baik. " pikir Tata.
"Ibu sudah makan? kalau belum ayo sama-sama makan bu tadi bu Ayu beli makanan nya lebih bu. "
"Kalau pun belum ibu juga gak mau makan di sini ruangannya jorok gini. " ucap Becky sambil menunjukkan raut wajah jijik melihat sekitar ruang tunggu ICU itu.
"Hmmm, " Tata menghela nafas mendengar jawaban mertuanya.
"Apa kata dokter tentang anakku? "
"Dokter bilang mas Dedi masih dalam masa kritis, masih belum bisa lepas alat bantu nafas tapi bersyukur otak mas Dedi tidak membengkak dan perdarahan nya juga sudah berhenti bu. "
"Oh gitu, ya udah ibu mau pulang kalau ada apa-apa jangan lupa kabarin ibu. "
"Iya bu. "
"Ibu macam apa dia katanya kuatir tapi belum 10 menit di sini udah mau pulang. " pikir bu Ayu.
Tata kembali duduk di ruang tunggu bersama bu Ayu, perutnya masih terasa lapar tapi mulutnya tidak mau menerima makanan.
"Bu sepertinya ada masalah dengan lambungku nanti Tata mau berobat aja bu mumpung lagi di rumah sakit tapi ibu rahasiakan dengan orang rumah ya termasuk mertua ku soal ini. "
"Iya nak Tata, ibu temani ya. "
"Gak usah bu, Tata pergi sendiri aja nanti kalau ibu ikut trus ada apa-apa dengan mas Dedi petugasnya susah cariin kita. "
"Oh iya ya, benar juga apa yang nak Tata bilang. Ya udah ibu tunggu di sini aja nanti kalau ada apa-apa kabarin ibu ya."
"Iya bu. "
seharusnya instrospeksi diri c Becky ini ...
Semangat.