Menceritakan tentang kesedihan seorang istri yang tidak pernah anggap ada. Dan selalu saja di salahkan
_Akankah, Safira mampu bertahan dengan pernikahan yang tanpa cinta ini....???
_Atau mampu kah, Arjuna mempertahankan Safira atau justru melepaskan nya....???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35
"Tidak sayang, aku tidak ingin menandatangani surat perceraian itu"...Ucap Juna, sambil menggelengkan kepalanya.
"Kau harus mau mas,, karna percuma kita bertahan dalam keadaan seperti ini..."
"Apa maksud mu Safira...???"
"Aku yang harus bertanya padamu, apa maksud mu mas, mempermainkan perasaan ku dan perkawinan kita..???", Ucap Safira yang kini mulai menaikkan suaranya..
Juna yang mendengar langsung di buat heran, karan selama ini Safira yang ia kenal tidak pernah sama sekali berkata keras kepadanya..
"Sayang, kita bicarakan ini baik,, aku tidak ingin bertengkar dengan mu.."
"Kau harus memilih mas, tanda tangani berkas ini, maka aku akan mendonorkan sumsum ku,, atau tidak sama sekali,,." Kini Safira berjalan meninggalkan Juna sediri.. "Maafkan bunda Alira, yang membuat keputusan seperti ini,," Batin Safira,,..
Juna yang di tinggal sendiri merasa frustasi dan mengacak acak rambut nya.. Entah kenapa di saat seperti ini dia tidak ingin menandatangani berkas perceraian tersebut, padahal niat awalnya memang hanya untuk supaya Safira ingin mendonorkan sumsum.. Tapi kenapa Juna sendiri tidak tega melepas Safira,, dan merasa tidak bisa mengambil keputusan yang Safira berikan...
"Maaf Safira tapi saat ini aku tidak bisa melepaskan mu,, dan aku harap kau segerah mendonorkan sumsum mu untuk Alira." Batin Juna,
🍂🍂🍂
Malam hari nya, Safira menitip Zahra di bibi pengasuh.. Kemudian Safira berlalu untuk ke rumah sakit melihat keadaan Alira, yang semakin hari semakin melemah, karna memang saat ini yang Alira butuhkan adalah sumsum, agar keadaan nya bisa membaik..
Saat Safira sudah sampai di rumah sakit, Dengan perlahan Safira melangkahkan kakinya untuk ke ruangan rawat Alira, dan saat Safira hendak membuka pintu Safira mendengar Alira dan Juna tengah berbicara. Safira menitihkan air matanya kala mendengar ucapan putri sambung nya itu..
"Ayah, sungguh Alira sudah tidak kuat lagi.." Ucap Alira sambil terus meneteskan air mata nya dan menahan rasa sakit..
"Kau harus kuat sayang,, tahan sedikit lagi, ayah janji akan mendapatkan donor tersebut.."
"Ayah,, Alira sudah lelah, tolong berika Alira suntik saja,, agar Alira bisa mati tanpa merasa sakit.."
"Sayang, jangan berbicara seperti itu.., mana ada ayah yang tega membunuh anak nya sendiri, kau harus kuat sayang, ada ade Zahra yang sedang menunggu mu di rumah, dan ayah akan membujuk bunda Safira agar ingin mendorokan sumsum nya secepat mungkin.."
"Ayah,, jika bunda tidak ingin, jangan memaksa nya ayah.. Alira tidak ingin meminta apa apa kepada bunda, Alira hanya ingin bunda selalu bersama kita.."
Safira yang mendengar ucapan Alira pun langsung menyeka air mata nya, dan berjalan ke ruangan dokter yang menangani Alira.
"Permisi dok." Ucap Safira saat membuka pintu ruangan dokter. "Saya bunda nya Alira, ada yang ingin saya sampaikan dok.."
"Ouh ya silahkan duduk.., Ada apa ...???"
"Saya ingin dokter melakukan operasi untuk Alira, dan mengambil sumsum tulang belakang saya dok..,"
"Syukurlah,, akhirnya ada yang ingin mendonorkan Alira sumsum.. Alira anak yang kuat, dia bisa menahan sakit nya hingga saat ini."
"Tapi saya punya syarat dok....???"
"Syarat....????"
"Iya dok.., Tolong jangan katakan bahwa saya yang mendonorkan sumsum untuk Alira dok."
"Tunggu, bukan kan ibu, bunda nya Alira. Dan itu artinya ibu istrinya dokter Juna...???, Tapi kenapa harus di rahasiakan.."
"Iya sayang memang istrinya dokter Juna, dan bunda sambung Alira,, hanya saja saya tidak ingin mas Juna tau jika saya yang mendonorkan nya dok.. Saya harap dokter mengerti."
"Baiklah saya mengerti, dan akan merahasiakan ini.."
"Kalau begitu dok, atur jadwal secepatnya agar anak ku bisa pulih kembali."
"Maaf, jika jarang sekali Up, di karenakan ada kesibukan yang tidak bisa di tinggalkan." 🙏🙏🙏