Follow Akun IG: Oni_RA
ANINDYA VANISHA atau sering di panggil anin, harus menikah dengan kakak iparnya yang bernama KENATH ABRAHAM.
Cobaan cinta dan pengorbanan masa mudanya pun harus ia perangi demi meraih cinta sejati.
Suatu peristiwa yang menimpa kehidupan anin, membuat hidup anin berubah begitu cepat, bahkan senyum di bibir anin, cinta dan bahagia semua telah di renggut oleh satu peristiwa yang terjadi dalam sehari. peristiwa yang tak terduga merubah kehidupan anin dan menjatuhkan dirinya dengan sangat tajam.
Penasaran dengan kisah nya????
Dari pada penasaran, mending baca langsung deh...hehehe....
Jangan lupa LIKE, VOTE dan KOMEN POSITIF agar menambah semangat author.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oni_C, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episod 35
Anin berdiri dan melangkah menuju kamar nya, saat bersamaan kenath menarik tangan anin.
"Mau kemana kau?" Tanya kenath menarik tangan anin
"Ke kamar mas" Jawab anin.
"Kamu gak tau atau pura pura gak tau?" Kenath menatap mata anin.
"Ini kan kamar anin mas" Ucap anin.
"Haiiisss....kau ikut ke kamar ku! jangan bertingkah bodoh selagi ada mama, kau mau aku di marahin mama gara gara tingkah mu" Tegas kenath.
"Anin mau mandi dulu mas..setelah itu ingin membuatkan makan malam untuk mama" Ucap anin.
"Ambil baju mu, setelah itu kau mandi di kamar ku" Perintah kenath.
Anin masuk kedalam kamar dan mengambil beberapa pasang baju nya, lalu mengekori kenath dari belakang menuju kamar.
"Letak aja baju mu di tempat kosong itu" Kenath menunjuk ke arah lemari kosong.
Selesai mandi anin langsung pergi ke dapur untuk membantu bibi memasak, karna memang hari hari anin selalu membantu bibi memasak.
Cukup lama anin dan bibi berkutat di dapur akhirnya makan malam selesai, mama pun keluar dari kamar dan menuju meja makan.
"Anin...ini kamu yang masak?" Ucap mama saat melihat anin menyediakan makanan di meja.
"Anin di bantu bibi ma" Ucap anin tersenyum.
"Mama...." Ucap kenath berjalan ke arah meja makan.
"Mama tau..menantu mama ini sangat pintar masak" Kenath duduk di bangku meja makan.
"Waahhhh bau nya enak sekali" Kenath menghirup aroma makan.
Anin segera mengambil piring untuk menyediakan makan kenath.
"Sayang...aku mau ini ya" Ucap kenath manja dan tersenyum kepada anin, menunjuk kan jika kenath ingin ikan bakar.
Anin mengangguk dan segera mengambil apa yang kenath mau.
"Terimakasih sayang" Kenath mengambil piring dari tangan anin dan tersenyum manis.
Anin hanya tersenyum bahagia karna melihat perlakuan baik kenath hari ini, sikap nya, senyum nya, ucapan nya, membuat hati anin sangat bahagia.
Bahkan semua perlakuan kasar kenath terhadap anin, membuat anin lupa, seolah olah semua perlakuan kenath terhadapnya seperti di telan bumi.
Mama yang melihat perlakuan kenath dan anin sangat bahagia. mama berpikir jika rumah tangga anin dan kenath harmonis.
Setelah selesai makan anin membersihkan piring piring dan di bantu oleh bibi.
"Anin...sudah lah biar bibi yang mengerjakan ini semua" Mama melarang anin.
"Tidak apa apa ma, anin sudah terbiasa" Anin tersenyum dan mengambil piring kotor.
"Lihalah kenath, istri kamu sangat rajin" Mama memuji anin.
Kenath hanya melihat anin yang mengangkat piring ke dapur tanpa menjawab apa yang mama ucapkan.
"Ma..papa bagaimana di rumah?" Tanya kenath
"Papa ada urusan ke luar kota, jadi mama menginap di sini untuk sehari, dua hari atau seminggu" Ucap mama.
Mata kenath terbelalak saat mama mengucapkan akan menginap seminggu.
"Bagaimana jika mama menginap seminggu...aku? aku harus terus bersikap baik pada nya, hhaaaiiisss...bisa bisa dia membanggakan diri nanti" Gumam kenath di hati.
Setelah selesai makan dan mengobrol, kenath, mama dan anin langsung masuk kamar.
Saat masuk kamar kenath membuka pembicaraan kepada anin.
"Mama akan menginap di sini untuk sehari atau dua hari" Ucap kenath naik ke tempat tidur.
Anin hanya diam tidak menjawab ucapan kenath dan menaiki tempat tidur.
"Jadi, jagalah sikap mu selagi ada mama" Ucap kenath.
Anin tetap memilih diam dan menarik selimut.
sdah retak susah untuk di sembuhkan
dia benar2 menyesal