NovelToon NovelToon
SANG PENUAI NYAWA

SANG PENUAI NYAWA

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Kausafiksi.id

Di dunia yang dikepung miliaran Monster ciptaan entitas purba Vitallion, kedudukan manusia ditentukan oleh seberapa agung Anima yang mereka panggil di Aula Kebangkitan.

​Kael Ardyn, putra tunggal mendiang pahlawan militer, mendapati takdirnya hancur dalam semalam. Bukan makhluk Mitologi agung yang ia bangkitkan, melainkan Morthas (Sang Penuai Nyawa)—entitas Kelas Misterius berwujud Malaikat Maut yang terhapus dari sejarah ribuan tahun.

​Dicap sebagai ancaman haram oleh Kerajaan Barat yang korup, Kael dijatuhi hukuman eksekusi mati. Diselamatkan di detik-detik terakhir oleh pendiri Guild Scar Horizon, Kael dilarikan ke alam liar di luar Dinding Peradaban.

​Bersama persekutuan empat jiwa abnormal penguasa Anomali—Phoenix Api, Mammoth Purba, dan Kraken Kinetik—Kael menempa jiwanya untuk menguasai energi Kematian murni.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28: KETAKUTAN SANG PENUAI DAN KEDATANGAN ARSITEK LORONG

BAB 28: KETAKUTAN SANG PENUAI DAN KEDATANGAN ARSITEK LORONG

​Di tengah dentuman ledakan beruntun dan hujan darah hijau yang membasahi tanah Volcania, tentakel kinetik milik Ren masih melilit erat leher seekor Beast Peringkat Menengah. Pemuda berambut merah itu baru saja bersiap melontarkan hantaman mematikan berikutnya.

​Namun, sebelum tinju kinetik itu mendarat, sebuah kejanggalan yang teramat absolut merayap menguasai arena.

​BRRRRRRMMMM…

​Fondasi bumi di bawah pijakan mereka mendadak bergetar dengan frekuensi yang sangat asing. Itu sama sekali bukan getaran gempa tektonik biasa, apalagi guncangan dari elemen tanah Morgrath milik Hugo.

​Getaran itu tidak hanya mengguncang pasir dan bebatuan, melainkan meresonansi langsung ke dalam sumsum tulang dan mual di ulu hati. Ruang dimensi di sekitar gerbang benteng seolah ditarik dan dikerutkan secara paksa oleh sebuah tangan tak kasat mata.

​Seketika itu juga, kekacauan medan perang yang tadinya dipenuhi raungan amarah terhenti total. Waktu seakan membeku dalam satu kedipan mata.

​Ratusan Beast Peringkat Menengah yang sedang beringas menerjang barisan prajurit Volcania mendadak menghentikan pergerakan mereka secara serempak. Cakar-cakar tajam yang mengambang di udara diturunkan.

​Hal yang lebih gila terjadi di pusat bentrokan garis depan. Dua ekor Beast Peringkat Tinggi berwujud Beruang Kembar—yang baru saja mengadu kekuatan fisik secara frontal dengan Kapten Gareth dan Jenderal Veron—menarik mundur hantaman mereka.

​Sepasang mata merah darah raksasa milik kedua Beruang Kembar itu tidak lagi memancarkan keangkuhan purba. Kilat amarah di mata mereka meredup drastis, tergantikan oleh kengerian dan kepanikan yang teramat pekat.

​Tanpa mengeluarkan satu pun raungan, kedua Beast Peringkat Tinggi itu memutar tubuh masif mereka. Mereka berlari terbirit-birit, kembali masuk ke dalam kegelapan lorong celah labirin dengan ketakutan yang merendahkan martabat mereka sebagai monster penguasa.

​Melihat pemandangan itu, ratusan Beast lainnya ikut panik. Mereka saling berdesakan, menginjak dan meremukkan tubuh sesama kawanannya sendiri hanya demi bisa melarikan diri kembali ke dalam lubang labirin secepat mungkin, seolah kiamat baru saja dijatuhkan di atas kepala mereka.

​Para manusia fana yang berdiri di medan tempur hanya bisa mematung. Jenderal Veron menurunkan pedang besarnya dengan napas memburu, sementara Kapten Gareth menatap kepergian musuh dengan kening berkerut dalam.

​“Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa mereka mundur?” gumam Ren, menarik kembali tentakel Kraken Rin ke dalam wadah jiwanya dengan wajah bingung.

​Keheningan yang mencekam menyelimuti gerbang Volcania, namun itu tidak berlangsung lama. Dari mulut utama celah labirin yang kini kosong, udara mulai membias dan berputar hebat secara ekstrem.

​Sebuah distorsi ruang memanifestasikan dirinya. Tekanan energi yang luar biasa kuat perlahan-lahan merembes keluar dari robekan dimensi tersebut, menciptakan pusaran gravitasi yang menelan cahaya matahari fajar di sekitarnya.

​Merasakan fluktuasi energi spasial yang memanipulasi ruang tersebut, Elena yang melayang di udara langsung menurunkan ketinggiannya. Sepasang mata merah gadis berambut pirang itu membelalak, memancarkan binar kelegaan dan harapan yang luar biasa besar.

​“Kakek…” bisik Elena dengan suara bergetar haru.

​Di pikiran Elena—dan juga seluruh anggota Scar Horizon lainnya—satu-satunya entitas di benua ini yang sanggup merobek ruang dimensi dengan tekanan sepekat ini hanyalah Merak Void milik Grand Master Alden.

​Kapten Gareth menghela napas panjang, senyuman tipis penuh rasa syukur terukir di wajah lelah sang veteran. Suna dan Hugo ikut menurunkan kuda-kuda bertarung mereka, mengira bahwa bala bantuan puncak dari pimpinan guild telah tiba untuk menyelamatkan Volcania.

​Namun, di tengah euforia keselamatan yang merasuki timnya, Kael Ardyn tetap berdiri kaku di tempatnya. Tidak ada binar lega di mata pemuda itu. Sebaliknya, keringat dingin sebesar biji jagung mulai merembes dari pelipisnya.

​Di dalam kedalaman dimensi Void yang bersemayam di dasar wadah jiwanya, atmosfer kehampaan mendadak bergejolak penuh kegelisahan.

​Morthas, Sang Penuai Nyawa, yang biasanya duduk tenang memancarkan keangkuhan absolut di atas singgasana gulitanya, kini perlahan membuka sepasang mata tak kasat matanya lebar-lebar.

​“Manusia Fana…” suara berat dan gersang Morthas bergaung mengguncang dinding batin Kael.

​Nada bicara Sang Penuai Nyawa sama sekali tidak mengandung sarkasme atau ejekan meremehkan seperti biasanya. Suara itu teramat dingin, serius, dan sarat akan peringatan maut yang tak terbantahkan.

​“Aku akan memperingatkanmu satu kali ini saja. Pergi dari sini. Berlarilah sejauh mungkin sekarang juga, kalau kau masih ingin nyawamu tetap hidup.”

​Deg!

​Jantung Kael seakan berhenti berdetak selama satu dalam sekejap. Darahnya membeku mendengar untaian kalimat itu. Bagi Morthas—entitas Kelas Misterius perwujudan dari konsep Kematian murni—untuk menyuruhnya melarikan diri, adalah sebuah kejanggalan yang teramat fatal.

​“Apa maksudmu, Morthas? Siapa yang datang dari balik celah dimensi itu?” balas Kael di dalam batinnya, mencoba mempertahankan kejernihan rasionalnya di tengah ancaman kepanikan.

​Sayap hitam Void milik Morthas bergetar gusar di dalam kegelapan.

​“Dia akan datang. Dan dengarkan aku baik-baik, Bocah… entitas Mitologi tingkat puncak seperti Morgrath atau Pyrael tidak akan mampu menahannya seujung kuku pun!” desis Morthas tajam.

​Morthas menyambung kalimatnya dengan penekanan yang meremukkan sisa-sisa harapan Kael.

​“Wadah jiwa kawan-kawanmu itu terlalu lemah untuk menghadapi keberadaan konseptualnya. Begitu pun denganmu, Kael! Wadah Perunggu Puncakmu saat ini hanya mampu menampung sepuluh persen dari total kekuatanku. Kita tidak akan menang!”

​Kalkulasi taktis di kepala Kael berputar dengan kecepatan gila. Sepuluh persen kekuatan Morthas sudah cukup untuk memenggal kepala Beast Peringkat Tinggi, namun entitas di depan ini bahkan dianggap mustahil untuk dilawan dengan batas kekuatan itu.

​“Bahkan dua manusia fana di Ranah Emas yang ada di depan sana itu…” gumam Morthas di akhir kalimatnya, “…mereka hanya akan menjadi abu dimensi di hadapannya.”

​Kesadaran Kael tersentak kembali ke dunia nyata. Di depan sana, robekan dimensi di celah labirin semakin membesar, menyedot udara dan bebatuan di sekitarnya.

​BRUUUUUSSSSSHHHHHHHH!

​Tekanan aura yang bukan lagi murni kekuatan fisik, melainkan penindasan esensi dimensi, meledak dan menyebar ke seluruh penjuru Volcania. Tanah berbatu berguncang hebat hingga meruntuhkan pilar-pilar benteng yang tersisa.

​Menyadari bencana mutlak yang siap menelan mereka semua, Kael membuang seluruh ketenangannya. Pemuda itu menarik napas dalam-dalam hingga paru-parunya serasa mau robek.

​“SEMUANYA! MUNDUR! DIA BUKAN MASTER ALDEN!” jerit Kael melantang, suaranya membelah gemuruh distorsi ruang.

​Elena yang melayang di udara tersentak kaget. Kapten Gareth, Suna, Ren, dan Hugo secara serempak menoleh ke arah Kael dengan raut wajah kebingungan yang pekat.

​Namun, peringatan dari Kael sudah terlampau lambat. Distorsi ruang di mulut labirin telah mencapai titik puncaknya dan pecah.

​WUUUUUHHHSSSSSS!

​Gelombang kejut dari tekanan entitas Misterius itu menghantam seluruh daratan bagaikan badai tak kasat mata. Itu bukan dorongan angin, melainkan distorsi ruang yang menyapu fisik dan jiwa sekaligus.

​“Akkkkkhhhhh!”

​Jeritan kesakitan pecah di saat yang bersamaan. Kapten Gareth dan Jenderal Veron yang berada di garis paling depan adalah yang pertama kali terkena dampaknya. Perisai Emas mereka retak dan hancur berkeping-keping layaknya kaca tipis.

​Hantaman itu menyapu bersih seluruh barisan pertahanan. Puluhan prajurit Volcania, Elena, Ren, Hugo, Suna, hingga kedua veteran Ranah Emas terpelanting hebat secara brutal ke udara.

​Lebih mengerikan lagi, seluruh manifestasi Anima di medan perang bereaksi. Banteng Tanduk Baja, Serigala Zirah Besi, Pyrael, Morgrath, dan Kraken Rin melolong kesakitan akibat penindasan hierarki, sebelum akhirnya meredup paksa dan ditarik kembali masuk ke dalam tubuh para pemanggilnya.

​Tubuh Kael ikut tersapu oleh gelombang dimensi tersebut. Pemuda itu terlempar puluhan meter ke belakang, berputar tak terkendali di udara sebelum akhirnya menghantam tanah keras berdebu dengan sangat telak.

​BRAAK!

​Tubuh Kael terseret di atas pasir kasar, merobek jubah abu-abunya dan meninggalkan jejak darah. Wadah jiwanya menjerit kesakitan, terasa seolah-olah baru saja ditimpa oleh gunung tak kasat mata.

​“Uhuukk…!”

​Kael memuntahkan seteguk darah segar yang mengotori pasir. Pandangannya memburam hebat, namun dengan sisa-sisa mental militernya yang menolak tunduk, ia memaksa lengannya bertumpu untuk mengangkat separuh tubuhnya yang remuk.

​“Ini…” rintih Kael parau, menatap nanar ke arah kepulan debu dimensi di depan sana. “Kekuatan mutlak macam apa ini…?”

​Debu dan asap di mulut labirin perlahan-lahan menipis, membelah seperti tirai yang menyambut kedatangan sang penguasa sesungguhnya.

​Udara di titik itu tampak membias dan bergelombang secara aneh. Perlahan namun pasti, sebuah siluet humanoid yang sangat tinggi dan kurus melangkah keluar dari dalam kehampaan celah dimensi.

​Bukan Beast Peringkat Tinggi, apalagi pasukan musuh biasa. Sosok itu mengenakan jubah aneh yang terdiri dari lipatan-lipatan realitas ruang yang terus bergerak tanpa ujung.

​Sang Arsitek Lorong, perwujudan dari distorsi ruang purba, akhirnya menampakkan wujudnya di hadapan peradaban manusia fana.

1
Kausafiksi
update sahari dua kali 😆🙏 tungguan sajah
Day Chuk
di tunggu kelanjutan nya thor
Luthfi Afifzaidan
tetap sehat n semangat thor
Kausafiksi: terimakasih banyak dukungan nya, sehat selalu untuk mu 🙏
total 1 replies
Aegis
punya kekuatan op, punya guru op😎
Aegis
buat selamat, masih harus bergantung pada orang lain🥴
Crimson
Gas pol
Crimson
ku vote ya /Good/
Kausafiksi: terimakasih abang kuh
total 1 replies
Crimson
Udah kyk adu pokemon aja /Grin/
Kausafiksi: 🤣🙏 siap abang kuh, tiba tiba dapat 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
total 3 replies
Septiana Athorid
cerita yang sangat menarik tidak pasaran
Septiana Athorid
cerita sangat menarik dan gak pasaran👍
Kausafiksi: terimasih nantikan kelanjutan nya
total 1 replies
WER
semangat kak membuat novel ya 😆👍👍👍
Kausafiksi: terimakasih 😁🙏
total 1 replies
Kausafiksi
updete sehari 2 kali ya teman teman.
Day Chuk
lanjut thor
Kausafiksi: terimakasih 🙏
total 1 replies
Dian Meilani
ceritanya menarik baru bab pertama, nanti kalo senggang aku mampir lagi ya kk.
Dian Meilani: yaa 👍
total 2 replies
Day Chuk
sangat menegangkan
Kausafiksi: iyakan 😁
total 1 replies
Day Chuk
chura apa thor
Kausafiksi: typo bang
total 1 replies
Day Chuk
di tunggu kelanjutan cerita nya ya
Kausafiksi: di usahain bang 🙏 terimaksih
total 1 replies
Day Chuk
kaya nya elena ada persaan salam kael nih 🫢
helena
lanjut thoomr✈️✈️
Kausafiksi: 🙏👍 siap kaka
total 1 replies
WER
semangat kak dan novel nya sukses Aamiin
Kausafiksi: sama sama suksek kak, aamiin
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!