NovelToon NovelToon
Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant

Status: tamat
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Romansa / Cinta Seiring Waktu / Trauma masa lalu / Tamat
Popularitas:4.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nurmay

Brrruk


"Hei, apa kau tidak punya mata, Hah!" Bentak Daniel pada seorang gadis, yang tidak sengaja menabraknya dan menumpahkan minuman kejas Daniel.

"Ma-afkan sa-ya tu-an," ucap wanita itu dengan nada gugup dan sedikit gemetar.

Daniel Carroll, adalah seorang CEO yang terkenal sangat dingin, dan Arrogant. Dan bukan hanya itu, Daniel juga terkenal sebagai pria yang tidak tersentuh sama sekali, karena Trauma di masa kecilnya.

Hingga sifat Arogan dan juga dingin Daniel, perlahan bisa pudar akibat tidak sengaja bertemu dengan seorang wanita, yang merubah hidupnya.

Apakah trauma yang Daniel pernah alami akan hilang? Dan bagaimanakah kisah cinta mereka?

Yuk, simak di novel ini.....

JANGAN LUPA TEKAN LIKE, KOMEN, VOTE, DAN FAV NYA YA😊KARENA ITU SANGAT BERHARGA BUAT AUTHOR

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurmay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Album yang Usang

Pandangan karyawan yang bekerja di perusahaan CR Corp tidak main-main, mereka menatap wanita yang tengah di gandeng Bos besarnya, dari ujung sepatu sampai ujung rambut.

Berbagai pandangan ada di setiap karyawan, dari pandangan Iri, kagum sampai kecewa.

Ya pasalnya mereka tau si Bos ini sangat anti di sentuh wanita, lagipula si Bos ini belum pernah membawa gadis manapun ke Kantor.

Devita yang merasa di perhatikan menjadi risih karena pandangan itu. Bagai mangsa di incar Elang Devita bersembunyi di balik tubuh tegap Daniel.

''Hei, Kau kenapa? tenanglah.'' Tanya Daniel.

''Aku risih dengan pandangan mereka.'' Bisik Devita, Daniel pun mengerti dengan sikap Devita, dengan mata tajam nan menyalang Daniel menatap beberapa karyawan yang menatap tajam Devita.

''Ada apa dengan mata kalian. Hah!!!" Bentakan Daniel membuat takut mereka yang terpergok menatap tajam Devita.

Semua karyawan menunduk gemetar, mereka tidak berani menatap lagi ke arah si Bos dan wanitanya. ''Tidak berguna,'' gerutu Daniel, Daniel menarik lembut tangan Devita untuk segera berlalu dari karyawan yang membuat nya kesal itu.

''Kalau kalian masih ingin bekerja disini, tutup mata kalian dan membisulah selagi di tempat kerja, Mengerti.'' Ucap tegas Zen pada karyawan yang masih menunduk takut itu.

''Mengerti Tuan.'' Ucap serentak mereka.

Zen berlalu pergi dengan perasaan yang dongkol, serta nyeri di hatinya saat melihat Daniel dan Devita semakin dekat.

''Harus mengikhlaskan, Devita memang bahagia bersama Tuan.'' Gumam Zen dengan kaki yang melangkah ke arah Lift.

Di Ruangan Daniel yang mendominan warna hitam itu Devita duduk di sofa sudut ruangan sedang menunggu Daniel kembali, ya beberapa menit lalu Daniel telah meminta Devita untuk menunggunya.

Sudah 30 menit Devita hanya duduk dengan sesekali memainkan ponselnya. Rasa bosan mulai bersarang di dirinya.

''Lama sekali, aku bosan.'' Devita beranjak dari duduknya dan mulai berkeliling ruangan, dari lemari besar yang menyimpan banyak buku sampai meja kebesaran Daniel.

Dan saat tangan Devita tidak sengaja menyentuh sebuah buku berwarna coklat yang ternyata itu sebuah Album foto yang nampak usang di makan usia.

Di dalamnya terdapat foto anak kecil tengah di gendong dengan pria dewasa, dan Devita yakin itu adalah foto ayah Daniel dan Daniel sendiri.

Pada saat matanya menagkap foto yang terdapat Enam orang di dalamnya yaitu Pria dewasa dengan di samping kiri kanannya dua wanita cantik dan di depannya ada tiga anak kecil, dua laki-laki dan satu perempuan, alis Devita mengernyit.

''Siapa saja mereka, kalau ini sepertinya Daniel dan ayahnya, dan ini wanita yang waktu itu mengatakan dia ibunya, tapi yang lain siapa?'' gumam Devita dengan menggigit jarinya.

Setelah puas melihat foto itu, Devita membalikan satu lembar lagi dan yang di lihat adalah, foto sang ibu yang wajahnya telah di coret coret mengunakan tinta merah.

''Siapa yang mencoret-coret ini, apa Daniel.'' Devita semakin heran dengan kehidupan keluarga Daniel, tapi Ia cukup sadar, Ia baru saja masuk ke kehidupan Daniel dan tidak berhak tahu lebih dalam lagi.

Saat terdengar Suara kaki melangkah dan suara handle pintu di buka, Devita langsung menaruh album itu di tempatnya.

''Vita, kau sedang apa?'' tanya Daniel lembut.

''Aah aku sedang melihat-lihat saja,'' jawabnya.

''Apa kau bosan?'' Tanya Daniel lagi Seperti mengerti apa yang Devita rasakan saat dirinya meninggalkan Devita.

Devita hanya mengangguk dan memberikan senyuman yang memabukan bagi Daniel.

''Maaf ya lama, sampai membuat kau bosan.'' Ujar Daniel dengan tangan yang merapikan anak rambut Devita.

''Tidak apa Daniel, oh ya, apa kau sudah selesai.'' ..

''Sudah, ya sudah kita pergi cari makan yuk, pasti kau sudah lapar bukan.'' Daniel menyambar tangan mungil Devita untuk di gandengnya.

Devita ingat tatapan tajam para karyawan, dengan berhati-hati Devita melepaskan genggaman tangan Daniel.

''Kenapa?''

''Aku tidak ingin mendapatkan tatapan mematikan dari orang-orang di sini.'' Ucapan Devita terkesan biasa tapi membuat Daniel tertawa dengan terpikal-pikal.

''Kau yang benar saja, tatapan mematikan bahasa mu terlalu mendramatisir, Vita.'' Tawa Daniel.

''Iisshh kau ini.''

''Sudah ah, ayo aku sudah lapar.'' Dengan tidak perdulinya ketakutan Devita, Daniel kembali menggandeng tangan Devita.

Saat keluar dari ruangannya, para karyawan tidak berani lagi untuk menatapnya, bahkan mengangkat kepalanya saja tidak berani saat Bos besarnya lewat di hadapan mereka.

Devita hanya berjalan tanpa melihat ke arah kiri kanan, bahkan dia pun sesekali menunduk saat melihat karyawan Daniel berpapasan dengannya.

''Tuan, kau mau kemana?'' tanya Zen, yang berpapasan dengan Daniel.

''Aku ingin makan bersama Devita, kalau kau ingin pulang, pulang saja tidak apa.'' Jawabnya dengan datar.

''Baik Tuan.'' Ucap Zen dengan sesekali mencuri pandang ke arah Devita yang tangannya tengah di gandeng Daniel.

''Jaga mata mu, Zen.'' Sindir Daniel dengan cepat.

''Maaf Tuan.''..

Daniel berlalu dari hadapan Zen, dan saat Devita melewati Zen, Devita mengangguk dan tersenyum ke arah Zen yang memang tengah memperhatikannya.

''Astaga kenapa Devita cantik sekali,'' guamanya.

''Haah, segala bergandengan tangan, memangnya ingin menyebrang apa.'' Ucapnya dengan Menggerutu.

Daniel membawa Devita tidak ke restoran maupun rumah makan lainnya, melainkan ke Apartemen nya yang hanya beda satu laintai dari Devita.

''Aku akan memasak untuk mu.'' Ucap Daniel yang sudah siap menggunakan Apron.

''Apa kau tidak lelah?'' tanya Devita.

''Tidak, apa lagi bersama mu.'' Ucapan Daniel membuat Devita tersenyum simpul dengan rona merah di pipinya.

''Aku akan membantu mu.'' Ucap Devita yang ikit menggunakan Apron.

'' Baiklah, tapi hanya membantu membersihkan sayuran, ok.'' ..

''Memangnya kau ingin memasak apa?'' tanya Devita dengan tangan yang sibuk mengupas kulit kentang.

''Aku ingin membuat Udang kentang asam manis.'' jawabnya yang sedang sibuk memisahkan kulit udang dari dagingnya.

''Kedengeran nya enak.'' Ucap Devita dengan antusias.

''Rasakan dulu nanti rasanya, baru kau bisa menilai.'' Ucap Daniel dengan menoleh ke arah Devita.

35 menit kemudian, masakan yang Daniel masak sudah matang dan sudah tertata rapih di meja dengan di bantu Devita.

''Kamu belajar dari mana, kok pandai masak.'' Tanya Devita penasaran.

''Belajar dari Ayah, beliau jago sekali dengan urusan memasak.'' Jawabnya dengan pandangan lembut mengarah manik mata Devita.

Devita dan Daniel sudah duduk di kursi masing-masing dan makan dengan tenang, sampai Daniel yang membuka suara untuk memulai obrolan.

''Besok aku akan menemui sahabat ku yang sekarang sudah menjadi rekan bisnis ku juga. Aku ingin berkunjung ke kediamannya karena sewaktu Ia menikah aku tidak sempat datang, kau ikut ya untuk menemani aku.'' Pinta Daniel dengan harap.

''Emmm bagaimana ya Daniel, aku tidak percaya diri untuk berdiri di samping mu.'' Lirih Devita.

''Tidak percaya diri bagiamana?''..

''Kau malu berhubungan dengan ku?''..

''Atau Kau merasa aku tidak pantas untuk mu?''..

Pertanyaan-pertanyaan Daniel membuat Devita membisu, dia bingung untuk menjawab nya karena Devita belum tau apa yang harus ia jawab.

''Daniel, maksud aku tidak seperti itu.'' Lirih Devita dengan menundukan kepala karena tidak berani menatap langsung ke wajah Daniel.

''Bahkan aku yang merasa tidak pantas untuk mu'' Ucap Devita dalam hati.

1
echa purin
/Good/
siti fatimah
Luar biasa
Dewi Fajar
hehehehe maaf ya Thor sampai di sini bacanya..aq skip ya...saya kurang nyaman ceritanya...maaf aktornya teramat murah..maaf
Dewi Fajar
devita belagu..coba hidup bersama lagi dengan keluarga tirinya.. diperlakukan istimewa gitu nggak mau merasa tidak nyaman segala
Dewi Fajar
sombonglah namanya juga CEO penguasa /Grin/
Dewi Fajar
pemain tapi tidak mau di sentuh..ini gimana melakukan nya thor.. namanya tidak mau di sentuh itu ya bersih..kok celap celup
Dewi Fajar
mampir thor
SARI MEUTIA
Luar biasa
Ika Sujarwo
daniel suka marah² nggak jelas ntar gantian devita marah br tau rasa
Me Ta
payah Devitanya lemah😡😡😡
Al Mumtaz
👍👍👍
kinan kinan
Ceritanya bagus..
the🐻
lebih baik gituh ayah mahen,dari pada bersama tapi berantakan tidak gantle😌
Febe Yanuarti
pie to ki...
Bundane Adit
galak amat sih daniel😌😌
Ica Susanti
coba mampir
maredni Jiba
jangan menilai orang seperti itu Zen,kenapa kamu harus marah,hu dasar kulkas
maredni Jiba
awas benci beda tipis ya bang,bisa cinta loh
maredni Jiba
semoga jodoh ya Jo
maredni Jiba
🤣🤣🤣😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!