NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Calon Kakak Ipar

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Arjunasatria

Sehari sebelum pernikahan, Selena Anderson ditinggalkan tunangannya. Ethan Carter pergi ke luar negeri tanpa berpamitan hanya meninggalkan pesan bahwa ia belum siap menikah.

Ketika kepergian Ethan mengancam nama baik dua keluarga besar, Jason Carter, kakak Ethan datang dengan sebuah tawaran yang tak pernah Selena bayangkan. Ia bersedia menggantikan Ethan di altar.

Selena akhirnya menikah dengan pria yang seharusnya menjadi kakak iparnya.

Namun kehidupan bersama Jason perlahan mengubah segalanya. Di balik sikap dinginnya, Selena menemukan perhatian yang tidak pernah ia dapatkan dari Ethan.

Sampai Ethan kembali. Dan ingin mendapatkan Selena kembali. Sayangnya, perempuan yang dulu ia tinggalkan kini telah menjadi istri kakaknya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjunasatria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

"Kau terlambat tiga menit."

Richard Carter tidak mengangkat wajahnya dari koran yang ia baca pagi itu ketika Selena memasuki ruang makan, namun kalimat itu cukup untuk membuat langkah Selena terhenti sejenak di ambang pintu.

"Maaf, Pak Richard. Saya belum terbiasa dengan…"

"Ayah," potong Jason dari kursinya di ujung meja, tanpa menoleh dari ponselnya. "Bukan Pak Richard. Kau bagian dari keluarga ini sekarang."

Richard akhirnya menurunkan korannya, menatap Selena dengan tatapan yang, meski tidak seramah Victoria, juga tidak sedingin yang Selena bayangkan semalam. "Jason benar. Tapi soal ketepatan waktu, aku tidak bercanda. Di rumah ini, sarapan pukul tujuh berarti pukul tujuh, bukan tujuh lewat tiga menit."

"Richard." Victoria muncul dari arah dapur, membawa nampan berisi teh, suaranya lembut namun cukup tegas untuk membuat suaminya diam. "Dia baru semalam di sini. Beri dia waktu."

"Aku hanya menetapkan aturan yang sama untuk semua orang," jawab Richard, meski nada suaranya sedikit melunak. Ia kembali ke korannya, tapi tidak sebelum menambahkan, "Duduklah, Selena. Sarapan akan dingin."

Selena duduk di kursi yang sudah disiapkan di sebelah Jason, ia sadar, bukan di seberangnya seperti yang biasa ia alami dulu saat makan malam sebagai tamu keluarga ini. Detail kecil itu entah kenapa terasa lebih berarti dari yang seharusnya.

"Bagaimana tidurmu semalam?" tanya Victoria, menuangkan teh ke cangkir Selena tanpa diminta.

"Baik, terima kasih, Bu." Jawaban Selena keluar otomatis, meski sebenarnya ia hampir tidak tidur sama sekali terlalu banyak yang berputar di kepalanya untuk bisa benar-benar terlelap.

"Kau tidak perlu berbohong padaku, sayang." Victoria tersenyum tipis, matanya menangkap sesuatu yang tidak sepenuhnya bisa disembunyikan Selena. "Aku ingat malam pertamaku di rumah ini juga tidak mudah."

Richard mendengus pelan, tanpa berkomentar lebih jauh, meski Selena menangkap kilasan senyum kecil di sudut bibirnya sebelum ia kembali serius.

"Ngomong-ngomong soal penyesuaian," lanjut Victoria, menatap ke arah Jason, "apakah kau sudah bicara dengan Selena soal jadwal minggu ini? Ada acara amal Yayasan Carter hari Sabtu. Sebagai istrimu, dia perlu hadir."

Jason akhirnya mengangkat wajah dari ponselnya, menatap Selena sekilas sebelum menjawab. "Belum sempat kubicarakan. Tapi ya, kita perlu hadir bersama."

"Acara apa persisnya?" tanya Selena, mencoba terdengar seprofesional mungkin, meski di dalam hati ia mulai membayangkan berapa banyak lagi kewajiban publik yang akan menyertai statusnya yang baru.

"Gala tahunan," jawab Jason. "Para donatur, media, kolega bisnis. Semua orang akan datang untuk melihat langsung." Ia berhenti sejenak, memilih kata-katanya dengan hati-hati.

"Termasuk melihat kita."

"Melihat apakah pernikahan ini nyata, maksudmu."

"Ya."

Kejujuran singkat itu entah kenapa lebih mudah diterima Selena daripada jika Jason mencoba memperhalusnya. Setidaknya di antara mereka berdua, tidak ada yang perlu berpura-pura soal apa yang sebenarnya sedang mereka jalani.

"Aku dengar Ethan belum juga menghubungi siapa pun sejak kepergiannya," kata Richard tiba-tiba, meletakkan korannya sepenuhnya di meja. Nada suaranya berubah lebih berat, lebih kecewa dari sebelumnya. "Bahkan ibunya sendiri."

Ruangan itu mendadak hening. Selena meletakkan cangkir tehnya perlahan, tidak yakin apakah ia berhak ikut berkomentar soal anak bungsu keluarga ini meski keputusan Ethan yang membawanya ke meja ini sejak awal.

"Dia akan menghubungi kalau sudah siap, Richard," kata Victoria, meski suaranya sendiri terdengar kurang yakin dari biasanya.

"Siap." Richard mengulang kata itu dengan nada sinis. "Anak itu bahkan tidak siap menghadapi konsekuensi dari keputusannya sendiri. Bagaimana dia bisa disebut siap untuk apa pun?"

Jason tidak berkomentar, tapi Selena bisa melihat rahangnya sedikit mengeras reaksi kecil yang, ia mulai belajar, selalu muncul setiap kali nama Ethan disebut di meja ini.

"Aku hanya berharap, di mana pun dia sekarang," lanjut Richard, kali ini menatap Selena langsung, "dia menyadari apa yang sudah dia korbankan. Bukan hanya reputasi keluarga ini. Tapi juga…" ia berhenti sejenak, seolah kalimat berikutnya sulit diucapkan oleh seseorang seperti dirinya, "... seseorang yang seharusnya tidak pernah ia sia-siakan."

Selena tidak tahu harus menjawab apa. Untuk pertama

kalinya sejak menikah, ia menyadari bahwa Richard Carter, pria yang selama ini hanya ia kenal sebagai sosok tegas dan menakutkan mungkin menyimpan kekecewaan yang jauh lebih personal terhadap anaknya sendiri daripada yang pernah ia tunjukkan.

"Terima kasih, Pak Richard," kata Selena akhirnya, suaranya pelan. "Tapi saya rasa, ke depannya, saya ingin fokus pada kehidupan saya yang sekarang. Bukan pada apa yang sudah hilang."

Sesuatu di wajah Richard berubah mendengar itu, bukan senyum, tapi sesuatu yang mendekati rasa hormat.

"Jawaban yang bagus," katanya, lalu kembali mengangkat korannya, meski kali ini dengan sikap yang terasa sedikit lebih hangat dari sebelumnya.

Di bawah meja, tanpa disadari siapa pun, Jason meraih tangan Selena sebentar, hanya sepersekian detik, hanya cukup lama untuk memberi remasan kecil yang penuh arti sebelum ia melepaskannya kembali, seolah itu tidak pernah terjadi.

Selena menatap tangannya sendiri, masih merasakan hangat dari sentuhan singkat itu, dan bertanya-tanya berapa banyak lagi momen kecil seperti ini yang akan mengisi hari-harinya ke depan… momen yang terlalu singkat untuk disebut apa pun, namun terlalu berarti untuk benar-benar diabaikan.

1
Allea
selena bodoh🤭
Dessy C: iya kak 🤭 pemeran utama versi oon kak 🙈
total 1 replies
Allea
selena kurang tangguhlah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!