NovelToon NovelToon
Berniat Menceraikan Suami, Malah Hamil Anak Dosenku

Berniat Menceraikan Suami, Malah Hamil Anak Dosenku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dosen / Nikah Kontrak
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: isd

Niat mau bercerai setelah selesai Kkn, eh pas Kkn mereka malah buat dede bayi. Apakah mereka akan jadi bercerai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon isd, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaan Aneh

Pikiran itu terus berputar di kepala Arsen.

Istri yang matang, tenang, tidak mudah terbawa emosi, dan tidak sedikit-sedikit mengeluh.

Semuanya sangat berbanding terbalik dengan Keira yang menurutnya terlalu ekspresif, keras kepala, dan kerap bertindak sesuka hati tanpa mempertimbangkan akibatnya.

Satu jam kemudian.

“Makanannya sudah siap!” teriak Keira dari arah dapur sambil membawa nampan berisi tempe goreng dan sayuran yang masih mengepulkan uap.

Beberapa mahasiswa langsung bersorak kecil. Mereka kemudian sibuk menyiapkan tempat makan dengan menggelar karpet di ruang tengah posko.

Piring, nasi, lauk, dan berbagai makanan lainnya mulai ditata bersama-sama.

Arsen duduk di salah satu ujung karpet sambil mengamati suasana dengan tenang. Namun, tanpa sadar, matanya terus mengikuti Keira yang mondar-mandir antara dapur dan ruang tengah.

Sesekali gadis itu tertawa kecil ketika hampir tersandung ujung karpet. Setelah itu, ia kembali sibuk membagikan nasi ke dalam piring.

Arsen memperhatikannya dalam diam.

Keira terlihat... berbeda.

Bukan Keira yang biasanya cemberut atau membantah perkataannya seperti ketika mereka berada di rumah.

Di tempat ini, gadis itu terlihat jauh lebih ceria. Ia mudah tertawa dan tampak menikmati kebersamaan bersama teman-temannya.

Setelah semua makanan tersaji, Keira akhirnya ikut duduk.

Kebetulan, tempat kosong di sampingnya berada tepat di sebelah Farel, salah satu mahasiswa yang dikenal ramah dan mudah bergaul.

Keira tersenyum lebar.

“Rel, coba deh. Aku yang masak tempenya.”

Farel terkekeh sambil mengambil salah satu potong tempe.

“Serius? Kalau enak, gue nambah, ya.”

“Kalau nggak enak, jangan kasih tahu siapa-siapa,” balas Keira bercanda.

Keduanya pun tertawa kecil.

Namun, dari seberang karpet, Arsen memperhatikan interaksi tersebut.

Entah kenapa, suasana yang awalnya biasa saja mendadak terasa berbeda baginya.

Tawa Keira terdengar terlalu bebas. Senyumnya juga terlihat terlalu manis ketika berbicara dengan Farel.

Pandangan Arsen kemudian tertuju pada Farel yang sedikit mencondongkan tubuh ketika berbicara dengan Keira.

Lebih parah lagi, Keira terlihat begitu santai. Bahkan sesekali lengannya tanpa sengaja menyenggol lengan Farel ketika mereka bercanda.

Rahang Arsen perlahan mengeras. Tangannya yang berada di atas lutut ikut mengepal tanpa sadar.

Kenapa dia bisa sesantai itu kalau bersama pria lain? batinnya, merasa tidak nyaman dengan pemandangan di depannya.

Untuk pertama kalinya, Arsen mulai menyadari bahwa melihat Keira sedekat itu dengan pria lain ternyata membuat emosinya sulit dikendalikan.

Padahal pagi tadi, saat Arsen menegurnya soal pakaian, Keira sempat memasang wajah kesal.

Namun sekarang, gadis itu justru terlihat begitu mudah tersenyum.

Farel mengambil satu potong tempe goreng yang disodorkan Keira. Begitu mencicipinya, matanya langsung berbinar.

“Eh, enak banget, Kei. Serius,” pujinya.

Keira tersenyum bangga. “Kan, sudah aku bilang.”

Beberapa mahasiswa lain ikut mencicipi masakan itu. Pujian demi pujian pun terdengar, membuat suasana makan siang di posko semakin ramai oleh canda dan tawa.

Arsen hanya mengambil nasi dengan tenang. Ia berusaha memasang wajah biasa, seolah tidak ada yang menarik perhatiannya.

Namun, tanpa sadar, matanya berkali-kali melirik ke arah Keira. Terlebih ketika Farel dengan santainya mengambilkan sambal untuk Keira.

Entah kenapa, dada Arsen terasa semakin tidak nyaman.

Ia sadar dirinya tidak memiliki hak untuk merasa seperti itu. Di tempat ini, statusnya adalah dosen. Ia harus menjaga batas dan bersikap profesional.

Tidak mungkin ia menunjukkan rasa cemburunya di depan para mahasiswa.

Namun, perasaan itu tetap muncul tanpa bisa ia kendalikan. Bukan sekadar rasa tidak suka. Lebih dari itu...

Ada rasa ingin memiliki yang bahkan membuat dirinya sendiri merasa kesal.

Keira yang sedang tertawa bersama Farel tiba-tiba merasa seperti sedang diperhatikan. Ia menghentikan tawanya dan menoleh.

Tatapannya bertemu dengan mata Arsen. Namun, tatapan pria itu kali ini berbeda. Ada sesuatu yang tajam di sana, sesuatu yang sulit Keira pahami.

Senyumnya perlahan memudar. Jantungnya bahkan berdetak sedikit lebih cepat tanpa alasan yang jelas.

Kenapa dia melihatku seperti itu? batinnya bingung.

Arsen yang sadar dirinya ketahuan menatap langsung membuang pandangan. Ia kembali menyantap makanannya dengan wajah datar, seolah tidak terjadi apa-apa.

Di tengah riuhnya suasana makan siang, tidak ada seorang pun yang menyadari bahwa dua orang di sudut karpet itu sedang sibuk melawan perasaan mereka masing-masing.

Keira berusaha mengabaikan tatapan Arsen.

Sementara Arsen mati-matian meyakinkan dirinya bahwa ia tidak peduli.

Namun kenyataannya, melihat Keira tersenyum semanis itu kepada pria lain ternyata terasa jauh lebih menyakitkan daripada yang ingin ia akui.

“Jangan berisik! Makan yang tenang!” tegur Arsen tiba-tiba dengan suara sedikit lebih keras.

Beberapa mahasiswa langsung terdiam dan saling pandang. Sementara Keira hanya mengerutkan kening.

...

jangan lupa like dan komen

1
Annisa
lanjut Thor!
isd: love you buanyak² buat yang udah dukung author ❤❤
total 1 replies
Chenyu Wang
critanya menggemaskan Thor jadi bapper hihi lanjut sampe tamat ya anda luar biasa
Chenyu Wang: 🙏😍 semangat author luar biasa
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!