Cinta pada pandangan pertama
Michael Hermawan murid kelas X bertemu dengan
Mutiara Putri Anjani kelas XII saat ujian semester yang duduk bersebelahan dengannya selama ujian berlangsung.
selama 1 minggu itu, bibit cinta tumbuh dalam hati Michael.
Apa saja yang dilakukan oleh Michael untuk menarik perhatian Tia yang notabene 2 tahun berada diatasnya?
Bagaimana Michel berusaha mengatasi berbagai rintangan untuk mendapatkan Tia
saat Tia hanya menganggap Michel sebagai adik kelasnya?
Apalagi ternyata Tia sudah dijodohkan dengan Indra, mahasiswa tahun akhir cucu dari teman kakeknya.
Dan Daniel, seorang pengusaha entertainment yang mengorbitkan sekaligus mencintai Tia.
terima kasih sudah membaca.
semoga kalian suka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EnderGamer 1256, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Main basket
Mereka sampai di lapangan. Yang lain sudah mulai bermain.
Aster, Davina Dan Tika di sudut lain. Tia bergabung dengan mereka.
Cowok-cowok bermain 3 on 3.
Mereka campur. Jeff satu tim dengan Randy dan Sandy.
Nathan dengan Robert dan Mike.
Michael yang datang belakangan tidak kebagian tim.
Dia bermain lempar-lemparan dengan para cewek.
3 lawan 2.
Karena Michael cowok jadi dia cuma boleh punya 1 anggota tim saja.
Tia.
Sementara Davina, Aster dan Tika satu tim.
Mesipun begitu ternyata susah juga mengalahkan Michael.
Tubuh Michael yang tinggi memudahkan dia mencuri bola dari tim cewek.
"curang..curang!!" seru tim cewek.
Tia yang mendapat bola dari Michael langsung mendrible menuju ring.
sesaat saat dekat dengan ring, Michael lalu menangkap pinggang Tia, mengangkatnya dan Tia berhasil melakukan slam dunk.
Michael cengar-cengir.
Dia dan Tia toss.
"curang tuh...di tim kita gak ada yang bisa angkat kita kayak gitu!" kata Aster.
"Mau aku lakukan untukmu?"
suara seseorang menyela permainan mereka.
Mereka menoleh.
Indra, Dave, David dan Danny muncul.
Tadi Indra menghubungi Dave mengajaknya main basket. Ternyata David dan Danny ingin ikut serta. Danny yang lagi-lagi sedang pulang ke rumah ibunya penasaran ingin bertemu dengan Aster lagi.
Muka Aster berubah.
Dia membuang muka, tidak mau memandang ke arah Danny.
" Halo semua.." sapa Dave ramah.
"ayo gabung. kita jomplang nih." ajak Michael.
Danny bergabung.
Danny dengan penuh perhitungan memilih tim dimana Aster menjadi anggotanya.
Aster yang tau gelagat Danny berniat pindah ke tim Michael.
"Kau disini saja." tahan Danny.
Aster tidak mempedulikan. Dia melangkah ke arah Tia.
Tangannya ditarik.
"Kubilang kau disini!"
Aster melotot, membuka mulut.
Davina menyela, " aku ke tim Tia." katanya.
Dan langsung berlari.
Aster mengacungkan tinjunya pada Davina.
Tia dan Davina tertawa.
Sementara Tika yang tidak tau kisah pertengkaran Aster dan Danny hanya mengangkat bahu.
Mereka mulai bermain.
Sementara Indra, Dave dan David memilih menonton dari pinggir lapangan.
Nathan menghampiri.
"ada 1 bola lagi. kalian kalo mau main ambil aja" katanya menunjuk 1 bola di pinggir.
"atau mau gabung?"
"nanti deh. nonton dulu. selesaikan aja permainan kalian." kata David.
Jadi mereka duduk di pinggir lapangan menonton.
Aster tampak menghindari Danny.
Permainan mereka jadi kacau walaupun Danny berusaha untuk menyeimbangkan pemberian bola pada Tika dan Aster.
Saat Danny memberi bola pada Tika, Tika biasanya menyambut, membawa bola lalu memberikannya entah pada Aster atau Danny. Manapun yang terdekat.
Tapi beberapa kali mengoper bola pada Aster ternyata tidak mendapatkan sambutan yang baik.
Aster seperti hilang konsentrasi.
Disisi lain..Tia, Michael dan Davina tampak kompak.
Mereka saling memberi bola.
Sekali saat Tia akan shoot, Michael mengangkat pinggang Tia dari belakang sehingga Tia bisa melakukan slam dunk lagi.
"Michaellll..!!" jeritnya saat tubuhnya melambung ke atas.
Kaget karena tanpa peringatan tubuhnya terangkat walaupun dia berhasil memasukkan bola ke dalam ring.
Michael tertawa. Dia mengacak-acak rambut Tia. Lalu menarik Tia untuk mengambil posisi.
Michael terlihat sering menyentuh Tia tapi tidak pernah menyentuh Davina.
"Aku seperti melihat 2 pasangan yang berbeda aura." celetuk David
"Yang satu sedang marahan." katanya menunjuk Aster dan Danny.
"Satunya lagi mesra banget." sambil menunjuk Tia dan Michael.
Dave menyenggol David.
"Apa?" tanya David.
Dave memberi isyarat tutup mulut sambil melirik Indra.
David memandang Indra. Memperhatikannya.
Lalu mulutnya membentuk huruf O.
Indra sedang menatap tajam pada kelompok yang sedang bermain. Wajahnya merah padam.
Di lapangan, lagi-lagi Aster melakukan kesalahan. Dia melempar Danny dengan bola. Bukan mengoper.
Berkali-kali tubuh Danny harus menerima lemparan bola dari Aster.
Aster kembali mendapat operan bola dari Tika. Dia mendrible bola dan dihadang Davina.
Aster menoleh mencari Danny.
Semua orang berhenti bergerak. Mengamati Aster.
Danny sudah mengangkat tangan. Isyarat menyerah. Dari tadi tubuhnya sudah sakit sakit terkena lemparan bola dari Aster.
Aster tidak peduli.
Dengan kuat dilemparkannya bola itu ke kepala Danny.
Danny merundukkan kepala mengelak dari lemparan sembarangan itu.
Oke..cukup.
Danny melangkah lebar ke arah Aster.
David dan Dave langsung berlari.
Tapi dia kalah cepat.
Michael menghadang langkah Danny.
"Minggir !" bentak Danny.
"Sabar bro. Dia perempuan." kata Michael.
"Jangan ditahan Kel. Aku juga muak dengannya." kata Aster sambil melangkah ke arah Danny.
Tia, Davina dan Tika menahan langkah Aster.
Nathan dan yang lainnya pun berhenti melihat keributan itu.
Dave dan David sudah berdiri bersama Michael menghadang Danny.
"Kau ini kenapa?" tanya Dave.
Tangannya menahan dada Danny.
Danny menepis tangan Dave.
"Bro...please." kata David menenangkan.
"Aku cuma mau bicara baik-baik sama dia.
Apa kalian pikir aku akan memukul perempuan ?" tanya Danny tidak percaya.
"Kelihatannya tadi seperti itu." kata Dave.
Danny mengangkat tangannya.
Tidak percaya pada ketidakpercayaan adik-adiknya pada dirinya.
"Aster ! Kita belum selesai." katanya sambil membalikkan badan. Pulang.
"Yuk...kita pulang juga." ajak Davina sambil menyeret Aster.
"Aku ikut." kata Tia.
"Aku antar." kata Michael.
"Gak usah Kel. Kamu kan sama teman-teman kamu. " kata Tia.
"Nanti kamu pulangnya sendiri. Biar aku temenin. Lagipula...aku kesini emang pingin ketemu kamu kok."
"Kel..gak papa kok kalo mau pacaran. Loe gak perlu nemenin kita Ti." kata Aster.
"Ahh...aku emang pingin jalan bareng kalian kok." kata Tia.
Mereka lalu berjalan bersama-sama.
Danny sudah tak tampak lagi.
Michael menghampiri Nathan.
"Kak..aku anterin mereka dulu ya.." pamitnya.
"Oke..titip mereka ya." kata Nathan.
"Tenang aja" kata Michael
Kak?
Kenapa dia panggil Nathan dengan sebutan kak? - Indra yang sejak tadi mendengarkan heran.
"Than...kenapa dia panggil kak? Kukira kalian sebaya." tanyanya.
"owh... Michael? Dia masih SMA Mas."
"hah?!"
"hmm..iya. Dia, Robert dan Sandy baru naik kelas XII SMA tahun ini."
Astaga.
Indra mengusap mukanya.
SMA ?!
"Tia dan Michael, apa hubungan mereka?"
Nathan menatap Indra.
"Tia gak ngasih tau?" tanyanya.
Indra menggeleng.
"Michael pacarnya Tia."
Astaga lagi.
Tia...apa yang kamu pikirkan ?!
Indra menatap rombongan yang sudah menjauh itu.
"Jangan mikir yang macam-macam Mas.
Michael itu baik kok anaknya.
Dan jangan mikir Tia punya kelainan.
Michael yang dulu ngejar Tia."
"Apa ?! apa dia punya semacam Oedipus complex gitu?"
"Emang aneh.
Tapi cinta gak bisa memilih Mas.
Lagipula menurutku, Tia itu cantik.
Banyak yang naksir.
Wajar kalau Michael jadi salah satunya."
"Tapi..tapi.."
"Mas gak tau dulu usaha Michael ngejar Tia.
Aku aja salut."
Nathan kembali menatap Indra. Mengamatinya.
"Mas gak keberatan kan?
Maksudku sebagai sepupunya harusnya gak papa kan ?"
Indra menggeleng.
Aku harus jawab apa?
SDIKITPUN TDK SEDIAKN PMGAWAL BUAT TIA, MLH DANIEL YG SDIAKN, HRSNYA SI KEL YG SDIAKN...