NovelToon NovelToon
Belenggu Masa Lalu: Menjemput Hatimu Kembali

Belenggu Masa Lalu: Menjemput Hatimu Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: aera_yong

Genre: Romance, Psychological Thriller, Suspense, Drama

Tag: CEO, Mantan Istri, Posesif, Psikopat, Penyesalan, Second Chance Romance

Sinopsis Resmi:
Dua tahun setelah menceraikan Kirana karena keangkuhannya, CEO Adrian Dirgantara didera penyesalan mendalam. Saat ia berniat merebut kembali hati mantan istrinya, Adrian mendapati Kirana telah menikah lagi dengan Rendy Baskoro.

Di mata publik, Rendy adalah suami sempurna. Namun di balik pintu rumah, Rendy adalah seorang psikopat manipulatif yang menyiksa dan menyekap Kirana dalam teror obsesi yang gila.

Menyadari Kirana dalam bahaya maut, Adrian mempertaruhkan nyawa dan seluruh kekuasaannya untuk menghancurkan Rendy. Akankah Kirana yang penuh trauma bisa kembali luluh dan selamat di pelukan Adrian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aera_yong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sisa-Sisa Kerikil di Jakarta

Langkah demi langkah yang dilewati Adrian dan Kirana di Bali kini terasa jauh lebih ringan. Sesuai janjinya, Adrian mulai melonggarkan pengawasannya. Perjalanan ke Klungkung untuk menemui perajin kain ikat berlangsung hangat, dipenuhi tawa renyah Kirana yang selama ini tertahan oleh kecemasan.

Adrian belajar untuk menjadi pendengar, membiarkan istrinya mengeksplorasi kembali gairahnya dalam dunia mode tanpa intervensi yang mendikte.

Namun, kedamaian di Uluwatu mendadak terusik ketika usia kandungan Kirana menginjak bulan keenam. Sore itu, sebuah helikopter pribadi dengan logo Dirgantara Group mendarat di helipad privat tak jauh dari vila.

Rendra melangkah turun dengan setelan jas yang kusut dan kantung mata yang menghitam. Wajahnya tidak lagi memancarkan ketenangan taktis biasanya, melainkan ketegasan yang mendesak.

Di ruang kerja kedap suara, Rendra meletakkan sebuah map tebal dengan selotip merah di atas meja Adrian.

"Sidang vonis akhir untuk Danuar Baskoro dan Arissa dijadwalkan lusa di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Adrian. Jaksa menuntut hukuman maksimal atas konspirasi korporat dan pemalsuan dokumen negara."

Adrian menyesap kopi hitamnya yang kini aroma pekatnya tak lagi mengganggu Kirana karena mereka berada di ruangan terpisah.

"Lalu, kenapa kamu harus terbang langsung ke Bali hanya untuk mengantarkan berkas vonis ini, Rendra? Bukankah tim hukum Hendra Wijaya bisa mengurusnya?"

"Ini bukan cuma tentang vonis, Adrian," Rendra memajukan tubuhnya, menatap sahabatnya dengan serius.

"Danuar mengajukan satu syarat sebelum menandatangani berkas likuidasi final dan pengalihan total aset Baskoro Logistics ke Dirgantara Group. Dia menolak menandatanganinya jika bukan kamu sendiri yang datang ke sel tahanan untuk menandatangani berkas serah terima tersebut. Sisa saham mereka senilai ratusan miliar terancam tertahan di bursa jika eksekusi ini molor."

Adrian menyipitkan mata elangnya. Rahangnya mengatup samar.

"Dia ingin melihatku untuk terakhir kalinya sebelum membusuk di penjara?"

"Ini bisa jadi gertakan terakhir, atau sekadar egonya yang terluka sebagai pecundang," sahut Rendra.

"Tapi secara hukum, kehadiranmu selama dua hari di Jakarta sangat krusial untuk menutup buku sejarah keluarga Baskoro selamanya. Masalahnya... apakah kamu tega meninggalkan Kirana dalam kondisi hamil besar seperti ini?"

Pintu ruang kerja perlahan terbuka sebelum Adrian sempat menjawab. Kirana berdiri di ambang pintu membawa nampan berisi teh hangat dan camilan. Ia telah mendengar sayup-sayup pembicaraan suaminya dan Rendra dari luar.

Kirana melangkah masuk, meletakkan nampan itu di meja, lalu menatap Adrian dengan binar mata yang kini jauh lebih matang dan tegar.

"Pergilah ke Jakarta, Mas."

Adrian langsung bangkit berdiri, meraih jemari Kirana.

"Kirana, kandunganku sudah enam bulan. Aku tidak mau berada di pulau yang berbeda darimu, bahkan untuk dua hari sekalipun."

Kirana tersenyum, menggenggam erat tangan kokoh suaminya, menyalurkan kekuatan yang kini ia miliki melimpah.

"Mas... ingatkan apa yang aku katakan waktu kita di rumah lama Ayah di Menteng? Selesaikan apa yang harus diselesaikan. Danuar Baskoro adalah kerikil terakhir dari masa lalu kita. Pergilah ke Jakarta, tatap matanya sebagai pemenang, dan tanda tangani dokumen itu. Tutup buku sialan itu agar anak kita nanti lahir ke dunia yang benar-benar bersih dari bayang-bayang mereka."

Adrian menatap dalam-dalam ke dalam sepasang mata bulat Kirana, mencari sisa ketakutan di sana, namun yang ia temukan hanyalah keyakinan mutlak seorang wanita Larasati yang telah bangkit.

Malam itu juga, dengan restu penuh dari istrinya, Adrian bersiap kembali ke Jakarta bersama Rendra. Ia melangkah menuju jet pribadinya dengan satu misi mutlak menghancurkan sisa-sisa kerikil masa lalu hingga menjadi debu yang tak berbekas.

---

Bersambung~

1
Aera_yong
terimakasih ya teman-teman udah support novel aku😍😍
Afri
deg deg an baca nya ..👍👍
Afri
sama sama adu kekuatan 💪💪👍
Afri
seruu
Aera_yong
jangan lupa juga beri dukungan dan support novel ini yah🤭
Aera_yong
jangan lupa baca novel terbaru aku yah tentang The Four Elite
Batriani
gaya mafia......
Batriani
dendam membara
Batriani
seru juga baca nya ditengah derunya drachin dan drakor....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!