NovelToon NovelToon
Sumpah Badai

Sumpah Badai

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Action / Fantasi
Popularitas:257
Nilai: 5
Nama Author: andre kurnia

11 tahun Yuse dilatih jadi ksatria. Tugas pertamanya membawanya ke Desa Angin yang hancur misterius 5 tahun lalu. Di sana ia bertemu Yamaika, gadis pengendali badai yang menyimpan trauma. Ternyata kehancuran desa itu bukan bencana... tapi pengkhianatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andre kurnia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

langit malam yg berbintang

Malam perlahan turun menggantikan sisa senja, membawa serta kehangatan yang masih terasa membekas dari canda tawa di meja makan tadi. Setelah membantu Ibu Cyena merapikan dapur, Yuse dan Brisa melangkah keluar mencari udara segar. Langkah kaki mereka terhenti tepat di bawah pohon besar yang rindang, tempat ayunan kayu tua masa kecil Yuse masih tergantung kokoh di antara dahan-dahannya.

Brisa mendekati ayunan itu perlahan, lalu duduk pelan di atas papan kayu yang permukaannya sudah mulai usang. Jari-jarinya yang lentik mencengkeram tali tambang yang kasar, sementara matanya menatap langit malam yang mulai dihiasi kerlap-kerlip bintang.

Yuse berjalan mendekat dari belakang, lalu memegang tali ayunan itu dengan lembut.

"Mau didorong?" tawarnya pelan.

Brisa tidak menoleh, hanya mengangguk samar.

"Boleh."

Yuse menarik ayunan itu sedikit ke belakang, lalu mendorongnya dengan tenaga yang sangat pelan dan terukur. Ayunan itu bergerak maju mundur perlahan, membelah angin malam yang sejuk dan menenangkan. Keheningan sempat menyelimuti mereka berdua, hanya terdengar suara jangkrik yang bernyanyi dan bunyi halus gesekan tali dengan dahan pohon.

"Ibumu… orang yang sangat hangat, Yuse," buka Brisa memecah kesunyian, suaranya terdengar lembut terbawa embusan angin. "Candaannya tadi… mengingatkanku pada masa-masa indah sebelum desaku hancur dan hancur lebur."

Yuse tersenyum tipis di belakang punggung gadis itu, lalu kembali memberikan dorongan yang sangat pelan.

"Ibu memang selalu begitu, suka sekali menggoda orang. Tapi aku senang banget lihat kamu bisa tertawa lepas hari ini. Ternyata keputusanku membawamu pulang itu nggak salah ya."

Brisa memejamkan matanya sejenak, menikmati sensasi melayang pelan di udara.

"Terima kasih, Yuse. Sebenarnya… waktu di perbatasan kemarin aku bersikeras ikut, karena aku takut sendirian di padepokan sepi itu. Tapi setelah sampai di sini, dengar cerita ibumu, dan duduk di ayunan ini… hatiku rasanya jadi jauh lebih tenang dan damai."

Yuse menghentikan dorongannya, membiarkan ayunan itu makin lambat sampai akhirnya berhenti sepenuhnya. Ia berjalan ke samping, lalu bersandar pada batang pohon besar itu sambil menatap wajah samping Brisa yang tampak cantik di bawah cahaya rembulan.

"Gaya ksatria sok pahlawanku ini nggak seburuk yang kamu bayangkan kan?" godanya sambil menyunggingkan senyum konyol khasnya.

Brisa menoleh, menatap lekat-lekat wajah pemuda di sampingnya. Kali ini, alih-alih memonyongkan bibir atau memasang wajah sinis seperti tadi di meja makan, seulas senyum manis yang sangat tulus dan hangat terukir jelas di bibirnya.

"Iya, ksatria bodoh," sahutnya pelan, matanya berkilat jenaka. "Untuk kali ini saja… aku akui kalau tindakan sok pahlawanmu itu cukup berguna."

Yuse terkekeh pelan mendengar pujian setengah hati itu. Di bawah naungan pohon kenangan ini, mereka melewatkan malam itu dengan obrolan santai yang hangat, perlahan merajut benang-benang kedekatan yang makin kuat dan kokoh di antara mereka.

Namun tak lama kemudian, Brisa kembali menatap tali ayunan yang digenggamnya, membiarkan tubuhnya berayun pelan kembali. Angin malam berembus lembut, menerbangkan helaian rambut peraknya yang indah. Setelah diam cukup lama, ia kembali menoleh sedikit ke arah Yuse.

"Yuse… boleh aku tanya sesuatu?"

"Boleh, tanya aja," jawab Yuse lembut.

"Bagaimana sebenarnya perasaanmu terhadap Cindy? Putri dari Kerajaan Palipurna itu," tanya Brisa pelan, suaranya sedikit bergetar seolah takut mendengar jawabannya.

Yuse sempat tersentak kecil mendengar pertanyaan itu. Ia mendongak menatap langit yang penuh bintang, mengingat sosok putri kerajaan yang dulu pernah bertaruh nyawa bersamanya.

"Cindy ya…," gumamnya sambil tersenyum tipis. "Rasanya jalan hidup dia dan aku itu terlalu jauh bedanya. Dia memang agak manja, suka ngambek, tapi aku nggak heran. Wajar kan, dia itu tuan putri yang dibesarkan dalam kemewahan."

Yuse menjeda sejenak, lalu terkekeh pelan.

"Tapi jujur… dia cantik, baik hati, dan… sedikit pintar."

"Sedikit pintar?" ulang Brisa spontan, matanya langsung membelalak kaget.

Sesaat kemudian, tawa renyah Brisa langsung pecah memecah kesunyian malam. Ia tertawa terbahak-bahak sampai bahunya berguncang.

"Aku nggak nyangka kamu bakal menilai seorang putri kerajaan cuma dengan kata 'sedikit pintar'! Kamu ini emang beda banget ya!"

Tawa cerianya bergema indah di pekarangan rumah itu. Tepat di tengah kebahagiaan mereka, pintu kayu rumah berderit terbuka perlahan. Ibu Cyena melangkah keluar sambil membawa nampan kecil. Di atasnya, dua cangkir teh berempah masih mengepulkan uap hangat yang wanginya semerbak menenangkan hati.

"Udara malam di sini makin dingin lho," ujar Cyena lembut sambil menyerahkan cangkir itu satu per satu. "Minumlah teh hangat ini biar badan kalian nggak kedinginan."

"Wah, makasih banyak Ibu!" seru Yuse dengan wajah bersemangat, langsung menyambar cangkir itu dengan senyum lebar.

Brisa menerima cangkir hangat itu dengan kedua tangannya, merasakan kehangatan menjalar dari telapak tangannya sampai ke seluruh hati.

"Terima kasih banyak, Ibu Cyena. Ibu emang paling baik."

Cyena tersenyum puas melihat mereka berdua duduk berdampingan dengan wajah yang sama-sama bahagia dan damai. Ia berdiri sejenak mengawasi mereka, membiarkan malam yang dingin itu berubah menjadi kenangan yang penuh kehangatan dan kasih sayang yang tak terlupakan.

1
broken home
semoga lebih diperbaiki kosakata dan penempatan katanya
andara
berikan saran kalian terhadap karya ini, pendapat kalian adalah kunci ku untuk terus maju agar lebih berkembang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!