NovelToon NovelToon
RAHASIA PANAS DI BALIK PERNIKAHAN

RAHASIA PANAS DI BALIK PERNIKAHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Diam-Diam Cinta
Popularitas:3.1M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Dewasa
Follow My Instagram @Mae_jer

Dami tidak menyangka dia akan menghadapi Jeremy yang menggila padahal statusnya sudah menjadi istri dokter Bima. Walau status itu hanya sebatas pernikahan kontrak, tetap saja tidak dapat dibenarkan. Namun, siapa yang akan menyangka Dami akan terlibat dengan permainan panas Jeremy, serta Bima yang ikut-ikutan menggila, yang membuatnya berada di situasi yang membingungkan.

Terjebak di antara dua pria yang sama-sama menginginkannya, situasi semakin rumit saat Dami hamil. Karena ia tidak tahu siapa ayah dari anak yang dikandungnya. Jeremy atau Bima? Lebih gilanya lagi, baik Bima maupun Jeremy, sama-sama tidak mau melepaskannya.

Ketiganya harus merahasiakan hubungan gila mereka sampai akhirnya salah satu dari kedua pria itu mengalah, dan merelakan Dami dengan laki-laki yang dia cintai.

Apakah masih Jeremy cinta pertamanya yang menjadi pemenang? Atau Bima, dokter tampan yang juga mencintai Dami dengan tulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kau cemburu?

Setelah berhasil membubarkan tamu, Bima tidak langsung pulang maupun menuju rumah sakit. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kantor polisi pusat kota, tempat Arsen akan membawa Dami untuk memberikan keterangan.

Wajahnya tampak tenang dari luar, namun hatinya dipenuhi perasaan yang saling bertentangan, antara marah atas kekacauan yang terjadi, bingung, dan ada rasa khawatir yang berusaha ia sembunyikan rapat-rapat.

Sesampainya di ruang kerja Arsen, ia duduk menunggu sambil meletakkan rekaman cctv yang sudah diambilnya dari pengelola hotel. Tak lama kemudian, Arsen masuk sendirian. Ia telah menempatkan Dami di ruang pemeriksaan sementara, bukan di sel tahanan, agar tidak diperlakukan seperti tersangka berat.

Bima langsung menatap sang adik, nada bicaranya terdengar tegas namun tidak lagi setajam sebelumnya.

"Apa dia akan ditahan? Tidak ada cara lain? Mereka yang memancing emosinya lebih dulu," tanyanya langsung tanpa basa-basi.

Arsen menghela napas panjang, lalu duduk di kursi di hadapan Bima sambil menyandarkan punggungnya. Ia mengerti posisi Bima, sebagai suami, wajar jika ia ingin melindungi istrinya, meski saat ini hubungan keduanya sedang tegang. Namun sebagai penegak hukum, ia harus tetap berpegang pada aturan yang berlaku.

"Aku akan mengeluarkannya malam ini juga," jawab Arsen perlahan namun pasti.

"Mereka memang memancingnya, wanita itu yang lebih dulu menampar dan menghinanya. Itu sudah tercatat dalam keterangan saksi dan terlihat jelas di rekaman cctv. Tapi tindakan Dami tetap melebihi batas pembelaan diri yang dibenarkan hukum. Dia memukulnya sampai tulang pipi retak dan pendarahan hebat. Karena itu, dia tidak bisa lepas begitu saja."

Bima mengerutkan keningnya.

"Lalu apa maksudnya? Dia tetap dianggap bersalah?"

"Bukan bersalah sepenuhnya," lanjut Arsen sambil mengambil selembar kertas kosong di atas meja.

"Dia akan mendapatkan surat pernyataan dan surat peringatan resmi dari kepolisian. Surat itu menyatakan bahwa ia telah melakukan penganiayaan, namun diperingan karena dipicu oleh provokasi dan penghinaan yang berat. Surat ini akan dicatat dalam sistem, tapi tidak akan menjadi catatan kriminal yang berat selama dia tidak mengulangi perbuatan serupa di masa depan."

Bima terdiam sejenak, mencerna penjelasan itu.

"Jadi dia tidak perlu ditahan, tidak perlu dituntut di pengadilan?"

"Ya, aku akan mengatur semuanya. Aku tahu kau masih peduli padanya. Dia juga bagian dari keluarga kita. Tenang saja, aku tidak akan membiarkan dia berakhir di penjara."

Bima mengangguk pelan, rasa lega mulai menyelinap di hatinya meski ia tidak menampakkannya.

"Baiklah. Aku yang akan menanggung seluruh biaya perawatan dan ganti rugi. Aku tidak ingin ada masalah lebih lanjut."

Arsen menatap sang adik.

"Kalau masih peduli, kenapa masih bersikap sedingin itu? Aku melihat dia sedang berusaha menebus kesalahannya."

Bima terdiam lama.

"Aku tahu, tapi tiap kali mengingat dia bersetubuh dengan laki-laki itu .... Rasanya seperti ada duri yang menusuk di dadaku, sulit untuk dihilangkan begitu saja," ucap Bima dengan suara berat, matanya menatap kosong ke arah meja.

"Aku selalu berharap suatu hari nanti dia bisa melihatku bukan hanya sebagai kakak, tapi sebagai lelaki yang bisa mendampinginya. Lalu apa yang kulihat? Dia bercinta dengan laki-laki lain di kamarku sendiri."

Berat sekali bagi Bima. Tapi dia juga tidak bisa melepaskan Dami sekarang. Hatinya masih terus memikirkan wanita itu, belum lagi kalau orangtuanya sampai tahu mereka hanya menikah kontrak pada awalnya. Mamanya bisa drop.

"Kapan dia bisa keluar?" tanya Bima kemudian.

"Kau bisa membawanya pulang sekarang." sahut Arsen. Bima mengangguk.

Mereka lalu berjalan bersama menuju ruang pemeriksaan sementara yang terletak di ujung lorong. Suasana di kantor polisi malam itu terasa sepi, hanya sesekali terdengar suara langkah petugas atau derit pintu yang dibuka-tutup. Sesampainya di depan ruangan, Arsen membukakan pintu dan memberi isyarat pada Bima untuk masuk terlebih dahulu.

Di dalam sana, Dami duduk di kursi kayu. Punggungnya tegak, namun raut wajahnya terlihat lelah. Saat mendengar pintu terbuka, ia mengangkat wajahnya dan menatap ke arah datangnya suara. Matanya bertemu dengan tatapan Bima, yang berdiri di ambang pintu sejenak sebelum melangkah masuk, diikuti Arsen yang kemudian menutup pintu dan menunggu di luar agar keduanya bisa bicara dengan leluasa.

Suasana menjadi hening sejenak. Bima berdiri di hadapannya, menatap wanita itu lekat-lekat. Ia melihat ada sedikit goresan di sudut bibir Dami akibat tamparan Riana tadi, dan buku-buku jarinya yang tampak memerah juga sedikit bengkak. Sesuatu di dalam hatinya terasa berdenyut, campuran antara rasa kesal, khawatir, dan perasaan lain yang sulit ia ungkapkan.

"Kau boleh pulang," ucap Arsen pada Dami, sebelum menoleh ke arah Bima dan menambahkan,

"Semua berkas sudah selesai ditandatangani. Surat peringatannya akan disimpan di arsip, tidak akan dibagikan ke publik."

Dami mengangguk pelan, lalu perlahan berdiri. Ia merapikan gaunnya yang sedikit kusut, lalu menatap Bima yang masih berdiri di tempatnya. Tidak ada senyum, tidak ada kata kata-kata lain yang terucap dari mulut pria itu.

Mereka berjalan keluar dari ruangan tanpa banyak bicara. Arsen mengantar sampai ke pintu depan, lalu berhenti.

"Hati-hati di jalan. Kalau ada apa-apa lagi, kabari aku saja."

Bima mengangguk singkat, lalu melangkah lebih dulu menuju mobilnya yang terparkir di halaman. Ia membukakan pintu untuk Dami, dan wanita itu masuk tanpa protes. Begitu keduanya sudah duduk dan pintu tertutup, suasana di dalam mobil terasa sunyi, hanya diisi suara mesin yang menyala dan deru angin malam.

Bima tidak langsung menyalakan mobil. Ia duduk memegang setir, menatap lurus ke depan, sebelum akhirnya berbicara dengan suara rendah.

"Aku sudah membayar semua biaya perawatan dan ganti rugi untuk Riana. Masalah ini selesai, tidak akan ada tuntutan lagi. Dan kau, jangan mengacau seperti itu lagi." katanya tanpa menatap Dami.

Dami menoleh ke samping menatapnya.

"Dia bilang kalian sangat dekat di masa lalu. Apa kau tidak marah aku memukulnya seperti itu?" Dami tidak tahu kenapa dengannya, emosinya seperti tidak stabil, entah karena kelelahan atau apa.

Kali ini Bima balas menatapnya tajam.

"Kenapa, kau cemburu mendengar aku pernah dekat dengan perempuan lain?" ia menatap ke dalam mata Dami, wanita itu mendengus keras.

"Cemburu? Untuk apa cemburu? Wanita yang dekat denganmu itu menghinaku, mengataiku perempuan jalang, apa aku tidak pantas marah?"

"Semuanya yang dia bilang memang benar, apa aku salah? Kau sudah lupa seperti apa dirimu?"

Hening. Dami dan Bima saling berhadap-hadapan. Sudah cukup, Dami sudah berusaha menjadi lebih baik demi pria itu, berusaha memberi hatinya yang sempat tersisa untuk Jeremy, tapi Bima menganggapnya terlalu menjijikkan. Untuk apa bertahan kalau jelas-jelas pria itu terus menyimpan sakit hati yang sangat dalam terhadapnya?

Tanpa mengatakan apa-apa, Dami turun dari mobil dan berjalan cepat meninggalkan tempat itu. Bima kaget. Ia ikut turun dan mengejar Dami.

1
Azzahra Sevita Hanum Dimitry
langit dah se excited gini SM Naya, nanti pasti hatinya dipatahkan author. siapa yg dikubu Naya SM langit??? aqq
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘨𝘪𝘵 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘢𝘳𝘢𝘱 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘫𝘨 𝘴𝘮 𝘢𝘷𝘪𝘯
Hanima
😯😯
aryuu
jantung kamu juga murahan nay/Smug/
aryuu
telat su
aryuu
ahhh bullshit mason go to hell luhhh
LANY SUSANA
semoga Naya punya perasaan yg sama dgn langit ya
dan alur kak mae, Naya unt langit 😍😍
biarin Mason patah hati, 🤣🤣
Al Fatih
Langit......,, 😭😭😭😭
Jangan terlalu berharap yaa,, AQ takut patah hati mu nanti akan semakin membuatmu menjadi orang yang mati rasa. Patah hati pertama mu itu karna kedua orang tua mu,,
Dan Naya ....,, Naya memang perhatian sama dirimu dan Alvin...,, tapi mqkn dengan kadar rasa yang berbeda. Jujur,, AQ takut kau akan sakit utk kedua kalinya langit😭😭😭
LANY SUSANA: betul aku jg takut langit patah hati
apalg setlh Mason bcr Naya merasakan debar jantung 😭😭
duh semoga Naya buat langit la😭😭😭
total 1 replies
Al Fatih
Mason : Tuh kan Mak,, AQ tuh aslinya ga sedingin,, sekaku dan sejahat seperti yang kalian bayangkan.
AQ hanya menjaga sikap,, biar tak terlalu nampak membela Naya,, karna takutnya si molen akan semakin membenci dan menjahati Naya.

Emak2 : Yaaa,, mqkn memang kau ga seperti itu,, kak baik kah menurut pengakuanmu....
Tapi,, bisa ga jangan deket2 sama Naya.
Atik Marwati
mason udah minta maaf...aq kawatir sama langit dan alvin🧐🧐🧐
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
🍒WINA🍒
Mason mulai peduli sama naya dan meminta maaf, atas sikapnya molly sangat kasar.mason juga meminta maaf sempat salahpaham sama naya..

jantung naya berdebar deg-degan berdekatan sama mason, apakah naya hanya mengganggap langit itu kakak...
aku sih ikuti aja alur ceritanya naya berjodoh sama mason/langit, pasti salah satu mason/langit akan terluka hatinya nantinya...

apalagi langit merasa nyaman sama naya, naya sangat baik dan tulus peduli sama langit dan alvin...
gak tega juga melihat langit nanti terluka klo seandainya naya jadian sama mason..
Mutia Efrida
Thor, tetep naya ama langit aja, jangan sampe langit jd jahat & bikin naya patah hati, naya & langit harus bahagia Thor.
.... { hiatus }: mampir kk hehe ke chat story aku dong hehehe jadi pembacaku kk pliss 🙏
total 1 replies
Melia Gusnetty
...berharap naya sm langit...
mending keluar dr rumah itu nay....hidup tenang d rmh sendiri/d rmh nenek mu....dr di sana...
si molly...pengen d garut tuu mulut...😏
Fitria Syafei
Si Molly mpus mau nya apee sih.irii yaa ga di lirik Langit bawaan nya Syirik ajee 😏 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😍
aryuu
Kaka adik kelakuannya assuuu banget sihhh...
aryuu
ayolah otor sayang buat mereka bersatu , langit Naya forever, daripada buat langit menderita terlalu lama buat saja langit meninggal cepat tor../Grimace/
Rasmini
jangan deketin naya ama bison ih. juhin ajah udqh. naya biar tinggal ama neneknya.
Tuti Tyastuti
𝘪𝘺𝘢 𝘭𝘢𝘸𝘢𝘯 𝘯𝘢𝘺 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘺𝘢 𝘴𝘪 𝘮𝘰𝘭𝘭𝘺 𝘵𝘶𝘩
🍒WINA🍒
Bagus naya lawan aja simolly jangan mau ditindas dan direndahkan simolly😄molly anggap naya perempuan gak bener dan apa yg dilakukan naya dimata molly salah dan buruk...

molly hanya karena iri dan cemburu naya dekat kak langit, molly musuhin naya diam-diam molly suka sama langit...

langit tahu molly suka tapi langit gak tanggapin bersikap dingin dan datar, langit gak mau didekati sama molly dan perempuan lainnya. kecuali naya langit sangat aman dan nyaman sama naya sangat tulus....

heran dech sikapnya molly sangat kasar dan suka merendahkan dan menghina, beda banget sifatnya dami dan bima kayak langit dan bumi....

mason sangat dingin dan datar tapi gak suka menghina dan merendahkan, sifatnya molly nurunin siapa ya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!