Tolong tinggalkan Like Dan comment yah ❤😍
Danny sudah memantapkan pilihannya pada Rose, gadis yang lebih mudah darinya. Rose sudah terlanjur hidup dalam gelapnya masa lalunya, begitu berhasil mendapatkan Rose, ada saja cobaan dalam hubungan mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jesicca26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengakuan isi hati
"Lepasin saya!!!" teriak bapak saat Billy dan beberapa perawat menahannya
"Pak sabar pak, urusin dulu jenasah istri dan anak bapak. Pelakunya pasti sudah diproses sekarang." ucap Billy mencoba menenangkan bapak yang mengamuk mau mencari pria arogan yang berkelahi dengannya
"Akan saya bunuh dia!!! Lepasinn!!!" Teriak bapak itu
"Bapak!!! Sabar.. Tolong jangan gegabah." ucap Rose setengah berteriak
Bapak itu seakan tersadar, dia kembali melihat wajah istri dan anaknya lalu menangis sambil memeluki mereka. Suasana mulai tenang, bapak itu mengurusi jenasah istri dan anaknya. Rose, Billy dan Daniar turun kebawah, langkah Rose terasa berat, wajahnya murung.
Tiba-tiba Rose merasakan tubuh hangat memeluknya secara tiba-tiba, tubuh tinggi kekar dan benar-benar hangat memeluknya saat dia keluar dari UGD. Dia mengangkat kepalanya dan mrlihat keatas, Danny! Wajah Danny benar-benar terlihat khawatir, Rose bisa merasakan nafas Danny ngos-ngosan. Detak jantung Danny yang nggak beraturan.
"Berani kamu meluk aku." ucap Rose lalu mencoba mendorong Danny menjauh namun pelukan Danny makin mengencang memeluknya "Lepasin, aku mau pacaran sama kami bukan berarti kamu bisa bebas melukin aku."
Danny nggak peduli dengan ucapan Rose, dia tetap memeluk tubuh Rose. Sadar usahanya sia-sia Rose berhenti mendorong Danny, dia menarik nafas panjang lalu membenamkan wajahnya didada Danny.
"Jangan pernah coba masuk kedalam bahaya lagi." ucap Danny tanpa melepas pelukannya
Dalam hati Rose berpikir, bertanya-tanya apa maksud ucapan Danny.
Apa dia tau gue tadi bantuin orang? Tapi bener juga sih, nggak mungkin dia nggak tau. Kejadian itu pasti heboh. Bathin Rose
Karna paksaan dari Danny yang super duper kawatir dengan keadaan Rose, Rose yang tadinya hanya rawat jalan jadi harus di opname. Setidaknya sehari, setelah dokter memastikan keadaan Rose benar-benar baik-baik saja baru dia boleh pulang.
"Awww sakit.." protes Rose saat Danny menggosok salep diwajahnya
"Kamu kayaknya punya hobi buat aku khawatir yah.." Danny akhirnya angkat suara setelah sedari tadi diam saja
"Maksud kamu?"
"Iya, pindah toko nggak ngabarin, berangkat kerja sendirian, dan yang paling fatal wajah kamu malah kena bogem mentah dari laki-laki. Apa itu bukan hobi buat aki khawatir??"
"Yah, siapa yang bakal tau kalo bakal kejadian kayak gini.." Rose mencibir
"Pokoknya mulai sekarang kamu harus lebih nurut, nggak boleh bertindak seenaknya."
"Idiiwww, siapa kamu? weekk.." sindir Rose sambil menjulurkan lidahnya "Kamu itu baru pacar, ingat, pacaarrr. Bukan suami.."
Danny menghela nafas panjang lalu menatap tajam kearah Rose "Kalo gitu ayo kita nikah."
"Hah??" Rose melotot "Segampang itu??? Kamu pikir ini cuma beli bedak trus bayar dan bawa pulang??"
"Yah nikah, aku cinta kamu, kamu cinta aku. Kita sekarang pacaran, sudah sesuai kan tahapnya, setelah pacaran tahap selanjutnya nikah. Nggak ribet, jadi aku bisa lebih leluasa miliki kamu."
"Seenteng itu kamu ngomong.." Rose mengerutkan dahinya dengan wajah kecewa "Nggak romantis." ucapnya lagi "Orangtua aku juga belum tentu setuju."
"Mama setuju kok Rose, papa juga.."
Leher Rose melongok kebelakang Danny, mama dan papanya ternyata sudah menguping dari luar. Dia memicingkan matanya, nggak menyangka mamanya akan berhianat padanya.
"Mamaaa!!! Apaan sihh.." protes Rose
Mama papanya kemudian masuk kedalam, Billy sudah mengabari orangtuanya dan mereka langsung datang.
"Yah kan nikah lebih baik, menghindari fitnah kalo pacaran lama-lama.." sambung papa
"Yakaliii fitnahh, pacaran aja baru, nggak ngapa-ngapain juga. Mau kena fitnah gimana coba." Rose mencibir lagi
"Yah maksudnya kan namanya niat baik nggak baik kalo ditolak.." ujar Ayu
"Nggak ahh, aku nggak mau nikah mudah.." tolak Rose sambil menyilangkan kedua tangannya didadanya "Oh iya, gimana caranya kamu tau aku dirumah sakit?"
Danny mengangkat keningnya, raut wajahnha berubah sombong "Nggak ada hal yang nggak aku ketahui."
"Hueekkk..." Rose menyindir dengan berpura-pura mau muntah mendengar kesombongan Danny barusan "Kepedean..."
Senyum sombong masih mengembang dimulut Danny, sementara dalam pikirannya dia mengingat betapa paniknya dia saat tau dari Anita sopirnya jika Rose nggak ada dirumah dan ditempat kerja, ditelfon juga nggak angkat. Dia nggak tau kalo dimall baru spg sama sekali nggak boleh pegang hp.
"Pak, saya sudah coba cari tahu dan Rose sekarang dimall ****** menggantikan seorang karyawan yang sedang sakit." beritahu pak Sam
Nggak menggubris ucapan pak Sam, Danny langsung berjalan keluar dari ruangannya diikuti pak Sam dari belakang. Begitu sampai dimall yang dimaksud mereka langsung mendengar kejadian yang baru terjadi, Danny langsung meminta video CCTV dari pihak keamanan dan melihat jelas apa yang terjadi pada Rose.
"Si4laaannnn!!!" Geram Danny sambil memegang ipad ditangannya "Berani skali dia..!!"
"Saya dengar ini bukan pertama kali pak, pak Erik sudah biasa berbuat onar dengan pengunjung dimall. Tapi kali ini paling parah karna sampai menelan korban, ibu hamil yang terjatuh sekarang sudah dirumah sakit. Keadaannya masih belum diketahui." beritahu Pak Sam
"Rose juga dirumah sakit itu?"
"Iya pak."
"Ayo kita kesana, masalah Erik akan saya pikirkan bagaimana harus menyelesaikannya."
Danny langsung kerumah sakit dan menemukan sosok yang dicarinya berjalan keluar dari rumah sakit.
"Om, tante.. Saya serius ini segera menikahi putri om dan tante.. Saya tidak bisa lagi hidup dalam kekawatiran memikirkan Rose setiap hari harus kerja dan menghadapi berbagai macam orang asing." Danny mengutarakan ini hatinya
Mendapat lamaran mendadak membuat orangtua Rose dan Rose speechless, mereka nggak menyangka Danny akan mengulangi ucapannya tadi dengan berani.
"Kamu jangan bercanda.." protes Rose nggak percaya
Danny menatap mata Rose dengan berani "Aku nggak pernah bercanda dengan ucapanku, aku nggak bisa kalo harus merasa khawatir setiap hari mikirin kamu ketemu berbagai macam pelanggan yang nggak aku ketahui bisa membahayakan atau tidak buat kamu. Ayo kita menikah! Aku siap menjaga kamu seumur hidupmu."
Kali ini Rose benar-benar speechless, Danny nggak bercanda. Rose nhgak bisa menerima semudah itu, hubungan mereka terlalu singkat, dia nggak mau terburu-buru mengikatkan dirinya dan hidupnya pada pria yang belum lama dia pacari. Dilain hal Rose merasa cukup nyaman dengan perlakuan Danny.
"Kasih aku waktu buat pikir-pikir dulu.." ucap Rose setelah lama berpikir "Pernikahan itu bukan hal mudah."
Dan menghela nafas lalu tersenyum "Aku akan menunggu jawabanmu.."
Kali ini mama dan papanya nggak berani berkomentar lebih, mereka menghormati keputusan Rose apapun yang akan dia katakan. Setelah lama mengobrol diruangannya, mama dan papanya pamit mau pergi beli makanan diluar meninggalkan Rose dan Danny didalam berduaan.
"Aku dengar laki-laki itu kebal hukum?" tanya Rose lirih
"Yah, seperti itu. Sudah berkali-kali orang melaporkannya tapi dia hanya sampai kena wajib lapor." jawab Danny jujur
"Jadi, kematian ibu dan bayinya itu sia-sia??? Apa dia masih akan berkeliaran bebas??" tanya Rose lagi, kali ini matanya mulai berair
Melihat wajah sedih Rose dan airmata yang nyaris jatuh, cepat-cepat Danny memeluknya. Kali ini Rose nggak menolak pelukan Danny, dia benar-benar merasa sangat kecewa jika pria arogan itu akan bebas begitu saja.
"Jangan khawatir.. Aku akan bantu.." ucap Danny sembari mengelus pundak Rose
Rose diam saja nggak mengeluarkan kata-kata, dia benar-benar berharap laki-laki itu dihukum setimpal atas perbuatannya.
Dalam hatinya, Danny sedang berpikir keras bagaimana menghadapi Erik. Erik adalah putra dari pak Ahmad, dia nggak bisa menggunakan cara yang sama seperti yang dia lakukan pada Juna om dari Rose. Dia berpikir keras cara menghadapi Erik tanpa mencolok, apalagi selama ini Erik selalu bebas karna sang pelapor kekurangan bukti dan saksi yang harusnya bisa memberatkan Erik.
Sekalian kasih rekomen novel yang rapi juga, judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, wajib pakek tanda kurung ya nyarinya
mampir juga di ceritaku yh thor
"love with enemy