Anindya Wijaya, seorang mahasiswi lanjutan jurusan kebidanan. Anak yatim piatu yang harus bekerja keras demi kebutuhan hidupnya. Semua pekerjaan rela dia lakukan termasuk menjadi pacar ataupun tunangan bayaran. Pekerjaan itulah yang membuatnya bertemu dengan Bagas Ardhitama, seorang tentara pasukan khusus yang dikejar deadline oleh orang tuanya untuk membawa pacarnya ke rumah.
Apakah ini awal yang baik untuk memulai sebuah hubungan?
Akankah kebohongan mereka menjadi petaka? Ataukah akan bahagia?
Akankah pekerjaan Bagas sebagai tentara pasukan khusus membuat hidup Anindya terancam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mak Nyak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wisuda
Anin dan Tari bersiap untuk make up wisuda. Anin yang sudah selesai terlebih dahulu segera berganti baju. Satu jam kemudian Tari sudah selesai make up.
.
Rumah Bagas
"Gas, tolong bikinkan kopi buat Ayah ya. Ibu masih di make up nih"
"Ya bu"
Bagas menuju ke dapur untuk membuatkan kopi. Dia menggerutu kepada dirinya sendiri.
"Sebenernya yang mau wisuda itu ibu atau Anin sih, kok yang ribut ibu. Hadeh, wanita dimana mana sama. Lama kalo untuk urusan dandan" Bagas mulai menyalakan kompor.
.
Anin dan Tari berangkat bersama. Sedangkan Bagas bersama orang tuanya langsung menuju kampus. Papah Tari dari bandara langsung ke kampus.
"Papah?! Aaaa, Tari seneng banget papah bisa pulang" Tari berhambur memeluk papahnya.
"Om, apa kabar?" Tanya Anin sambil mencium punggung tangan papah Tari.
"Alhamdulillah om sehat. Selamat ya buat kalian bentar lagi jadi wisudawati lagi nih. Semoga ilmunya bermanfaat"
"Amiin, eh foto dulu yuk mumpung belum banyak orang"
"Bentar, masih nunggu mas Bagas" Anin melihat satu per satu mobil yang datang.
Akhirnya mobil yang ditunggu Anin sampai di halama kampus. Bagas menurunkan kedua orang tua nya terlebih dahulu lalu mencari parkiran. Anin yang tahu Bagas dan keluarga telah datang menghampiri mereka.
"Ayah, ibu"
"Wah wah, calon mantu ayah cantik sekali" Ayah memuji Anin
"Perfect yah" timpal ibu
"Aaaa, ayah sama ibu bisa saja. Ayo foto dulu. Ibu sama Ayah gabung sama papahnya Tari aja dulu. Anin nungguin Mas Bagas"
Ayah dan ibu mengangguk, mereka menuju ke arah Tari yang asik mengobrol dengan papahnya. Anin masih menunggu Bagas yanh sedang memarkirkan mobil. Bagas segera menyusul kedua orang tuanya, sedikit celingukan.
"Mas"
Bagas menoleh, matanya tidak berkedip saat mendapati Tari tampil Anggun mengenakan kebaya warna hijau. Tampilan make up nya yang flawless tampak serasi dengan kulitnya.
"Mas, ayo foto dulu"
"Iya ayo, kamu cantik banget sih Yank. Jadi gak rela kalo kamu dandan begini. Nanti banyak yang suka lagi sama kamu"
"Hilih, apaan sih"
Mereka berfoto. Anin senang. Bukan karena wisudanya, tetapi yang mendampingi dirinya wisuda. Ayah, ibu, dan calon pendamping hidup. Lengkap rasanya.
"Oke, 1 2 3" cekrek. Kamera man mengarahkan gaya dan siap memfoto.
"Mas, tolong fotoin pake hp ya"
Bagas memberikan hp nya. Setelah itu Anin dan Tari harus masuk terlebih dahulu. Orang tua masuk belakangan.
Rangkaian acara terlewati satu per satu. Pukul 12.30 acara wisuda sudah selesai. Anin pulang dengan keluarga Bagas.
"Cie yang udah resmi lulus, jadi habis ini siap dong dilamar" Kata Bagas yang serius dengan nada menggoda
"Terserah mas aja lah"
"Lhoh, kalo kamu nya siap, mas langsung lamar dong"
"Iya Nin, kalo niat baik itu jangan ditunda" Kata Ayah mendukung Bagas
"Iya Yah, Anin siap dilamar. Nanti Anin bilang dulu sama paman"
"Nah, gitu dong" sahut Ayah ibu dan Bagas serempak.
.
.
.
Bagas mengantarkan Ayah dan ibunya terlebih dahulu. Lalu mengantarkan Anin pulang. Bagas senyum senyum sendiri melihat Anin.
"Kenapa sih mas?"
"Gak papa, seneng aja lihat kamu. Gak nyangka aja, dari bohongan jadi beneran" Bagas geli membayangkan pertemuannya dengan Anin.
"Hahah, iya ya. Dulu kamu bilang aku ini dari atas sampe bawah gak masuk standar. Lhah ini kok kamu beneran cinta? Hmmm?" jawab Anin menggoda.
"Jangan diingetin yang bagian itu doong"
Mobil melaju menuju rumah Anin dengan penuh tawa.
Kadang harus dipertemukan dengan yang salah terlebih dahulu sebelum mendapatkan yang benar mencinta.
bibirnya lebih gentle yaa 😂👍
Sedangkan klo tari lagi sedih anin selalu ada di sampingnya 😏
Klo cuma tristan mah gak cukup kan lagi ada misi merebut hati papanya tari tristan nya 😁