NovelToon NovelToon
SENTUHAN PAPA MERTUA

SENTUHAN PAPA MERTUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Rumah Tangga / Balas Dendam
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

"Pa, Papa mau apa??" Adelia terkejut saat papa mertuanya tiba-tiba mendekat dan memeluknya dari belakang. la tak pernah membayangkan, kalau setelah menikah papa mertuanya itu justru berubah dan bersikap seolah ia adalah istrinya.

Apakah Adelia mampu mengendalikan diri dari papa mertuanya?

Atau ia justru ikut terjerumus juga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TUJUH BELAS

Bastian duduk di kursi ujung meja, tempat Lukas biasanya duduk saat sedang rapat pagi di kantor. Ia menyandarkan kedua lengannya di atas meja.

"Kamu kelihatan segar hari ini," ucapnya.

Adelia hanya tersenyum kaku. "Terima kasih, Pa."

"Semalam tidur nyenyak?" Bastian bertanya sambil mengaduk kopi pelan.

Wajah Adelia langsung memanas. Bukan karena romantis-tapi karena pertanyaan itu terlalu pribadi. Ia menunduk cepat, pura-pura merapikan sendok.

"Saya tidur cukup, Pa... terima kasih," jawab Adelia.

Bastian memperhatikan ekspresi Adelia dengan teliti,

Seolah mencari tahu apa yang tidak dikatakan wanita itu.

"Kamu sama Lukas... baik-baik saja, kan?" tanyanya kemudian.

Pertanyaan itu membuat Adelia terkejut. "Tentu saja, Pa. Kami... baik-baik saja."

Bastian menyipitkan mata tipis, senyumnya samar.

"Papa bisa lihat, kamu kelihatan bahagia."

Adelia tidak menjawab. Pipi dan telinganya memanas.

Entah kenapa, cara Bastian mengucapkan itu membuatnya ingin cepat-cepat mengakhiri percakapan.

Namun sebelum ia sempat memutar badan, suara langkah cepat terdengar dari arah tangga.

"Pagi semua!"

Lukas muncul sambil mengenakan kemeja perjalanan, wajahnya segar meski akan melakukan perjalanan panjang. Ia langsung duduk di sebelah papanya, lalu menarik tangan Adelia.

"Sini, duduk di sebelahku!" seru Lukas.

Adelia menurut, duduk tepat di samping suaminya.

Lukas menggenggam tangannya di atas meja, mengusap lembut punggung tangannya.

Bastian memperhatikan terlalu lama untuk ukuran seorang ayah.

Sarapan pun dimulai. Suasana tampak damai bagi Lukas, tapi bagi Adelia, setiap detik terasa seperti

mengetuk pintu kecemasan.

Di tengah makan, Lukas tiba-tiba menoleh pada papanya.

"Pa... aku mau bilang sesuatu," ucap Lukas.

Bastian mengangguk, menunggu.

"Hari ini aku harus berangkat ke luar kota, mungkin selama tiga atau empat hari," lanjut Lukas.

Adelia memalingkan wajah, tidak ingin Bastian melihat kegugupannya.

Bastian tersenyum lebar. "Oh begitu? Yasudah, Papa doakan lancar semua urusannya."

"Amin. Dan..." Lukas menoleh ke arah Adelia, lalu kembali ke papanya. "Selama aku pergi, tolong jaga Adelia ya, Pa! Rumah ini besar. Dia suka lupa minum vitamin, kadang lupa sarapan juga."

Adelia ingin bicara ingin menolak, tapi lidahnya kelu. Sementara Bastian terlihat terlalu senang mendengar itu.

"Tentu, Luk." Suara Bastian terdengar lembut namun menyimpan sesuatu di bawahnya. "Papa akan jaga Adelia sebaik mungkin. Kamu tenang saja."

Ia melirik Adelia, dan tatapan itu membuat kaki Adelia hampir lemas. Ada sesuatu di balik tatapan itu, sesuatu yang Adel tidak ingin mengerti.

Setelah sarapan selesai, Lukas berdiri dan meraih

koper.

"Sayang, temenin aku sampai luar ya?" pinta Lukas.

Adelia mengangguk cepat dan mengikuti suaminya. Ia ingin memperpanjang waktu bersama Lukas, seandainya itu bisa menunda semuanya.

Di teras, mobil Sean sudah menunggu. Sean keluar sambil tersenyum. "Pagi, Bu Adel! Bos sudah siap?"

Lukas menepuk bahu asisten sekaligus sahabatnya itu.

"Ayo, kita harus ke bandara sekarang!"

Sebelum naik mobil, Lukas menarik Adelia ke pelukannya. Ia memeluk Adelia begitu erat seolah tidak ingin berpisah.

"Aku telepon kamu nanti, oke?" ucapnya sambil mencium kening istrinya.

Adelia mengangguk, tersenyum sekuat yang ia bisa.

"Hati-hati ya, Mas!"

"Aku cinta kamu."

"Aku juga."

Mereka berciuman singkat, hangat, penuh kasih.

Namun, saat Adelia membuka mata... didapatinya Bastian berdiri di pintu, menatap mereka. Wajahnya datar -tapi mata itu tidak bisa berbohong.

Ada sesuatu di sana Sesuatu yang membuat Adelia merinding.

Akhirnya, Lukas masuk mobil, Sean mengemudi, dan mobil itu melaju keluar gerbang. Adelia berdiri di tempat, mengikuti mobil itu dengan tatapan penuh kekhawatiran.

Bertahanlah, katanya pada diri sendiri.

Saat gerbang menutup perlahan, suara itu terasa seperti menutup pintu terakhir menuju tempat aman.

Kreeeek...

Adelia menoleh.

Bastian melangkah keluar rumah perlahan, tangannya diselipkan ke dalam kantong celana, wajahnya tenang-terlalu tenang.

"Del..." Ia tersenyum. "Sekarang cuma kita berdua di rumah ini."

Jantung Adelia langsung berdetak keras, kakinya terasa dingin. Ia memegang gagang pintu, mencoba tidak terlihat panik.

"Pa... saya mau ke dapur dulu, mau beberes." Adel pamit pada mertuanya itu.

Bastian tertawa kecil. "Santai saja, Papa nggak akan makan kamu kok." Ia mendekat satu langkah. "Kecuali kamu yang minta."

Adelia membeku, darahnya seolah berhenti mengalir.

Hari baru saja dimulai. Tapi, rumah itu sudah terasa seperti labirin yang menutup semua pintu keluar.

Mobil melaju stabil di jalan tol menuju bandara.

Awan tipis pagi itu belum sepenuhnya pecah, dan cahaya matahari yang lembut membuat suasana perjalanan terasa tenang.

Namun, Lukas Ivander tidak merasakan ketenangan sedikit pun.

Ia menatap keluar jendela, memikirkan sesuatu atau mungkin seseorang.

Lebih tepatnya, Adelia.

Wajah cantik istrinya, senyum kecil yang ia tinggalkan di halaman rumah, cara Adelia menahan gugup ketika berusaha tampak tegar-semuanya berputar terus di kepalanya.

jok. Lukas menghela napas dan menyandarkan kepala ke

"Kok diem banget dari tadi, Bos? Ada masalah kah?" Suara Sean memecah keheningan.

Lukas menoleh singkat. "Nggak ada apa-apa."

"Oh saya tahu, Bos pasti lagi mikirin Bu Adel, ya?"

Sean tersenyum jahil sambil sedikit menoleh dari balik setir.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!