NovelToon NovelToon
Ruang Hati Untuk Karin

Ruang Hati Untuk Karin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Anfi

Sequel Pelabuhan Hati

Bagi orang lain Karin adalah si antagonis untuk kehidupan kakaknya, namun siapa sangka di balik sikap yang dia tunjukkan selama ini dia menyimpan banyak luk. Di tambah dengan malam kelam yang terjadi adanya akibat ulah sahabat-sahabatnya, hidup Karin sejak hari itu berubah total.

Sementara itu Aiden sengaja datang ke Indonesia untuk mencari perempuan yang membuatnya selalu dalam rasa bersalah sejak malam itu. Namun siapa yang menyangka jika dirinya tak perlu bersusah payah untuk menemukan perempuan tersebut. Lalu apakah ada ruang untuk Karin di hati Aiden? Atau dia melakukannya hanya karena sebuah rasa bersalah?

“Selalu ada ruang untukmu di hatiku,” Aiden

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Anfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14# Kalau ada yang salah? Akulah orangnya

Alya mengantar sang kakak ke Allegra lebih dulu sebelum dia lanjut ke kampus, Karin merasa heran karena adiknya terlihat biasa saja setelah keluar dari kantor Axel.

“Hening banget. Padahal bukan kuburan,” celetuknya sambil menyalakan musik di mobil.

“Kamu nyindir aku?” sahut Karin.

“Baperan amat bumil satu. Biasanya cuek,” cibir Alya dan Karin langsung diam.

Karin baru menyadari kalau yang di katakan sang adik benar adanya. Beberapa hari terakhir selain porsi makannya yang meningkat, emosinya juga naik turun alias baperan.

Alya melirik sang kakak yang tiba-tiba diam. “Lah baper dia, bercanda doang kak.”

“Memangnya aku kelihatan baperan banget, ya?” Karin diam bukan karena marah atau apa, dia hanya merasa memang akhir-akhir ini ada yang berbeda dari dirinya sendiri.

Alya menggaruk keningnya, dia bingung harus bagaimana mengutarakan jawaban atas pertanyaan Karin.

“Ya pokoknya bukan seperti mbak Karin yang biasanya,”

“Jawabanmu sama sekali tidak membantu,” Karin mencebik.

Alya terkekeh, Alya langsung mengambil ponsel yang ada di dashbord dan memotret ekspresi Karin yang mencebik. Kebetulan saat itu mobilnya sedang berhenti karena lampu merah, Alya menggunakan kesempatan itu untuk mengabadikan ekspresi wajah Karin yang menyebalkan itu menurutnya.

“Lihat saja nih! Betapa menyebalkan wajah mbak Karin,” Alya memberikan ponselnya pada Karin, kemudian dia kembali melajukan mobilnya menuju Allegra.

Karin mengamati gambar dirinya yang ada di ponsel sang adik, dia kembali mencebik dan Alya tertawa saat kembali mendapati ekspresi sang kakak yang aneh tersebut.

“Ish...kamu malah menertawaiku,” Karin memberengut pada Alya.

Alya justru kembali tergelak. “Ya ampun kak, besok periksa ke obgyn sana! Tanya sama dokter kenapa kamu jadi begitu semenjak hamil,”

“Dokter bilang hormon wanita hamil naik turun, Alya. Semalam aku pengen makan blueberry cheese cake buatan mbak Rhea, tapi dia di mana saja aku tidak tahu. Padahal pengen banget,” ucapnya dengan sendu.

Alya menghela napas. “Sebaiknya urungkan niatmu kalau ngidam masakan kak Rhea, mbak. Kak Axel ataupun kak Rayen, mereka berdua tidak mau mengatakan di mana kak Rhea. Mereka hanya mengatakan kalau suatu saat nanti dia pasti kembali pulang karena di sini adalah rumahnya,”

Karin hanya mengangguk, Alya saja tidak mereka beritahu. Apalagi dia yang punya track record menyakiti hati Rhea, sudah pasti pintu untuknya langsung tertutup.

“Sudah sampai,” Alya menghentikan mobilnya tepat di depan pintu lobi utama Allegra.

"Thank’s dek.”

Alya menoleh saat Karin kembali menggunakan panggilan itu, dia tersenyum. “Sekarang aku tidak mau panggilan itu lagi, meskipun aku merindukanmu memanggil seperti itu. Sekarang aku sudah dewasa,” ucap  Alya, dia lantas mengulurkan sesuatu pada Karin. “Hadih buat mbak karena sudah mau mengakui kesalahan,” Alya memberikan paper bag.

Karin tersenyum. “Terimakasih, Alya. Hadiahnya aku terima,” Karin turun dari mobil, dia berjalan memutar ke sisi satunya. “Hati-hati di jalan,” Karin melambaikan tangan pada Alya yang sudah kembali melajukan mobilnya.

Karin masuk ke dalam lobi kantor Allegra, dia bergegas menuju lift. Dia melihat arlojinya, sudah jam sepuluh siang. Untungnya tadi dirinya sempat mengirim pesan pada Aldo, Karin memberitahu akan datang terlambat karena harus menemani Alya bertemu Axel kakak Rhea.

Karin melangkah keluar lift, perasaannya campur aduk. Antara khawatir dan was-was jika apa yang terjadi pada dirinya akan menjadi gosip di kantor, Karin sepertinya lupa kalau Aldo tidak akan mungkin bocor.

“Sudah baikan, mbak Karin?” seorang office girl menyapa Karin.

“Sudah mbak,” jawabnya.

“Oh ya, mbak. Kondisi pak Rega bagaimana?”

“Aku belum tahu kondisi terbarunya, mbak. Setahuku pak Rega masih di ICU,”

“Kasihan sekali pak Rega, sudah begitu katanya calon istrinya pergi ninggalin dia. Kecelakaan juga karena ngejar calon istrinya,” ucap office girl tersebut.

Deg...

Karin terkejut, dari mana office girl itu tahu tentang cerita Rega, rasa penasaran membuat Karin memberanikan diri mengulik informasi dari office girl kantor.

“Mbak tahu dari pak Aldo?”

“Bukan mbak. Entah bermula dari siapa, yang jelas semua yang di kantor saat ini sedang membicarakan itu. Kalau tidak salah calon pak Rega namanya bu Rhea,”

Deg

Jantung Karin rasanya ingin meledak mendengar itu, dia mengepalkan ke dua tangannya di samping.

“Mbak Rhea bukan kabur, mbak. Tapi dia sedang menempuh pendidikan spesialis ke dokteran di luar negeri, mbak Rhea tidak salah apapun. Kami memang sengaja tidak memberitahu mbak Rhea kalau pak Rega kecelakaan, pihak keluarga takut kalau mbak Rhea syok. Saat ini dia ada di negeri orang sedang menuntut ilmu dan juga sambil bekerja, aku harap kalian tidak termakan gosip mu rahan seperti itu. Mbak Rhea itu baik dan tulus, dia mendedikasikan dirinya untuk menyelamatkan banyak orang. Dia tidak akan meninggalkan pak Rega karena mbak Rhea sangat mencintainya, dan untuk kecelakaan pak Rega itu semua adalah takdir. Siapapun tidak ingin mengalami hal itu,” ucap Karin panjang lebar.

Kalau ada yang harus di salahkan, maka akulah orangnya. Aku yang membuat mbak Rhea pergi dan salah paham pada kak Rega, aku juga secara tidak langsung menjadi penyebab kak Rega kecelakaan.

“Mbak Karin sepertinya sangat mengenal mbak Rhea, ya? Sampai bisa sedetail itu,”

Karin mengangguk. “Dia dokter, sahabat dan saudara yang baik untuk keluarga dan rekan juga pasiennya. Aku duluan, mbak!” pamit Karin kemudian, dia menuju kearah ruangan tempatnya biasa bekerja.

Bagaimana aku tidak mengenal mbak Rhea, kalau sejak kecil saja kami tumbuh bersama. Bahkan dia yang selalu menemaniku ke mana-mana tanpa mengeluh, aku memang bo doh sudah menyakiti mbak Rhea. Aku merindukanmu, mbak. Cepatlah pulang, temani Karin makan mie ayam lagi.

Sementara itu di hari yang sama, di negara dan waktu yang berbeda, Rhea baru saja kembali dari kampus setelah selesai mengurus administrasi yang berkaitan dengan kuliahnya.

“Kenapa aku jadi ingat Karin? Dia pasti baik-baik saja, terlebih minggu depan dia akan menikah dengan kak Rega. Semoga kalian bahagia,” monolog Rhea, dia berusaha untuk berbesar hati atas semua hal yang sedang dia alami.

***

“Aku tidak menyangka kamu membela mbak Rhea sampai menjelaskan sedetail itu,” Aldo baru saja tiba di sana setelah mengurus beberapa hal.

Karin mendongak, dia menghela napas. “Dia kakakku, aku tidak suka ada yang menggosipkannya. Aku tahu isi pikiranmu,” jawabnya pada Aldo.

Aldo terkekeh. “Harusnya kamu lakukan ini dari dulu, Rin! Sekarang semuanya kacau,” Aldo menghela napas, dia duduk di kursi yang ada di hadapan Karin.

Karin menghentikan pekerjaannya, dia ikut menghela napas.

“Aku memang salah, aku pun ingin membantu kak Rega agar bisa kembali dengan mbak Rhea. Tapi untuk sementara kita harus bersabar karena mbak Rhea sepertinya sudah di luar negeri untuk lanjut kuliah, pak. Tidak satupun dari mereka mau memberitahuku ataupun Alya tentang keberadaaannya,”

“Pak Rega harus berjuang hidup dulu, Rin. Baru dia bisa kembali memperjuangkan mbak Rhea,”

Mereka berdua menghela napas bersama, Aldo dengan beban pikirannya dan Karin juga dengan beban pikirannya sendiri.

Aldo beranjak dari kursi. “Kamu yakin mau mengundurkan diri? Suratnya sudah sampai padaku, aku yang mewakili pak Rega untuk sementara waktu.”

“Iya, pak. Aku juga akan menikah dalam waktu dekat ini,”

Aldo melongo begitu mendengar ucapan Karin, seolah tidak percaya dengan pendengarannya. Namun belum sempat dia mengkonfirmasi, Karin sudah lebih dulu bisa menebak isi pikirannya.

“Kak Aiden.”

Bukan lagi melongo, kini Aldo sudah membelalak mendengar nama pria yang akan menikah dengan Karin. “Hidup kalian plot twist sekali, aku bisa membayangkan reaksi pak Rega saat tahu nanti. Semoga kalian mendapatkan bahagia masing-masing,”

Karin mengangguk, dia meng aamiinkan ucapan Aldo. Asisten Rega tersbut akhirnya mengerti kenapa Rhea selalu mengalah jika tentang Karin, ada hal yang hanya bisa di lihat oleh Rhea tentang sang adik. Meskipun Rhea sendiri sangat terluka dnegan apa yang pernah Karin perbuat padanya.

1
In
wah.. langsung jadi dedeknya Vian...
Nur Asiatun
Alhamdulillah... sudah kenal semua Thor
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭🤭 pokoknya terimksh untuk dkgnnnya ❤️❤️
total 1 replies
muthia
maaf jarang buka hp soalnya lg pulkam 🙏❤
muthia: ❤❤❤❤❤❤❤❤❤🙏🙏🙏🙏🙏
total 2 replies
Niken Dwi Handayani
Hiiiii.. gregetan banget sama sumala dan Mak Lampir 😤😤
partini
dah sat set lah Aiden ga usah di ulur lagi go cari rumah baru ayo Yo lelet
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭🤭 lg nyari rmh biara sumala g bs kesana
total 1 replies
Niken Dwi Handayani
Serba salah Karin dibuat nya atas kerandoman Alvian 😩
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wwkwk... serba slh mo marahin tp yg kshnide vian itu baby mochi, nala pasti jg tdk terima. ngasih th vian jg g bs keras hrs lmbutsoalnya msh bocil. mmg disini aiden yg pny peran pntg
total 1 replies
partini
aihhh tuan rumah kaya yg ngontrak yg ngontrak ga punya otak 🤦
a yulaela_fa(Ayu Anfi): emg mrk pgn nguasain rmh it sm aiden
total 1 replies
partini
bocil cadel ga ada duanya 👍👍
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🫣🤭🤭🤭 tp bneran susah ya bikin adegan bocil2 tu kk, aq tkt g sesuai espektasi pmbaca & g bs bikin mrk gemes ... aq saluit sm kakak2 senior yg bs bikin adegan sm narasi perbocilan yg bs bikin kt pembca gemes.
total 1 replies
Niken Dwi Handayani
Waaahhhh ditunggu nich hasil kreatifnya dou bocil random🤣
a yulaela_fa(Ayu Anfi): aq kira ckp 1 eps. ternyta engga 🤣🤣🤣🫣
total 1 replies
muthia
mimpinya cumala ketinggian
muthia: boleh jg itu🤣🥰
total 2 replies
Nur Asiatun
serakah banget sih bu Ayu, semangat Author ke 👍👍
a yulaela_fa(Ayu Anfi): dl anknya dtinggal, skrg mau kuasai anaknya...

kk jg smgt
total 1 replies
muthia
nah gitu dong Aiden
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭🤭🤭 lelet tp nya di papa nya pian
total 1 replies
muthia
betul yg Alya blg👍
Nur Asiatun
Alhamdulillah, semoga bahagia terus Karin Aiden... semangat terus Author
Nur Asiatun
Alhamdulillah... semoga bahagia terus keluarga Aiden karin.semangat Author 👍👍
a yulaela_fa(Ayu Anfi): aamiin... thank kk sll suport aq 💗💗💗
total 1 replies
partini
ck ck Mak Lampir
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭🤭🤭 mari kt basmi lampir2 sist wkwkwk
total 1 replies
Nur Asiatun
Alhamdulillah, semoga kedepan nya selalu bersama menghadapi ujian dalam rumah tangga, bahagia terus ya Aiden Karin dan si pintar dek Pian
a yulaela_fa(Ayu Anfi): aamiin... thanks kk 💗💗💗💗
total 1 replies
partini
good story 👍👍👍👍
a yulaela_fa(Ayu Anfi): terima acih kk ❤️❤️💗💗💗...
total 1 replies
Nur Asiatun
Alhamdulillah... semangat Author
a yulaela_fa(Ayu Anfi): siap kk...kk jgsmgt, trmksh sll mendkgq... karin sm aiden tetap nnti aq rampungkan smpai tamat. mgkn 10 an episode lg
total 1 replies
muthia
nah gitu dong Aiden laki laki tu harus tegas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!