NovelToon NovelToon
The Beginning : Ghost Detective Season 1.5

The Beginning : Ghost Detective Season 1.5

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / TKP
Popularitas:65.4k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Cikal Bakal Tim Divisi Kasus Dingin

Ini GD setelah GD 1 sebelum GD 2 ( Shea n the gank ). Makanya aku kasih judul Ghost Detective Season 1.5.
Isinya awal tim gabut dibentuk. Masih the o.g tim ( bang Dean, mas Rayyan, mbak Nana, mbak Tikah dan pak Jarot ). Jangan cari mbak Lilis karena belum ada tapi ada awal mula mbak Susi ikutan. Ada mbak Nita juga, ada anomali lainnya ( belum musim Saja Boys versi tuyul ). Masih ada Hoshi dan Bima. Ini masih bersama L, Nyes dan Dendeng.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecolongan

"Kalian ngapain?"

Paramudya dan Jarot pun menoleh. Tampak seorang petugas panti yang memiliki tubuh besar, berdiri di belakang mereka sambil berkacak pinggang.

"Maaf, anak muda. Aku hanya ingin berjalan-jalan usai makan pagi. Biar tetap sehat," jawab Paramudya sambil memegang lengan Jarot.

"Jangan ke area sini, Opa! Nanti kalau Opa jatuh, kita yang repot! Disana ada got yang tertutup ilalang!" Petugas panti itu menunjuk ke arah got dekat tembok.

"Oh gitu ya. Maafkan pria tua ini ya?" senyum Paramudya sambil menyentuh dinding tembok pagar. "Ayo Jarot, kita kembali ke kamar."

"Baik Pak Pram." Jarot pun membantu Paramudya berjalan. Paramudya tampak santai digandeng oleh Jarot.

Mereka pun berjalan melewati petugas panti itu. Entah mengapa, Paramudya dan Jarot memiliki feeling yang sama dengan pria itu. Mencurigakan.

Petugas panti itu melihat ke arah dua orang yang kembali ke panti. Setelahnya, dia menghubungi seseorang.

"Jangan hari ini, Dok. Banyak tamu dari para keluarga panti dan ada kunjungan dari dokter Rahmat."

***

Paramudya dan Jarot tersenyum saat mendengar ucapan petugas panti itu. Feeling mereka tidak salah dan memang ada orang dalam.

"Pak Pram, ingatkan saya untuk tidak main-main dengan gadget milik keluarga bapak," kekeh Jarot sambil menyimpan earpiece ke dalam podsnya.

"Selama kalian pakai buat kebaikan, penyelidikan dan tidak disalahgunakan, itu akan berguna." Paramudya melihat Amanda sedang didatangi putranya dan mereka terlibat percekcokan.

"Pak Pram kenal wanita itu?" tanya Jarot.

"Dia sahabat Rina. Cuma sayangnya, aku tidak terlalu dekat dengannya. Bukan apa-apa, aku punya prinsip tidak terlalu akrab dengan teman wanita Rina. Kalau para suaminya, aku kenal baik."

"Apakah kira-kira dia akan mengenali Pak Pram?" Jarot bisa melihat keributan kedua orang itu semakin memanas.

"Tidak dengan penyamaran seperti ini," jawab Paramudya.

Semua orang di panti melihat keributan itu tapi tidak berani memisahkan hingga Raiden datang bersama petugas panti lainnya. Raiden langsung melindungi Amanda sementara dua orang petugas panti menghalangi putra Amanda itu. Dia pun diusir dari panti dan Raiden langsung menghibur Amanda.

"Mas Harso, ada apa?" tanya Paramudya ke teman bermain kartunya.

"Biasa lah Mas Pram. Anaknya Mbak Ndah itu minta agar harta ibunya segera diwariskan pada dia dan istrinya. Padahal Mbak Ndah sudah kasih hak anaknya saat suaminya meninggal. Tapi ya ... karena anaknya seperti itu jadi gitu deh!" jawab Harso.

"Apa Mbak Ndah itu pengusaha?" tanya Paramudya berlagak pilon.

"Suaminya dulu punya pabrik plastik. Suaminya meninggal, dipegang anaknya malah ancur-ancuran. Katanya dia beruntung punya teman yang suaminya super kaya. Akhirnya pabriknya dibeli oleh suaminya temannya itu dan Mbak Ndah serta anaknya dapat defiden dari saham. Entah kenapa kok masih merasa kurang terus," jawab Harso. "Kata Mbak Ndah karena menantunya suka hidup Hedon."

Paramudya hanya mengangguk. "Kalau isinya cuma Hedon tapi uang kureng, ya sampai kapan pun kureng terus!"

"Benar itu Mas Pram."

Jarot hanya bisa mengelus dadanya. Entah kenapa dia bersyukur tidak punya anak. Dia tidak tahu harus bagaimana jika anaknya berbuat ulah bukan?

***

"Aku tidak tahu harus bagaimana, Raiden. Bisa-bisanya dia minta semuanya! Apa dia tidak memikirkan bahwa uang itu aku pakai buat biaya disini!" adu Amanda sambil menangis dalam pelukan Raiden.

"Oma, maafkan aku. Tapi kalau anak Oma seperti itu, ada yang salah dalam parenting atau pengaruh dari istrinya," ucap Raiden.

"Pasti salah istrinya! Aku selalu mendidik anakku dengan benar!" eyel Amanda.

"Harus ditelusuri kenapa. Tapi kalau sudah begini, susah untuk diluruskan." Raiden lalu membantu Amanda untuk berdiri. "Mari Oma, aku bantu."

"Terima kasih Raiden. Kamu masih ada Opa dan Oma?" tanya Amanda sambil bertumpu pada Raiden.

"Alhamdulilah masih meskipun sudah tidak terlalu fit. Maklum, sudah tujuh puluh."

"Mereka tinggal sama siapa?" tanya Amanda sambil berjalan menuju kamarnya.

"Sama papa dan mama aku," jawab Raiden yang tidak berbohong karena memang Hideo dan Faysa Park tinggal bersama Shinichi dan Kedasih. Justru Kedasih lah meminta tinggal di rumah Park untuk bisa mengurus kedua mertuanya. Apalagi dia tinggal sendiri setelah kakeknya meninggal. Ditambah Raihanun juga sudah tinggal di Hongkong bersama suaminya, Jonathan Chen beserta ketiga anak mereka.

"Kok bisa?"

"Karena Oma dan Mama aku sebagai menantu, saling respek dan tidak meninggikan ego masing-masing. Mama dan Oma itu kompak dari jaman Mama masih awal jadi menantu. Bisa dibilang, Opa dan Oma itu lebih sayang ke Mama daripada ke Papa. Soalnya Papa suka bikin Opa pusing," kekeh Raiden.

"Senang ya kalau bisa akur. Menantu aku itu karena dari kalangan menengah ke bawah, jadi agak norak dan OKB. Memang ya kalau orang tidak selevel itu susah!" ujar Amanda.

"Tidak juga. Semua itu tergantung kepribadian masing-masing. Tapi memang pola asuh dan didik sangat berpengaruh pada sikap dan perilaku," senyum Raiden saat mereka tiba di kamar Amanda.

Wanita tua itu pun duduk di tempat tidurnya. "Terima kasih Raiden. Aku ingin beristirahat," ucap Amanda lelah.

"Iya Oma. Istirahat saja dulu. Nanti aku panggilkan saat jam makan siang." Raiden pun berjalan keluar kamar Amanda dan menutup pintunya dengan pelan.

Dia terkejut saat melihat Paramudya berjalan dengan Jarot. Opanya itu memberikan kode padanya agar mengikuti dirinya. Raiden pun menghampiri Paramudya.

***

Dokter Rahmat hendak bersiap-siap menuju Harmoni Life ketika dia mendengar code blue. Dia pun bergegas ke tempat code blue itu dibunyikan dan setibanya disana, dokter Rahmat melihat dokter Westin sedang melakukan ACLS ke wanita yang menjadi pelakor anggota DPRD.

"Apa yang terjadi?" tanya dokter Rahmat bingung.

"Dia kena serangan jantung!" jawab dokter Westin.

"Bagaimana bisa?"

"Dia mengkonsumsi banyak pil penenang rupanya! Jadi saat obat masuk, komplikasi!" Dokter Westin masih tetap melakukan ACLS hingga suara datar monitor terdengar.

"Waktu kematian ...."

Dokter Rahmat hanya bisa termangu. Feeling-nya mengatakan, ini tidak beres! Karena si wanita tadi seperti bukan seorang pemadat.

Apa yang terjadi? Apa aku kecolongan di depan mataku sendiri? - batinnya

***

Note

ACLS (Advanced Cardiac Life Support) atau Bantuan Hidup Jantung Lanjut adalah serangkaian panduan klinis dan prosedur medis lanjutan berdasarkan standar American Heart Association (AHA) untuk menangani kegawatdaruratan kardiovaskular, seperti serangan jantung dan henti jantung. Ini adalah kelanjutan dari BLS (Basic Life Support) yang berfokus pada tim berkinerja tinggi.

Sumber Google

***

Yuhuuuu up malam Yaaaaa gaaeeessss

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
sefi dwi handriyantin
Hati-hati ya pak Rayyan..
amilia amel
makin seru ihhhh
serasa kureng terus bacanya😅😅😅
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Semangat pak Rayyan, awas ketahuan😄
Elsa Fanie
wah wah tambah seru ini ,mang muka pak hari raya d apain y ko sampe dok Arlo bilang kek g2🤔🤔🤔 di menurut ngana pak Taufik
Elsa Fanie: 🤔🤔 y dan mungkin d kasih jerawat yg banyak 🤣🤣🤣
total 2 replies
Ita Xiaomi
Benar banget.
Sayem Sayem
sudah saat menghentikan praktek duo dokter g ada otak duit ny ...KLO perlu kirim anomali d saat autopsi
Noey Aprilia
Duuhhh...
jgn smp deh pas lg brtamu,yg nyambut mlah bngsa llembut.....bsa ngibrit kl smp ky gt....😁😁😁.....
Elsa Fanie
🤣🤣🤣 selingkuh yg halal y katya🤭🤭
Andriani Rahmi
sudah pro sekali ini doc westin dan doc arlo... sindikat besar ini, semga bisa diusut sampai ke akarnya
amilia amel
semoga segera terungkap kasus penjualan organnya
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Seriusan itu yg nyambut Dok Wayan, itu mbak Susi? pasti merinding sebadan-badan🤣🤣
Andriani Rahmi: aku yang baca aja mrinding kak 🫣🫣
total 1 replies
Meeta Baggio
Semoga bemer yaa darah itu bisa d jadikan barang bukti
Noey Aprilia
Hhhmmm....
ga sbar smuanya trungkp....
gemes aku tuh sm tu dktr jagal versi jhat,pgn bgt bejek2 mukanya smp penyok.....😡😡😡
tan_wiedya
yok ada celah yoh, geregetan banget sama si dou dokter otak kuwalik
Elsa Fanie
😡😡😡😓 AQ kok pengen tonjok itu s dok jagal,,ya Allah gust. ,,yakin lah dok Wayan,saking gabut ny JD y seperti itu opa macan 🤣
Ita Xiaomi
Klo aku mungkin pamit dulu utk ngakak🤣
Ita Xiaomi
Bonusnya itu👍🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Msh bs dpt beasiswa dr PRC 😁
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Dih beraninya ngancam², kita tunggu saja sejauh mana keberuntungan berpihak pada anda🙄
amilia amel
100% yakin itu darah pelakor yang di autopsi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!