NovelToon NovelToon
Pewaris Tubuh Suci Legendaris

Pewaris Tubuh Suci Legendaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan / Fantasi Timur / Roh Supernatural
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rick Tur

Pewaris Tubuh Suci Legendaris adalah novel fantasi kultivasi yang mengikuti perjalanan Shou Wei, seorang pemuda yang sejak kecil dianggap biasa, lemah, dan tidak menonjol, tetapi ternyata menyimpan rahasia besar dalam tubuhnya. Di balik kehidupannya yang penuh penindasan dan kehilangan, tersimpan benih kekuatan langka yang perlahan membawanya ke jalan berbahaya: jalan warisan kuno, formasi legendaris, tubuh naga, dan konflik antar dunia.

Cerita ini menyuguhkan banyak tempat skala dunia: sekte-sekte manusia, negeri demon, pulau-pulau melayang, kerajaan asing, hingga dunia lain yang memiliki teknologi, formasi, dan kekuatan jauh melampaui bayangan manusia biasa. Pertarungan yang dihadapinya bukan lagi sekadar soal hidup dan mati, melainkan soal masa depan banyak dunia.

Perpaduan cerita antara kultivasi, pertarungan, formasi, warisan kuno, intrik politik, dunia demon, perjalanan lintas dunia, dan rahasia takdir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rick Tur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harga Ruang Lipat

Kedua kantong kulit itu tidak masuk lelang biasa.

Lan Xue sendiri yang memutuskan:

private preview lebih dulu,

lalu semi-open auction pada malam berikutnya.

Alasannya sederhana.

Barang seperti ini terlalu mencolok untuk dilempar ke pasar umum tanpa mengukur reaksi lebih dulu.

Saat Shou Wei dipanggil ke ruang penilaian dalam, Lan Xue sudah ada di sana bersama Qin Mo, pria tua berambut putih yang dulu menilai pelat logam hitam, dan satu orang baru: lelaki gemuk berwajah tenang dengan jubah abu terang dan jari-jari penuh noda tinta hitam-merah.

“Bendahara,” kata Qin Mo singkat.

Jadi ini orang yang memegang uang rumah lelang.

Bendahara itu mengambil kantong pertama dan menimbangnya di tangan. “Dari luar jelek.”

Lan Xue menatapnya dingin. “Karena ia dibuat untuk dipakai, bukan dipajang.”

“Bagus,” gumam bendahara. “Orang yang mengerti untung selalu lebih suka benda jelek yang berguna.”

Ia meminta demonstrasi.

Shou Wei membuka mulut kantong itu, memasukkan lima botol kecil, tiga batu roh, satu bundel kain, dan pisau pendek. Semua masuk tanpa memaksa bentuk luar terlalu berubah. Bukan sihir mencolok. Justru itulah kekuatannya.

Ruangan hening beberapa detik.

Lalu pria tua berambut putih tertawa pelan. “Good. Very good. Partial spatial folding, low capacity, but stable. Cukup untuk membuat para pembeli kecil gila.”

Bendahara itu menimbang sekali lagi. “Dan cukup untuk membuat pembeli besar bertanya apakah rumah lelang kita diam-diam menyimpan ahli formasi ruang.”

Lan Xue tidak menoleh ke arah Shou Wei saat berkata, “Rumah lelang kita hanya tahu cara menilai dan mengamankan bakat.”

Itu kalimat untuk bendahara.

Dan peringatan untuk semua yang ada di ruangan.

Akhirnya diputuskan:

kantong pertama masuk semi-open auction dengan harga dasar tinggikantong kedua masuk setelahnya, untuk mendorong pembeli yang kalah menawar lebih agresifnama pembuat tidak diumumkanhanya disebut sebagai hasil kerja “resident formation crafter under Blue River Auction House”Itu keputusan terbaik.

Shou Wei belum butuh namanya terlalu terang.

Malam lelang itu, aula utama rumah lelang tidak penuh seperti gala besar, tapi jelas lebih mewah daripada semua yang pernah ia lihat. Lampu kristal menyala. Pelayan berpakaian biru tua membawa nampan minum. Pelanggan duduk menurut kelas dan nilai uang mereka.

Lan Xue tidak duduk di aula.

Ia mengamati dari balkon setengah tertutup di lantai dua.

Shou Wei berdiri di bayangan samping, cukup jauh agar tak mudah dikenali, tapi cukup dekat untuk melihat wajah para penawar.

Begitu kantong pertama dibuka dan didemonstrasikan, suasana langsung berubah.

Awalnya hanya gumam.

Lalu angka mulai naik.

Tiga batu roh rendah.

Lima.

Tujuh.

Sepuluh.

Seorang penjual obat dari distrik utara menawar dengan wajah memerah.

Seorang pengawal keluarga dagang ikut menaikkan.

Lalu seorang kultivator wanita berjubah hijau dari sekte kecil menaikkan lagi untuk gurunya.

Harga melambung.

Shou Wei menonton dengan dada tenang, tapi jari-jarinya perlahan mengencang di balik lengan baju.

Ia memang tahu partial storage pouch ini bernilai.

Namun melihat orang-orang kota besar benar-benar mulai saling sikat harga demi dua kantong kecil, ia akhirnya paham seberapa besar lompatan yang baru ia buat.

Kantong pertama terjual sangat tinggi.

Kantong kedua lebih gila lagi, karena semua orang yang kalah pada barang pertama langsung berebut balas.

Bahkan bendahara yang berdiri di belakang Lan Xue saat itu sampai tertawa rendah.

“Good,” katanya. “Very good. Anak itu menulis angka besar dengan kulit jelek.”

Lan Xue hanya memandang aula dengan mata dingin. Namun satu hal tak luput dari Shou Wei:

ia puas.

Bukan bahagia seperti gadis muda yang melihat hal cantik.

Puas seperti pedagang besar yang baru melihat jalur untung terbuka.

Setelah lelang selesai, bendahara menyerahkan perhitungan cepat.

Setelah potongan rumah lelang, biaya bahan, dan komisi sesuai kontrak, jumlah yang jatuh ke bagian Shou Wei masih besar. Jauh lebih besar dari semua uang yang pernah ia pegang sejak lahir.

Shou Wei melihat angka itu cukup lama.

Cukup untuk hidup nyaman beberapa waktu.

Cukup untuk membeli bahan formasi lebih baik.

Cukup untuk... sebuah kitab.

Karena di bagian akhir lelang malam itu, satu barang lain muncul.

Dan begitu tampil di panggung, mata Shou Wei langsung berubah.

Itu bukan kitab formasi.

Bukan juga warisan besar.

Melainkan gulungan kultivasi tua, dibungkus kulit biru tua yang retak di tepinya. Penilai menyebutnya:

“Sebuah metode sirkulasi tubuh yang selaras dengan air, tidak lengkap namun unik, cocok untuk para kultivator yang memiliki kedekatan kuat dengan air, kabut, atau resonansi darah yang abnormal.”

Napas Shou Wei tertahan sepersekian detik.

Abnormal blood resonance.

Ia tidak tahu apakah penilai itu paham apa yang ia ucapkan.

Tapi tubuhnya sendiri langsung memberi jawaban.

Sejak gulungan itu dibuka, darah naga di dalam dirinya bergerak lebih dalam daripada biasanya.

Manual ini cocok.

Atau setidaknya, punya kemungkinan cocok.

Masalahnya, kultivasi bukan jalur utamanya.

Sejak kecil pun ia tahu itu.

Adik dan kakaknya jauh lebih baik darinya dalam mengumpulkan qi.

Bahkan sebelum keluarga mereka hancur, Shou Wei tahu dengan jelas bahwa bakat kultivasinya tidak menonjol. Ia cepat memahami pola, simbol, dan susunan, tapi dalam duduk bermeditasi dan mengembangkan qi, ia tidak pernah sebaik mereka.

Ia tidak membenci kenyataan itu.

Ia justru tumbuh bersama kesadaran bahwa dirinya lebih mencintai formasi daripada ilmu bela diri.

Namun kekalahan di Broken Reed Bend telah mengajarinya satu hal kejam:

mata bagus tanpa kultivasi yang cukup tetap akan dipukul jatuh.

Jadi saat gulungan itu naik di panggung, ia tahu ia harus memilikinya.

Tawaran dimulai.

Awalnya rendah.

Lalu naik cepat.

Satu pihak dari sekte air kecil ikut menawar.

Seorang pembeli independen menaikkan lagi.

Dan seorang pria tua bertubuh kurus di baris depan, yang tampaknya mengumpulkan manual-manual aneh, menolak keluar.

Shou Wei mulai menawar dari balkon bayangan lewat pelayan rumah lelang yang ditugaskan untuknya malam itu.

Jumlah uang dari dua kantong penyimpanan memang besar.

Tapi tetap tidak cukup.

Harga terus naik.

Lebih tinggi.

Lalu lebih tinggi lagi.

Tangannya mengencang.

Ia menghitung cepat semua yang ia punya dan sadar satu hal:

kalau terus naik satu putaran lagi, ia akan kalah.

Lan Xue yang berdiri beberapa langkah darinya menoleh untuk pertama kali selama penawaran itu.

“Kau menginginkannya,” katanya datar.

“Ya.”

“Karena cocok?”

“Ya.”

Lan Xue memandang gulungan di panggung, lalu ke wajah Shou Wei. Ia jelas sedang menimbang apakah ini keinginan emosional, keserakahan, atau kebutuhan nyata.

Shou Wei tidak memalingkan mata.

Akhirnya Lan Xue memberi isyarat kecil pada bendahara.

Lelaki gemuk itu mendekat, mengernyit sedikit, lalu berkata pelan, “Young Miss?”

“Pinjamkan padanya,” kata Lan Xue.

Bendahara mengangkat alis. “Atas nama kontrak?”

“Atas nama potensi yang belum selesai diperas,” jawab Lan Xue dingin.

Kalimat itu begitu Lan Xue sampai hampir membuat bendahara tertawa.

Ia mengeluarkan tablet hitung kecil, mencatat cepat, lalu mengangguk. “Baik. Hutang dari bendahara rumah lelang. Dengan bunga ringan atau kerja tambahan setara, tergantung bagaimana dia memilih membayar.”

Shou Wei tidak sempat berkata apa-apa.

Lan Xue sudah menoleh padanya. “Menanglah.”

Pelayan rumah lelang segera menaikkan tawaran atas namanya.

Satu putaran.

Dua putaran.

Pria tua kurus akhirnya keluar dengan wajah kesal.

Gulungan kultivasi itu jatuh ke tangan Shou Wei.

Saat pengumuman kemenangan terdengar, ia merasakan sesuatu yang tidak ia rasakan saat uang dari kantong penyimpanan mengalir:

bukan puas,

melainkan sedikit lega.

Manual ini mungkin bukan jalan sempurna.

Tapi untuk tubuhnya yang aneh, ini bisa menjadi pijakan yang selama ini hilang.

1
Muhammad Arsyad
ini...kapan saktinya...lama amat🤭🤭
Simon Semprul
nie cerita pendekar apa misterii si thor /Gosh/
Daryus Effendi
ada b.ingrisnya jadi gak enak bacanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!