Claire Sophia-- seorang Nona muda yang tidak pernah memikirkan hidup. Baginya untuk apa bekerja toh dia sudah kaya sejak lahir. Namun suatu hari saat dia memberikan pelajaran bagi sang kekasih yang telah berani berselingkuh darinya.
Claire mendapatkan sebuah notifikasi..
[Notifikasi: Tekan YA untuk Masuk!]
Untuk mengubah takdir dan alur hidup nya di drama itu. Claire memutuskan untuk merelakan Suaminya untuk pemeran Protagonis.
Namun satu yang Claire tidak tau-- alur dan peran yang berubah akan mengacaukan jalan cerita--juga mengungkapkan sebuah rahasia yang tidak pernah di sangka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROGUES POINEX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Transaksi
Di balik pintu jati yang tertutup rapat dalam kamar tidurnya yang megah—sebuah ruangan yang dipenuhi kemewahan yang terasa mencekik—Claire berdiri dengan tatapan tajam yang tidak lagi mencerminkan sifat sang pemeran Antagonis. Cahaya lilin yang berpijar redup memantul pada deretan baut, logam berkualitas tinggi, dan mekanisme presisi yang berserakan di atas meja kerja mahogani miliknya.
Bagi dunia luar, ia hanyalah sosok Antagonis yang ditakdirkan untuk hancur di akhir cerita, namun bagi Claire yang kini memiliki memori dari dunia asalnya, setiap denting logam adalah tiket menuju kekuasaan.
Tangannya yang putih bersih meskipun sering kali dia gunakan untuk hal yang berbahaya, kini dengan cekatan merakit sebuah mahakarya mematikan yang belum pernah dikenal di dunia ini.
Fokusnya tak tergoyahkan--- tujuannya hanya satu, yakni membangun fondasi finansial yang kokoh agar ketika surat perceraian itu akhirnya dia layangkan ke wajah Julian, ia tidak akan berakhir sebagai gelandangan di sudut jalanan yang kumuh. Ia tidak butuh cinta sang protagonis pria, ia hanya butuh modal.
Claire berbisik tajam sambil menyeka keringat di dahi. "Selesai. Satu mekanisme pemicu elektromagnetik terkecil yang pernah ada di dunia ini. Julian mungkin berpikir aku hanya tahu cara menghabiskan uang untuk gaun dan pesta, tapi dia tidak tahu bahwa Claire yang ini punya rencana pensiun yang jauh lebih mematikan.
Setelah memastikan rakitan senjatanya sempurna dan siap memicu kekacauan yang menguntungkan, Claire menghela napas panjang dan beralih ke sisi gelap teknologi. Ia membuka laptopnya, cahaya biru layar membasahi wajahnya yang cantik namun dingin. Dengan kelincahan jemari yang menari di atas papan ketik.
Ia menembus enkripsi rumit dan masuk ke dalam labirin deep web. Di ruang digital yang tak tersentuh hukum itu, sang wanita yang lebih berbahaya dari Antagonis asli ini mulai menjajakan maut, mengubah reputasi buruknya menjadi kerajaan bisnis bawah tanah yang akan menjamin hidupnya jauh dari bayang-bayang Julian selamanya.
Jemari Claire menari lincah di atas keyboard, layar hitam dengan kode hijau terpantul di matanya.
"Mari kita lihat siapa yang butuh mainan baru di pasar gelap malam ini. Shadow Market, masuk. Anonimitas? Terjamin. Enkripsi? Berlapis. Julian, nikmatilah drama percintaanmu. Sementara itu, aku akan membangun kekuatan ekonomi."
Claire menyesuaikan letak headset-nya. Layar laptop di depannya berpendar biru, menampilkan barisan kode dan antarmuka gelap dari pasar gelap digital, namun Claire menyamarkan suara dan wajahnya agar identitas nya tetap aman. Bunyi statis terdengar sejenak sebelum sebuah suara berat dan terdistorsi menjawab di ujung sana.
Operator Pasar Gelap dengan suara serak. "Kodenya, Tuan. Jangan buang waktuku."
Suara Claire tenang, dingin, dan penuh otoritas. "Viper-07. Aku punya kiriman khusus. Sesuatu yang belum pernah ada di gudang senjata kalian. Senjata pemicu elektromagnetik dalam skala mikro. Kecil, bersih, dan tidak meninggalkan jejak balistik."
Terdengar jeda singkat, seolah sedang memeriksa kredibilitas. "Kedengarannya terlalu bagus untuk jadi kenyataan bagi seseorang yang baru muncul di radar kami. Berapa harga yang kau minta?"
" 50 koin emas dalam mata uang kripto, kirim setengah nya sekarang, setengahnya lagi dalam mata uang tunai setelah kurirmu memastikan barang ini asli. Dan dengarkan aku baik-baik, aku tidak butuh pertanyaan. Aku hanya butuh kurir yang bisa tutup mulut."
Operator disana tersenyum tipis. "Harga yang tinggi untuk penjual baru. Kau tahu risikonya jika kau menipu kami?"
Claire tersenyum miring, jemarinya mengetik cepat di keyboard. "Risiko adalah satu-satunya hal yang kupahami di dunia ini. Aku sudah mengirimkan koordinat titik penjemputan rahasia di distrik pinggiran. Pastikan kurirmu ada di sana dalam tiga puluh menit. Jika dia telat satu detik saja, senjata ku akan menghancurkan dirinya sendiri."
"Kau cukup berani untuk ukuran seorang amatir. Baiklah. Transaksi diterima. Kurir 'The Shadow' sedang dalam perjalanan."
"Ini mungkin bukan permainanku sejak awal... tapi karena aku sudah terlanjur masuk ke dalam drama sampah ini, maka aku sendiri yang akan mengacaukan naskahnya. Julian, kau pikir kau adalah pusat semesta karena kau adalah 'pemeran utama pria'? Aku akan menjadikan mu sampah dalam drama ini." Batin Claire.
Claire terkekeh sinis, matanya berkilat penuh dendam dan ambisi. "Kau bukan lagi pahlawan bagiku. Kau hanyalah pecundang malang yang gila karena cinta buta. Saat kau sibuk mengejar pahlawan wanitamu, aku akan membangun kerajaan di atas reruntuhan yang kau tinggalkan. Selamat tinggal, status Antagonis. Selamat datang, Sang Penguasa."
Waktu seakan memburu saat Claire menyambar perlengkapannya dengan gerakan yang efisien dan tanpa celah. Ia segera mengenakan jaket taktis hitamnya, menyembunyikan parasnya di balik masker dan topi yang rendah guna memastikan identitas nya tetap aman.
Tas ransel di pundaknya terasa dingin dan mengancam, menyimpan senjata - senjata rakitan penghancur yang ditunggu-tunggu oleh mereka yang berada di distrik pinggiran yang kumuh. Dengan satu tarikan napas pendek, ia melompat melintasi pagar balkon, melakukan manuver akrobatik yang elegan namun berbahaya di tengah udara malam, lalu menghilang ke dalam labirin gang sempit secepat ia muncul.
Langkah-langkah kakinya yang ringan membawanya menembus gang sempit menuju sebuah warung terbengkalai yang berbau kayu lapuk dan oli. Di sana, sebuah motor hitam tanpa pelat nomor telah menunggu layaknya monster mekanis yang siap menderu.
Claire segera melompat ke atas sadel, menghidupkan mesin yang suaranya tertelan sunyi malam, lalu melesat membelah jalanan dengan kecepatan tinggi namun tetap menunjukkan keahlian berkendara yang presisi, meninggalkan jejak adrenalin di udara yang ia lalui.
Claire tiba 10 menit lebih awal--- tempat pertemuan sangat sepi, jauh dari letak CCTV yang mungkin bisa merekam nya. Dia menelisik tempat itu lalu berjalan, berhenti di depan tempat sampah dan menaruh tas yang berisikan dagangan nya. Kemudian dia menghubungi operator sambil menjauh.
"Aku menaruh barangnya di tempat sampah berkarat di sudut gang. Letakkan saja uangnya di dekat sana. Kurirmu memiliki waktu kurang dari lima menit untuk melakukan verifikasi sebelum aku menarik diri dari frekuensi ini. Dan ingat, jika aku melihat ada pergerakan mencurigakan dari unit taktis lain... barang itu akan meledak dalam genggamannya."
Suara Operator berat dan sedikit terdistorsi. "Kau sangat teliti. Terlalu teliti untuk seorang 'penjual baru'. Kurirku sudah di posisi. Dia tidak membawa apa-apa selain koper berisi uang tunai. Jangan lakukan gerakan bodoh, atau koordinatmu saat ini akan menjadi lokasi pemakamanmu."
Claire tersenyum miring di balik masker. "Ancamanmu membosankan. Fokus saja pada transaksinya. Sepuluh detik lagi kurirmu akan melihat tas hitam di dalam tempat sampah. Suruh dia ambil, cek indikator hijaunya, lalu tinggalkan kopernya di sana."
Suara derap langkah kaki berat terdengar melalui penyadap yang dipasang Claire di area tersebut. Dari kejauhan, seorang pria tegap dengan jaket kulit hitam mendekati tempat sampah itu. Claire mengawasi dari balik bayangan gedung tua, tangannya tetap berada pada tuas gas motor, siap melesat kapan saja.
Operator kembali bersuara."Dia sudah memegangnya. Indikator stabil. Senjata pemicu elektromagnetik mikro... desain yang cantik. Hampir terlihat seperti karya seni daripada alat pembunuh."
"Seni yang sangat mematikan. Sekarang, letakkan uangnya dan suruh dia pergi. Jangan mencoba mengikuti arah motorku jika kau masih ingin melihat kurirmu pulang dengan tangan utuh."
"Uang sudah diletakkan. Setengahnya, sesuai perjanjian. Kami akan memantau performa senjata ini. Jika ini bekerja sesuai klaimmu, bonusnya akan masuk ke rekening bayanganmu dalam dua jam. Tapi jika ini gagal..."
Claire menyela. "Jika ini gagal, aku tidak akan repot-repot lari. Tapi kita berdua tahu, teknologi ini jauh lebih canggih daripada apa pun yang pernah kau sentuh seumur hidupmu. Sampai jumpa di transaksi berikutnya, Tuan."
Claire memutus sambungan. Dengan gerakan satu tangan yang sangat lincah, dia mengambil koper tersebut saat melintas cepat dengan motornya, meninggalkan kepulan asap tipis di gang sempit yang gelap itu. Dia menghilang ke dalam labirin kota sebelum kurir tersebut sempat berbalik badan.
•
•
•
BERSAMBUNG